
Awwww
Mitha yang ditarik Zyan tak sengaja kepalanya menabrak badan mobil yang sedang terparkir di depan butik, sedangkan Zyan yang berusaha untuk menyelamatkan Mitha terserempet mobil hingga berguling-guling dan berakhir kepalanya membentur trotoar dengan cukup keras.
Mitha yang melihat Zyan terserempet mobil karena menyelamatkannya langsung berlari menuju Zyan.
"Bang Zy bertahanlah" tangis Mitha pecah melihat begitu banyak darah yang keluar dari kepala Zyan.
Sedang Andrea dan yang ada didalam butik langsung berhamburan keluar melihat apa yang terjadi setelah tadi mendengar suara benturan yang cukup keras.
"Sayang" Andrea menghampiri Mitha yang sedang memangku kepala Zyan.
"Jangan nangis Tha, aku aku baik-baik saja" ucap Zyan dengan tersendat-sendat.
"Ndre titip Mitha" ucap Zyan sebelum akhirnya dia tak sadarkan diri.
Tak lama ambulance pun datang karena tadi Aryana langsung menghubungi pihak rumah sakit tempat kakaknya bekerja untuk mengirimkan ambulance ke 'ER butik'
Andrea, Mitha dan Aryana mengikuti ambulance yang membawa Zyan ke rumah sakit.
"Ar apa sudah cek cctv parkiran butik?" tanya Andrea saat mereka sedang menunggu du depan UGD
"Sudah Ndre, kamu tahu sebenarnya target si penabrak itu Mitha tapi Zyan tepat waktu menarik Mitha hingga tidak sampai tertabrak" ucap Aryana.
"Ar apa gue egois? meskipun Zyan sudah mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Mitha tapi gue tidak akan pernah menyerahkan Mitha padanya" tanya Andrea frustasi karena takut Mitha akan memilih Zyan setelah kejadian tadi.
Aryana menghela nafas dalam dengan jalan pikiran Andrea, bukannya dia cari tahu si pelaku malah berpikir yang tidak-tidak.
"Ndre Mitha tidak akan segampang itu berpaling dari lo apalagi hanya gara-gara bukan lo yang selamatin dia. Dan lagi ada anak lo di rahim Mitha, jadi lo jangan berpikir yang tidak-tidak." sahut Aryana, "mending kita fokus cari siapa pelakunya" sambungnya.
"Kalo soal pelakunya lo tenang aja, pengawal yang papa kirim pasti sedang berusaha keras mencari pelakunya." sahut Andrea
Terlihat pintu UGD dibuka oleh seorang dokter muda, siapa lagi kalau bukan dokter Reyhan. dokter yang menangani Mitha karena tadi dia pingsan akibat syok.
Andrea langsung mendekati dokter Reyhan
"Gimana istriku dok, apa dia baik-baik saja? terus bagaimana keadaan anakku, apa mereka juga baik-baik saja? apa aku boleh melihat keadaannya?" Andrea bertanya tanpa jeda membuat dokter Reyhan mengeryit bingung harus menjawab yang mana dulu
"Mitha baik-baik saja, anakmu juga sehat. Kamu boleh melihatnya tapi tidak boleh berisik, biarkan dia istirahat dengan tenang." jawab dr. Reyhan.
Tanpa bicara lagi, Andrea langsung menerobos masuk untuk melihat keadaan Mitha.
__ADS_1
"Dokter bagaimana keadaan putra saya?" tanya mama Zyan yang baru datang bersama dengan suaminya pak Zein.
"Maksud kami Zyan pasien korban tabrak lari" ucap pak Zein
"Untuk pasien bernama Zyan masih ditangani oleh dokter bu pak, silahkan anda menunggu sambil berdo'a untuk kesembuhan pasien." ucap dr. Reyhan
"Terima kasih dokter" ucap pak Zein kemudian dia pun menuntun istrinya untuk duduk.
Tak lama berselang, dokter keluar dari dalam ruangan.
"Untuk kelurga Zyan"
"Iya dok, bagaimana keadaan putra kami" tanya mamanya Zyan
"Maaf pak bu pasien Zyan harus segera dioperasi karena terlalu banyak darah yang keluar dari kepalanya."
"Lakukan saja yang terbaik dok untuk putra kami" ucap pak Zein
Setelah mendapat persetujuan keluarga, akhirnya Zyan pun segera dioperasi. Meski operasinya berjalan lancar tapi Zyan mengalami koma pasca operasi di kepalanya.
Sedangkan pelaku tabrak lari sudah diamankan polisi berkat kesigapan pengawal papa Jae Sung, cuma butuh waktu beberapa jam saja penabrak itu tertangkap, namun sayang si pelaku bungkam saat ditanya siapa dalang sebenarnya sehingga polisi pun melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Setiap hari Mitha mengunjungi Zyan yang sedang terbaring koma, ada rasa bersalah yang menggunung di hatinya, seandainya saja Zyan tidak menyelamatkannya mungkin sekarang dia sudah berada di negeri paman syam untuk menempuh pendidikannya.
