Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
42. Numpang makan


__ADS_3

"Mau lo apa hah...datang-datang ke kelas orang bikin kerusuhan" seru Juliea kesal


"Gw ga ada masalah sama lo Lea jadi mending lo gak usah ikut campur," sahut Melani


" Iya Lea, mending lo diem aja ini urusan kita sama mereka berdua" sahut Deasy menimpali sambil menunjuk ke arah Shiren dan Mitha


" Oh! jadi lo kesini mau ngajak gelud sama gw," sahut Mitha sambil melipat lengan bajunya, " lo pikir gw bakal takut gitu sama lo berdua" sambungnya.


" Lea cepetan bikin surat perjanjian" sahut Mitha lagi dan semua orang yang ada disana cuma heran buat apa bikin perjanjian emangnya lagi kerjasama.


"Buat apa lo bikin perjanjian gembel" tanya Melani


"Ck! bego banget sih lo! katanya most wanted tapi IQ jongkok" ucap Mitha balas meremehkan, " gw rekam nih...gw ga akan tanggung jawab apa pun sama lo berdua Melani dan Deasy kalo nanti kita abis gelud lo masuk rumah sakit ato kuburan karena kalian berdua yang minta gelud sama gw, kalian setuju?" sambung Mitha serasa merekam suaranya di benda pipih canggih miliknya.


"Banyak bacot lo, iya gw gak akan nuntut lo karena gw tahu lo gembel yang ga punya apa-apa" ketus Melani karena dia yakin kalo pun gelud dia dan Deasy pasti menang


"Iya gw juga ga akan nuntut karena lo pasti bonyok" sahut Deasy


"Kalian apa-apaan, masa cewek berantem." sahut Akas yang sedari tadi memperhatikan, "Melani Deasy mending lo balik ke kelas sebelum aku panggil guru bk" ancam Akas pada teman sekelasnya.


"Ingat ya lo Shiren jangan lo deketin lagi tunangan gw, dan lo gembel urusan kita belum selesai" sahut Deasy dengan menunjuk muka Shiren dan Mitha


" Awas lo Mitha gembel berani deketin Damian lagi, lo berurusan sama gw." ancam Melani sebelum mereka pergi ke kelasnya.


"Cih! ambil noh Damian gw ga butuh barang bekas," sungut Mitha kesal


" Maksud lo barang bekas? dia mantan lo Tha?" tanya Yenita yang sedari tadi diam sedang Shiren dia hanya menelungkupkan wajahnya ke meja.


" Eh keceplosan gw. hehehhee" jawab Mitha malah cengengesan.


Terdengar bunyi bel tanda istirahat pun telah usai.


" Aku ke kelas dulu ya! ingat ga boleh berantem" ucap Akas lembut pada Juliea sambil memegang kedua tangan Juliea.


"Iya kalo gak lupa" sahut Juliea


" Ya udah aku pergi ya!" ucap Akas yang dibalas anggukan oleh Juliea.


"Ingat Tha ga boleh berantem" sahut Akas sebelum keluar dari kelas IPA


" Tentu bang kalo gak kepepet hehehe" sahut Mitha dengan cengirannya dan Akas hanya geleng-geleng kepala sambil berlalu pergi.

__ADS_1


*****


Bel pulang pun telah berbunyi, dengan segera Mitha bergegas pulang karena sedari tadi Andrea terus mengiriminya pesan.


Sesampainya di rumah mama Erika terlihat Andrea sedang duduk di teras rumahnya sambil memberi makan ikan di aquarium kecil.


"Assalamu'alaikum," ucap Mitha saat sudah sampai di depan Andrea lalu dia mengambil tangan kanan Andrea dan menciumnya.


"Wa'alaikumsalam sayang," jawab Andrea dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


"Lama banget sih yang sekolahnya," sahut Andrea kesal


" Bukan sekolahnya yang lama tapi kamu yang gak sabaran" ucap Mitha jengah.


" Udah yok yang pasti kamu lapar, mending kita makan!" sahut Andrea sambil menggandeng tangan Mitha menuju ruang makan.


Sesampainya disana, Andrea langsung mendudukkan bokongnya di kurai dan menyuruh Mitha untuk mengikutinya.


