
"Gak bisa! lu kenapa sih Zy ngintilin terus kita?" tanya Andrea kesal
"Ya kan aku juga sama ingin makan soto betawi" sahut Zyan ngeles.
"Terserahlah!" ujar Andrea lalu membawa Mitha masuk ke dalam mobil.
Sementara Andrea dan Zyan sudah berangkat beriringan dengan mobil masing-masing, Aryana masih terlihat di parkiran dengan Akas.
"Gue duluan ya Kas!" pamit Aryana pada Akas.
Akas hanya menganggukkan kepalanya lalu dia pun masuk ke dalam mobilnya.
"Ar gue ikuttt" teriak seorang gadis langsung masuk ke dalam mobil Aryana.
"Keluar lo!" ketus Aryana pada gadis yang bernama Cyntia Bella Wijaya.
"Gue gak bawa mobil Ar, nebeng ya!" sahut Bella dengan memasang puppy eyes.
"Gue mau ada urusan, jadi gak bisa anter lo pulang." seru Aryana
"Emang mau kemana?" tanya Bella lagi
"Cepetan turun! gue mau ke butik mama" sahut Aryana
"Wah kebetulan banget, gue juga mau beli dress. Ke Er's butik kan? sahut Bella.
Aryana hanya mendengus kesal. Percuma rasanya dia membuat berbagai macam alasan untuk menolak Bella, karena seorang Bella sangat bebal meskipun sudah ditolak berpuluh-puluh kali tapi tidak menyerah juga.
Dengan kesal Aryana menjalankan mobilnya membelah kota Jakarta menuju Er's butik tempat mamanya bekerja, karena tadi sebelum pulang mamanya meminta untuk diantarkan ke tempat pelanggannya.
"Ar jangan dijutek-jutekin gitu dong mukanya, kan gue gumush lihatnya" ucap Bella saat dalam perjalanan menuju butik.
"Gue tuh lagi kesel banget sama yang namanya Cyntia Bella Wijaya, kapan sih lo bakal nyerah gak ngejar gue terus?" sahut Aryana
"Gue gak akan nyerah sampai kita menikah Ar, maukan nikah sama gue?" ucap Bella
"Gak mau"
"Harus mau"
"Gue bilang gak akan pernah mau nikah sama lo"
"Dan gue bilang lo harus mau nikah sama gue, karena gue pasangan terbaik buat lo" seru Bella
"Diam lo! gue gak mau dengerin ocehan gak mutu lo lagi. Kalau masih ngoceh, gue turunin lo disini" ketus Aryana
"Ya Tuhan, semoga laki-laki yang ada disampingku menjadi jodohku. Aamiin" bukannya sakit hati dengan semua ucapan Aryana, Bella malah berdo'a agar bisa berjodoh dengan Aryana.
(Cinta memang gila tapi jangan sampai cinta menurunkan harga diri kita sebagai seorang perempuan)
Selama perjalanan hanya keheningan yang tercipta hingga mobil memasuki area parkir butik pun keduanya masih membisu.
Aryana langsung turun setelah mobilnya terparkir dengan baik tanpa memperdulikan Bella yang masih duduk di dalam mobil.
Bella langsung buru-buru turun dan mengejar Aryana saat menyadari Aryana sudah keluar dari mobil.
Brukkk
Awwww
__ADS_1
Bella meringis saat hidungnya menabrak punggung kokoh di depannya.
"Kenapa berhenti mendadak sih? sakit tahu!" sungut Bella
Aryana yang ditabrak Bella hanya diam saja tak perduli.
"Mama berangkat sekarang?" tanya Aryana pada Mama Winda yang ada di depannya.
Ya memang tadi Aryana berhenti jalan karena di depannya ada Mama Winda.
"Iya! biar nanti pulangnya gak kesorean" ucap Mama Winda
Bella yang tahu bahwa di depannya ada mamanya Aryana, dia langsung berdiri di samping Aryana.
"Tante kenalin saya Bella teman dekatnya Ar" ucap Bella sambil menyalim tangan Mama Winda.
Aryana langsung melototkan matanya mendengar Bella yang mengaku teman dekatnya.
"Eh Ar bawa teman toh!" sahut Mama Winda, "Ayo kita duduk dulu" ajak Mama Winda
"Mah katanya mau berangkat sekarang." tegur Aryana yang melihat Mama Winda malah duduk di sofa pengunjung.
"Bentar Ar! Bella mau minum apa" tanya Mama Winda
"Gak usah Tan! Bella mau pilih dress buat acara jamuan makan malam" sahut Bella
Bella dan Mama Winda pun asyik memilih dress yang cocok untuk Bella.
Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, Bella pamit pulang karena sudah ditunggu oleh supir keluarganya di parkiran butik.
***
"Yang aku kho kenyang ya!" ucap Mitha saat sotonya baru dia makan beberapa sendok.
"Katanya mau soto, udah jauh-jauh gak dimakan" sahut Andrea
"Aku kayak pengen rujak kangkung" sahut Mitha dengan menjilat-jilat bibirnya.
"Udah Ndre beliin aja!" ucap Zyan yang masih menikmati soto betawinya.
"Beliin dong bang Zy! kan Andrea sudah beliin aku soto, kalau rujak pengennya bang Zy yang beliin" rengek Mitha sambil menggoyang-goyangkan tangan Zyan.
"Sayang tangannya kondisikan!" seru Andrea
"Rujak kangkung itu kayak gimana Tha? aku kho baru denger" ucap Zyan sambil menggaruk tengkuknya, "Terus belinya dimana?" tanyanya lagi
"Bang Zy masa gak tahu, itu loh kangkung direbus terus makannya pake bumbu rujak"
"Udah cepet Zy beliin! ntar anak gue ileran lagi" seru Andrea dengan menahan tawanya.
Zyan pun langsung tanya sama mbah google bagaimana bentuk rujak kangkung dan tempat yang menjualnya.
"Mau sekarang apa nanti Tha belinya?" tanya Zyan setelah mendapatkan informasi yang dia butuhkan dari mbah google.
"Sekarang aja bang Zy! tapi aku gak ikut ya, cape ingin istirahat" sahut Mitha
Zyan hanya menghela nafas dalam, "Kena juga dikerjain bumil"(batin Zyan)
"Ya udah Zy, kita tunggu di apart Kak Kejora ya! jangan lama lu!" seru Andrea
__ADS_1
Andrea dan Mitha pun ke apartemen Kejora sedang Zyan berkeliling mencari dimana yang jual rujak kangkung.
Setelah berkeliling selama 30 menit, akhirnya Zyan pun menemukan sebuah gerobak dengan tulisan rujak kangkung.
"Bang jualan rujak kangkung ya?" tanya Zyan pada Abang penjual rujak kangkung
"Iya mas, mau beli berapa bungkus?" tanya Abang penjual rujak kangkung
"Dua aja bang" sahut Zyan
Hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja, rujak kangkung pun sudah siap.
"Berapa bang?" tanya Zyan
"20 ribu mas"
Zyan pun mengambil satu lembar 50 ribu dari dompetnya, "Nih Bang kembaliannya ambil saja"
"Makasih mas" kata si Abang rujak kangkung
Setelah mendapatkan pesanan Mitha, dengan senyum mengembang di bibirnya Zyan melesat menuju ke apartement Kejora.
"Nih Tha pesanannya" ucap Zyan saat sudah ada di apartement Kejora.
"Makasih Bang Zy!" Mitha langsung membuka bungkus rujak. Namun saat baru masuk sesuap dia lang sung menghentikan makannya.
"Kenapa Tha kho gak dimakan lagi?" tanya Zyan heran.
"Bang Zy aja ya yang makannya" ucap Mitha melas
Zyan pun memakannya dengan lahap, "Padahal ini enak, kenapa Mitha gak suka?"( batin Zyan)
"Udah datang lo Zy?" tanya Andrea yang baru datang habis dari kamar mandi.
"Hmm.."
"Zyan kenapa muka lo bintik-bintik merah" tanya Andrea heran
"Apa merah? alergi gue" Zyan langsung menghentikan makannya.
"Tha emang bumbu rujaknya pake udang?" tanya Zyan sambil menggaruk bagian yang terasa gatal. Sebenarnya tadi pas lagi makan, sudah berasa gatal tapi Zyan tidak menghiraukannya karena dikira gatal biang keringat.
"Mungkin, kan pake terasi makanya aku tidak suka" jawab Mitha enteng yang tidak tahu tentang alergi Zyan.
"Ayo Zy kita ke rumah sakit" ajak Andrea panik karena dia tahu kalau Zyan alergi udang.
"Tha tunggu di sini aja ya! bentar lagi Kak Kejora datang kho" ucap Andrea pada Mitha
"Emang Bang Zy kenapa?" tanya Mitha yang tidak mengerti
"Zyan alergi udang yang"
...*****...
...Happy Reading...
...Tinggalkan jejak dengan like comment vote rate dan masukan ke daftar favorite ya!...
...Terima Kasih...
__ADS_1