Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
30. Janji kelingking


__ADS_3

Zyan yang baru sampai merasa kaget melihat tampilan Mitha yang berantakan mirip ayam kecebur di kali ditambah lagi dilihatnya Andrea yang membawa Mitha pergi dari sana dengan sorot mata tajam seolah ingin mencabik-cabik orang yang ditatapnya.


"Jangan sampai kelakuan lo itu menghancurkan keluarga lo sendiri." ancam Andrea pada Lolita penuh penekanan sebelum dia membawa Mitha pergi dari situ.


"Gila gw ga nyangka kak Andrea serem banget kalo lagi marah, lebih serem dari kakek padahal biasanya dia cute abis" gumam Lolita pelan dengan bergidik ngeri


"Lita apa yang terjadi?" tanya Zyan setelah tiba di depan Lita yang masih bengong menatap kepergian Andrea dan Mitha.


"Kak Andrea seram banget kak kalo lagi marah," adu Lolita pada Zyan dengan tatapan kosong


"Hei Lita sadar! Andrea sudah pergi", sahut Zyan dengan mengguncang bahu Lolita


"Lolita kenapa Zy?" tanya Arjuna yang baru datang setelah mengambil mobilnya dan Zyan hanya mengendikkan bahunya


Felly yang sedari tadi hanya menonton pun akhirnya mendekati sahabatnya yang terlihat syok kemudian dia merangkul Lolita untuk menenangkan meski sebenarnya dia juga agak syok melihat aura kemarahan Andrea.


"Mending lo minum dulu," sahut Felly sambil memberikan minuman yang ada ditangannya pada Lolita


Setelah Lolita tenang mereka pun bergegas pergi untuk pulang ke rumah.


*****


Sementara itu Andrea dan Mitha sepanjang penjalanan ke apart mereka tak ada yang bersuara satupun, mereka sibuk dengan pemikirannya masing-masing.


"Yang jangan marah," ucap Mitha pelan setelah mereka sampai di parkiran.


Andrea hanya menengok ke arah Mitha dengan bibir yang masih mengatup.


"Aku takut lihat kamu marah seperti tadi, maafkan aku tadi aku...." belum sempat Mitha melanjutkan bicara, Andrea langsung menempelkan telunjuknya dibibir Mitha


"Aku gak marah sama kamu, aku hanya marah sama diriku sendiri" sahut Andrea kemudian menghela nafas panjang, "sehari ini dua kali kamu dikerjain orang dan aku tidak bisa menjagamu, suami macam apa aku Tha?" sambungnya sendu


"Kamu suami terbaik yang aku miliki Ndre, dan aku bahagia bisa bersamamu" ucap Mitha sambil menangkupkan kedua tangannya di pipi Andrea dan Andrea pun mencium tangan Mitha setelah dia menggenggamnya.


"Berjanjilah akan tetap disisiku apapun yang terjadi" ucap Andrea dengan menatap manik mata Mitha dalam dan Mitha pun menganggukkan kepalanya.


"Iya aku berjanji akan tetap disisimu selama kamu menginginkanku" sahut Mitha lalu mengacungkan jari kelingkingnya dan Andrea pun menautkan jari kelingkingnya kemudian mereka tersenyum bareng merasa lucu karena seperti anak kecil yang melakukan janji kelingking.


"Udah yuk turun! baju kamu basah ntar masuk angin" sahut Andrea lalu dia membuka pintu mobil yang kemudian diikuti oleh Mitha.

__ADS_1


Sesampainya di Apartemen Andrea, Mitha langsung bergegas ke kamar mandi karena badannya terasa lengket akibat siraman lemon teanya Lolita sedangkan Andrea ke dapur untuk menyimpan barang belanjaan Mitha.


Setelahnya Andrea ke kamar untuk menemui Mitha dan pamit padanya karena urusannya belum selesai.


Ceklek....pintu kamar pun terbuka dan Andrea tidak mendapati Mitha berada disana hanya suara guyuran shower yang terdengar di kamar mandi yang berarti Mitha sedang Mandi, kemudian Andrea ke balkon untuk menghisap benda bernikotin yang bisa jadi penenangnya dengan bersandar di pagar arah mata Andrea lurus menatap ke dalam kamarnya.


Hanya dengan memakai handuk Mitha keluar dari kamar mandi karena dikiranya Andrea masih di dapur.


Andrea hanya melototkan matanya tanpa berkedip dia terus melihat pemandangan yang sangat langka, setelah dilihatnya Mitha selesai memakai bajunya barulah Andrea melangkah secara perlahan ke arah Mitha.


