Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
81. Resepsi Dr. Reyhan


__ADS_3

Tok tok tok


Terdengar pintu kamar ada yang mengetuk dari luar.


Ceklek! Andrea pun membuka pintunya dan terlihat mama Erika ada di depan pintu.


"Mama ada apa?" tanya Andrea


"Mau berangkat bareng mama sama papa apa berangkat sendiri ke resepsi Rey?" tanya mama Erika.


"Aku mau berangkat sendiri aja mah, kalau sama mama papa ntar ketahuan lagi sama orang-orang. Aku males ketemu sama muka-muka penjilat" sahut Andrea


"Ya udah mama sama papa mau berangkat duluan ya! itu dibawah sudah ada Selly yang mau make up Mitha." sahut mama Erika.


"Tolong suruh kesini aja mah" sahut Andrea dan mama Erika hanya mengangguk menyetujui.


Setelah semua beres dengan make up dan gaun yang telah disiapkan, Mitha dan Andrea pun berangkat dengan mobil sport terbaru Andrea yang belikan papa Jae Sung untuk mengganti mobil sport Andrea yang rusak karena kecelakaan waktu itu.



Andrea mau ke acara resepsi pernikahan dr. Reyhan dan Shiren.



Dan ini Mitha si bumil muda.


***


Sesampainya disana telah banyak tamu undangan yang hadir, begitupun dengan keluarga besar Mahardika.


Andrea dengan cueknya keluar dari mobil sport terbarunya membuat semua temannya yang mengenal Andrea dan Mitha dibuat melongo karena mereka merasa tidak percaya Mitha si anak beasiswa bisa turun dari mobil mewah berharga fantastis.


"Ayo yang!" Andrea langsung menggandeng tangan Mitha untuk masuk ke dalam ballroom hotel


Terlihat ballroom hotel disulap seperti negeri dongeng dengan paduan warna shaby yang kalem membuat kesan romantis yang begitu melekat.


"Mitha" teriak seseorang yang tak jauh dari tempat Mitha dan Andrea duduk.


"Yenita sini!" ajak Mitha sambil melambaikan tangannya.


Saat sudah ada di dekat Mitha, Yenita langsung memeluk Mitha.


"Lo apa kabar Tha, waktu itu katanya lo ilang ampe dicariin sama Aryana" sahut Yenita setelah melepas pelukannya.


"Gue nyari kerja Yen, katanya lo jadi kuliah di kota gudeg" sahut Mitha


"Iya jadi, kan belum mulai jadi gue bisa pulang dulu" sahut Yenita.

__ADS_1


Acara pun berlangsung meriah dengan iringan band ibu kota memeriahkan suasana.


Terlihat raja dan ratu sehari duduk di pelaminan membuat decak kagum dari para tamu undangan melihat kecantikan dan ketampanan pengantin baru.


Aryana yang duduk disamping mamanya pun tak luput dari kekaguman tamu undangan



Visual Aryana


Andrea dan Mitha yang akan memberi selamat pada Shiren dan dr. Rey pun tak urung untuk menggoda Aryana.


"Wah ketuker lo bro, harusnya lo yang duduk di tengah bukan dipinggir gini" ucap Andrea


"Berisik lo Ndre, cepetan sana! liat noh ngantri" sahut Aryana


"Bang Ar masa pengantinnya tante" goda Mitha


"Iya, seharusnya kamu yang ada disamping aku Tha" sahut Aryana


"Enak aja lo! kagak bisa!" ketus Andrea sambil menarik Mitha pergi dari depan Aryana.


Andrea pun berpindah ke tempat dr. Reyhan dan Shiren duduk.


"Selamat ya kak Rey! semoga jadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah" ucap Andrea tulus.


"Tumben tuan muda bicaranya benar" sahut dr. Reyhan bukannya mengucapkan terima kasih tapi malah menyelanya.


"Pak dokter selamat ya! semoga samawa dan jagain sahabat saya dengan baik ya!" ucap Mitha pada dr. Reyhan


"Iya Tha makasih" sahut dr. Reyhan


Andrea hanya menyalami Shiren sedangkan Mitha langsung memeluk Shiren


"Selamat ya Shi! semoga samawa" ucap Mitha


"Makasih Tha" sahut Shiren.


