
Shiren seketika melepaskan genggaman tangannya dari dr. Reyhan, malu itulah yang dia rasakan. Setelah kejadian di rumah sakit dengan dokter Reyhan, mama Shiren langsung menjodohkannya dengan dr. Reyhan. Apalagi dr. Reyhan memiliki posisi penting di rumah sakit sehingga tak perlu berpikir dua kali untuk menjodohkan Shiren dengan dr. Reyhan.
"Shi gak usah malu, santuy aja" ucap Mitha dengan sedikit mengulas senyum.
Shiren langsung menarik tangan Mitha agar sedikit menjauh dari Andrea dan dr. Reyhan
"Tha jangan bilang yang lain ya! sebenarnya gue gak mau ma dia tapi mama sama papa maksa" ucap Shiren pelan
"Ga papa kali Shi, dr. Reyhan baik kho! malah kata Andrea dia belum pernah pacaran," sahut Mitha pelan, "cara terbaik untuk bisa move on dari Gusti ya harus dengan cinta yang baru, semoga kalian langgeng ya!" sambung Mitha.
"Iya! do'ain aja ya" sahut Shiren pelan
"Do'ain apa dek" tanya dr. Reyhan yang datang nyamperin Mitha dan Shiren.
"Kepo banget sih mas!" jawab Shiren ketus
"Shi gak boleh gitu" Mitha mengingatkan
"Gak papa Tha, shiren malah makin cantik kalo ketus gitu" gombal dr. Reyhan dengan tersenyum manis meski sebenarnya ada sayatan kecil di hatinya tapi dia sudah bertekad untuk meluluhkan hati Shiren.
"Ck ck ck...Gak nyangka gue kak, lo bisa lebay gitu" Seru Andrea sambil berdecak
"Diam kau tuan muda" seru dr. Reyhan yang langsung mendapat pelototan dari Andrea
"Udah mending kita cari makan yuk! laper" sahut Mitha dengan mengelus-elus perutnya.
"Ayo yang kita cari Resto yang bisa lesehan," sahut Andrea sambil menggandeng tangan Mitha, "mau ikut ga kak Rey?" tanyanya kemudian pada dr. Reyhan.
Sebelum menjawab pertanyaan Andrea, dr. Reyhan meminta persetujuan dulu pada Shiren. "Gimana mau gabung gak dek?"
"Ya udah yuk ikut aja" jawab Shiren yang tidak mau terlalu lama berduaan dengan dr. Reyhan.
Setelah menemukan resto yang menyediakan tempat untuk duduk lesehan mereka pun memasukinya dan langsung memesan menu yang mereka sukai.
Alih-alih menghindar agar tidak berduaan terus dengan dr. Reyhan, Shiren malah disuguhi pemandangan yang bikin panas hareudang karena ulah Andrea.
Saat sedang menunggu pesanan datang, Andrea tanpa malu malah tiduran di paha Mitha dengan wajah menghadap ke perut Mitha.
"Yang, nanti kalo kita punya anak, aku gak mau anak kita dijodohin sama anaknya kak Rey" ucap Andrea sambil menciumi perut datar Mitha
"Yang, ikh jangan gini malu ditempat umum"ucap Mitha
"Yang makannya juga cuma kita doang kho!" sahut Andrea santai sambil tangannya mengelus punggung Mitha.
"Eh iya, pada kemana pengunjung yang tadi makan" Shiren mengedarkan pandangannya dan memang dia tidak mendapati pengunjung lain selain mereka.
"Ck! ini mah kerjaannya tuan muda" gumam dr. Reyhan pelan
"Yang, kak Rey payah ya! udah dikasih kesempatan tapi tidak dimanfaatkan kaya kita" sahut Andrea sambil mengubah posisinya menjadi duduk disamping Mitha.
__ADS_1
Cup
Tanpa bicara lagi Andrea langsung mencuri ciuman di bibir Mitha sekilas.
"Yang! ikh kamu mah nakal" seru Mitha yang kaget mendapat serangan mendadak.
"Cih! urat malu lu udah putus ya Ndre" sahut Shiren jengah
Cup
"Gak boleh ngomong gitu dek, mending ikutan juga daripada jadi penonton" ucap dr. Reyhan setelah mencium pipi Shiren membuat Shiren langsung mematung dengan pipi merona.
Mitha hanya mengulas senyum melihat rona di wajah Shiren, "semoga kamu bahagia terus bersama dr. Reyhan"(batin Mitha)
Tak lama pesanan pun datang, Andrea seperti biasa makannya selalu minta disuapi sama Mitha. Mitha dengan sabar menuruti kemauan Andrea.
Setelah menghabiskan makannya, kedua pasangan itu berpisah karena Andrea dan Mitha akan ke supermarket untuk membeli keperluan barbeque nanti malam sedangkan Shiren dan dr. Reyhan mereka langsung pulang.
***
Semuanya sudah berkumpul di rooftop rumah mama Erika, ada mama Erika dan papa Jae Sung, ada keluarganya pak Bens, dan keluarga Aryana tak ketingggalan sepupu somplak Andrea dengan formasi lengkap karena Daniel baru datang tadi siang.
