
Tak terasa 40 hari sudah dua malaikat kecil melengkapi kebahagian Andrea dan Mitha dan selama 40 hari itu Mitha dan Andrea berperan sebagai orang tua yang siaga.
Meskipun siang harinya Andrea harus pergi ke kampus dan bekerja di kantor Papanya, tapi dia tidak membiarkan Mitha mengurus bayinya sendirian disaat malam tiba.
Seperti malam ini, sepulang kerja dari kantor Andrea langsung membersihkam dirinya sebelum menemui ketiga bayinya.
"Sayang, bajunya sudah kusiapkan. Aku mau ke kamar sebelah mengambil anak-anak" teriak Mitha saat Andrea masih di kamar mandi
"Iya simpan saja" Andrea pun tak kalah kencangnya berteriak.
Iya memang saat siang ketiga bayi itu akan tidur di kamar yang sudah disediakan untuk mereka, tetapi saat malam mereka akan tidur bersama Andrea dan Mitha di kamar Andrea.
Setelah Andrea rapi berpakaian, dia segera mencari Mitha yang memang ada di kamar anak.
"Sayang bagaimana keadaan mereka hari ini" selalu itu yang Andrea tanyakan setiap hari karena dia tidak bisa menemani Mitha mengurus bayinya.
"Mereka semakin menggemaskan, lihat Joen sama El mirip banget dengan kamu yang. Tapi Al pastinya mirip aku" terang Mitha
"Sayang sudah 40 hari kan? Apa sudah berhenti" tanya Andrea seraya memeluk Mitha dari belakang.
"Kamu ngitungin yang?" tanya Mitha heran kho Andrea bisa hapal dengan waktu nifasnya
"Tentu saja! Kan aku tandain di handphoneku" ujar Andrea
" Kenapa kangen ya!"
"Banget yang"
"Sabar ya! Besok kan mau akad nikah ulang, lagian Ibu kenapa gak bilang ya waktu dulu kita nikah"
"Gak tahulah yang, mungkin sudah jalannya harus begini. Aku aja gak ngerti kenapa bisa Om Zein pernah nikah sama Ibumu. Untung Tante Anisa berbesar hati menerima kenyataan" ungkap Andrea
"Kita memang harus ikhlas dengan takdir kita yang, agar hidup kita jadi mudah" tutur Mitha
"Mungkin sudah saatnya, aku melepaskan kebencianku pada mereka. Walau bagaimanapun darah Pratama yang bisa menyelamatkan Mitha. Maafkan aku Kek, bukannya aku tidak sayang pada kakek tapi aku juga sangat mencintai istriku." batin Andrea
***
Taman belakang rumah Mama Erika sudah dihias begitu indahnya, meskipun ini hanya ijab kabul untuk meluruskan sebuah kekeliruan tak urung tempat sakral itu dibuat sedemikian indah dengan hiasan bunga hidup yang dirangkai indah. Entah berapa toko bunga yang Andrea borong untuk pernikahannya kali ini.
Keluarga besar Pratama dan Mahardika sudah menunggu sedari pagi berlangsungnya acara sakral. Tak ketinggalan pula Tuan besar Lee dan Papa Jae Sung yang tidak ingin ketinggalan moment bersatunya dua keluarga besar. Sedangkan Bu Sinta memilih tidak hadir karena takut akan merusak suasana sakral.
Andrea sudah siap di depan penghulu dengan ditemani Aryana dan Akas, sedangkan Zyan dia sudah berada di negeri paman syam. Dia masih butuh waktu untuk menerima kenyataan yang ada.
Tuan Zein sudah menjabat tangan Andrea karena dia ingin menjadi wali untuk putri yang baru ditemukannya.
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau ananda Andrea Nata Wiratama dengan putriku Paramitha Putri dengan maskawin satu set perhiasan emas 24 karat seberat 50 gram dibayar tunai"
"Saya terima nikah dan kawinnya Paramitha Putri binti Zein Pratama Putra dengan maskawin tersebut dibayar tunai"
Dengan satu tarikan nafas mengucapkan ijab kabul, kini Andrea dan Mitha sah menjadi suami istri dimata Tuhan dan Negara.
__ADS_1
Terlihat Mitha memasuki tempat berlangsungnya acara sakral dengan diapit oleh Felly dan Shiren sedangkan Bella memilih duduk bersama Mama Winda.
Andrea terpaku di tempatnya, dia terpesona melihat kecantikan Mitha meski dia sudah hidup bersama dengan Mitha lebih dari satu tahun. Tapi Andrea berkali-kali jatuh cinta pada orang yang sama 'Paramitha Putri'.
Setelah Mitha ada di depannya Andrea barulah sadar saat Mitha menarik tangannya dan mencium punggung tangan Andrea. Andrea pun mencium kening Mitha lama.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sungkeman dan foto bersama untuk mengabadikan moment indah dalam kehidupan Andrea dan Mitha.
Hari pun menjelang malam, semua tamu sudah pulang begitupun dengan Papa Jae Sung dan Tuan Lee yang memilih tidur di mansion.
Untuk malam ini Andrea meminta Bi Sumi untuk menjaga baby twins sedangkan baby Joen dibawa ke mansion oleh Papa Jae Sung.
