
Setelah keributan dini hari karena Tini, kini Andrea dan Mitha sedang berada di kamarnya. Andrea terus meminta maaf dan berjanji tidak akan pergi lagi ke club namun Mitha masih saja mendiamkannya.
"Sayang, jangan diam aja. Aku kesana juga buat nganter kakak kamu, bang Ar mu itu" jelas Andrea
"Apa kata kamu? Bang Ar ngajak ke club" tanya Mitha memastikan
"Ah bener mending gue jujur aja daripada Mitha ngambek terus, tar malah jatah gue berkurang"
"Iya yang, jadi Aryana itu abis dijebak sama Bella atau diperkosa ya tepatnya" terang Andrea
"Yang jelas dong ceritanya" sungut Mitha
Andrea pun akhirnya menjelaskan apa yang diketahuinya dari Aryana dari mulai Aryana minta Bella buat ngajak Resha ke resepsi sampai berakhir Aryana tanpa busana di Yatch.
Mitha dibuat bengong mendengar cerita suaminya.
"Kho ada ya cewek modelan gitu, padahal mah cowok banyak. Kalau udah ditolak kenapa gak nyari cowok lain" gumam Mitha
"Udah yang jangan mikirin mereka mending kita bobo yuk, aku pusing banget" ajak Andrea
"Aku gak mau tidur sama kamu, sana tidur di sofa. BAU"
Andrea dengan lunglai menuju sofa di kamarnya.
"Kirain kalau udah dijelaskan boleh meluk"
Mitha yang tidak bisa tidur berguling-guling kesana kemari, matanya enggan terpejam karena tidak ada Andrea yang memeluknya.
Mitha pun segera mendekati Andrea yang langsung tertidur di sofa karena kepalanya pusing akibat pengaruh alkohol.
"Sayang, aku gak bisa tidur" ujar Mitha
Namun Andrea tak bergeming hingga Mitha pun ikut serta tidur disamping Andrea.
Keesokan paginya, Andrea dibuat kaget karena melihat Mitha tidur berhimpitan dengannya di sofa.
"Semalam aja bilangnya gak mau deket, bau. Taunya gak bisa tidur kan kalau gak meluk" gumam Andrea.
Andrea mencium bibir Mitha sekilas untuk membangunkannya.
"Sayang bangun" ujar Andrea
Mitha hanya menggeliatkan badannya dan malah memeluk erat Andrea.
"Sayang pindah yuk di kasur" ajak Andrea
"Aku masih ngantuk yang, jangan ganggu aku tidur" gumam Mitha
"Tidurnya pindah di kasur biar gak pegal"
Mitha pun langsung mengerjap dan terduduk di sofa. "Gendong" rengeknya.
Andrea hanya mengulas senyum melihat kemanjaan istrinya. Tanpa bicara lagi, Andrea langsung menggendong dengan gaya bridal style.
Dibaringkannya Mitha secara perlahan kemudian Andrea mencium kening Mitha lama.
__ADS_1
"Aku mau mandi dulu ya" pamit Andrea
***
Hari pun terus berlalu kini liburan semester pun telah tiba. Namun acara babymoon yang telah di rencanakan dengan Aryana terpaksa dibatalkan karena Tuan besar Lee sakit dan Andrea diminta datang untuk menemuinya.
Andrea mengajak serta Mitha ikut menemui kakeknya, namun mereka tidak berangkat dengan pesawat komersil melainkan jet yang sudah disiapkan oleh Papa Jae Sung.
"Sayang jangan sedih ya, kakek pasti baik-baik saja" Mitha mencoba menghibur Andrea yang terlihat murung.
"Iya sayang, aku merasa bersalah pada kakek karena selama ini aku sudah salah sangka sama dia" ungkap andrea
"Nanti sampai sana, kita minta maaf sama kakek." ucap Mitha dan langsung disetujui oleh Andrea.
Terlihat sari jauh Aryana dan Dewa berjalan dengan tergesa-gesa karena takut ketinggalan pesawat.
"Belum naik Ndre" tanya Aryana.
"Belum, masih 10 menit lagi baru lepas landas" jawab Andrea, "Ya udah yuk kita nunggu di dalem" lanjutnya
Andrea terus menggengham tangan Mitha, namun dia merasa berbeda dengan tangan Mitha yang biasanya hangat kini terasa dingin.
"Sayang kamu gugup" tanya Andrea memastikan
"Iya, ini pertama kalinya aku naik pesawat terbang" ungkap Mitha
"Kamu tenang aja, kan ada aku yang selalu jagain kamu" ujar Andrea.
