Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
54. Istri dan sahabat kesayangan


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan keluarga Melani, Andrea berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan terus merangkul Mitha sedang sebelah tangannya dia masukkan ke dalam kantong celananya. Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka, ada yang iri dengan keromantisan mereka Ada juga yang mencibirnya tapi tidak sedikit yang mengaguminya.


Saat telah sampai di depan ruangan dokter Reyhan, tanpa mengetuk pintu Andrea langsung masuk ke dalam hingga membuat sang pemilik ruangan terkejut dengan kedatangannya.


"Ck! kebiasan kamu Ndre kalo masuk main nyelonong aja," gerutu dr. Reyhan dan yang kena omel hanya nyengir tanpa rasa bersalah.


"Assalamu'alaikum pak dokter yang ganteng sejagad raya tapi sayangnya jones" Andrea mengucap salam yang membuat dr. Reyhan awalnya tersenyum tapi berujung cemberut.


"Wa'alaikumsalam Andrea si anak mami," jawab dr. Reyhan membalas ledekan Andrea. Dan Mitha hanya tersenyum mendengarnya.


"Ngapain kesini tuan muda, gangguin orang kerja." tanya dr. Reyhan.


"Emang ada yang, orang lagi kerja sambil rebahan di sofa dengan tangan menutupi mata," sahut Andrea seolah bertanya ke Mitha padahal yang sebenarnya menyindir dr. Reyhan.


"Mungkin dokter lelah abis memeriksa pasien yang," sahut Mitha


"Seratus untuk Mitha," sahut dr. Reyhan sambil mengacungkan jempolnya,


Andrea langsung duduk disamping dr. Reyhan dengan memasang tampang memelas dia memulai aksinya.


"Kak Rey boleh pinjem mobilnya, kasian Mitha udah malem kalo harus pake motor," rayu Andrea dengan mata berbinar penuh pengharapan.


Akh sial tiap kali Andrea memasang wajah begitu pasti dr. Reyhan tidak pernah bisa menolaknya.


"Itu ambil kuncinya diatas meja," sahut dr. Reyhan


"Makasih kakakku yang ganteng tapi jones," sahut Andrea sambil memeluk dr. Reyhan sebentar kemudian langsung mengambil kunci mobil dan menyimpan kunci motornya diatas meja kerja dr. Reyhan.


"Cepatlah pulang tuan muda jangan keluyuran lagi," ucap dr. Reyhan saat Andrea dan Mitha berpamitan untuk pulang.


"Baiklah kak kita pulang duluan," sahut Andrea dan Mitha hanya tersenyum manis sebagai salam perpisahan.


Selama perjalanan pulang, Mitha terlelap di kursi penumpang dengan sesekali Andrea melihat Mitha yang tertidur dengan pulas.


"Entah bego atau terlalu baik hingga kamu mau menolong orang yang telah menyakitimu, padahal aku sangat ingin melihat dia hancur sehancur hancurnya." gumam Andrea sambil tangan sebelahnya mengelus pipi Mitha dan tangan satunya lagi memegang kemudi.


Sesampainya di rumah mama Erika, Andrea langsung menggendong Mitha ke lantai atas dan menidurkannya di ranjang king size miliknya.


"Yang ganti baju dulu," sahut Andrea membangunkan Mitha setelah dia terlebih dulu membersihkan dirinya.

__ADS_1


Tak ada reaksi apapun dari Mitha meski Andrea terus menggoncang-goncangkan tubuhnya.


Tanpa berpikir panjang lagi, Andrea langsung mengambil handuk kecil dan ember kecil yang sudah diisinya dengan air hangat.


Satu persatu dia mulai membuka baju Mitha tapi si empunya masih saja pulas dalam tidurnya.


Dengan telaten dia mulai membersihkan badan Mitha yang ada dibawah selimut dan kemudian memakaikannya baju kembali.


"Segitu lelahnya kamu yang, ampe aku lappin gak bangun juga malah si pimen yang bangun ingin masuk ke rumah impiannya." gumam Andrea sambil memandang lekat Mitha yang tertidur pulas disampingnya hingga akhirnya Andrea pun menyusul Mitha ke dunia mimpi sambil memeluk istri sekaligus sahabat kesayangannya.


***


Pagi pun menjelang dan haripun telah berganti, kini tibalah pada hari dimana tim basket memperebutkan gelar sang juara.


