Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
62. Andrea pulang


__ADS_3

"Yang" ucap Andrea sambil merangkul pundak Mitha. Ya memang Andrea yang sedari tadi menemani Mitha dan ikut mendo'akan kakek dan nenek.


Seketika Mitha mendongak mendengar suara yang sangat dirindukannya.


"Ndree" tangis Mitha pecah lalu Mitha langsung memeluk Andrea dengan erat.


"Menangislah, keluarkan semua kesedihanmu hari ini karena setelah hari ini, kamu harus bersiap untuk hidup bahagia bersamaku" Andrea terus mengelus punggung Mitha lembut.


Dia bisa merasakan betapa hancur hati istrinya karena kehilangan dua orang yang disayanginya karena Andrea pun pernah merasakan kehilangan saat kakeknya harus pergi untuk selama-lamanya.


Andrea terus mengelus punggung Mitha dengan sesekali mencium pucuk kepala Mitha.


Hingga lama kelamaan suara tangisan itu sudah tak terdengar lagi.


Direnggangkannya pelukan Mitha, terlihat mata Mitha sudah terpejam dengan sisa-sisa air matadi pipinya.


"Segitu lelahnya kamu yang, sampe ketiduran saat menangis" gumam Andrea pelan.


Kemudian dengan gaya bridal style Andrea pun menggendong Mitha untuk dibawa pulang.


Flashback on


Sehari sebelumnya


"Om Mark sudah berapa hari aku disini" tanya Andrea pada pengawal pribadinya yang ditugaskan oleh papa Jae Sung.


"Ini hari terakhir tuan muda menjalani test" jawab seorang pria kekar dengan wajah bule iris mata biru sorot matanya tajam sedikit brewok tapi tidak mengurangi ketampananmya.


"Pantes aku kepikiran Mitha terus, ternyata benar kata si Dilan kalo rindu itu berat" gumam Andrea pelan dengan terkekeh


"Om ada kabar apa dari indo?" tanya Andrea, "apakah istriku baik-baik saja?" tanya Andrea lagi.


"Nona baik tuan muda, cuma satu jam yang lalu kakeknya Nona meninggal" ucap om Mark dengan menunduk.


"Apaaa? sekarang juga siapkan jet, aku mau pulang!" teriak Andrea


"Maaf tuan muda tapi anda harus menjalani satu test lagi dari tuan besar"


"Persetan dengan test itu, aku harus pulang sekarang juga atau ku hancurkan mansion ini"


"Tenang tuan muda, bagaimana kalau kita minta diajukan waktu testnya sambil mempersiapkan jet dulu"


"Baiklah, malam ini juga aku harus pulang ke indo tidak ada bantahan" ucap Andrea tegas.


Dengan sedikit memaksa Andrea meminta tuan besar Lee untuk memajukan test terakhir hingga akhirnya tuan besar Lee pun menuruti keinginan Andrea.


"Tuan, apa anda yakin dengan keputusan yang anda ambil" tanya asisten pribadi tuan besar Lee

__ADS_1


"Emosinya sedang tidak stabil, kalau kita menentangnya maka dia akan lepas dari genggamanku. Kita harus memakai cara halus untuk menaklukannya." jawab tuan besar Lee


Flashback off


Andrea membaringkan Mitha di kamarnya, tanpa sengaja sayup-sayup dia memdengar pertengkaran bude Risma dengan bude Rani.


"Puas kamu sekarang Ran, gara-gara kebodohanmu pak Jo dan mak Sri meninggal"


"Mbak ga bisa gitu nyalahin aku terus atas kematian ibu dan bapak karena semua itu sudah takdir"


"Seandainya kamu tidak mudah dibodohi oleh suami itu, mungkin semua ini tidak akan terjadi"


"Mbak! mas syarif juga tidak bermaksud untuk menyakiti ibu dan bapak, kalau mas syarif tidak tertipu dengan investasi bodong mana mungkin rumah ini disita."


Deg


"Rumah kakek disita? apa mungkin kematian kakek ada hubungannnya dengan rumah ini?" monolog Andrea dalam hati.


Tanpa sadar langkah kakinya membawa Andrea ke dapur tempat bude Risma dan bude Rani adu mulut


"Bude, apa benar rumah ini disita" tanya Andrea


"Iya Ndre, dan bank memberikan kesempatan sampai besok rumah ini bisa ditinggali" jawab bude Risma


"Disita sama bank mana bude?"


