
Seketika Mitha, Juliea, dan Yenita menoleh ke arah asal suara dan dilihatnya Deasy dengan tentengannya.
" Eh lo Des kirain siapa, kita lagi main aja." sahut Juliea yang memang pernah satu kelas dengan Deasy jadi lebih akrab dibanding yang lain.
" Gw tahu kalian lagi pada ngapain disini" sahut Deasy, " Minggir lo! gw mo masuk" sambungnya sambil menabrakkan bahunya ke bahu Mitha.
"Biasa aja napa lo, santuy bos ga usah nggas gitu" sahut Mitha
Deasy tergesa menghampiri meja Gusti dengan bersiap membuka penutup jus yang dibawanya.
Byurrrr
Bukan Shiren yang menjadi target utama yang terkena tumpahan jus tapi wajah cantik Deasy yang kini dipenuhi jus.
"Makanya jangan suka iseng kena muka sendiri kan" ucap Mitha yang tadi mengikuti Deasy dan saat melihat Deasy akan menyiram Shiren dengan jus, dia langsung membelokkan tangan Deasy sehingga Deasy sendiri yang tersiram jus.
Hahahhaha
Juliea dan Yenita langsung tertawa ngakak saat melihat muka Deasy.
" Kalo maskeran jangan di sekolah Des mendingan di rumah" sahut Juliea disela-sela tawanya sementara Shiren dan Gusti hanya terdiam melihatnya.
" Sialan lo pelakor, awas lo! gw pasti bales" seru Deasy sambil menunjuk muka Mitha, " dan lo cewek murahan! jangan berharap lo bisa bersama Gusti lagi karena dia tunangan gw" sambungnya sambil menunjuk muka Shiren lalu dia pergi untuk membersihkan mukanya yang terasa lengket.
"Owh jadi ini alasan kenapa lo selalu ngehindar dari gw"sahut Shiren dengan tertawa sumbang, "Ok kita P.U.T.U.S" ucap Shiren dengan penekanan kemudian dia langsung berlari pergi meninggalkan Gusti yang disusul oleh teman-temannya.
Saat Mitha akan ikut berlari, Gusti menahan tangan Mitha
"Makasih Tha tadi jagain Shiren, dan gw minta lo terus jagain dia saat gw ga bisa menjaganya," ucap Gusti sendu, terlihat kesedihan yang mendalam di matanya. Bukan seperti ini hal yang dia inginkan tapi Gusti pun tak bisa berbuat apa-apa. Meski dia mencintai Shiren begitu dalam tapi dia juga tidak mungkin membiarkan perusahaan keluarganya bangkrut karena hanya papa Deasy yang mau membantu perusahaan keluarganya yang sedang collaps dengan syarat dia harus menikah dengan Deasy meski sekarang mereka hanya bertunangan.
" Tanpa lo minta pun, gw akan selalu menjaga sahabat-sahabat gw selama gw bisa" sahut Mitha lalu dia pun beranjak pergi tapi baru dua langkah Gusti sudah menghentikannya.
"Tha tolong sampaikan padanya permintaan maafku yang sebesar-besarnya"
" Kenapa gak lo aja yang ngomong langsung"
" Gw ga sanggup mengatakan kata perpisahan padanya karena hanya dia cewek satu-satunya yang gw cintai"
"Gw pergi dulu Gus, semoga lo gak nyesel dengan keputusan lo" ucap Mitha yang langsung pergi namun saat baru keluar kelas dia mendapati Shiren yang sedang menangis di pelukan Juliea dengan Yenita yang memeluknya dari belakang.
__ADS_1
Mitha menghela nafas dalam, dia bisa merasakan betapa sakitnya saat harus berpisah dengan orang yang kita cintai apalagi telah mengukir banyak kenangan bersama. Semoga saja takdir mempertemukan mereka kembali di kemudian hari.
" Udah yuk lanjut dikelas aja, malu banyak yang lihatin" ajak Mitha dan Shiren pun menjawab dengan menganggukan kepalanya sambil menghapus sisa-sisa air mata di pipinya.
"Lo pasti kuat Shi" ucap Yenita sambil mengelus-elus punggung Shiren.