"Mau makan apa?" tanya Mitha yang sudah dengan piring ditangannya.


"Gimana kamu aja yang, kita makan barengan aja." sahut Andrea dan Mitha pun mulai menyendokkan nasi, rendang, sambel goreng ati dan sayur capcay kesukaannya tak lupa yang kriuk-kriuk disimpan dipiring terpisah.


"Wuih mantap kali lo Ndre, makan aja disuapin." sahut Dewa yang tiba-tiba datang dan diikuti teman yang lainnya.


"Mo pada ngapain kalian kesini, mo nyerang rumah gw ya!" sahut Andrea yang melihat teman-temannya datang banyakan.


"Eh si ogeb, kita ceritanya mau nengokin lo tapi liat lo makan kayaknya enak banget jadi sekalian aja mau numpang makan," sahut Dewa


"Masih banyak ga Tha nasi sama lauknya? cacing gw pada sirkus nih" ucap Dewa melas


"Masih kho! makan aja tapi ambil sendiri yak!" sahut Mitha kemudian membereskan piring bekas makannya tadi sama Andrea.


"Yang ambilin nasi sama lauknya yang masih di dapur" teriak Andrea saat Mitha sedang mencuci piring di dapur


Dengan segera Mitha menyimpan piringnya dan beranjak ke lemari dapur untuk melihat stok makanan.


"Neng Mitha lagi nyari apa?" tanya bi Sumi yang baru datang entah darimana.


"Ini bi, ada teman-temannya Andrea pada mau makan. Nasi sama lauknya kurang yang di meja makan" ucap Mitha


"Oh ini Neng sebelah sini. Ayo bibi bantuin!" sahut bi Sumi yang kemudian sama-sama membawa nasi dan lauk pauk ke meja makan.

__ADS_1


"Wah bibi, makasih ya bi. jangan repot-repot bi sekalian sama jus jeruknya ya!" sahut Gio yang memang datang untuk menjenguk Andrea tapi dasar teman-teman Andrea yang sudah gak ada sungkan-sungkannya saat berkunjung ke rumah Andrea pasti mereka pada numpang makan.


"Siap den" ucap bi Sumi sambil mengacungkan jempolnya setelah menyimpan semua makanan yang dibawanya.


Setelah semua makanan terhidang di meja makan, Mitha dan bi Sumi kembali ke dapur untuk menyiapkan minuman.


"Ndre beruntung banget lo dapet Mitha, perhatian kayaknya ampe makan aja lo disuapin ama dia." sahut Gio disela-sela makannya, "ntar kalo lo bosan boleh deh buat gw" sambungnya


Dug


"Sakit ogeb" pekik Gio yang mendapat tendangan di tulang keringnya oleh Andrea karena mereka duduk samping-sampingan


Hahahaha


Dewa malah ngakak melihat temannya kesakitan bukannya merasa prihatin


"Lo sih berani banget ngomong kaya gitu sama king of bucin," sahut Dewa yang masih terus tertawa


"Sebelum lo yang daftar yo, noh Aryana udah nungguin dari dulu," sambung Dewa


"Berisik kalian pada! sampai gw mati pun, gw gak akan lepasin cewek gw." seru Andrea


Hening


Semuanya kembali fokus makan daripada tuan rumah nanti ngamuk.


"Oh iya, Juna mana tumben gak ikut?" tanya Aryana yang merasa heran karena tadi chat di grup, Arjuna yang paling bersemangat.


"Tadi sih bilangnya mau nyusul, katanya jemput ceweknya dulu mau ikut kesini" sahut Bima yang sedari tadi fokus makan.


"Ck! ngapain sih bawa ceweknya segala, malesin banget" sahut Gio


"Kenapa yo? lo ada masalah sama Resha?" tanya Dewa


"Males gw ma dia, tiap hari pasti nanyain lo terus Ndre" sahut Gio yang memang rumahnya tetanggaan sama Resha.


Deg


Seketika kakinya berhenti melangkah setelah mendengar apa yang Gio bilang.


"Mungkinkah dia membenciku karena aku dekat dengan Andrea?" monolog hati Mitha yang malah diam mematung.

__ADS_1


__ADS_2