Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
72. Pergi


__ADS_3

Sementara di sekolah SMA Garuda suasana bahagia terpancar dari wajah setiap siswa-siswi kelas XII karena semuanya dinyatakan lulus.


Berbeda dengan seorang siswi yang tampak murung, seperti tidak ada gairah dalam hidupnya.


"Kenapa lo Tha? yang lain happy, lo sendiri kusam gitu mukanya. Gak pake skincare ya?" tanya Juliea saat mereka sedang berkumpul.


"Gue sedih karena nanti lo pada ninggalin gue, trus siapa yang mau temenan ma gue" ucap Mitha sendu


"Elah, lo gak butuh temen kali Tha. Kemana-mana kan lo sama Andrea" sahut Shiren


"Lo mah suka gitu deh Shi" sahut Mitha cemberut, "iya itu kan kemaren-kemaren, kalo besok dan seterusnya gue harus berjuang sendiri"(batin Mitha)


"Tha mau ikut kan sama kita-kita" tanya Anton


"Kayaknya nggak Ton, gue ada urusan dulu soal beasiswa gue" ucap Mitha


Teman-teman Mitha pun pergi untuk merayakan kelulusannya di sebuah karoke yang ternama di kota ini. Sedangkan Mitha ke ruangan pak Bens.


Selepas dari ruangan pak Bens, Mitha langsung pergi ke tempat pemakaman kakek dan neneknya. Karena tadi Andrea mengirim pesan ada acara dengan teman-temannya.


Mitha terus menyusuri jalan setapak di pemakaman hingga akhirnya dia menemukan dua batu nisan yang bersampingan. Dia duduk diantaranya untuk membacakan surah yasin dan do'a untuk kedua orang yang sangat disayanginya


"Kek nek lihat aku udah lulus, ijasahku sudah ku pegang. Tapi aku bingung harus pergi kemana? kenapa kalian tidak mengajakku sekalian? kenapa kakek dan nenek tega meninggalkanku sendiri?" Mitha terus bermonolog dalam hatinya dengan deraian air mata yang terus memaksanya untuk keluar


Saat sang surya sudah condong ke barat, Mitha pun pulang ke apartement Andrea.


Saat Mitha masuk ke kamarnya, terlihat Andrea sedang membereskan bajunya ke dalam koper.


"Yang mau kemana?" tanya Mitha kaget


"Aku mau nengokin papa, kata mama kena serangan jantung. Mau ikut gak yang?" tanya Andrea


"Aku gak punya visa sama pasport mana bisa keluar negeri" jawab Mitha.


"Iya yah aku lupa belum bikinin buat kamu" jawab Andrea dengan tangan terus merapikan barang-barang yang akan dibawa


"Aku mandi dulu ya! gerah" sahut Mitha langsung ke kamar mandi.


"Yang jangan lama-lama ya, anterin aku ke bandara" teriak Andrea karena dia ambil penerbangan malam


***


Sesuai permintaan Andrea, Mitha pun mengantarkan Andrea ke bandara


Terlihat Andrea yang sedikit murung karena memikirkan papanya namun Mitha selalu berusaha untuk menghiburnya dan menyakinkan bahwa semuanya baik-baik saja.


Sangat berbeda dengan hatinya yang sedang kacau balau, Mitha selalu menyunggingkan senyum di depan Andrea.


"Sayang, maaf ya aku belum bisa merayakan kelulusan kita." ucap Andrea, " tadi anak Tridaya pada kesekolah ngajakin party bareng" sambungnya.


"Iya ga papa kho! masih banyak waktu kan?" sahut Mitha. "semoga ada banyak waktu untuk kita Ndre"(batin Mitha)

__ADS_1


Tepat jam 20:00 Andrea pun terbang ke negara papanya.


Mitha hanya melihat dari kejauhan saat pesawat yang Andrea tumpangi lepas landas.


"Ya Tuhan lindungilah suamiku dimanapun dia berada" do'a Mitha dalam hati.


***


"Baru gak bareng semalam aja udah kangen banget, gimana nanti ya? apa aku sanggup menahan rindu? tapi aku harus menjauh demi mereka" gumam Mitha sambil terus membereskan apartement Andrea hingga kinclong


Tring


Ada satu pesan masuk di handponenya


Mbak Tiwi : [Tha jadi mau nyari kerja disini? lagi ada lowongan di pabrik barbie]


Mitha : [Jadi mbak, kapan testnya?]


Mbak Tiwi : [Besok jam tujuh pagi]


Mitha : [ Ok besok pagi-pagi aku kesana]


"Mungkin sudah waktunya aku pergi, maafkan aku Ndre!" gumam Mitha


Mitha pun langsung membereskan baju dan surat-surat penting untuk dibawanya.


