Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
94. Bertemu Bella


__ADS_3

Keesokan harinya, karena keadaan Tuan Lee sudah membaik, Andrea dan yang lainnya memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar kota Seoul.


Tidak banyak tempat yang Andrea dan Mitha kunjungi mengingat kandungan Mitha yang sudah membesar apalagi dia sedang mengandung bayi kembar.


Paginya ke taman Namsan Park dan menjelang siang ke Lotte Tower & Mall sekalian cuci mata dan belanja untuk keperluan bayi.


Sedangkan Aryana dan Dewa, mereka mengunjungi tempat-tempat bersejarah.


Saat malam menjelang, Andrea, Mitha, Aryana dan Dewa sepakat untuk pergi ke Namsan Tower bersama-sama.



Mitha sangat antusias saat mengunjungi Namsan tower, karena dia merasa sedang dalam drakor yang biasa dia tonton.


Kini mereka sedang menikmati pemandangan malam kota Namsan dari ketinggian dengan kelap kelip lampu yang memanjakan mata.


"Sayang, makasih ya selalu mewujudkan mimpiku yang tak mungkin untuk ku gapai" ucap Mitha tulus


"Makasih juga sayang, kamu telah hadir dalam hidupku" ucap Andrea sambil memeluk Mitha dari belakang


"Sayang, aku berasa seperti sedang syuting drakor. Aku artisnya dan kamu aktornya" angan Mitha melambung tinggi


"Nanti kita buat film tentang cerita cinta kita seperti Pak Habibi yang" ujar Andrea yang selalu menyetujui keinginan Mitha


"Kalian berdua tuh ngalay banget" timbrung Dewa yang datang bersama Aryana


"Napa lo sirik Wa? nikah makanya" tandas Andrea


"Udah biarin aja Wa, King and Queen of bucin menikmati saat-saat sebelum mereka disibukkan oleh si kembar" tutur Aryana


"Lihat deh Yang kesana" tunjuk Mitha ke samping kiri mereka, "bukannya itu Bella ya" lanjutnya


Ketiga pasang mata itu pun mengikuti arah pandang Mitha.


Terlihat Bella yang sedang sendirian menikmati pemandangan malam yang mampu menenangkan pikirannya


"Bella" lirih Aryana


Tanpa bicara lagi, Aryana langsung mendekati Bella dan mencengkram tangannya.


Bella yang sedang menghirup udara malam dengan mata terpejam pun merasa kaget dengan tindakan Aryana.


"Kyaaaa" teriak Bella


Namun saat pandangannya menangkap sosok Aryana yang mencengkram tangannya, Bella langsung menutup mulutnya kaget. Bella berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Aryana, namun usahanya sia-sia.


"Mau kabur kemana lo" geram Aryana


"Bagaimana ini, dia pasti marah banget udah ku jebak. Tapi kan malam itu dia juga sangat menikmatinya" batin Bella


"Eh lo Ar, apa kabar?" sapa Bella basa-basi

__ADS_1


" Ga usah basa-basi lo Bell, lo harus tanggung jawab dengan perbuatan lo" gertak Aryana


"Lo harus ikut gue, karena lo udah gak bisa lari lagi dari gue" Aryana langsung menarik Bella dengan kasar hingga Bella pun sempoyongana mengikuti langkah kaki Aryana.


"Ar pelan-pelan jalannya," pinta Bella


"Awww perut gue Ar," pekik Bella. "Perut gue sakit Ar" lanjutnya


Aryana seketika menghentikan langkahnya


"Lo jangan pura-pura Bel, pinter banget lo main sandiwara" sentak Aryana


"Gue serius Ar, perut gue sakit banget" ucap Bella dengan satu tangan memegang perut bagian bawah pusarnya.


Aryana ragu antara percaya dan tidak karena masih segar dalam ingatannya saat dia percaya pada Bella, ternyata Bella malah menjebaknya. Namun saat Aryana melihat keringat dingin mengalir di dahi Bella, barulah dia percaya kalau Bella beneran sakit.


Aryana langsung menggendong Bella dengan bridal style karena dia melihat Bella meringis kesakitan.


"Ayo kita ke rumah sakit" ajak Aryana dan Bella hanya menganggukkan kepalanya.


Andrea, Mitha dan Dewa yang dari tadi melihat kejadian itupun, mengikuti kemana Aryana membawa Bella pergi.


Sesampainya di rumah sakit, Bella langsung mendapat penanganan dari dokter sedangkan Aryana dan yang lainnya menunggu di luar ruangan.