Andrea sudah menunggu di kamar sementara Mitha masih menidurkan baby twins. Semua persiapan asi untuk baby twins sudah lengkap agar saat nanti mereka terbangun, Bi Sumi tinggal memberikan asi yang sudah di pumping oleh Mitha.
Karena lama menunggu istrinya tak kunjung datang, Andrea pun akhirnya mencari Mitha ke kamar baby twins.
"Sayang masih lama?" tanya Andrea
"Bentar! El belum pules tidurnya" ucap Mitha dengan suara pelan agar tidak membangunkan El yang baru tertidur.
Andrea pun menghampiri Mitha yang masih menyusui baby El.
"Jangan dihabisin El, papa juga mau!" bisik Andrea pada Baby El
Mitha hanya tersenyum geli melihat kelakuan suaminya.
Tak lama El pun melepaskan sumber kehidupannya dan menyisakan untuk papanya.
Setelah menyimpan El di bok bayi, Mitha pun langsung pergi ke kamarnya bersama Andrea setelah sebelumnya menitipkan kedua bayinya pada Bi Sumi dan perawat yang menjaga baby twins.
Mereka saling mencumbu saling membuai membuat angan terbang melayang ke nirwana. Saat Andrea sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi, dia memaksakan pimen masuk ke dalam sarangnya membuat Mitha meringis kesakitan seperti saat pertama kali pimen bertamu ke sarang Mitha.
Perlahan rasa sakit itu menghilang dan berganti dengan kenikmatan hingga entah berapa kali pelepasan itu terjadi.
***
6 tahun kemudian
"Papa tolong kuncirin rambutku dong" pinta Allana
"Sini sama Kakak aja Al" tawar Joen
"Tapi yang rapi ya Kak kayak Papa" pinta Allana
"Siap Tuan Puteri" ucap Joen seraya membungkukkan badannya sedikit
Allana hanya tersenyum senang selalu diperlakukan bak Tuan Puteri di rumahnya.
Setelah Joen berkutat dengan rambut Allana ternyata hasilnya tidak memuaskan bagi Allana.
"Tuhkan Kak masih kendor yang ini" ujar Allana cemberut
__ADS_1
"Iya maaf nanti Kakak perbaiki" sahut Joen
Andrea yang sudah siap dengan jas kantornya mendekat ke arah dua bocah yang sudah mewarnai hari-harinya.
"Sini biar sama papa aja Joen, kamu tolong lihat El sudah siap apa belum" ucap Andrea menengahi
Joen hanya menganggukkan kepalanya sebagai respon perintah Andrea. Joen memang sangat jarang menunjukkan ekspresi wajahnya. Meski Andrea dan Mitha tidak pernah membedakan dia dengan kedua anaknya tapi Joen tumbuh menjadi yang pribadi yang tertutup dan jarang bicara.
"El kalau sudah siap kita meja makan" ajak Joen
"Siap Kak" sahut Elvano dengan memberi hormat pada Joen
El dan Joen pun menuju meja makan, disana sudah ada Mitha yang sedang menyiapkan sarapan pagi.
Sudah menjadi kebiasaan Mitha selama 6 tahun ini selalu menyiapkan makanan untuk keluarga kecilnya hingga di mengikuti kelas tata boga agar pandai memasak.
"Pagi Mah" ucap Joen dan El bersamaan sambil mencium pipi Mitha bergantian
"Pagi sayang, Papa dan Al masih belum siap" tanya Mitha
"Biasalah Mah, tuan putri ingin dikuncir rambutnya" terang El
Terlihat Allana Dan Andrea menuruni tangga dengan Allana bergelayut manja di tangan Andrea
"Pagi sayang" sapa Andrea seraya mencium bibir Mitha sekilas
Pemandangan yang sudah biasa anak-anaknya lihat, keromantisan kedua orang tuanya.
"Pagi Mah" sapa Allana dengan mencium pipi Mitha
"Pagi sayang" sahut Mitha. "Ayo sarapannya dimulai" ajaknya kemudian.
Dalam hening mereka menikmati setiap gigitan masakan orang yang sangat mereka cintai hingga suasana itu buyar saat seseorang datang untuk mengajak berangkat bareng ke sekolah
"Assalamu'alaikum" Teriak seorang gadis kecil berwajah cantik Arabella Wijaya, putri dari pasangan Aryana dan Bella.
"Wa'alaikumsalam" sahut semua yang ada di ruang makan
Ara langsung mencium punggung tangan Andrea dan Mitha sebelum keributan itu terjadi
"Loh Bang Joen, itu kan tempat duduk Ara" protes Ara saat melihat Joen duduk disamping Elvano
"Ara sini duduk samping papa" panggil Aryana yang sudah duduk di dekat Andrea.
Ara pun dengan bibir manyun mendekati papanya.
"Gak anak gak bapak seneng banget numpang makan disini" sindir Andrea
"Ck! kayak gak tau aja Ndre. Masakan Mitha ngangenin" sahut Aryana.
Selalu begitu, setiap hari mereka menghabiskan waktu bersama di meja makan.
__ADS_1
...*****~Tamat~*****...
...Terima kasih reader tersayang telah mengikuti cerita ini, semoga bisa menghibur....