"Makasih ya sayang, selalu ada untukku" ucap Mitha tulus.
"Makasihnya nanti ya sayang di dalam pesawat" bisik Andrea dengan tersenyum smirk.
Mitha, Andrea, Aryana, dan Dewa sudah duduk dengan tenang karena sebentar lagi pesawat akan lepas landas.
Setelah pesawat mengudara, Andrea mengajak Mitha istirahat di kamar.
"Sayang, bukannya kamu ingin berterima kasih" tanya Andrea
"Hmmm"
"Ayo lakukan sekarang"
"Lakukan saja sesukamu sayang, aku mau tidur, aku pusing"
Tanpa menunggu lama, Andrea langsung meraup bibir Mitha dengan tangan yang bergerilya menyentuh tiap titik sensitif Mitha hingga Mutha menggeliat-geliat keenakan dengan permaianan Andrea.
Hanya sekali pelepasan Andrea bermain mantap-mantap diatas ketinggian 3000 kaki.
Setelah membersihkan diri, Andrea pun keluar kamar dan bergabung bersama Aryana dan Dewa yang ternyata sedang bermain kartu.
Melihat penampilan Andrea yang seperti habia mandi besar, membuat Dewa dan Aryana geleng-geleng kepala.
"Keterlaluan banget lo Ndre, kita dijadiin penjaga sementara lo asyik-asyikan di dalam" gerutu Dewa
__ADS_1
"Kenapa lo ngiri? makanya lo nikah Wa jngan celap celup terus. Kalau udah nikah lo bisa kawin dimana aja" ujar Andrea
"Ck! mentang-mentang lo ada pasangan jadi manasin kita yang jomblo" sungut Dewa
Andrea hanya masa bodoh dengan ucapan Dewa.
Setelah berjam-jam dalam perjalanan, kini keempatnya sudah sampai di mansion Tuan Lee.
Kedatangan mereka disambut oleh keluarga besar Tuan Lee termasuk Pap Jae Sung, Mama Erika, Ny Kim istri pertama papa Jae Sung, Jinhay dan Jenny saudara tiri Andrea. Ada juga beberapa kerabat yang sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Ini istrimu De?" tanya Jinhay sambil menelisik penampilan Mitha hingga membuat Mitha merasa risih.
"Iya, bagaimana keadaan kakek" tanya Andrea
"Kakek sedang istirahat boy, jenguklah tapi jangan berisik" Papa Jae Sung langsung menjawab pertanyaan Andrea
Andrea langsung menarik tangan Mitha agar mengikutinya.
Sesampainya di kamar, terlihat Tuan Lee yang sedang berbaring lemah.
Andrea duduk di kursi samping ranjang Tuan Lee, digenggamnya tangan Tuan Lee.
"Boy" lirih Tuan Lee
"Istirahatlah kek, maaf aku baru datang. dan maaf juga dengan semua kesalahpahamanku." ucap Andrea sambil menunduk
"Tidak apa-apa kakek mengerti, suruh istrimu kesini boy."
Mitha pun mendekat ke arah Andrea dan Tuan Lee yang sedang berbincang-bincang.
Mitha langsung mendekat dan.mengambil tangan Tuan Lee lalu mencium punggung tangannya.
"Apa disini ada cicitku" tanya Tuan Lee sambil mengelus perut Mitha.
"Iya kek sudah tujuh bulan" jawab Andrea dengan cepat
"Jagalah cicitku dengan baik boy, biar dia menjadi penerusku"
Setelah cukup berbincang-bincang, Andrea kemudian membawa Mitha ke kamar untuk beristirahat.
Mitha menuju balkon ingin menikmati pemandangan malam dari balkon kamar, kemudian Andrea pun menyusulnya. Mitha duduk di kursi malas dengan menyenderkan tubuhnya pada dada Andrea.
"Sayang apa itu Namsan Tower" tanya Mitha
"Iya, apa mau kesana?" tanya Andrea
"Mau, tapi besok aja. Sekarang aku cape ingin istirahat"
"Mau tidur sekarang?" tawar Andrea
"Aku masih ingin seperti ini" jawab Mitha
Andrea langsung mengeratkan pelukannya agar memberikan kehangatan pada Mitha.
...*****...
__ADS_1
...Tinggalkan jejak ya kawan dengan like comment vote rate dan masukin juga ke favorite....