
Setelah siangnya akad nikah, kini malamya acara resepsi pernikahan. Tak banyak tamu yang datang, hanya kerabat dekat, dan rekan bisnis papa Bella yang diundang.
Bella terlihat sangat cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna silver yang bertabur swaroski dengan ekor yang memanjang. Disampingnya Aryana yang dengan setia menggenggam tangan Bella menuju ke pelaminan.
Mitha dan Andrea sudah menempati meja yang tersedia bersama dengan Akas dan Zyan sedangkan Shiren dan dokter Reyhan di meja yang lain.
"Tha perkiraan lahirnya kapan?" tanya Zyan
"Harusnya sih minggu-minggu ini Bang Zy" jawab Mitha
"Kenapa Zy mau bantuin lahiran" tanya Akas
"Kalau boleh sih mau nemenin Mitha lahiran" ujar Zyan
"Gak ada, gue suaminya kenapa lo yang mau nemenin istri gue lahiran" sahut Andrea
"Ya gue mau nungguin calon istri gue lahir ke dunia" kekeh Zyan
"Enak aja lo! Gak bakal gue kasih anak gue ke lo. Ngeri gue sama lo Zy, kenapa jadi ped*fil" tolak Andrea
"Udah yang, Bang Zy Kan cuma bercanda" tukas Mitha
"Tapi gapapa Ndre nanti biar dibikin novel ' saingan cintaku menjadi menantuku'. Kalau kembar cewek semua satunya buat aku aja, Ndre" kelakar Akas
"Sialan kalian berdua! lo juga Kas di tinggal Juliea malah jadi pedof*l" gerutu Andrea
Akas, Zyan dan Mitha hanya terkekeh melihat kekesalan Andrea hingga tiba-tiba Mitha memegangi perutnya yang terasa kram.
"Sayang kenapa?" tanya Andrea cemas
"Perut aku sakit yang, mungkin kontraksi" keluh Mitha
"Mau ke rumah sakit sekarang?" tawar Andrea
"Anter ke kamar aja yang, pengen tiduran" ucap Mitha
"Ya udah yuk!" ajak Andrea kemudian langsung memapah Mitha.
"Masih sanggup jalan gak? Apa mau gendong ?" tanya Andrea
"Jalan aja! Kata dokter, ibu hamil harus sering jalan-jalan biar persalinannya lancar" terang Mitha
Andrea pun dengan sabar memapah Mitha sampai ke kamar hotel yang sudah Andrea booking tepat depan kamar pengantin.
Sesampainya di kamar, Andrea langsung menyingkirkan ribuan kelopak bunga mawar yang membentuk lambang love di atas kasur.
(Dasar Andrea gak mau kalah dengan pengantin, kamarnya pun dihias seperti kamar pengantin.)
Setelah dirasa bersih, perlahan Mitha pun berbaring diatas kasur dengan posisi miring.
"Yang masih sakit?" tanya Andrea cemas
__ADS_1
"Sakitnya timbul tenggelam yang" ringis Mitha saat bayinya menendang kuat.
"Anak papa hebat banget tendangannya ampe kelihatan benjol gitu" kekeh Andrea
Andrea dengan segera mencium perut Mitha yang tadi bekas di tendang anaknya.
"Sayang jangan kenceng-kenceng, kasian mama" ucap Andrea dengan tangan terus mengelus perut Mitha.
Setelah dirasa Mitha tertidur pulas, barulah Andrea menghentikan elusannya dan ikut berbaring di samping Mitha.
"Sabar ya sayang demi anak-anak kita" lirih Andrea.
Jam menunjukkan pukul 22:00, Mitha terbangun dari tidurnya karena merasa ingin buang air kecil. Tanpa membangunkan Andrea, Mitha pun beranjak ke kamar mandi.
Namun Mitha merasa kaget kenapa pipisnya keluar banyak dan bercampur dengan darah warna kecoklatan hingga dia pun berterial agar Andrea terbangun.
"Sayang, Andrea tolong aku, pipisnya gak mau berhenti" teriak Mitha
Andrea yang sedang terlelap pun seketika bangun karena kaget mendengar teriakan Mitha.
Dengan terburu-buru Andrea masuk ke kamar mandi dan mendapati Mitha yang terduduk diatas kloset.
"Sayang kenapa?" tanya Andrea cemas.
