
"Beneran Lo jadian sama si Mitha itu Ndre," tanya Arjuna
"Iya! Baru kemaren gue jadian sama dia pas lo lagi camp," jawab Andrea santai.
"Kho lo mau sama dia, emang lo ga tau dia itu murahan," sahut Arjuna
Srettt
Dengan satu gerakan Andrea langsung mencengkram kerah baju Arjuna
"Ngomong gitu lagi gue sobek bacot lo!" Andrea geram dengan apa yang dikatakan sahabatnya, "Gue yang udah kenal lama sama dia dan omongan lo itu gak mendasar sama sekali," sambungnya lalu dia menghempaskan Arjuna begitu saja.
Setelahnya Andrea langsung pergi dari kelas.
"Kemana lo Ndre?" tanya Aryana
"Toilet"
"Bukan Mitha yang murahan tapi cewek lo yang perlu dipertanyakan," sahut Aryana sebelum kemudian dia menyusul Andrea ke toilet. Sedang Dewa hanya geleng-geleng kepala.
"Cihh cewek model gitu aja dibelain, gak tahu aja mereka gimana kelakuan tuh cewek di sekolahnya," gerutu Arjuna
"Gue sih tahu Jun, gimana ceweknya Andrea. Dia emang deket sama banyak cowok tapi mereka murni berteman kalopun ada temen cowoknya yang suka sama dia terus itu salahnya dia gitu?" papar Dewa yang emamg pernah sekelas sama Mitha waktu SMP dulu meski cuma 1 tahun, "lo ngomong kayak gitu karena lo cuma denger dari pihak yang salah," sambungnya.
"Tau akh kalian semua, belain aja terus dia karena dia teman kalian" sungut Arjuna yang kesal dan Dewa hanya mengendikkan bahunya.
*****
Bel pulang sekolah pun berbunyi dan semua siswa menghentikan kegiatan belajarnya untuk pulang ke rumah masing-masing. Begitupun dengan Mitha dan teman-temannya yang berencana untuk latihan band.
"Yakin Tha gak ikut latihan bareng kita?" sahut Zyan yang berjalan beriringan dengan Mitha di koridor sekolah.
"Sorry bang Zy bukannya ga mau tapi gue udah punya janji sama..."
"Iya aku ngerti." Belum selesai Mitha bicara, Zyan sudah memotongnya. Sungguh Zyan sangat tidak ingin mendengar nama itu keluar dari mulut Mitha
"Hehehehe....next time aja yang bang, padahal pengen banget tahu rumah bang Zyan yang kata anak-anak kaya istana," tutur Mitha
"Jangan percaya sama mereka kalo kamu belum melihatnya langsung," sahut Zyan lalu mengusak rambut Mitha
"Ck! kenapa sih para cowok seneng banget berantakin rambutku," sungut Mitha kesal dengan bibir yang mengerucut.
__ADS_1
"Jangan gitu Tha! Jangan meruntuhkan imanku," sergah Zyan
"Idiwww bang Zy udah pinter gombal," sahut Mitha sambil memukul tangan Zyan pelan.
"Padahal apa yang kukatakan selalu jujur dari hatiku tapi semuanya hanya kamu anggap candaan," batin Zyan
Sesampainya di parkiran terlihat teman-temannya sudah menunggu dan dua orang gadis cantik yang merupakan adik kelasnya.
"Eh ada Felly mau ikut latihan juga?" sapa Mitha duluan karena Felly lagi ngobrol sama temannya
"Eh kak Mitha, enggak kho kak! kita cuma mau nebeng sampai rumah. Ya kan Lit?" sahut Felly yang sedang bersama Lolita, "Oh iya kak ini undangan ultah aku, ntar dateng ya! Harus pokoknya," sambungnya
"In sya Allah dek," sahut Mitha, "Kalian juga dapet?" tanya Mitha pada teman-temannya yang dijawab anggukan oleh mereka.