Ceklek


Terlihat dokter keluar dari ruang tindakan


"Siapa suami pasien?" tanya dokter


"Gue?" Aryana menunjuk dadanya sendiri dengan telunjuk dan mendapat persetujuan dari ketiga temannya.


"Mari ikut ke ruangan saya" ajak dokter


Aryana hanya mengikuti kemana dokter itu membawanya dan saat sampai ruangannya, barulah dokter menjelaskan kondisi Bella.


"Bagaimana keadaan Bella dok" tanya Aryana


"Pasien mengalami kram perut disertai pendarahan, untung anda segera membawanya kesini sehingga kami dapat menyelamatkan janin yang dikandungnya." terang dokter.


"Maksud dokter, Bella hamil?" tanya Aryana syok


Dokter mengeryit heran dengan reaksi Aryana


"Apa anda tidak tahu kalau istri anda sedang mengandung? dan usia kandungannya sudah 10 minggu"


Aryana menggelengkan kepalanya lemah, ingin rasanya dia menyangkal dengan kenyataan yang ada. Tapi saat mencocokkan tanggal kejadian itu dan usia kandungan Bella, mau tidak mau Aryana harus mengakui kalau janin yang dikandung Bella adalah anaknya.


"Untuk lebih detail mengetahui perkembangan janin, nanti pasien akan dibawa ke spesialis kandungan" jelas dokter


"Iya dok, terima kasih" ucap Aryana

__ADS_1


Setelah mendengar penjelasan dokter, Aryana keluar dari ruangan dokter dengan lesu.


"Gimana Ar?" tanya Andrea


"Bela hamil" jawab Aryana singkat


"Apa???" pekik ketiga teman Aryana


"Berisik woy! ini rumah sakit" ketus Aryana


"Wah hebat banget lo bro, sekali tembak langsung tembus tuh kecebong" sahut Andrea dengan menepuk pundak Aryana dan langsung mendapat delikan dari Aryana


"Gila lo Ar, berapa ronde lo main? ampe semalam aja langsung tembus gitu" tanya Dewa


"Udah ikh jangan digodain, Bang Ar lagi pusing tuh gimana minta restu calon mertua" sahut Mitha


"Kalian tuh sama aja. Andai anak gue ada di rahim kamu Tha, mungkin gue gak sepusing ini" ujar Aryana yang langsung mendapat bogeman dari Andrea


"Sialan lo Ar" umpat Andrea, "udah yuk kita nengokin calon kakak ipar" lanjutnya yang langsung mendapat pelototan Aryana.


Terlihat Bella yang sedang tertidur karena pengaruh obat, tanpa bersuara Aryana mendekati Bella.


"Kenapa lo lakuin ini semua Bel? kenapa lo bodoh banget dengan menghancurkan masa depan lo hanya karena obsesi lo ke gue? gue bingung Bel harus gimana?" lirih Aryana


Bella yang terbangun karena mendengar suara Aryana pun mendengarkan apa yang Aryana katakan.


"Gue memang bodoh Ar telah mencintai lo dengan semua kegilaan gue, tapi sampai sejauh inipun lo belum bisa buka hati lo buat gue" batin Bella


Ceklek


Seorang perawat masuk untuk memberitahukan bahwa dokter kandungan sudah siap di ruangannya.


Bella yang mendengar ucapan perawat pun akhirnya pura-pura bangun tidur.


"Ayo Bel kita cek ke dokter kandungan" ajak Aryana


Aryana langsung menggendong Bella dan mendudukkannya di kursi roda


"Terima kasih"


"Hmmm"


Aryana langsung mendorong kursi roda dan mengikuti perawat menuju dokter kandungan.


Tadinya Andrea dan Mitha mau masuk untuk melihat keadaan Bella, namun ternyata mereka berpapasan di depan pintu masuk. Sehingga Aryana menghentikan langkahnya.


Setelah saling menyapa, Mitha dan Andrea pun pamit untuk pulang karena Mitha badannya terasa sudah sangat lelah. Sedangkan Dewa diminta untuk menemani Aryana di rumah sakit.


Bella langsung di usg saat sampai di ruangan dokter kandungan.


Entah kenapa hati Aryana berdesir hebat saat dia mendengar suara detak jantung bayinya. Begitupun dengan Bella hingga dia meneteskan air matanya karena rasa haru yang membuncah di dadanya.

__ADS_1


...*****...


...Jangan lupa tinggalkan jejak kawan dengan like comment vote rate dan masukin juga ke favorite ya!...


__ADS_2