"Tha, aku suka melihatmu yang polos" bisik Andrea tepat ditelinga Mitha


Blush...pipi Mitha langsung merona seperti kepiting rebus, malu sangat malu yang Mitha rasakan hingga rasanya dia ingin ngumpet di lubang cacing hingga untuk mengusir rasa malunya Mitha memukuli dada Andrea bertubi tubi.


"Kamu nakal pake intip aku segala" sahut Mitha disela-sela acara pukul memukulnya


Andrea hanya tergelak dengan tingkah istrinya


Grep...Andrea menangkap tangan Mitha hingga mereka berhadap-hadapan dengan jarak yang begitu dekat, tercium oleh Andrea wangi sabun yang menyegarkan dari tubuh Mitha.


"Kamu masih ingin menggodaku yang?" tanya Andrea dengan menaik turunkan alisnya yang lebat dan hanya dijawab gelengan kepala oleh Mitha.


Andrea langsung mencium bibir Mitha setelah dia menarik pinggang Mitha hingga tidak ada jarak diantara mereka. Ciuman yang lembut yang membuat angan serasa terbang melayang.


Drtt drtt drtt


Terdengar getaran di handpone milik Andrea yang sedari tadi sembunyi di kantong celananya, mungkin malu melihat empunya sedang bermesraan. Andrea yang merasa terganggu dengan getaran handpone segera melepaskan pagutannya.


"Hallo..."


"......."


"Iya ini gw otw"


Klik


Andrea langsung mematikan handponenya tanpa menunggu orang di seberang berbicara lagi.


"Yang, aku keluar dulu ya! urusanku belum kelar, mungkin pulang agak malam. ga pa pa kan?" sahut Andrea pamit pada Mitha

__ADS_1


"Iya hati-hati aja di jalannya, kalo udah kelar langsung pulang jangan belok-belok lagi" sahut Mitha


"Iya istriku sayang, yang tadi boleh dilanjut nanti gak yang kalo aku udah pulang", tanya Andrea


Mitha dengan senyum malu-malu mengangguk, ingin dia menyangkalnya tapi tubuhnya tidak bisa berbohong kalo dia pun menginginkan kegiatan panas yang tadi mereka lakukan.


"Istri yang baik, aku berangkat ya!" sahut Andrea yang menyempatkan mengecup kening Mitha sekilas sebelum dia pergi.


Mitha mengekor Andrea sampai pintu, dan saat Andrea akan membuka pintu, Mitha memanggilnya. "Ndre" sahut Mitha


Andrea pun menghentikan langkahnya dan berbalik saat mendengar Mitha memanggil namanya. Mitha segera meraih tangan kanan Andrea kemudian mencium punggung tangannya.


Ada seulas senyum di sudut bibir Andrea, bahagia rasanya bisa hidup bersama orang yang kita cintai dan yang mencintai kita.


"Baik-baik dirumah, jangan lupa makan!" sahut Andrea kemudian dia bergegas keluar apartemennya untuk melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda.


Ya sebenarnya tadi Andrea ke mall tempat Mitha shopping untuk mengecek persedian barang dan laporan keuangan counternya tapi saat dia masuk lobby tak disangka dia malah mendapati istrinya sedang dimaki oleh mantan pacarnya dengan kondisi yang berantakan hingga dia langsung membawa Mitha pergi dari sana.


*****


Hari pun telah berganti, kini Mitha dan Andrea sedang bersiap-siap untuk menghadiri pesta ulang tahun Felly yang dirayakan di hotel milik keluarga Pratama


Mitha memakai dress selutut rancangan mama Erika yang diambil Andrea dari butik milik mamanya sedangkan dia menggunakan kemeja dan jas dengan warna senada.


Sambil menunggu Mitha bersiap, Andrea asyik berselancar dengan benda pipih canggih miliknya hingga dia tidak menyadari Mitha sudah berdiri di hadapannya.


"Kamu dandan yang?" tanya Andrea yang langsung melongo dengan penampilan Mitha. Meski dengan make up tipis tapi membuat Mitha terlihat lebih cantik dari biasanya.


"Nggak! tadi aku abis gambar" sahut Mitha asal


Andrea pun bangkit dari duduknya, "kamu makin cantik dan aku suka" bisik Andrea yang membuat pipi Mitha blushing


"Udah yuk kita berangkat" ajak Mitha dan langsung pergi duluan


"Akunya kho ditinggal yang, emang ga gandeng tangan? seru Andrea sambil mengejar Mitha yang udah pergi duluan.


...*****...


...Happy reading...

__ADS_1


Jangan lupa like comment vote dan favorite!


__ADS_2