Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
28. Bertemu om Bens


__ADS_3

Selepas kepergian Andrea, teman-teman Mitha langsung menyerang Mitha dengan berbagai pertanyaan.


"Tha ,lo tahu gak kalo Andrea meretas cctv sekolah" Tanya Doni


"Tha emang Andrea anaknya siapa kho kayaknya dia gak ada takut-takutnya ketahuan retas cctv" tanya Shiren


"Nih kata Anton si Resha di skor 3 hari gara-gara lempar bola ke lo" sahut Bams


"Udah dong nanyanya satu-satu kepala gw pusing" Mitha pasang wajah melas karena malas menjawab pertanyaan teman-temannya


"Lagian nih gw ga tau soal retas meretas, dia kan ambil jurusan otomotif", sahut Mitha kesal, "gw duluan ke kelas", sambungnya sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Yuk gw temenin", sahut Juliea, "bee aku duluan ya", pamitnya pada Akas yang dijawab anggukan oleh Akas. Sedang Shiren dan Yenita pun mengekor dari belakang.


*****


Sementara Andrea, dia langsung menuju ruang Pak Benjamin karena tadi disuruh untuk menemui di ruangannya.


Tok tok tok


"Masuk"


Ceklek, terlihat pak Bens sedang berdiri menatap ke luar lewat jendela besar di ruangannya.


"Assalamu'alaikum om", sapa Andrea saat memasuki ruangan pak Bens


"Wa'alaikumsalam", jawab pak Bens lalu berbalik menghadap kearah pintu. "sini boy kasih om pelukan", sambungnya sambil merentangkan tangan mengharap pelukan dari keponakan yang sangat disayanginya.


Andrea pun segera menghambur ke pelukan om nya yang sudah dia anggap sebagai ayah angkatnya.


"Coba jelaskan apa hubungannya kamu sama Mitha sampai om harus turun tangan memberi keadilan padanya", tanya pak Bens setelah melepaskan pelukannya dan mengajak Andrea untuk duduk di sofa.


"Dia pacar aku sekaligus calon ibu dari anak-anakku" sahut Andrea tidak ingin memberi tahu kebenarannya. Dan pak Bens hanya menganggukkan kepalanya memahami perasaan keponakannya yang tidak ingin miliknya diganggu orang lain.


"Kamu tahu boy, tindakan kamu hari ini bikin om bingung", sahut pak Bens, " kamu memang berhak atas sekolah ini tapi kalau kamu seperti ini lagi mau tidak mau om harus terus terang siapa kamu sebenarnya, kamu memang memiliki hak akses pada situs sekolah tapi orang-orang tidak ada yang tahu, apa kamu siap boy dikenal sebagai Mahardika?", sambung pak Bens.


Andrea hanya terdiam mendengarkan apa yang dikatakan pak Bens, dia tahu dia salah karena tadi terpancing oleh Anton sehingga berkata demikian pada Anton.

__ADS_1


"Aku pastikan hal ini tidak akan terulang lagi om", sahut Andrea meyakinkan pak Bens, " tapi Aku tegaskan sekali lagi, aku tidak akan masuk ke dalam keluarga besar Mahardika meskipun ada darah Mahardika dalam tubuhku. Tolong om hargai keputusanku", sambungnya


Pak Bens hanya menghela nafas panjang, meskipun dia sangat ingin Andrea sebagai penerus keluarga Mahardika tapi dia juga tidak bisa memaksakan keinginannya.


"Meski om sebenarnya berharap banyak padamu boy, tapi om tidak bisa memaksamu sebagai penerus keluarga Mahardika, tapi masih mau kan membantu om menjaga perusahaan?", sahut pak Bens


"Tidak masalah om selama aku bisa, pasti aku bantu om jaga perusahaaan", sahut Andrea


"Kamu memang putra kebanggaan om", ucap pak Bens sambil menepuk pundak Andrea.


"Aku pamit dulu om mau balik ke sekolah lagi", sahut Andrea


"Baiklah anak muda hati-hati dijalan", sahut pak Bens, kemudian Andrea pun menyalami pak Bens dan beranjak pergi dari ruangan pak Bens.