Setelah tahu bank mana yang telah menyita rumah kakek Jo, Andrea langsung melengos pergi tanpa pamit sambil memgambil benda pipih canggih di kantong celananya.


Setelah panggilannya tersambung Andrea langsung bicara tanpa salam terlebih dahulu.


"Hallo Om tolong urus pembelian rumah di jalan xxx dengan sertifikat atas nama Johandi yang di sita oleh bank Ocean Pacifik"


"Baik tuan muda"


"Dan satu lagi om...ganti kepemilikannya atas nama Paramitha Putri"


Tut


Andrea langsung menutup telponnya saat melihat bu Sinta mendekatinya.


"Ibu apa kabar?" tanya Andrea sambil menyalami tanga bu Sinta


"Alhamdulillah ibu baik, kapan kamu balik Ndre? kata Mitha sedang ada urusan dengan kakekmu"


"Aku tiba jam 7 pagi bu"


"Nak, ibu titip Mitha ya! tolong jaga Mitha dengan baik, terlalu banyak penderitaan dan kehilangan yang Mitha alami. Seandainya Mitha berbuat salah tolong tegur dia baik-baik jangan membentaknya dan apabila nanti kamu merasa bosan, tolong kembalikan pada ibu dengan baik. Tangan ibu akan selalu terbuka untuk menerima Mitha kembali" ucap bu Sinta sendu

__ADS_1


"Percaya pada Andrea bu, aku mencintainya dengan tulus dan aku akan berusaha sebisa mungkin untuk membahagiakan Mitha karena kebahagiannya adalah kebahagianku juga." ucap Andre tulus


"Makasih nak, ibu percayakan Mitha padamu. tolong jangan khianati kepercayaan ibu"


"Iya bu"


"Baiklah ibu kedalam dulu mau berkemas, sore ini ibu mau pulang"


Andrea hanya menganggukkan kepalanya.


Seperginya bu Sinta, Andrea merogoh kantong celananya dan mengambil dompetnya.


"Cuma ada 2jt 100rb, kira-kira kalo ngasih ibu 2jt buat ongkos pulang malu gak ya?" gumam Andrea, "apa nyari atm dulu? Mitha bangun gak ya kalo kutinggal sebentar?" Andrea terhanyut dalam lamunannya sambil memegang dompet ditangannya.


"Ah iya, kenapa gak suruh Aryana aja buat bawa uang cash kesini" gumam Andrea pelan dan langsung mengetikkan sesuatu di benda pipih canggih miliknya.


"Beres deh, sekarang mending ikut tidur sama my quen"


Andrea pun masuk ke dalam kamar Mitha, dilihatnya istri kesayangannya sedang tertidur dengan sesekali terdengar segukannya.


"Sayang jangan larut dalam kesedihan karena ada aku yang siap untuk membahagiakanmu"ucap Andrea pelan kemudian mencium kening Mitha dalam.


Andrea pun membaringkan tubuhnya disamping Mitha lalu membawa Mitha dalam pelukannya.


Lelah! sebenarnya itu yang Andrea rasakan setelah semalam dia bertarung dengan beberapa pengawal kakeknya karena dia mencoba menerobos ke ruang kerja kakeknya yang tidak boleh masuk tanpa seijin dari tuan besar Lee kakeknya Andrea.


***


"Assalamu'alaikum" terdengar suara orang ramai memberi salam


"Wa'alaikumsalam" jawab bu Sinta dengan tergesa membukakan pintu.


"Maaf bu Mithanya ada" tanya Akas mewakili teman-temannya yang datang melayat dan memberi dukungan pada Mitha.


"Oh ada, silahkan masuk nak" ucap bu Sinta lembut, "Sebentar ibu panggilkan Mitha dulu, silahkan duduk" sambung bu Sinta lagi sebelum masuk kedalam untuk membangunkan Mitha karena ada teman-temannya


"Terima kasih bu" kompak teman-temannya Mitha.


Bu Sinta pun langsung mengetuk pintu kamar Mitha tapi tidak ada sahutan dari dalam lalu dia pun masuk kedalam karena pintu kamar tidak dikunci dan dikiranya Andrea masih di luar.


"Astagfirullah" ucap bu Sinta kaget saat melihat Mitha dan Andrea tidur berpelukan dengan sebelah tangan Andrea masuk kedalam baju Mitha dan memegang sequisy kembarnya Mitha.


...*****...


...Happy reading...


...Jangan lupa ya like comment vote rate dan di favorite biar othor tambah semangat....

__ADS_1


__ADS_2