Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
74. Terungkap


__ADS_3

"Apa? kamu sekecil ini udah dirampok?" pekik kak Kejora kaget.


"Iya kak, uang handpone kalung cincin diambil semua. Aku cuma dikasih 20rb sama kang ojolnya" ucap Mitha melas.


"Kasian sekali" ringis Kejora membayangkan kalo hal itu terjadi padanya, "kamu cuma punya uang 20rb?" tanyanya kemudian


"Nggak kho kak, untung atm aku simpan di diary jadinya aman" jawab Mitha, "kak pulang jam berapa ya kira-kira" tanya Mitha kemudian.


"Kenapa emang?" tanya kak Kejora lagi sudah hilang keformalannya saat bicara dengan Mitha karena dia merasa bicara dengan adiknya.


"Pulang dari sini aku mau beli handpone dulu biar bisa menghubungi mbak Tiwi" jelas Mitha pada kak Kejora.


"Ayo aku antar sekarang" sahut Kejora tanpa menunggu persetujuan dari Mitha. Sehingga Mitha pun hanya mengikuti dari belakang.


Sepanjang perjalanan tak hentinya mereka mengobrol dari hal penting sampai yang gak penting pun mereka bicarakan. Untung saja naik mobil pribadi coba naik angkot bikin yang lain dongkol mendengar keberisikan mereka.


***


Sementara di belahan bumi lain, terlihat Andrea dan papa Jae Sung sedang duduk di sofa ruang perawatan mama Erika.


"Pah, mama kenapa bukannya tadi baik-baik saja?" tanya Andrea cemas saat melihat mamanya yang sedang tertidur dengan wajah yang pucat.


"Tadi perutnya sakit tapi sekarang sudah baik-baik saja" jawab papa Jae Sung yang tidak mau mengatakan hal yang sebenarnya kalau mama Erika hampir keguguran karena tadi mengejar Andrea.


"Boy ada hal yang perlu papa jelaskan padamu, agar kesalahpahaman kita tidak berlanjut." ucap papa Jae Sung


Papa Jae Sung pun menjelaskan mengenai tanda tangannya yang bisa ada dalam perjanjian konyol itu padahal dirinya dan tuan Lee ayahnya merasa tidak pernah menandatangi perjanjian itu. Adapun perjanjian kerjasama diantara ketiga perusahaan besar itu mengenai pembangunan mall di kota Jb sebagai hadiah ulang tahun Andrea.


Setelah kepulangannya Vanesha dari Indonesia, dia langsung memutuskan perjodohan antara dirinya dengan Andrea.


Sehingga tuan besar Lee memutuskan untuk tidak melakukan apapun pada Andrea ataupun Mitha apalagi saat tuan besar Lee melihat senyuman Mitha yang mengingatkannya pada mendiang istrinya.


Namun keangkuhannya membuat tuan Lee tidak ingin terus terang merestui hubungan Andrea dan Mitha meskipun dalam hatinya mengatakan setuju.


"Apa papa yakin kakek seperti itu?" tanya Andrea memastikan apa yang didengarnya.


"Tentu saja karena papa putranya dan kakekmu pun punya alasan kenapa selama ini dia keras padamu boy" ucap papa Jae Sung


Andrea hanya menghela nafas dalam, "apa mungkin penilaianku selama ini salah pada kakek"(batin Andrea)


Mama Erika mengerjapkan matanya saat mendengar ada orang yang berbicara.


"Sayang" ucap mama Erika saat melihat Andrea


"Maafin Ade mah! apa karena ade mama jadi sakit?" tanya Andrea merasa bersalah karena tadi mengabaikan panggilan mamanya.

__ADS_1


Mama Erika mengulas senyum sebelum menjawab pertanyaan Andrea, "tentu saja tidak sayang, kamu akan jadi kakak"


"Beneran mah?" seru Andrea antusias


Dan dijawab anggukan oleh mama dan papanya membuat Andrea langsung memeluk mamanya karena bahagia dan papa Jae Sung tidak mau ketinggalan ikut memeluk anak dan istrinya.


"Mah, apa Mitha juga akan hamil seperti mama ya?" tanya Andrea yang langsung teringat dengan Mitha setelah melepaskan pelukannya.


"Tentu saja boy kalau kamu sering menebar benih pasti akan ada yang tumbuh" bukan mama Erika yang menjawab tapi Jae Sung yang langsung menjawabnya .


"Pulanglah kalau kamu mencemaskan Mitha boy, nanti mama dan papa menyusul." sambung papa Jae Sung.


