
Andrea berjalan bersama Mitha dengan tangan merangkul pinggang Mitha sedang Mitha memeluk tangan kekar Andrea.
"Sayang, nanti Bang Ar gimana ya?" tanya Mitha
"Jangan terlalu dipikirkan, mereka udah dewasa pasti bisa mencari jalan keluarnya"ucap Andrea
"Sepertinya ada korban kecelakaan, lihat petugas medis begitu sibuk" lanjut Andrea
"Loh itu kan papa yang" ujar Mitha
Andrea pun mengikuti arah pandang Mitha, dan benar saja terlihat Papa Jae Sung seperti sedang panik sehingga Andrea pun mendekatinya.
"Papa, apa kakek drop?" tanya Andrea
Papa Jae Sung pun langsung menoleh ke arah Andrea.
"Kamu disini boy, tadi papa telp gak diangkat" sahut Pap Jae Sung
"Handphoneku di silent, papa siapa yang sakit" tanya Andrea lagi
"Tadi papa ditelpon Paman Jung katanya mama dibawa ke rumah sakit , ayo kita ke Igd" ajak Papa Jae Sung
Sesampainya di Igd terlihat Paman Jung yang merupakan kepala pelayan di mansion Tuan Lee sedang menunggu di luar Igd.
"Paman apa yang terjadi" tanya Papa Jae Sung
"Tadi Nyonya jatuh dari tangga tuan" jawab Paman Jung sambil menunduk.
"Kenapa bisa begitu?" sentak Papa Jae Sung
"Tenang Pah, aku cari tahu dulu" ucap Andrea
Kemudian Andrea pun berselancar dengan benda pipih canggihnya menerobos cctv di mansion Tuan Lee. Dan saat dia mengetahui apa yang telah terjadi dengan mamanya, tak ayal Andrea pun dibuat sangat geram dengan kelakuan istri pertama papanya yang dengan sengaja menyenggol bahu Mama Erika saat dia menuruni tangga sehinggga Mama Erika hilang keseimbangan dan terjatuh di undakan kelima dari bawah.
Sebelum Andrea memperlihatkan rekaman cctv pada papanya, dia terlebih dahulu mengirim rekaman itu ke handphone Mitha, Aryana, dan satu e-mail rahasia yang dia gunakan untuk menyimpan data penting agar aman saat terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.
"Papa lihat kenapa bisa sampai jatuh" ujar Andrea.
Papa Jae Sung langsung mengambil handphone Andrea dan melihat rekaman cctv bagaimana Mama Erika sampai terjatuh. Tanpa sadar Papa Jae Sung langsung mengepalkan tangannya kuat setelah mengetahui apa yang telah terjadi.
"Dasar Medusa! diberi kesempatan malah mencelakakan istriku" geram Papa Jae Sung.
"Pah, boy akan melaporkan Ny. Kim pada yang berwajib. Papa setuju ataupun tidak setuju, boy tetap akan melaporkannya" ujar Andrea.
Ceklek
Pintu Igd terbuka, terlihat dokter keluar dari ruangan
"Dengan keluarga Ny. Erika?" ucap Bu Dokter
"Saya suaminya" sahut Papa Jae Sung
__ADS_1
"Ny. Erika kondisinya kritis, untuk itu kami memerlukan persetujuan keluarga untuk tindakan operasi agar bayinya dapat diselamatkan" tutur dokter yang menangani Mama Erika.
"Lakukan yang terbaik untuk istriku dok" ucap Papa Jae Sung dengan suara yang serak.
Sekuat-kuatnya seorang lelaki pasti akan lemah saat mendengar orang yang sangat dicintainya dalam kondisi kritis berjuang untuk hidupnya. Begitupun dengan Papa Jae Sung dan Andrea.
Setelah dokter pamit, Papa Jae Sung langsung terduduk lemas dengan tangan bertumpu pada lututnya dan menutup wajah tampannya. Buliran air mata pun tanpa permisi mengalir begitu saja membasahi pipinya.
Begitupun dengan Andrea yang langsung memeluk Mitha dan menyembunyikan tangisnya di dada Mitha.
Mitha yang juga ikut menangis mencoba menenangkan Andrea dengan terus mengelus punggung Andrea.
"Sayang, ayo kita berdo'a untuk kesembuhan mama" lirih Mitha
"Aku gak mau sampai kehilangan mama, aku gak siap Tha" lirih Andrea disela isak tangisnya.
"Mama pasti baik-baik saja" lirih Mitha
Tak lama kemudian beberapa perawat mendorong brangkar Mama Erika untuk memindahkannya ke ruang operasi.
Papa Jae Sung yang mendengar suara brangkar di dorong pun langsung bangkit dan mendekati Mama Erika yang sedang terpejam. Dia minta waktu sebentar pada perawat.
