Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
63. Tersenyumlah


__ADS_3

Melihat anak dan menantunya tidur berpelukan, ada rasa malu menyelinap di hatinya sehingga bu Sinta berbalik untuk keluar kamar.


Mitha mengerjap mendengar suara pintu yang ditutup. Dilihatnya tangan kekar suaminya yang memeluknya erat, dengan perlahan Mitha memindahkan tangan Andrea sehingga membuat Andrea merasa terusik.


"Sayang udah bangun," ucap Andrea dengan suara seraknya.


"Udah lewat dzuhur, aku sholat dulu ya!"


"Hmm, aku tunggu disini"


Mitha pun keluar kamar untuk mandi dan sholat namun saat baru keluar dari kamar, dia berpapasan dengan ibunya yang sedang membawa nampan berisi minuman.


"Tha, di depan ada temanmu" ucap bu Sinta


"Siapa bu?"


"Ibu kurang tahu namanya, soalnya banyakan"


" Oh, tolong bilangin Mithanya sholat dulu ya bu"


Bu Sinta hanya mengulas senyum dengan menganggukkan kepalanya


Setelah sholat dzuhur Mitha pun langsung menemui temannya.


"Mithaaaaa...." pekik Juliea Shiren dan Yenita sambil berhamburan memelul Mitha


Satu persatu teman Mitha mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya kakek Jo dan nenek Sri.


"Tha kamu pasti kuat! jangan pernah merasa sendiri karena kita akan selalu ada untukmu," ucap Akas tulus


"Iya Tha, jangan sungkan jika kamu butuh sesuatu" ucap Anton menimpali


"Iya makasih semuanya"


Brut brut bruuuut


Wushh tercium bau yang sangat memabukkan hingga membuat lambung ingin memgeluarkan isinya.


Pletak


"Doni lo kentut ya? bau banget njirr," seru Joe dengan menutup hidungnya setelah dia menggeplak kepala Doni.


"Sakit njirr, kira-kira lo geplak pala orang. Kalo geger otak gimana coba" sungut Doni


"Siapa suruh lo kentut mulu, abis makan apa lo?" sewot Joe


Yang diomelin hanya cengengesan tanpa berniat untuk membantah ucapan Joe. Sedang teman-temannya berhambur keluar karena tidak tahan mencium baunya.


"Sialan emang lo Don, tadi juga pas di mobil pasti lo yang kentut ya?" sahut Anton


Lagi-lagi Doni hanya cengengesan membenarkan apa yang Anton katakan.

__ADS_1


Andrea yang bangun tidur tidak mendapati Mitha langsung mencarinya.


"Yang, Tha Mitha sayang dimana" teriak Andrea yang keluar kamar dengan muka bantalnya.


Namun saat akan masuk ke ruang tamu dia ikut mencium bau kentut


"Anjirrrr bau bangkee" seru Andrea


Hahahahaha


Teman-teman Mitha malah menertawakan Andrea yang kecipratan nyium bau


Andrea yang masih linglung mengerutkan dahinya saat ditertawakan oleh teman-teman Mitha


"Ngapain lo pada disini?" ketus Andrea


"Ndre" panggil Mitha


Andrea pun langsung menghampiri Mitha yang ada diteras bersama temannya. Tanpa rasa malu Andrea langsung memeluk pinggang Mitha dan menyenderkan kepalanya di bahu Mitha.


"Yang kita bobo lagi yuk! masih ngantuk nih" rengek Andrea yang seperti anak kecil minta dikelonin


Sontak saja semua orang yang melihatnya dibuat cengo.


"Njirr Ndre lo nikah dulu baru minta dikelonin" sahut Anton


"Berisik lo" sahut Andrea yang malah memejamkan matanya.


"Tha nanti tahun baru ikut ya ke villanya Zyan, kita mau ngerayain disana sambil barbeque" Ajak Shiren


"Kalo soal itu kita tanya Zyan dulu" sahut Juliea


"Kalo gue gak ikut berarti Mitha ga bisa ikut karena dia sepaket ma gue" ucap Andrea dengan mata yang masih terpejam


"Cih! posesif banget lu" ucap Shiren


***


Seminggu sudah Mitha ditinggal kakek dan neneknya. Selama seminggu ini Mitha kembali tinggal di rumah mama Erika tentu saja atas permintaan mama Erika agar Mitha tidak merasa kesepian apabila Andrea harus pergi keluar karena di rumah mama Erika ada bi Sumi dan keponakannya pak Komar supir di rumah Andrea yang baru datang dari kampung untuk membantu bi Sumi.