"Iya sayang pulanglah cari Mitha, jangan biarkan dia sendirian diluaran sana" ucap mama Erika.


"Tapi sebelum pulang, minta maaflah pada kakekmu boy atas kekacauan yang kamu buat dirumahnya. Apalagi kamu telah menghancurkan guci kesayangannya yang dibuat oleh nenekmu" ucap papa Jae Sung


"Baiklah pah setelah pulang dari sini aku langsung ke mansion kakek"


"Tidak perlu anak muda, nanti guci di rumahku habis kalau kau masuk ke rumahku" ucap tuan Lee yang baru datang untuk menjenguk menantunya.


"Kakek!" seru Andrea, "baiklah kek, aku tulus minta maaf atas kejadian tadi. Aku pasti akan menggantinya." sambungnya.


"Sungguh kau akan menggantinya?" tanya tuan Lee dan Andrea hanya mengangguk mengiyakan.


"Baiklah berikan kakek tua ini pelukan sebagai gantinya cucu nakal" ucap tuan Lee sambil merentangkan tangannya.


Hangat!


Itulah yang Andrea rasakan seperti saat dulu dia masih kecil memeluk almarhum kakek Arya.


"Pulanglah lebih dulu dan saat kau sudah menemukannya bawalah dia menemui kakek" ucap tuan Lee setelah melepas pelukannya.


"Iya kek" ucap Andrea dengan mata berkaca-kaca


Haru bahagia sekaligus sedih bercampur jadi satu. Andrea tidak pernah mengira kalau tuan Lee akan memeluknya karena setahunya tuan Lee sangat kejam, apapun yang diperintahkannya harus dituruti tidak mengenal kata penolakan.


Setelah berpamitan dengan mama, papa dan kakeknya, Andrea pun langsung pulang dengan jet pribadi yang sudah disiapkan oleh kakeknya sebelum ke rumah sakit menemui menantunya.


Setibanya di tanah air, Andrea langsung menemui pak Bens sedang detektif ahli yang dikirim kakeknya langsung bergabung dengan Aryana dan beberapa pengawal yang membantu Aryana dalam pencarian Mitha.


Andrea menemui pak Bens dikantornya.


Tok tok tok


"Masuk"

__ADS_1


Ceklek terdengar suara pintu dibuka oleh Andrea namun hal itu tidak mengalihkan fokus pak Bens dari layar monitornya.


"Siang Om" sapa Andrea


"Siang boy! sebentar om kelarin ini dulu sedikit lagi. Duduklah dulu" sahut pak Bens


Andrea pun mengikuti apa yang om nya katakan, dia duduk sambil tangannya terus mengecek dimana keberadaan Mitha.


Tanpa sengaja dia melihat postingan Kejora kembarannya Orion yang masih sepupuannya Andrea pada sosmednya



Kejora Adik kecilku yang malang😭


Nyesss


Sakit, Andrea merasa hatinya teriris sembilu melihat ekspresi Mitha yang sedang sedih.


Andrea pun akan beranjak pergi bersamaan dengan pak Bens duduk disampingnya.


"Ada apa boy? tumben nemuin om disini?" tanya pak Bens tenang.


"Om bisa jelasin maksud dari semua ini?" tanya Andrea sambil menyerahkan secarik kertas peerjanjian yang menurut Andrea perjanjian konyol.


Deg


Pak Bens seketika mematung melihat kertas yang ada ditangannya .


"Da dari mana kamu dapatkan ini boy?" tanya pak Bens


"Tidak penting om aku dapetin ini dari mana, aku hanya minta penjelasan om karena ayah dan kakek sudah menjelaskan kalau mereka tidak tahu menahu" ucap Andrea dingin


Pak Bens hanya menundukkan kepalanya dia mengakui kesalahannya fatal.


"Maafkan om, boy! om terpaksa melakukannya. kalau om tidak melakukannya maka nama baik om dan keluarga Mahardika hancur boy" ucap pak Bens


"Om telah dijebak memperkosa seorang gadis, dan gadis itu meminta om untuk menjauhkanmu dari Mitha boy maka nama baik om dan keluarga juga perusahaan tidak akan tercoreng karena dia akan menutup mulutnya, maafkan om!


"Katakan siapa dia om!" seru Andrea tidak sabaran.


"Resha teman sekelasnya Mitha" jawab pak Bens dengan memejamkan matanya.


...***...


...Happy reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like comment dan hari senin waktunya vote ya!...


__ADS_2