"Sayang bangun, bertahanlah untukku dan anak-anak kita" lirih Papa Jae Sung dengan suara parau
Mama Erika pun mengerjapkan matanya saat mendengar suara Papa Jae Sung
Mama Erika tersenyum sebelum dia bicara pada Papa Jae Sung
Andrea langsung memeluk mamanya dan menangis tersedu di pelukan Mama Erika. Papa Jae Sung pun langsung ikut memeluk istrinya
"Mama bertahanlah demi aku, aku sayang mama" isak Andrea
"Maaf tuan, Nyonya harus segera menjalankan tindakan operasi untuk menyelamatkan bayinya" cetus perawat yang membawa Mama Erika
Andrea dan Papa Jae Sung pun segera melepaskan pelukannya.
Mama Erika menangkup pipi Andrea dan meciumnya sekilas
"Hiduplah dengan baik sayang, jaga istri dan anak-anakmu. Mama sangat menyayangimu" lirih Mama Erika, "Tha, mama titip Andrea juga adiknya." lanjutnya
"Mama cepat sehat, nanti kita jaga baby sama-sama" ucap Mitha dan dibalas senyuman oleh Mama Erika
Perawat pun langsung membawa Mama Erika ku ruang operasi dengan diikuti Papa Jae Sung, Andrea, Mitha dan Paman Jung.
Aryana yang mendapat kabar dari Mitha tentang Mama Erika, langsung menuju ruang operasi bersama dengan Dewa sedang Bella ditunggu oleh perawat.
"Ndre, bagaimana mamih?" tanya Aryana saat baru tiba di ruang operasi
Andrea hanya menggelengkan kepalanya dengan mulut yang bungkam karena sedari tadi dia tidak berhenti mendo'akan mama Erika dalam hatinya.
Setelah kurang lebih satu jam, lampu ruangan padam pertanda operasi telah selesai.
__ADS_1
Dengan wajah lesu dokter keluar dari ruang operasi dan langsung diserbu oleh Papa Jae Sung dan Andrea. Tak ketinggalan juga Mitha, Aryana dan Dewa
"Bagaimana kondisi istri dan anak saya dok?" todong Papa Jae Sung
"Dokter mama baik-baik saja?" tanya Andrea
Dokter yang menangani Mama Erika hanya menghela nafas dalam sebelum akhirnya menyampaikan tentang kondisi Mama Erika dan bayinya.
"Sebelumnya kami minta maaf, kami tidak bisa menyelamatkan Nyonya Erika tapi bayinya lahir dengan selamat dan sehat" tutur Pak Dokter, "kami turut bela sungkawa" lanjutnya dengan menundukkan kepala
"Mamaaaaaa" jerit Andrea yang langsung terduduk di lantai.
Papa Jae Sung langsung memeluk putranya erat dengan air mata yang deras mengalir di kedua matanya.
"Sayang ayo kita lihat mama dan adik bayi" ucap Mitha
***
Setelah semua administrasinya beres, jenazah Mama Erika pun dibawa ke tanah air dengan jet pribadi milik Papa Jae sung. Begitupun dengan bayi laki-laki yang tampan dan sehat karena Andrea memaksa akan merawat adiknya sendiri.
Mama Erika dimakamkan di villa kenangan di samping makam Kakek Arya.
Setelah prosesi pemakaman selesai, Papa Jae Sung langsung kembali ke tanah airnya untuk menemui istri pertamanya.
Dengan tidak sabar Papa Jae Sung memasuki mansion Tuan Lee.
"Kim Min So...." suara Papa Jae Sung menggelegar memenuhi ruangan
"Kenapa kau berteriak" tegur Ny. Kim
Plakk plakk
Papa Jae Sung langsung menampar Ny. Kim dengan keras sehingga meninggalkan bekas cap lima jari di pipi kiri kanannya. Sedang Ny. Kim hanya memegang pipinya yang terasa kebas dan perih
"Wanita jahat, tega kau membunuh istriku" teriak Papa Jae Sung
"Atas dasar apa kau menuduhku Jae Sung" pekik Ny. Kim
"Kau wanita jahat yang telah membuat istriku jatuh dari tangga. Aku tidak akan memaafkanmu" murka Papa Jae Sung
"Kau bilang aku jahat? kalian juga jahat padaku Jae Sung. Kau selalu mengistimewakan dia dan juga anaknya begitupun dengan ayahmu. Sedang aku, kau menyentuhku pun saat ku minta." jerit Ny. Kim
"Kau tidak adil padaku Jae Sung padahal aku begitu mencintaimu"
"Aku tidak peduli dengan wanita jahat sepertimu Kim. Kau, ku ceraikan!"
...*****...
...Tinggalkan jejak kawan dengan like comment vote rate dan masukin juga ke favorite ya!...
...Terima kasih...
__ADS_1