"Aku gak tahu tapi pipisnya ada darahnya" panik Mitha
"Sebentar yang, aku minta Om Mark buat nyiapin kursi roda sama pembalut buat kamu" ujar Andrea.
"Yang tunggu sebentar ya mau ke Aryana dulu" pamit Andrea.
Andrea pun langsung menuju kamar Aryana.
Tok tok tok
Aryana yang baru selesai mandi langsung membukakan pintu kamar hotel.
"Kenapa Ndre?" tanya Aryana saat mendapati Andrea berada di depan pintu kamarnya.
"Mitha mau melahirkan Ar,tolong bilang ke Bi Sum buat bawa perlengkapannya ke rumah sakit. Gue lagi nunggu Om Mark bawa kursi roda"
"Oh ya udah, gue pake baju dulu nanti gue nyusul" sahut Aryana
Andrea langsung kembali ke kamarnya sedangkan Aryana segera memakai baju karena tadi dia hanya memakai jubah mandi.
"Ar mau kemana? Kenapa pakai baju?" tanya Bella yang sudah siap dengan lingerie merah
"Mitha mau melahirkan, aku mau nemenin Andrea. Tadi dia panik banget" terang Aryana
"Lalu bagaimana dengan malam pertama kita" tanya Bella
Aryana mengerutkan keningnya melihat penampilan Bella yang terlihat menggoda dengan lingerie merah.
__ADS_1
"Aku tidak berniat malam pertama karena kamu sudah mendapatkannya sebelum kita nikah"
"Kamu kho gitu Ar?"
"Sudahlah Bella! Aku berangkat" ujar Aryana. "Nanti aku minta mama buat nemenin kamu." lanjutnya.
"Andrea kenapa kamu nyebelin banget? Malam pertamaku gagal karena kamu" geram Bella
***
Mitha sedang dalam penangan dokter, Andrea menunggunya di depan ruang UGD.
Terlihat seorang dokter keluar dari ruangan UGD, Andrea dengan segera menghampiri untuk menanyakan keadaan Mitha.
"Dok, bagaimana dengan istriku?" panik Andrea
"Tuan Muda, Nona baik-baik saja. sekarang baru pembukaan 5. Ruang bersalinnya sedang disiapkan untuk Nona." terang Dokter Try yang menangani Mitha
"Lakukan yang terbaik dok, jangan sampai menyakiti istriku" pesan Andrea
Glek
Dokter Try langsung menelan ludahnya kasar
"Bagaimana tidak menyakiti, melahirkan sakitnya kan luar biasa tapi berakhir kebahagaian setelah melihat bayi yang dilahirkannya sehat selamat" batin dokter Try
"Dokter kenapa diam saja? Apa bisa dibius saja biar Mitha tidak kesakitan saat melahirkan?" tanya Andrea
"Bisa Tuan Muda kalau Nona mau di operasi caesar tapi tadi Nona ingin melahirkan normal agar bisa merasakan detik-detik lahirnya buah hati anda ke dunia" jelas Dokter Try
"Akh kenapa mau kesakitan sih, ya udah dok aku mau ketemu istriku" pamit Andrea dan langsung pergi menemui Mitha.
"Beruntung sekali gadis itu diperistri anak sultan seperti Andrea, meski kadang nyebelin tapi perhatiannya besar" gumam Dokter Try, dokter pribadi keluarga Mahardika yang menangani kehamilan Mitha.
Andrea langsung menghampiri Mitha yang terbaring di brangkar dengan selang infus yang menancap di tangannya.
"Sayang apa ini sakit?" tanya Andre menunjuk pada jarum infus
"Gak sayang, yang sakit itu kalau putus cinta karena dikhianatin" canda Mitha
"Kamu mah, aku nanya serius juga" sungut Andrea
"Aku baik-baik saja yang, aku hanya butuh dukungan, perhatian dan kasih sayang kamu" tutur Mitha
"Yang kenapa gak caesar aja, biar kamu gak kesakitan. Apalagi kamu sekaligus melahirkan dua" saran Andrea.
"Caesar juga sama sakitnya sayang cuma waktunya aja yang berbeda. Lagian Aku ingin merasakan langsung detik-detik menjadi seorang ibu. Aku sanggup kho lahiran normal yang, kalau gak sanggup pasti aku minta caesar" jelas Mitha
...*****...
...Dukung selalu author ya reader....
__ADS_1
...Terima kasih...