***
Suasana haru menyelimuti saat dr. Reyhan mengucapkan ijab kabul sedang Mitha semenjak kejadian itu dia banyak diam tidak seperti biasanya.
"Sayang kita makan rujak yuk" ajak Andrea pada Mitha setelah acara ijab kabul dr. Reyhan dan Shiren selesai.
"Sayang kho diem aja, akunya kenapa dicuekin?" sahut Andrea lagi, "kamu udah gak sayang sama aku ya, hingga seminggu ini kamu cuekin aku terus" sambung Andrea sendu
"Maafin aku Ndre, aku takut karena menolongku nyawa Zyan tidak tertolong" ucap Mitha sendu dengan menundukkan kepalanya.
"Sayang, hidup dan mati seseorang ada di tangan Allah. Kita manusia hanya bisa berserah diri dengan ketentuanNYA, apa kamu tidak sayang dengan anak kita? dia pasti sedih kalau mamanya terus-terusan sedih" ucap Andrea dengan lembut
"Yang pulang dari sini mampir ke rumah sakit dulu ya! Zyan belum tahu kalau dia tidak hanya menyelamatkanku tapi juga calon keponakannya" ucap Mitha antusias saat dia menyadari ada nyawa lain yang membutuhkan perhatiannya.
"Iya, sayang teman-teman kamu gak pada datang ke nikahan Shiren" tanya Andrea mengalihkan pembicaraan
"Juliea kan udah terbang ke Paris, kalau Yenita udah di Jogja. Cuma aku sama Shiren yang masih disini" jawab Mitha
__ADS_1
"Ndre kho Resha bisa tahu Shiren nikah hari ini" tanya Mitha saat melihat Resha sedang menatapnya lekat.
Andrea mengeryitkan dahinya heran.
"Bukannya Resha dipenjara ya?" tanya Andrea, "akh iya aku lupa yang, kata Aryana kalo Resha kabur dari penjara. Kamu lihat dia dimana?"
"Itu tadi dia disana" tunjuk Mitha namun saat ditunjuk Resha sudah tidak ada ditempatnya.
"Sudah yuk yang kita pulang" ajak Andrea dan Mitha hanya mengikuti.
Seperti keinginan Mitha, sebelumnpulang ke rumah mereka mampir dulu ke rumah sakit untuk menengok Zyan.
Ceklek
Pintu kamar perawatan dibuka dari luar, terlihat bu Anisa mamanya Zyan sedang duduk disamping ranjang.
"Siang tante" sapa Mitha dan Andrea
"Siang Tha, Ndre" jawab bu Anisa sambil tersenyum
"Bagaimana keadaan Zyan tan" tanya Andrea
Ya semenjak kecelakaan itu, Andrea jadi lebih welcome pada keluarga Malik Pratama tidak seperti sebelumnya yang selalu menganggap musuh karena dulu tuan Malik telah merebut neneknya dari kakek Arya sehingga mama Erika dan pak Bens diasuh oleh orang yang berbeda. Pak Bens yang waktu itu baru berusia 1 tahun dibawa oleh nenek Tyas Mahardika neneknya Andrea sedangkan mama Erika diasuh oleh kakeknya kakek Arya Wiratama.
"Masih sama Ndre belum ada perkembangan" jawab bu Anisa sendu.
"Tan boleh saya bicara sebentar dengan Zyan?" tanya Mitha minta ijin pada bu Anisa.
"Ah iya silahkan, tante tunggu di sofa ya" ucap bu Anisa mempersilahkan Mitha untuk duduk di tempatnya sedang dia pindah ke sofa .
"Pantas saja putraku tergila-gila pada gadis itu, selain cantik dia juga sopan. Andai belum menikah dengan Andrea, aku juga tidak keberatan untuk menjadikannya menantuku"(batin bu Anisa)
Mitha pun duduk dikursi yang tadi tempati bu Anisa.
"Bang Zy jangan lama-lama tidurnya, nanti siapa yang akan mengajak main anak-anakku" ucap Mitha sambil menggenggam tangan Zyan, "Bukannya bang Zy ingin menjagaku, kalau tidur terus bagaimana bang Zy bisa menjagaku" sambungnya
"Oh iya bang Zy, bang Zy belum kenalan ya sama anakku" ucap Mitha kemudian menempelkan tangan Zyan ke perutnya yang masih rata, "hallo om, ini aku anaknya mama Mitha dan papa Andrea, makasih ya om udah nolongin kita. Om cepet bangun, kita sayang sama Om" Ucap Mitha menirukan suara anak kecil .
Mitha merasa ada yang bergerak di perutnya, saat dilihat ternyata jari tangan Zyan bergerak.
"Ndre jari tangannya bergerak" sahut Mitha pada Andrea yang ada disampingnya.
__ADS_1
"Apa Tha? jari tangan Zyan bergerak, tante akan mencari dokter untuk memberitahukannya" ucap bu Anisa antusias kemudian dia pun bergegas pergi mencari dokter yang merawat Zyan.
***