"Beneran gak ikut Tha?" tanya Juliea memastikan
"Lain kali aja, gue duluan ya!" sahut Mitha yang kemudian pergi setelah mendapat pesan dari Andrea
"Dasar bucin Andrea!" seru Shiren
"Jadi beneran kalo kak Mitha dan kak Andrea pacaran?" tanya Lolita yang sedari tadi diam.
"Iya!" jawab Shiren
"Emang Resha bilang apa aja?" tanya Yenita penasaran
"Kak Mitha tuh suka godain cowok sama suka ngerebut cowok orang," sahut Lolita
Hahahahaha
Anton ketawa ngakak mendengar omongan Lolita
"Pacaran aja baru sekarang gimana dia bisa suka ngerebut cowok orang, dan itu suka godain cowok, cowok mana yang dia goda kalo sama kita mah da emang kita cuma becanda," sahut Anton menjelaskan ditengah-tengah tertawanya, "Mau maunya lo dihasutin jelek," sambungnya.
"Ya udah yok berangkat!" sahut Zyan menengahi dan mereka pun segera masuk dalam kendaraannya masing-masing menuju rumah Zyan.
*****
Sementara Mitha dan Andrea sebelum pulang ke apartemen, mereka mampir dulu di kedai bakso untuk mengisi perut yang keroncongan.
"Yang nanti malam kita ke rumah mama, papa ngajak makan malam bersama," ucap Andrea saat menunggu bakso mereka datang.
__ADS_1
"Oh! ya udah tapi kho aku takut ya!" sahut Mitha, "Kira-kira papamu bisa nerima aku nggak ya?" sambungnya
"Tenang aja ada aku yang akan belain kamu, jagain kamu, selama ada aku pasti kamu akan baik-baik saja," sahut Andrea sambil menggenggam tangan Mitha
"Makasih suamiku!" diucap Mitha lalu mencium tangan Andrea yang sedang menggengam tangannya.
Andrea hanya mengusak rambut Mitha gemas, seandainya sekarang lagi di apartemen sudah dipastikan dia akan melahap candunya.
Pesanan mereka pun datang dan mereka makan dengan tenang. Andrea yang lebih dulu menghabiskan baksonya hanya terdiam melihat Mitha dengan mie ayam baksonya
"Sungguh aku tak pernah mengira akan menikah muda denganmu Tha, tapi sangat bahagia bisa selalu bersamamu," batin Andrea
Mitha yang merasa ada yang memperhatikan menghentikan makannya, dia melihat suaminya yang sedang melamun sambil melihatnya.
"Mau?" tanya Mitha sambil mengarahkan garpu yang berisi mie ka mulut Andrea, Andrea pun membuka mulutnya dan memakan mie suapan dari Mitha yang seketika membuat mukanya berubah merah karena pedas.
"Pedas banget Tha....perut kamu kuat itu makan mie sepedas itu?" tanya Andrea setelah menghabiskan minum hingga tandas.
"Tentunya suamiku sayang" sahut Mitha yang telah selesai makan
"Ya udah yok kita pulang!" ajak Andrea yang dijawab anggukan oleh Mitha.
Setelah membayar mereka pun bergegas pulang ke apart Andrea karena mereka memutuskan untuk mandiri.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memerhatikan keduanya dengan tangan terkepal
"Sial...gue benci banget sama lo Paramitha Putri, lo selalu merebut perhatian cowok yang gue suka."
*****
Malam pun menjelang, Andrea dan Mitha sudah sampai di rumah mama Erika, sebuah rumah yang bergaya modern minimalis dengan halaman yang tidak terlalu besar namun terdapat taman mini yang menyejukkan setiap mata yang memandang, rumah dengan tiga lantai yang mana kolam renang dan tempat gym di rooftop lantai 3.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam," sahut Mama Erika yang sedang di dapur menyiapkan makanam untuk makan malam bersama suami, anak, dan menantunya.
Andrea dan Mitha pun manyalami Mama Erika
"Papa mana mah?" tanya Andrea
"Papa disini boy," sahut Papa Jae yang sudah ada di ambang pintu dapur karena tadi pas mendengar suara putranya mengucap salam, dia bergegas turun ke lantai satu.
__ADS_1
...*****...