
Andrea yang mendengar bisikan Mitha langsung mengangkat satu sudut bibirnya.
"Sayangku ternyata gak sabaran" ucap Andrea terkekeh.
Tanpa memperdulikan lagi Tini yang masih diam mematung di tempatnya, Andrea langsung masuk ke dalam ingin segera membawa Mitha ke dalam kamarnya.
"Wowww pagi-pagi udah gendong-gendongan" seru Peter yang sedang duduk di sofa ruang keluarga.
"Ngapain sih kalian pada kesini lagi? gangguin orang tau" sahut Andrea kesal
"Yang turunin, malu" bisik Mitha pelan
"Akh sial bisa gagal nih tanam saham ma Mitha"(bathin Andrea) sambil menurunkan Mitha dari gendongannya.
"Hai adik ipar, jangan mau dimodusin sama dia. Berabe!" sahut Yohan dengan terkekeh.
"Bener tuh, ntar cuma dikawinin tapi gak dinikahin" sambung Theo
"Tapi kita udah nikah kak" ucap Mitha keceplosan.
"Seriusan dek?" pekik Orion kaget, "Wah tadinya mau kutikung," sambung Orion yang sontak saja mendapat sendal melayang dari Andrea.
Plukk
Dengan sukses sendal mendarat di pipi kiri Orion.
"Awwww..." pekik Orion
"Hahahaha...." seketika Theo, Yohan, dan Peter menertawakan Orion
"Tega lo dek, liat nih wajah tampanku jadi ternoda begini" gerutu Orion dengan cemberut sambil mengelus-elus pipinya yang sedikit memerah
Mitha yang melihatnya jadi tersenyum membuat Andrea ikut menyinggungkan senyumnya. "senengnya lihat senyumanmu Tha"(batin Andrea)
"Kita pergi yuk! gak bener ada mereka, gangguin." ajak Andrea pada Mitha kemudian dia langsung menarik tangan Mitha keluar.
"Mau dibawa kemana boy? kita ikut ya!" seru Theo
Seketika Andrea menghentikan langkahnya hingga Mitha menubruk punggungnya.
"Kenapa berhenti?" tanya Mitha
"Itu katanya mereka mau ikut" sahut Andrea, "ayo bang kita ngmall tapi jangan pada pake masker ya" sambungnya mengajak abang sepupunya
"Ogah gue"
Andrea hanya mengendikkan bahunya masa bodoh lalu melanjutkan jalannya.
__ADS_1
Sesampainya di mall Andrea dan Mitha langsung menuju timezone. Entah berapa koin yang Andrea beli hingga sudah 2 jam mereka menghabiskan waktu disana tapi belum habis juga. Karena kelelahan hingga mereka pun duduk istirahat selonjoran di lantai.
"Cape yang" keluh Mitha sambil menyenderkan kepalanya di bahu Andrea.
"Kita cari minum dulu yuk"
"Mager"
Andreapun mengalah kemudian dia menelpon Tony untuk membawakan minumam ke tempatnya.
Tak berselang lama datanglah orang yang disuruh Tony untuk mengantarkan minuman.
"Loh bos kenapa cewek itu nempel-nempel, Ranti aja yang istri masa depan bos belum pernah begitu" ucap Ranti salah satu karyawan AP cell yang ngebet pada Andrea.
"Kamu siapa?" tanya Mitha heran
"Bukan siapa-siapa yang, dia karyawan di AP cell" Andrea segera menjawab sebelum Ranti menjawab duluan.
"Bos kho gitu sih, giliran ada yang baru Ranti dilupakan. Nyebelin" sahut Ranti dengan menghentak-hentakkan kakinya kemudian pergi kembali ke counter.
"Ada yang perlu dijelasin gak?" tanya Mitha
"Gak ada karena aku ma dia gak punya hubungan lebih selain atasan dan bawahan" terang Andrea
"Kita nonton yuk yang, biar adem disana." ajak Andrea mengalihkan pembicaraan.
Andrea yang tahu kalo Mitha sedang kesal pun tidak jadi minum, dia malah ikut membiarkan minuman itu tergeletak di lantai.
Salah minuman itu apa coba? kenapa kena imbasnya.