Keesokan paginya, selepas sholat shubuh Mitha langsung memesan ojol untuk ke stasiun kota namun naas buat Mitha saat di terowongan yang sepi dia diturunkan oleh kang ojol.


"Neng cepat serahin barang berharga lo kalo ingin selamat" kata bang ojol sambil menodongkan sebilah belati ke perut Mitha


"Udah cepetan jangan banyak bacot" sahut bang ojol sambil merampas tas Mitha dan mengambil dompet dan handponenya.


"Bang uangnya jangan semua, sisain buat ongkos aku ke kota Jb. Aku mau nyari kerja bang" melas Mitha


"Ck duit lo cuma ada 500 ribu minta disisain" sahut kang ojol, "lo juga pake kalung ternyata" sahut kang ojol sambil menjambret kalung pemberian Andrea


"Lo juga pake cincin yang bagus ternyata" ucap kang ojol sambil mengambil cincin pernikahan Mitha.


"Bang kasih aku buat ongkos dong bang, jangan semua. Nanti aku gak bisa pulang mana disini gelap" rengek Mitha dengan menahan tangisnya.


Terlihat si abang mengeluarkan uang 20rb di dalam kantong celananya lalu memberikannya pada Mitha.


"Makasih bang, aku ikut juga bang keluar dari sini. Aku takut!" ucap Mitha dengan suara serak menahan tangisnya.


Betapa tidak seorang Mitha yang takut gelap harus berada diterowongan yang gelap seorang diri.


Tanpa menjawab lagi, kang ojol langsung menjalankan motornya membiarkan Mitha sendirian di dalam terowongan.


Hiks hiks hiks


Akhirnya Mitha pun tak kuasa menahan tangisnya sambil menelungkupkan kepala di lututnya.

__ADS_1


"Mungkin semua ini karena aku berdosa sama Andrea karena pergi tanpa pamit, tapi kalo aku pamit dia pasti tidak akan mengijinkannya. Maafin aku Ndre! keadaan yang memaksaku untuk pergi darimu." monolog hati Mitha disela-sela tangisnya.


Cekitt!


Ada sebuah mobil yang tiba-tiba berhenti didepan Mitha. Sang pengemudipun turun untuk memastikan penglihatannya.


"Lo anak Garuda ya?" tanyanya saat melihat tas khusus yang dipake di sekolahnya


Mitha langsung mendongakkan kepalanya saat mendengar suara orang menyapanya.


"Darwin!" seru Mitha


"Ngapain lo Tha subuh-subuh disini? lo mangkal?" tanya Darwin heran.


"Sembarangan, gue abis dirampok sama kang ojol. Dia malah ninggalin gue disini" sahut Mitha


"Ya udah ayo gue anterin, lo mau kemana emang pagi-pagi" sahut Darwin sambil menarik Mitha untuk masuk ke mobilnya.


"Gue mau test kerja katanya jam 7 harus udah ada disana" jawab Mitha saat sudah duduk didalam mobil Darwin.


"Kerja? kita kan belum dapat ijasah?" tanya Darwin heran.


"Bisa pake surat kelulusan dulu" jawab Mitha bohong karena sebenarnya dia sudah lebih dulu mendaptkan ijasahnya saat kemaren dipanggil pak Bens.


"Ya udah ayo gue anterin ke tempat lo test" tawar Darwin.


"Gak usah Win, anterin gue ke stasiun kota aja" jawab Mitha


Darwin pun mengantarkan Mitha ke stasiun kota.


Namun saat sampai stasiun ternyata tidak ada keberangkatan di jam 5 pagi hingga Mitha pun jadi bingung.


"Coba tadi nerima tawaran Darwin mungkin gak bakal telat datangnya" gumam Mitha pelan


Ting


Mitha teringat dengan atm yang Andrea berikan, untung dia menyimpannya didalam diary hingga saat tadi dirampok tidak kelihatan oleh kang ojol.


Setelah menggesek atm akhirnya Mitha memutuskan untuk naik taksi ke kota JB.


***


Sementara Andrea saat sudah memastikan bahwa papanya baik-baik saja dia pun memutuskan untuk segera pulang.


"Mah emang papa kenapa bisa kena serangan jantung" tanya Andrea saat akan berpamitan pada mamanya.


"Itu De, mama sama papa sedikit berselisih" jawab mama Erika


"Mama bertengkar sama papa?" tanya Andrea


...*****...

__ADS_1


...Happy reading...


...Jangan lupa like comment vote dan favorite ya!...


__ADS_2