Sedangkan rumah kakek Jo sudah dikosongkan dan semua barang yang ada dirumah itu semuanya diangkut oleh bude Rani, dan Mitha hanya membawa barang-barangnya saja dan beberapa foto kebersamaannya bersama kakek dan neneknya.


Andrea terus saja menempeli Mitha agar Mitha tidak melamun terus, seperti sekarang saat mereka sarapan pagi, Andrea selalu minta disuapi.


"Yang nanti kita main yuk ke timezone sekalian pulangnya kita belanja buat acara barbeque" ajak Andrea saat telah selesai sarapan


"Iya boleh, ajak Aryana juga ya biar rame"


"Hmm" Andrea hanya berdehem mengiyakan, "Orang mau berduaan malah disuruh ngajak Yana" omel Andrea dalam hati


"Yang aku kebelakang dulu ya" pamit Mitha

__ADS_1


"Mau ngapain? aku ikut" ucap Andrea seraya mengekor Mitha dari belakang.


"Aku ingin kasih makan ikan" sahut Mitha


Mitha sudah duduk diatas gazebo yang dibawahnya ada kolam ikan, sedang Andrea tiduran dengan paha Mitha sebagai bantalan.


"Yang bisa bantu cariin milikku yang hilang gak?" tanya Andrea saat Mitha sedang asyik memberi makan ikan.


"Hilang apa?" tanya Mitha datar


"Udah dua minggu ini aku kehilangan senyum istriku, bisa kamu cariin?" tanya Andrea, "aku ingin balikin senyum itu, aku kangen lihat senyum istriku" sambungnya


"Aku tahu kamu sedih tapi kumohon jangan larut dalam kesedihan, tersenyumlah demi aku" ucap Andrea dengan sorot mata penuh pengharapan


Mitha langsung menghentikan tangannya, sungguh dia tidak bermaksud untuk mengabaikan Andrea, Mitha juga sadar sikapnya jadi dingin pada Andrea padahal suaminya tidak salah apapun.


"Maafkan aku" ucap Mitha dengan menunduk


"Gak perlu minta maaf, aku hanya lihat kamu tersenyum"


Mitha mencoba tersenyum namun terlihat sangat kaku karena dipaksakan.


Didudukkanya Mitha diatas meja lesehan yang ada ditengah gazebo sedang Andrea duduk dibawahnya



Seperti ini kira-kita posisi mereka


"Sayang, aku ingin senyum yang tulus bukan dipaksakan seperti itu,"


"Maaf, aku...." belum selesai Mitha bicara Andrea sudah menyambar bibirnya dengan rakus dan memburu. Rindu kangen atau apalah yang Andrea rasakan sehingga dia menjadi tidak sabaran untuk menikmati candunya sampai Mitha kewalahan


Tini PRT baru dirumah Andrea diam terpaku melihat pemandangan didepannya membuat jiwa mudanya bergelora.


"Ciuman mas Andrea hot banget, jadi pengen ngerasain" gumam Tini pelan sambil mengelus-elus bibirnya.


Bagaimana tidak, Tini seorang janda muda diusianya yang baru 18 tahun tentu pernah merasakan bagaimana asyiknya bertukar saliva yang membuatnya terasa seperti kena setrum.


Andrea merasa sesuatu yang mendesak dibawah sana sehingga dia dengan cepat menggendong Mitha didepan seperti kanguru, namun saat akan masuk kedalam rumah dia mendapati Tini sedang melamun sambil mengelus-elus bibirnya.


"Tini kamu ngapain disitu?" tanya Andrea ketus


"Eh anu mas anu itu saya mau bersihin halaman belakang, iya halaman belakang mas." jawab Tini gelagapan.


"Gak sopan kamu Tini ngintipin kita. Sekali lagi kamu seperti itu, mending kamu pulang kampung" seru Andrea tegas.


"Yang gak boleh kaya gitu" ucap Mitha lembut, "mungkin dia gak sengaja" sambungnya


"Udah yuk yang kita lanjut" bisik Mitha pelan takut didengar oleh Tini yang masih berdiri di depannya.


...****...

__ADS_1


...Happy reading...


...Jangan lupa like comment vote rate dan di favorite ya!...


__ADS_2