Andrea sudah bersiap dengan baju timnya karena rencananya dia mau langsung ke sekolah Mitha sedang absennya dia titipkan pada Dewa.


"Yang sarapan di kantin aja yuk!" ajak Andrea, " Aku pengen makan siomay" sambungnya saat menuruni anak tangga.


"Boleh tuh yang, aku juga kangen pengen siomay" sahut Mitha yang menyetujui ajakan Andrea


"Mah kita langsung berangkat aja ya, mau makan siomay di kantin sekolah," pamit Andrea pada mama Erika yang sedang sarapan sendiri.


"Iya mah," dan Mitha pun langsung memasukan roti bakar ke dalam tepak yang diambilnya dari dapur.


Andrea dan Mitha pun berangkat dengan mobil kesayangan Andrea karena dia takut pulangnya kemalaman lagi.


Sesampainya di sekolah, sudah banyak siswa siswi yang datang begitupun dengan teman-teman Mitha.


"Ndre lo gak ke sekolah dulu" tanya Akas yang bertemu di parkiran saat dia melihat Andrea sudah siap dengan baju tim basketnya.


"Gak akh males gue, mending sama dia" ucap Andrea dengan mencolek dagu Mitha dan mengedip-ngedipkan mata nakalnya.


"Ishh! kamu tuh genit banget Ndre" sahut Mitha yang menepis tangan Andrea.


"Genit juga cuma sama kamu yang" sahut Andrea


"Masa? trus dulu yang suka tepe tepe sama cewek cantik bin bohay itu siapa ya?" sahut Mitha memutar bola matanya malas


"Udah akh yang, pagi-pagi gak boleh ribut apalagi ungkit masa lalu. Gak baik!" seru Andrea yang tidak ingin berdebat dengan Mitha.

__ADS_1


"Kalian tuh pasangan ajaib yang kadang ribut tapi bucinnya gak ketulungan," ucap Akas sambil geleng-geleng kepala.


"Udah yuk bee ke kantin laper" ajak Juliea pada Akas sambil menggandeng tangan Akas.


"Yang ga gandeng tanganku?" tanya Andrea pada Mitha


"Gak ada" seru Mitha sambil berlalu meninggalkan Andrea, dan seketika Andrea pun langsung mengejarnya dan merangkul Mitha seperti biasa.


"Ndre ikh tangannya, ini di sekolah gak enak sama yang lain," ucap Mitha pelan


"Kenapa? malu punya pacar kayak aku?" tanya Andrea sendu.


"Bukan gitu maksudku, ikh kamu mah baperan" sahut Mitha dengan mencolek pipi Andrea.


"Jangan dicolek yang! di sun aja!" sahut Andrea dan langsung praktek mencium pipi Mitha hingga membuat Mitha diam tak lagi bicara.


Sesampainya di kantin Mitha langsung memesan Siomay pada mang Yanto, penjual siomay dan batagor yang melegenda di SMA Garuda.


"Yang kho diem aja sih," tanya Andrea saat sedang menikmati siomay yang dicampur batagor.


"Lagi makan" jawab Mitha singkat


"Yang kamu marah ya?" tanya Andrea memastikan karena dia menyadari perubahan sikap Mitha yang lebih banyak diamnya.


"Udah tahu masih nanya" gumam Mitha pelan


"Kamu marah karena tadi disun? kamu malu pacaran ma aku?" tanya Andrea


Seketika Mitha menghentikan makannya dan langsung minum untuk mempercepat laju makanan masuk ke dalam lambung.


"Bukannya aku malu pacaran ma kamu tapi kamu kan tahu aku tuh anak beasiswa disini yang harus menjaga prilaku apalagi aku sudah kelas XII yang harus memberi contoh yang baik pada adik kelas." seru Mitha panjang kali lebar.


"Iya aku minta maaf, aku terlalu bahagia saat selalu bersamamu," ucap Andrea sendu hingga membuat Mitha tak enak hati melihatnya.


"Yang, aku juga sangat bahagia bisa bareng terus ma kamu. Aku mohon kamu ngerti posisi aku disini." ucap Mitha lembut


...*****...


...Happy reading...

__ADS_1


...Jangan lupa Like comment vote dan di favorite ya!...


__ADS_2