"Kak biar aku bantu," ucap Felly yang baru datang bergabung
"Eh Felly apa kabar?" tanya Mitha dengan mengulas senyum.
Seketika Mitha menghentikan gerakan tangannya yang sedang menyusun piring dan gelas, "iya ga papa Fel" ucap Mitha dengan suara serak menahan tangis
Bukan Mitha ingin melupakan kakek dan neneknya tapi setiap ada orang yang membicarakannya, dia selalu ingin menangis.
"Kakak ke toilet dulu ya!" pamit Mitha pada Felly
Andrea yang melihat gelagat aneh dari Mitha langsung mengikutinya.
Karena berjalan dengan tergesa tanpa sengaja dia menabrak seseorang yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya.
"Maaf" ucap Mitha tanpa melihat orang yang ditabraknya kemudian dia langsung berlari menuju kamar persembunyian Andrea yang ada di ruang fitnes.
"Ck gadis rapuh yang sok kuat itu ternyata ceroboh juga, tapi kenapa tiap bertemu dia selalu menangis" gumam Zidan heran. Ya yang ditabrak Mitha itu Zidan, dia datang ke acara barbeque keluarga Andrea karena diundang oleh teman-teman sepermainannya, siapa lagi kalau buka sepupu somplaknya Andrea.
Ceklek
Otomatis pintu kamar terbuka setelah Andrea menempelkan jempol kanannya di alat pemindai yang ada di atas knop pintu.
Terlihat Mitha sedang membenamkan wajahnya pada bantal.
" Sayang kenapa?" tanya Andrea setelah dia duduk dipinggir ranjang sambil mengelus rambut Mitha
Mitha tak menjawab pertanyaan Andrea tapi dia langsung menghambur ke pelukan Andrea.
__ADS_1
"Sayang apa ada nyakitin kamu?" tanya Andrea lagi
"Takdir yang udah nyakitin aku Ndre, dia tega merenggut orang-orang yang kusayang , orang-orang yang tulus sayang ma aku" sahut Mitha dengan suara serak
Andrea melonggarkan pelukan Mitha kemudian dia menangkup kedua pipi Mitha dengan kedua tangannya.
"Sayang yang ikhlas dengan kepergian kakek dan nenek, biarkan mereka tenang disana." ucap Andrea lembut, "jangan merasa sendiri karena ada aku yang akan selalu temani kamu" ucap Andrea lagi.
"Makasih untuk semuanya" ucap Mitha tulus
"Yang, berterima kasihnya dengan cara yang benar" ucap Andrea datar
Mitha yang mengerti maksud Andrea langsung mencium pipi Andrea tapi Andrea tidak mau menghilangkan kesempatan, dengan segera dia meraup candunya menuntaskan yang tertunda tadi pagi hingga orang-orang yang diluar sana dibuat menunggu karena dua insan yang sedang bergejolak gelora mudanya tak kunjung keluar dari kamar persembunyian Andrea.
Setelah satu jam Andrea dan Mitha memadu kasih, akhirnya mereka akhiri dengan pelepasan yang membuat otot sendi melemas.
Setelah membersihkan diri, Andrea dan Mitha pun keluar dari kamar untuk bergabung bersama yang lain.
Ceklek
Tet tet tet tet tet
Suara terompet bersahutan ditiup oleh kelima sepupu Andrea membuat Mitha bersembunyi dibalik badan Andrea.
"Wowww mandi basah lo dek" sahut Daniel saat melihat rambut Andrea yang terlihat basah sehabis keramas
"Mandi ya basah lah bang, kalo kering namanya tayamum. gitu aja ga tau" sahut Andrea ketus, "ngpain juga kalian pada di depan pintu?" tanya Andrea kemudian masih dengan mode jutek
"75 menit kalian berdua ada dikamar ini, ngapain aja" tanya Yohan dengan menaik turunkan alisnya.
"Seriusan bang mereka selama itu didalam" tanya Orion memastikan dan Yohan hanya menganggukkan kepalanya
"Kalian para jones mana ngerti apa yang dilakukan orang berpasangan" jawab Andrea dengan angkuhnya sambil bersidekap dada.
"Wow keren adek gue udah gede cuy, ntar abang kasih resepnya biar adonannya hasilnya bagus" sahut Theo
"Nah ini baru abang gue, ngerti kebutuhan adiknya" sahut Andrea dengan senyum mengembang
Tiba-tiba datang seorang gadis cantik dengan tinggi semampai bak model kulit putih mata sipit yang langsung memeluk Andrea.
"Long time no see Ndre, aku kangen banget ma kamu"
"Vanesha" ucap Andrea lirih dengan jantung yang berdegup kencang, "kalo Vanesha ada di sini berarti si tua bangka juga ada disini"(batin Andrea)
...*****...
...Happy reading...
...Jangan lupa ya like comment vote rate gift dan di favorite!...
__ADS_1