
"Adik ipar? emang kalian saling kenal?" tanya Mitha heran.
Matanya terus menelisik satu persatu cowok ganteng yang ada di depannya.
"Gak yang, mereka cuma ngaku-ngaku aja" sahut Andrea malas
"Jangan dengerin dia," sahut Orion lembut, "hai Paramitha atau Putri panggilannya?" tanya Orion kemudian lalu menjulurkan tangannya mengajak Mitha bersalaman.
"Mitha aja kak" sahut Mitha dengan mata berbinar karena bertemu langsung dengan idolanya lalu Mitha pun menjulurkan tangan kanannya untuk bersalaman dengan Orion. Namun belum sampai tangannya bersentuhan, Andrea langsung menepis tangan Orion dengan kasar.
"Gak ada salaman! kamu juga yang, cowok modelan mereka dijadiin idola," sungut Andrea dengan muka ditekuk sedang keempat sepupunya hanya menahan tawa melihat kelakuan Andrea.
"Ishh... baby cute kita posesif sekali," goda Yohan yang mendapat pelototan dari Andrea.
"Udah yuk yang kita pulang," ajak Andrea pada Mitha
"Yang boleh ya kalo minta foto dulu bareng sama mereka," bisik Mitha pada Andrea
"Gak"
"Ishh..sekali aja ya." ucap Mitha dengan memgedip-edipkan matanya penuh harap
Andrea yang melihatnya dibuat gemas, ingin sekali menerkam istrinya
"Boleh, tapi harus dibayar tunai," ucap Andrea dengan senyuman smirk di bibirnya.
Dan Mitha hanya mengangguk menyetujui apapun keinginan Andrea.
Cup
Andrea langsung mengecup bibir Mitha sekilas membuat sepupunya dibuat melongo.
Theo yang tersadar duluan langsung menepuk pundak Orion yang ada disebelahnya.
"Kalah lo yon sama si baby," sahut Theo pada Orion
"Berarti diantara kita hanya gw yang masih perjaka" ucap Orion sambil mengelus-ngelus bibirnya
"Gue juga perjaka" sahut Peter sang casanova Mahardika
"Cih! Perjaka lo cuma di KTP doang tapi benih lo ceceran di emper toko," sahut Yohan dengan memutar bola mata malas.
"Kaya lo yang nggak aja Han," seru Peter
"Gue sih gak ceceran, yang namanya sebar benih ya harus di kebun yang jelas pemiliknya biar bisa dipanen," sahut Yohan
" Ya gue sih seleksi kebun yang berkualitas tinggi biar benih gue hasilnya berkualitas dan gak mudah mati." sahut Peter
"Udah kalian semua kalah ma gue, benih gue kan udah tumbuh subur bentar lagi panen," sahut Theo dengan santainya karena pacarnya kebobolan sehingga bulan depan dia memutuskan untuk menikah.
"Emang kalian mau tanam benih apa?" tanya Mitha, "disamping kebun kakek ada yang mau jual tanah kak" sambungnya
__ADS_1
Hahahaha
Theo, Yohan, Peter, dan Orion langsung tergelak mendengar penuturan Mitha.
"Kalo kebun kamu dijual gak?" tanya Peter setelah reda tawanya.
Duk
Awwww...
Andrea langsung menendang tulang kering Peter sebagai peringatan.
"Aku gak punya kebun kak, yang punya kakek" sahut Mitha
"Cepetan yang kalo mau difoto!"
Dengan berbagai fose Mitha mengambil gambar bersama idolanya. Dan gak ketinggalan Andrea yang selalu ikut berfoto.
***
Pagi telah menyapa, Andrea dan Mitha telah melaksanakan kewajiabannya sebagai seorang muslim. Andrea mengecup kening Mitha lama.
"Sayang, kamu baik-baik disini ya! tunggu aku kembali!" ucap Andrea yang merasa enggan akan meninggalkan Mitha tapi keadaan yang memaksanya.
"Aku pasti akan menunggumu," ucap Mitha dengan penuh keyakinan setelah semalam Andrea memberitahu tentang kepergiannya.
Pranggg
"Yang kenapa kacanya pecah" tanya Mitha dengan menggelayuti tangan Andrea
"Mungkin tadi kesenggol sama si pussy makanya pecah"
"Yang aku takut, bisa dicancel gak perginya?"