Kemudian mereka pun pergi menuju kelas.
" Kalian duluan aja, gw ke kantin dulu beli minum buat kita" sahut Mitha
" Ga usah Tha, Akas udah beliin. Mungkin sekarang dia udah ada di kelas." sahut Juliea
"Wah cepat tanggap juga nih miss Juliea" sahut Mitha
"Lea gitu loh" ucap Juliea dengan menepuk dadanya
"Cih sombong lo" sahut Yenita
" Biarin cuma depan lo pada ini. Bener gak Shi" seru Juliea.
"Iya cewek cantik dan sexy mah boleh sombong tapi kalo burik mending terima nasib aja" sahut Shiren
"Siapa juga yang ngatain lo burik oncom" sahut Shiren jengah
"Memang nggak ya! berarti gw cantik dong! asyik ada yang bilang gw cantik" sahut Mitha yang mulai mode konyolnya.
"Paramitha Putri cucunya kakek Jo yang namanya cewek itu pasti cantik kalo ganteng berarti cowok" seru Yenita jengah dan Mitha hanya cengengesan menanggapinya.
Tapi saat melewati taman kecil sebagai pemisah kelas IPA dan IPS tiba-tiba kaki Mitha tersandung hingga dia hampir jatuh. Beruntung ada tangan yang menariknya hingga dia malah terjatuh ke dada bidangnya.
Deg!
Mitha terkaget saat dia tahu Damian membawanya ke pelukan dia.
" Lepas Dam dan makasih nolongin gw"
"Saat dulu kita pacaran, pegang tangan lo aja gw ga pernah tapi setelah jadi mantan malah bisa meluk lo Tha" sahut Damian yang malah mengeratkan pelukannya
"Sialan lo Dam! lepasin gw" pekik Mitha marah
__ADS_1
Bugh
Mitha langsung menendang paha Damian dengan lututnya hingga mau gak mau Damian melepaskan pelukannya. Seketika Mitha langsung berlari yang diikuti teman-temannya.
Sesampainya di kelas, sudah ada Akas yang sedang ngobrol sama Anton dan Zyan.
Ngos ngos ngos
Mitha dan teman-temannya terus mengatur nafasnya yang naik turun setelah berlari.
" Kenapa sih yang kho pada ngosngosan gitu?" tanya Akas
"Gila gw abis ketemu sama bule mesum" sahut Juliea
" Yang kondisikan omongannya" ucap Akas dan Juliea hanya cengengesan mendapat teguran Akas
"Gw kho baru lihat tuh anak, masa dia nolongin Mitha malah ambil kesempatan buat terus meluk" sahut Shiren yang sejenak melupakan kejadian tadi di kelas IPS
" Maksud lo Shi?" tanya Zyan kaget
"Itu Mitha abis dipeluk sama bule mesum" sahut Shiren lagi
" Udahlah jangan bahas itu, males gw dengarnya" seru Mitha yang tidak suka membicarakan kejadian tadi, " Bang ini semua buat kita?" sambung Mitha saat melihat banyak makanan dan minuman di meja Juliea
" Iya, tadi kata Lea ga bisa ke kantin karena lagi ada urusan" Sahut Akas
"Makasih bang, gw minum nih! haus" sahut Mitha dan akhirnya mereka berempat menikmati makanan yang dibawakan oleh Akas dari kantin.
Brakkk byurr
Saat sedang asyik makan tiba-tiba Melani yang merupakan teman satu genk Deasy sekaligus sepupunya tiba-tiba datang menggebrak meja dan langsung menyiramkan air mineral ke arah Mitha yang sedang makan batagor sehingga makanannya terisi kuah dadakan.
" Sialan lo Mel! lihat batagor gw jadi berair, kalo lo mau ngajak ribut tungguin gw ngabisin batagor gw dulu ogeb" sungut Mitha kesal karena dia baru menghabiskan batagornya separo.
" Cih dasar gembel cuma batagor aja lo masalahin" sahut Melani berdecih meremehkan.
...*****...
...Happy reading...
__ADS_1
...Ditunggu like comment vote rate dan favoritenya ya!...