
Andrea segera menghempaskan pelukan Vanesha saat dia sadar dibelakangnya ada Mitha yang sedang bersembunyi di balik badannya.
"Kasar banget Ndre" sungut Vanesha kesal
"Makanya jadi cewek jangan asal peluk" ketus Andrea, "ayo yang" ajak Andrea kemudian sambil menarik tangan Mitha
Vanesha yang melihat itu dibuat bingung, "siapa gadis itu?"
"Udahlah Sha mending sama abang Peter, keren tinggi tajir gak kalah sama Andrea," ucap Peter memulai aksinya
"Apa? bang Peter? big no!" sahut Vanesha jengah
Hahahahaha
Theo, Yohan, Orion, Daniel kompak mentertawakan Peter yang ditolak mentah-mentah oleh Vanesha.
"Udahlah Sha ga usah ngejar-ngejar Andrea terus, dari dulu ga dapet-dapet kan" sahut Yohan sambil merangkul pundak Vanesha
"Lepasin tangannya" seru Vanesha sambil menghempaskan tangan Yohan, "lagian tanpa ku kejar juga Andrea pasti jadi milikku. Apa kalian lupa? kalo aku sudah dijodohkan sama Andrea oleh tuan besar Lee?" sahut Vanesha ketus
Glekkk
Kelima sepupu Andrea langsung menelan salivanya kasar, mereka lupa kalau di belakang Vanesha ada tuan besar Lee yang keputusannya mutlak tapi hanya ada satu orang yang mampu melawannya 'Andrea' cucu kandung tuan besar Lee sendiri yang berani memberontak.
"Nesha, apa kamu tidak takut Tuhan? akan memisahkan pasangan yang sudah menikah?" tanya Theo yang pemikirannya lebih dewasa dibanding dengan yang lainnya.
"Apa maksudnya sudah menikah? jangan bercanda bang" seru Vanesha
"Terserah kamu mau percaya apa tidak tapi kenyataannya memang begitu, kalau tidak percaya bisa tanya langsung ke mamih sama papih" jawab Theo cuek
"Benar Sha malah tadi pas kamu datang, mereka baru selesai sebar benih" sahut Yohan membenarkan ucapan Theo
"Maksudnya sebar benih?" tanya Vanesha tidak mengerti arah pembicaraan Yohan
"Beneran kamu gak ngerti sebar benih?" tanya Peter dan dijawab anggukan oleh Vanesha.
Peter pun langsung berjalan ke arah Vanesha, semakin dekat semakin Vanesha mundur hingga akhirnya Vanesha sudah tidak bisa lagi untuk mundur karena sudah mentok tembok.
"A apa yang mau abang lakukan?" tanya Vanesha gugup
Peter semakin mencondongkan tubuhnya sehingga wajah mereka berjarak hanya 3 jari hingga setan membisikkan agar Peter meraup benda kenyal yang ada didepannya.
Dengan segera Peter mencium Vanesha hingga Vanesha diam mematung karena ini pengalaman pertama buatnya.
Awalnya Peter hanya ingin mengerjai Vanesha tapi setelah merasakan manisnya bibir Vanesha, dia pun mengulanginya karena Vanesha masih membatu di tempatnya.
Dengan rakus Peter langsung menghisap dan m***mat bibir Vanesha. Vanesha yang masih linglung hanya membiarkan saja apa yang Peter inginkan dengan bibirnya.
__ADS_1
Theo, Yohan, Orion dan Daniel hanya diam ditempatnya melihat live kiss di depannya namun Daniel yang sedang bermain ponsel langsung merekam kejadian yang diluar dugaannya.
"PETERRR" suara papa Jae Sung menggelegar memenuhi ruangan hingga membuat semua orang kaget
Awalnya papa Jae Sung mau memanggil kelima ponakannya yang sudah seperti anaknya sendiri tapi baru diambang pintu dia sudah disuguhkan oleh pemandangan yang membuatnya syok.
Bagaimana bisa Peter berciuman dengan gadis yang sudah dijodohkan oleh ayahnya sama Andrea, apalagi gadis itu berasal dari keluarga bangsawan yang memiliki pengaruh besar didalam negerinya.
Seketika Peter melepaskan pagutannya dari Vanesha.
"Jelaskan! apa yang kalian lakukan?" seru papa Jae Sung
"A anu pih, Vanesha minta diajarin caranya sebar benih" jawab Peter gugup
"Peter papih serius" seru papa Jae Sung
"Iya pih Peter benar kho" sahut Yohan membela Peter dan diangguki oleh yang lainnya.
