
Disentuhnya satu persatu bagian dari wajah Andrea dengan senyum yang terus mengembang di bibir Mitha.
Andrea yang terbangun karena sentuhan tangan Mitha di wajahnya hanya diam saja, dia hanya ingin tahu apa yang akan Mitha lakukan.
"Alismu lebat banget kaya ulet bulu" gumam Mitha pelan dengan kekehannya.
"Bulu matanya panjang lentik lagi bikin aku iri saja"
"Kulitnya lembut banget, apa dari dulu dia pake skincare" gumam Mitha sambil mengelus-elus pipi Andrea, "tapi kenapa mukanya pucat banget ya? apa yang terjadi semalam?" sambungnya
"Dan ini" sahut Mitha sambil mengusap-usap bibir Andrea, " bibir ini yang suka nyosor tanpa permisi tapi aku suka" gumam Mitha sambil terkekeh
Grep
Andrea langsung menarik Mitha ke dalam pelukannya.
" Pagi-pagi udah godain suami ya!" ucap Andrea dengan suara serak
Cup
Hanya sekilas dia menyapa bibir Mitha, " gimana suka?" tanya Andrea.
Blush
Seketika pipi Mitha merona, "sejak kapan kamu bangun?" tanya Mitha bingung
"Sejak kamu bilang kaya ulat bulu" jawab Andrea
"Yah berarti dia dengar semuanya dong!"( batin Mitha)
"Kamu gak perlu iri yang! Semua yang ada di aku, semuanya milik kamu hanya kamu!" ucap Andrea dengan menatap lekat Mitha.
" Aku juga hanya milik kamu," sahut Mitha sambil menenggelamkan kepalanya di dada Andrea.
"Yang bisa ambilkan aku minum?" tanya Andrea setelah beberapa menit mereka berpelukan.
"Tunggu sebentar ya!"
"Yang bisa suruh bi Sumi kesini? aku pengen makan bubur buatan dia." sahut Andrea saat Mitha baru beranjak dari tempat tidur, "hari ini aku gak sekolah dulu ya, kepalaku pusing" sambungnya.
"Iya aku langsung hubungi bi Sum", sahut Mitha, "aku ke dapur sebentar ya ambil air minum" sambungnya.
Dan Mitha pun segera mengambil air minum dengan handpone ditangannya untuk menghubungi bi Sumi prt di rumahnya Andrea
"Hallo! assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam, neng Mitha apa kabar?"
"Alhamdulillah baik! bi, Andrea pengen makan bubur buatan bi Sum. Apa bibi bisa kesini?"
"Bisa neng nanti langsung bibi buatin. Apa den Andrea sakit?"
"Katanya pusing. ya udah bi, Mitha mau anterin minum dulu. Assalamu'alaikum!"
"Wa'alaikumsalam"
__ADS_1
klik! panggilan telepon pun terputus
" Pasti den Andrea sakit, karena hanya pas lagi sakit den Andrea minta dibuatin bubur." gumam bi Sumi pelan.
Sementara Mitha setelah memberi Andrea air minum, dia langsung bersiap-siap untuk sekolah.
"Yang aku berangkat dulu ya!" ucap Mitha berpamitan pada Andrea, "apa aku gak usah sekolah aja ya, muka kamu kho tambah pucat yang" sambungnya.
"Aku ga pa pa cuma pusing aja pengen tidur mungkin masuk angin" ucap Andrea.
"Aku langsung berangkat ya, assalamu'alaikum" ucap Mitha sambil menyalim tangan Andrea.
"Wa'alaikumsalam" jawab Andrea lalu mengecup kening Mitha
Mitha pun langsung berangkat sekolah tanpa tahu di kamar sebelah ada Aryana.
Selepas kepergian Mitha, tak berselang lama bi Sumi datang dengan tentengan bubur dan lauk pauk ditangannya.
"Den den Andrea ini makan dulu buburnya mumpung masih anget" ucap bi Sumi membangunkan Andrea setelah menyiapkan bubur
Andrea yang akan terlelap langsung membuka matanya kembali
" Makasih bi! bi tolong siapkan juga buat Yana ya, dia ada di kamar sebelah" ucap Andrea
" Baik den, bibi mau nyiapin dulu buat den Yana" ucap bi Sumi kemudian dia pergi untuk menyiapkan bubur untuk Aryana.