Setelah foto bersama dengan pengantin, Andrea dan Mitha pun turun dari pelaminan.


"Yang mau makan apa?" tanya Andrea


"Aku mau makan kue yang" sahut Mitha sambil menarik tangan Andrea ke tempat kue yang berjejer rapi.


Tak lama berselang terdengar lagu 'Harusnya aku' dari Armada dinyanyikan oleh seseorang diatas panggung mini dan saat Mitha melihatnya ternyata Gusti sedang menyanyikan lagu 'Harusnya aku'


*Ku tak bahagia melihat kau bahagia dengannya

__ADS_1


Aku terluka tak bisa dapatkan kau sepenuhnya


Aku terluka melihat kau bermesraan dengannya


Aku tak bahagia melihat kau bahagia


Harusnya aku yang disana, dampingimu dan bukan dia


Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia*


Gusti terus bernyanyi sambil berjalan ke arah pelaminan dan saat sampai di depan Shiren, tanpa melanjutkan lagunya Gusti langsung memeluk erat Shiren dengan meneteskan air matanya. Begitupun Shiren, dia langsung menangis tersedu di dalam pelukan Gusti.


Sungguh Gusti tidak pernah menyangka Shiren akan menikah secepat ini. Dia pikir saat memutuskan untuk bertunangan dengan Deasy, suatu saat setelah perusahaannya kembali stabil Gusti akan memutuskan pertunangannya dan kembali pada Shiren tapi ternyata semua diluar rencananya. Shiren sekarang telah menjadi milik orang lain.


Hatinya hancur, dunianya terasa runtuh saat melihat cinta pertamanya, orang yang telah mengisi hari-harinya dengan kebahagian bersanding dengan laki-laki lain dan bukan dia.


"Sudah cukup!" dr. Reyhan langsung memaksa melepaskan pelukan Gusti dan Shiren hingga mau tidak mau mereka pun saling melepaskan pelukannya.


Gusti langsung turun dari pelaminan tanpa sepatah katapun dan Shiren langsung menunduk menyembunyikan matanya yang sembab.


Dr. Reyhan hanya mengehela nafas kasar dengan kejadian tadi. Bagaimana pun Shiren sekarang sudah menjadi istrinya dan dia tidak ingin berbagi dengan orang lain.


"Dek, apa kamu menyesal menikah denganku?" tanya dr. Reyhan pada Shiren.


"Mas tolong jangan bahas itu disini" jawab Shiren masih menundukkan kepalanya.


"Baiklah!" jawab dr. Reyhan dan seketika aura dingin terpancar dari dirinya.


Kesal marah tentu saja itu yang dr. Reyhan rasakan. Suami mana yang tidak kesal saat melihat istrinya dipeluk laki-laki lain didepan matanya, apalagi laki-laki itu mantan istrinya sendiri.


Tamu undangan bergosip ria membicarkan apa yang barusan terjadi dan ada juga yang memvideo untuk diunggah ke sosmednya. Namun sebelum itu terjadi Andrea langsung memberi peringatan.


"Siapa yang berani menggugah video yang kalian rekam ke internat, maka kalian akan berurusan dengan polisi." Andrea bicara dengan tegas di depan para tamu undangan.


"Sayang, kamu tidak boleh lelah! ayo kita istirahat di kamar" ajak Andrea pada Mitha.


"Bentar yang, aku abisin dulu kuenya" ucap Mitha dengan mulut penuh dengan kue.


Setelah menghabiskan kuenya, Andrea pun pergi ke kamar yang telah dibooking oleh mama Erika.


Ceklek! Andrea membuka kamarnya dan terlihat Bunga mawar merah berjejer membentuk jalan menuju ke ranjang dengan lilin aroma teraphy berjejer rapi diantara bunga-bunga. Sedang diatas ranjang sudah ada ribuan kelopak bunga mawar yang membentuk tanda hati.


"Sayang, kita gak salah kamar kan?" tanya Mitha bingung, kenapa dia dan Andrea malah masuk ke kamar pengantin


"Nggak kho yang,.mungkin ini semua disiapkan oleh mama agar kita juga bisa honeymoon" ucap Andrea.


...*****...

__ADS_1


...Happy reading...


...Jangan lupa like comment vote dan favorite ya!...


__ADS_2