"Gak bisa yang, aku udah ditunggu sama kakek." ucap Andrea sambil mengelus tangan Mitha untuk menenangkan.
"Janji ya kamu pasti kembali" ucap Mitha dengan mengacungkan kelingkingnya.
"Iya" Andrea langsung menautkan kelingkingnya, meski hatinya pun merasa was was tapi sebisa mungkin dia menepisnya tidak ingin membuat Mitha tambah khawatir.
"Kita lihat sunrise yuk!" ajak Andrea dan Mitha pun hanya mengikuti.
Andrea dan Mitha menuju rooftop rumah mama Erika di lantai 3 yang hanya ada kolam renang dan ruang fitnes. Mitha berdiri di depan Andrea diujung pagar pembatas menghadap ke timur menanti sang surya menampakkan sinarnya
Seperti ini kira-kira posisi Andrea dan Mitha.
"Sayang kalau nanti kita punya anak, aku ingin punya anak cewek" ucap Andrea sambil mengelus lembut perut rata Mitha.
"Kenapa emangnya?"
__ADS_1
"Aku ingin anak-anakku bisa menikmati masa kecilnya, bahagia bersama kita kedua orang tuanya." ucap Andrea dengan menerawang jaub ke depan.
"Tapi aku ingin punya anak cowok, biar dia bisa menjagaku"
"Baiklah kita bikin dua sekaligus"
"Ndre"
"Hmm"
"Apa kamu sangat ingin punya anak?" tanya Mitha dengan badan menghadap ke Andrea
"Iya, biar cinta kita makin kuat dengan kehadiran mereka" ucap Andrea, "agar ada yang menjaga dan menemanimu disaat aku tidak ada disampingmu." Andrea bicara hanya dalam hati
"Sayang lihatlah betapa cantiknya sunrise" ucap Andrea sambil membalikkan badan Mitha agar bisa menikmati sunrise.
"Subhanallah cantiknya"
"Sunrise memang sangat cantik tapi dihatiku hanya kamu yang paling cantik dari segalanya" ucap Andrea hingga membuat rona merah di pipinya dan memacu ritme jantung Mitha berdetak lebih cepat.
Andrea terus mengendus dan sesekali menyesap leher jenjang Mitha hingga ada gelayar aneh yang meningkatkan libido. Diraupnya bibir Mitha yang menjadi candunya hingga semakin cerah mentari bersinar, semakin panas suasana yang mereka ciptakan.
Dengan tak sabaran Andrea membopong Mitha seperti kanguru ke kamar khusus yang ada di ruang fitnes hingga pelepasan demi pelepasan pun tercipta diiringi merdunya d*sahan dua insan yang terbakar hasrat yang membara. (mon maaf othor ga sanggup kalo harus detail)
***
"Bi apa Ade sudah bangun?" tanya mama Erika pada bi Sumi saat jam sudah menunjukkan angka 9, karena sedari tadi mama Erika telponin ga diangkat.
"Sudah dari subuh Nyah, malah tadi bibi yang bersihkan pecahan kaca rias di kamarnya" jawab bi Sumi, "mungkin fitnes Nyah, karena tadi bibi lihat naik ke atas" sambungnya.
"Oh...ya udah bi ke atas dulu ya," ucap mama Erika kemudian naik ke lantai tiga dengan menggunakan lift.
Sesampainya disana terlihat ruangan kosong seperti tak berpenghuni, kolam renang dan gazebo pun seperti tidak ada tanda-tanda bekas dipakai.
Saat akan berbalik, mama Erika teringat pada kamar khusus Andrea yang terlihat sepi diluar.
Tok tok tok
"De udah jam sembilan, papa udah nungguin" teriak mama Erika pada intercom yang dipasang disamping pintu karena kamar khusus Andrea kedap suara.
" Kemana tuh anak," gumam mama Erika saat tak ada sahutan dari dalam.
Sementara di dalam kamar, Andrea dan Mitha yang baru terlelap 15 menit lalu setelah pagi panas mereka langsung terkaget mendengar suara mama Erika di intercom.
Dengan tergesa Mitha memakai bajunya yang sudah berserakan dan Andrea melenggang ke kamar mandi yang ada disana.
...*****...
...Happy reading...
...Jangan lupa like comment vote rate dan masuk daftar favorite ya!...
__ADS_1