*****
Sesampainya Mitha di sekolah, belum banyak yang datang karena masih pagi. Mitha langsung menuju kantin karena memang sengaja ingin sarapan siomay.
"Hai mantan" sapa Damian
"Lah kho lo ada disini" pekik Mitha kaget
" Kenapa? gw makin ganteng ya!" sahut Damian narsis dan Mitha hanya nyengir kuda
" Emang sih ganteng muka blesteran gitu, tapi dari dulu gak bisa bikin jantung gw berdebar" (batin Mitha)
"Gw ke kelas duluan, belum ngerjain tugas" Damian pamit dengan senyum yang gak bisa diartikan.
"Ikh aneh tuh anak, apa bener ya yang dibilang Andrea kalo sekarang Damian tuh nyebelin suka cari masalah" gumam Mitha pelan sambil terus makan siomay.
Setelah menyelesaikan makannya, Mitha bergegas ke kelasnya
"Rame banget nih kelas udah kayak di pasar aja" gumam Mitha saat masuk ke dalam kelasnya yang sedang gaduh.
"Ada apaan sih kho kayaknya seru banget" tanya Mitha
"Itu lho Tha ada mobil lamborghini yang ringsek gara-gara nabrak pohon" jawab Yenita
"Sayang banget ya, kenapa gak kasih ke kita aja coba" sahut Mitha
" Emang lo bisa nyetir?" tanya Juliea
"Nggak!" jawab Mitha
__ADS_1
"Gimana lo bawa super car kayak gitu kalo nyetir aja gak bisa" sahut Juliea jengah dan Mitha hanya cengengesan mendengarnya
" Kenapa lo Shi kho suram banget tuh muka" tanya Mitha yang melihat Shiren sedang melamun.
" Gusti udah beberapa hari ini susah dihubungi, apa mungkin gw sama dia bakalan putus" ucap Shiren sendu
" Jangan gitu Shi kalo jodoh gak bakal lari gunung dikejar, lo harus yakin jangan pesimis gitu0!" sahut Mitha
"Tumben bener lo Tha?" sahut Juliea
"Yeyyy emang gw mah selalu bener cuma kadang-kadang aja konslet kalo tegangannya tinggi" sahut Mitha.
Bel pun berbunyi tanda belajar akan segera dimulai, siswa-siswi segera merapihkan diri di mejanya masing masing
Tak lama kemudian guru pengajar datang untuk memberi materi pelajaran.
Selama jam pelajaran berlangsung Shiren dan Mitha tidak fokus dengan apa yang disampaikan guru. Mereka berdua malah asyik bertraveling dengan lamunannya.
"Apa sampai disini paham" tanya bu Cinta guru bahasa indonesia.
" Iya bu" sahut semua murid kompak tapi tidak dengan dua anak manusia yang sedang asyik bertraveling
"Mitha Shiren apa kalian paham?" tanya bu Cinta tapi tidak ada jawaban dari keduanya dan bu Cinta hanya geleng-geleng kepala kemudian bu Cinta pun mendekat ke arah meja Mitha dan Shiren
"Apa kalian paham?" tanya bu cinta dengan suara yang ditinggikan
"Iya yang"
"Iya beb"
jawab Mitha dan Shiren serempak.
Hahahahaha
Semua teman sekelasnya tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan dua temannya.
"Mitha Shiren silahkan kalian berdua menunggu diluar sampai jam mata pelajaran saya selesai. Setelah itu segera temui saya di ruang guru." ucap bu Cinta
"Baik bu" sahut Mitha dan Shiren kompak kemudian mereka berdua pun segera keluar kelas.
Bu Cinta memang tidak suka marah-marah pada anak muridnya tapi saat ada anak yanh bermasalah paati dia kasih hukuman seperti bikin kliping,makalah, papper.
"Masih mikirin Gusti ya?" tanya Mitha saat keduanya sudah berada di luar kelas.
"Hmm...lo juga ngelamunin Andrea?"
"Gw terus kepikiran dia,tadi pas mau berangkat mukanya pucat banget"
"Pasti dia sakit"
...*****...
...Happy reading...
Ditunggu ya like comment vote dan favoritenya!
__ADS_1