Saat Andrea keluar dari ruangan pak Bens tak sengaja dia berpapasan dengan Anton yang keluar dari ruang guru sehingga menimbulkan jiwa kepo Anton meronta-ronta. Gatal rasanya bibir Anton kalo tidak mencari tahu dengan apa yang terjadi.


"Abis ngapain lo dari ruangan pak Bens", tanya Anton penasaran saat jaraknya dengan Andrea sudah dekat.


"Kepo banget sih lo dengan kehidupan gw", sahut Andrea malas


"Njir nih anak udah kaya detektif aja, klo bukan sahabatnya Mitha udah gw ajak gelud", (batin Andrea)


"Pak Bens itu langganan di butik tempat mama gw kerja dan gw sering ketemu kalo lagi nungguin mama gw pulang", sahut Andrea yang tidak sepenuhnya berbohong.


"Oh... pantesan aja lo pake salim segala tadi", ucap Anton yang tadi melihat saat Andrea menyalami pak Bens sebelum pergi dan pak Bens menepuk punggung Andrea pelan.


"Udahlah gw lagi buru-buru, awas lo jagain cewek gw! klo sampai ada yang macem-macem, lo yang gw ajak gelud", seru Andrea kemudian langsung berlari melintas ke lapangan untuk memotong jalan.


"jeh si njing maen ngancam gw segala lagi", gerutu Anton sambil terus berjalan menuju kelasnya


*****


Seperti kesepakatan awal, sepulang sekolah Mitha dan teman-temannya akan mencari kado bareng untuk ultahnya Felly dan disinilah mereka sekarang, di sebuah mall yang letaknya tidak jauh dari sekolah sekitar 15 menit perjalanan.


Setelah berputar-putar mengelilingi mall yang begitu besar akhirnya mereka pun mendapatkan apa yang mereka inginkan untuk diberikan sebagai hadiah ulang tahun Felly.


"Cape juga ya cuma nyari kado doang juga", sahut Mitha yang merasa kakinya udah lemas keliling-keliling mall.

__ADS_1


"Gimana gak cape coba, kalian para cewek kerjaannya cuma liat-liat doang dibeli kagak", seru Anton jengah dengan kelakuan temennya


"Siapa suruh lo ngikutin kita-kita", seru Shiren sewot, "lagian para cowok ga ada yang pengertian, kalo kita ga jadi beli kenapa gak sama kalian dibeliin kayak cerita di novel gitu", sambungnya


"Ogah gw! bisa bobol uang jajan gw buat beliin barang-barang yang kalian lihat", sahut Doni yang anaknya emang suka perhitungan soal traktir mentraktir


"Udah akh ribut mulu kalian, mending kita cari makan yuk", ucap Zyan sambil menarik tangan Mitha menuju resto cepat saji


"Eh si dodol gercep juga main tarik anak gadis orang", sahut Anton yang kemudian mengikuti langkah teman-temannya menuju resto


Mereka pun duduk melingkar berdekatan


"Don tambah es krim dong", seru Juliea karena yang pesan makanan Doni


"4 Don" sahut Mitha


"Ntar mau pada pake baju apa ke acara besok", tanya Yenita


"Gw mau pake batik aja lah", sahut Bams


"Lah kalo lo batik berarti gw pake kebaya dong", sahut Mitha


"Iya Tha ntar gw yang pasang sanggulnya yang segede baskom itu lho", sahut Juliea


"Lo Zy pake baju pangsi aja", sahut Shiren


"Gw mau pake kemeja putih sama jas hitam aja biar bisa langsung bawa Mitha ke penghulu", sahut Zyan


Deg


"Bisa aja bang Zy gombalnya", sahut Mitha yang hanya tertawa hambar mendengar omongan Zyan, bagaimana bisa orang yang biasanya diam malah ngomong kayak gitu.


...*****...


...Happy reading...


Jangan lupa like comment vote dan favorite ya!

__ADS_1


__ADS_2