
Pagi telah menyapa, sang surya pun telah menampakkan sinarnya. Terlihat ada dua remaja yang sedang menikmati udara pagi dengan berjalan-jalan di kebun buah belakang rumah mama Erika.
"Yang masih ingat gak? dulu kita sering manjatin jambu air yang ada di belakang rumah kakek" tanya Andrea saat melihat jambu air yang sama persis seperti yang ada di belakang rumah kakek Jo dulu
"Iya, kamu sering banget metikin jambu airku padahal disini ada" ucap Mitha
"Abisnya enakan yang ada di rumah kakek ketimbang disini"
"Bilang aja pengen ketemu sama aku kan?" ledek Mitha
"Emang bener! tapi kenapa dulu kamu gak peka yang"
"Peka gimana? aku kan peka kalo kamu dulu playboy cap badak yang sering banget ganti-ganti pasangan" sahut Mitha sambil terus berjalan menuju ke arah sebuah bukit yang ada pohon rindang diatasnya.
"Ishh kamu mah ingetnya yang playboynya aja" sungut Andrea sambil terus mengekori Mitha menuju bukit.
Saat sampai diatas, Mitha dibuat terpaku melihat pemandangan dibawah bukit sana.
Ada sebuah rumah yang sangat besar seperti istana raja di negeri dongeng, entah ada berapa kamar didalamnya dengan taman bunga yang tersusun rapi ditambah lagi ada danau buatan tak jauh dari istana itu.
Grep
Andrea langsung memeluk Mitha dari belakang.
"Kenapa yang, kho malah melamun?" tanya Andrea
"Yang coba cubit pipiku" sahut Mitha dengan mata yang masih tak berkedip
Awwww
"Sakit yang, pelan-pelan cubitnya" Mitha kesal karena merasa sakit saat dicubit Andrea.
"Tadi minta dicubit pas dicubit marah-marah" sahut Andrea jengah.
"Yang dibawah sana itu beneran apa karena aku yang sedang berhalusinasi?" tanya Mitha
"Oh itu mansion papa" jawab Andrea datar
"Mansion papa?" ucap Mitha dengan mata terus saja terfokus ke bawah, "aku gak lagi mimpi kan?" tanyanya kemudian.
"Apa Ndre, itu mansion papamu?" pekik Mitha saat kesadarannya mulai kembali.
"Bagiku itu penjara yang mewah, dulu saat aku masih kecil aku sering kabur dari sana nyampe kesini. Kamu lihat pohon mangga disebelahmu, itu aku yang tanam" ucap Andrea
"Kamu tahu Tha, masa kecilku mungkin tak seindah masa kecil kebanyakan anak seusiaku. Dari aku SD, aku sudah dituntut untuk menguasai banyak ilmu. Aku stres, apalagi setelah kehilangan kakek aku semakin susah untuk menerima orang baru disekitarku. Namun semenjak aku bersekolah disekolah negeri bareng kamu, pikiranku mulai terbuka bahwa tidak semua orang akan menjahatiku." ucap Andrea mengenang jauh ke masa kecilnya
__ADS_1
"Iya malah kamu yang sering jahatin aku," cebik Mitha, "apa coba salahku? anak samanis dan seimut ini tiap hari dijahatin sama kamu" Mitha pun mengenang saat-saat dimana dia suka diisengin sama Andrea.
"Salah kamu cuma satu sebenarnya yang, kenapa kamu semenggemaskan itu sampai aku seneng banget kalo lihat kamu lagi marah-marah menggerutu kalo ku isengin." sahut Andrea dengan senyum-senyum.
"Oh iya yang, aku punya sesuatu buat kamu" sahut Mitha sambil mengambil sebuah amplop coklat dikantong bajunya.
"Apa ini?" tanya Andrea membolak-balik amplop coklat di tangannya. Ada sedikit was-was dipikirannya, takut selembar kertas yang membuat hatinya terpotek-potek.
"Buka aja!"
Andrea pun membuka amplop itu, dilihatnya sebuah benda seperti stick dan terlihat ada 2 garis merah.
"Ini apaan yang? kho aku baru lihat ya!" sahut Andrea yang masih kebingungan dengan benda ditangannya.