Saat berjalan menuju ke bioskop lagi-lagi Andrea bertemu dengan teman ceweknya
"Hai Andrea lama gak ketemu, kemana aja kho udah lama gak maen ke club?" tanya seorang cewek cantik dengan body seperti gitar spayol dengan tatapan mata genit
"Eh lo mbak Jeni, gue sibuk" jawab Andrea singkat
"Gue tunggu ya nanti malam, pokoknya harus datang" sahut cewek yang dipanggil mbak Jeni oleh Andrea.
"Gue duluan mbak" sahut Andrea enggan menjawab permintaan mbak Jeni kemudian pergi sambil menarik tangan Mitha yang diam membisu
Sesampainya di bioskop Andrea langsung memesan tiket dan membeli minuman plus popcorn karena film akan diputar sekitar 10 menit lagi.
"Yang kho diem lagi" tanya Andrea saat mereka sedang menunggu film tayang.
"Aku ga papa"
"Please percaya sama aku, aku gak ada hubungan apapun sama mereka. Karena hanya kamu yang kuinginkan Tha" Andrea kesal sangat kesal kalau Mitha meragukan cintanya.
__ADS_1
"Bukan itu yang aku pikirkan"
"Terus?"
"Aku hanya merasa gak pantas untukmu, perbedaan kita ibarat langit dan bumi" ucap Mitha sambil menunduk. Semakin tahu siapa Andrea semakin takut Mitha dicampakkan karena perbedaan status sosial.
Selama ini yang Mitha tahu papa Andrea seorang pilot dan mamanya bekerja di butik tapi saat kemaren dia memakai black card yang diberikan Andrea, dia baru tahu dari petugas adminitrasi hanya sekelas sultan yang memiliki kartu seperti itu.
"Yang please jauhkan pikiran kaya gitu! siapapun aku, aku tetap Andrea seperti yang kamu tahu sebelumnya." sahut Andrea, "masuk yuk pintunya udah dibuka" sambungnya
"Aku takut Ndre sangat takut takdir tidak berpihak pada kita"(batin Mitha)
Flashback on
Saat Mitha akan ke lantai bawah tak sengaja dia mendengar pembicaraan mama Erika dan Andrea di ruamg kerja yang pintunya sedikit terbuka.
"De, coba kamu pikirkan lagi. Menurut mama sebaiknya kamu terima tawaran om Bens untuk mengurus perusahaan. Posisi kamu harus kuat agar tuan besar Lee tidak bisa mengancammu. Waktu mama bertemu dengannya, dia meminta mama untuk memisahkan kalian. Tapi mama menolaknya karena mama terlanjur sayang sama Mitha." ucap mama Erika
"Aku akan tetap mempertahankan Mitha apapun yang terjadi mah" ucap Andrea
Flasback off
Andrea dan Mitha duduk dibangku paling belakang namun saat mengedarkan pandangannya tak sengaja Mitha menangkap sosok yang sangat dikenalnya "Shiren" gumam Mitha pelan
"Kenapa yang?"
"Coba deh lihat 3 baris di depan kayak Shiren tapi ma siapa?"
Andrea pun mengikuti arah tunjuk Mitha dan dia pun melihat sosok yang sangat dikenalnya, "Kak Rey ma Shiren" gumam Andrea.
"Apa mereka jadian yang?"
"Aku gak tahu, Shiren gak pernah cerita"
"Tapi kho mereka bisa akrab ya? kak Rey kan paling susah jatuh cinta." sahut Andrea, "nanti kita buntutin mereka yuk" ajak Andrea pada Mitha dan Mitha pun hanya mengiyakan.
Saat film tinggal 5 menit lagi, Andrea dan Mitha pen keluar duluan, mereka sengaja agar bisa memergoki Shiren dan dr. Reyhan.
Dan benar saja saat film telah habis diputar terlihat Shiren dan dr. Reyhan keluar ruangan, dengan segera Andrea dan Mitha mengikutinya. Terlihat Shiren yang cuek namun dr. Reyhan segera menautkan jemarinya dengan jemari Shiren.
"Acieee yang jadian PJ dong PJ" seru Andrea di belakang dr. Reyhan hingga dr. Reyhan kaget dan langsung membalikkan badannya.
"Kampret lo Ndre, ngagetin aja" seru dr. Reyhan dan Andrea hanya nyengir.
...*****...
...Happy reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like comments rate dan difavorite ya!...