"Vanesha benar apa yang mereka katakan?"
"Itu aku aku, i iya om" jawab Vanesha gugup campur malu pada papa Jae Sung.
Papa Jae Sung menghela nafas dalam, ada-ada saja kelakuan anak muda jaman sekarang
"Sudah! sekarang kalian bergabung dengan yang lainnya." seru papa Jae Sung
***
"Sayang ayo makan!" ajak Andrea dengan membawa sepiring sate dan juga baso bakar campur udang bakar
"Buat mama mana De" tanya mama Erika yang sedang duduk bareng bersama Mitha di gazebo
"Punya mama itu sama papa, ini buat aku ma Mitha" jawab Andrea sambil duduk disamping Mitha.
"Cobain yang bumbu racikanku" sahut Andrea sambil menyuapkan sate pada Mitha
"Emm enak yang, kamu pinter masak ternyata" puji Mitha sambil terus menguyah
"Ya haruslah yang! kan kamu gak bisa masak" jawab Andrea
"Kamu mah bongkar rahasia aku" sahut Mitha dengan cemberut
"Ga papa Tha nanti mama ajarkan masak makanan kesukaan Andrea" ucap mama Erika dengan tersenyum.
Dari jauh Vanesha memperhatikan Andrea terus yang sedang menyuapi Mitha dengan sesekali mencuri ciuman saat ada kecap yang masih ada di bibir Mitha.
"Aku memang mencintaimu sedari dulu Ndre meski aku tidak pernah mendapatkan perlakuan istimewa seperti gadis itu. Tapi aku bukan perebut milik orang lain meskipun aku sangat menginginkannya." monolog Vanesha dalam hati dengan tatapan sendu melihat keromatisan Andrea.
__ADS_1
Melihat Vanesha diam melamun, Peter pun mendekatinya dengan membawa sepiring steak.
"Nih buat kamu" ucap Peter menyodorkan piring yang dibawanya.
"Makasih"
"Udah percayakan sekarang dengan apa yang kubilang?"
"Iya, Andrea terlihat sangat bahagia bersama gadis itu"
"Kalau kamu mencintainya, lepaskan Andrea! biarkan dia bahagia bersama istrinya. bukankah mencintai tidak harus memiliki?"
"Iya, tapi bagaimana dengan keluargaku?"
"Yakinkan mereka kalau kamu tidak akan bahagia hidup bersama dengan orang yang tidak mencintaimu"
"Tapi bang, tolong lupakan kejadian di ruang fitnes dan jangan pernah mengungkitnya lagi"
"Oke.." Peter pun langsung mengacungkan jempolnya.
Tap tap tap
Terdengar derap langkah kaki mendekat ke arah tempat acara barbeque, namun tiba-tiba semua orang mematung saat melihat siapa yang datang, Tuan besar Lee ji sung ayah dari papa Lee Jae Sung.
"Ayah" ucap papa Jae Sung namun tuan Lee hanya mengibaskan tangannya menyuruh papa Jae Sung untuk diam. Karena fokus matanya mengarah pada gazebo dan isinya.
"Yang, aku gak sabar nunggu Andrea junior lounching" ucap Andrea sambil menciumi perut Mitha
"Sabar yang, nanti juga kalo udah waktunya pasti dikasih. Berdo'a saja" ucap Mitha sambil membelai rambut Andrea
Tuan besar Lee hanya diam mematung, dia merasa dejavu dengan pemandangan di depannya. Dulu saat dia masih muda, dia juga sering kali bermanja-manjaan pada mendiang istrinya seperti apa yang Andrea lalukan sekarang.
Ekhmm
Andrea masih saja bersikap cuek dan masa bodoh, dia masih terus mencium dan sesekali mengusap perut Mitha.
" Yang nanti kita sebar benihnya seringan ya! biar Andrea junior cepat tumbuh disini" ucap Andrea sambil mengelus kemudian mencium perut Mitha.
Merasa tak ada jawaban, Andrea bangun dari tiduran dan langsung menyambar bibir Mitha yang mengatup.
"Yang kho diem aja sih" tanya Andrea heran dan Mitha hanya menunjuk kearah depan. Andrea pun mengikuti arah tunjuk Mitha.
"Eh kakek kapan datang?" sahut Andrea dengan cengengesan.
...*****...
...Happy reading...
__ADS_1
...Jangan lupa ya untuk like comment vote dan di favorite ok👌👌👌...