"Coba aja tanya warganet, itu apaan" sahut Mitha
Andrea pun langsung memfotonya dan mengupload di sosmednya
"Yang tahu benda ini apa langsung comment"
Setelah Andrea membaca comment warganet langsung dia memeluk Mitha dengan senyumnya yang mengembang
"Alhamdulillah kamu hamil yang" Andrea pun melepaskan pelukannya lalu dia berjongkok didepan Mitha menempelkan telinganya di perut Mitha, "anak papa baik-baik ya diperut mama, papa selalu jagain kamu" ucap Andrea kemudian mencium perut rata Mitha
Mitha hanya tersenyum melihat kelakuan Andrea sambil mengelus sayang rambut Andrea.
"Woyyy gue mau jadi papa" teriak Andrea dengan suara yang menggema.
Lagi-lagi Mitha yang melihatnya hanya tersenyum dengan kebahagian Andrea, "Segitu bahagianya kamu Ndre, semoga kebahagian selalu menyertai langkah kita aamiin"(batin Mitha)
Setelah merasa puas menikmati pemandangan diatas bukit, Mitha dan Andrea pun memutuskan untuk pulang karena waktu sudah siang.
"Ayo yang naik ke punggungku biar kamu gak cape" ucap Andrea sambil berjongkok membelakangi Mitha
"Tapi aku kan berat"
"Udah cepetan aku gendong sampai rumah"
Mitha pun akhirnya mengikuti kemauan Andrea untuk naik ke punggung Andrea.
Sepanjang perjalanan tak hentinya mereka bercanda bercerita tak tentu arah.
"Yang, aku udah mutusin buat ambil kuliah disini aja" sambung Andrea
"Seriusan?"
__ADS_1
Andrea hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan pertanyaan Mitha.
"Aku seneng yang dengernya" seru Mitha bahagia lalu dia mencium sebelah pipi Andrea.
"Kurang pas yang cara ungkapin bahagianya" ucap Andrea
"Lalu harus gimana?" tanya Mitha bingung
Andrea pun menurunkan Mitha kemudian
Andrea langsung merangkul pinggang Mitha dan mendekatkan wajahnya ke wajah Mitha sehingga tercium aroma hembusan nafas dari keduanya.
Semakin dekat, dengan tak sabaran Andrea langsung melahap candunya dibawah pohon akasia yang rindang. Mitha mengalungkan tangannya ke leher Andrea dan mulai menikmati permainan dan sensasi yang Andrea berikan.
Setelah keduanya kehabisan pasokan oksigen, Andrea dan Mitha pun saling melepaskan diri dari pagutannya dengan nafas terengah.
"Yang kamu tahu, tak ada hal lebih membahagiakan buatku selain selalu bersamamu, te amo mi amor(aku mencintaimu sayangku)" ucap Andrea lirih dengan keningnya dan kening Mitha menempel
"Te amo mucho también(aku juga sangat mencintaimu)" jawab Mitha
Ngos ngos ngos
Terlihat Aryana sedang mengatur nafasnya karena habis berkeliling mencari dua anak manusia yang sedang dimabuk asmara, siapa lagi kalau bukan Andrea dan Mitha.
Mitha dan Andrea yang mendengar suara nafas yang sedang berkejaran pun menolehkan kepalanya ke arah sumber suara.
Dengan mengeryitkan keningnya Andrea pun bertanya pada Aryana, "habis ngapain lo bro, dikejar anjing ya?"
"Sialan lo Ndre, gue keliling-keliling nyari kalian berdua ternyata lo pada lagi asyik mesra-mesraan, bikin jiwa jomblo gue merasa terinjak-injak" sungut Aryana yang merasa kelelahan
"Lagian ngapain lo nyari kita?" tanya Andrea
"Kalo gak disuruh mama, males banget gue nyari lo." sungut Aryana, "kalian disuruh ke butik buat fitting baju" sambungnya
"Kasian bang Ar, cape ya!" sahut Mitha
"Iya Tha, udah sejam lebih gue nyari kalian" sahut Aryana.
"Ck! yang mau kawin kak Rey kenapa kita yang fitting baju" sahut Andrea
"Eh dodol kita fitting karena mau pake baju seragaman buat keluarga pengantin" seru Aryana jengah
"Emang kita keluarga ya Ar?" tanya Andrea mancing
"Tau akh! gue kesel sama kalian berdua"
...*****...
__ADS_1
...Happy reading...
...Jangan lupa like comment vote dan di favorite ya!...