
Mitha hanya bisa menghela nafas dalam mendengar penuturan Sari, meski sebenarnya dia sakit hati dengan apa yang telah Sari lakukan tapi Mitha juga tidak tega apabila Sari harus bermasalah dengan BK, apalagi Mitha dan Sari sama-sama anak beasiswa yang mana harus bisa menjaga prilaku dan prestasi selama bersekolah disini.
"Mungkin aku bisa maafin kamu tapi kamu harus minta maaf sama Melani Sar dan menjelaskan semuanya, karena dia yang paling dirugikan dengan tindakanmu." ucap Mitha dengam memandang dalam pada Sari.
"Makasih Tha"
Setelahnya Sari berpamitan untuk keluar dari UKS.
"Ck! kamu mah yang malah dilepasin gitu aja, kalo dia cowok udah ku tonjok dari tadi" sungut Andrea yang masih kesal .
"Gak perlu ngotorin tangan kita untuk membalas orang yang jahat sama kita, karena nanti juga akan ada yang membalasnya." ucap Mitha lembut sambil mengelus tangan Andrea yang sedari tadi menggemggamnya.
"15 menit lagi maen yang kedua, lo gak ikut maen Ndre? bukanya sekolah lo sama Tridaya yang maen?" tanya Akas
"Iya gue ikut maen,"
"Ya udah yuk kita ke lapang, kasian juga adik kelas cuma berdua yang ngurus konsumsi" ajak Mitha dengan bersemangat
"Cieee yang mau ketemu mantan" goda Shiren pada Mitha
"Mantan? maksudnya kamu pernah pacaran sama anak Tridaya yang?" tanya Andrea pensaran, "kho aku gak tahu ya" gumam Andrea pelan tapi masih bisa didengar oleh Mitha.
"Gak penting juga, ngapain harus tahu." sahut Mitha yang langsung berdiri dari duduknya.
Dan akhirnya mereka semua pergi ke lapangan basket untuk menonton pertandingan selanjutnya.
"Kak Mitha ga papa?" tanya Cintya saat Mitha baru sampai, "kata kak Anton kak Mitha jatuh keseleo jadi dibawa ke UKS" sambungnya.
"Akh iya ga papa, udah baikan kho." jawab Mitha gugup, "bisa-bisanya Anton kasih alasan kalo gue keseleo" gumam Mitha pelan
"Wah anak Negeri cakep-cakep pesona sultan semua," pekik Lusi histeris, "wah ada ka Andrea juga" sambungnya
"Cin lo pengen tau kan kak Andrea yang pernah gue ceritain? itu Cin yang pake bando." sahut Lusi yang terus saja mengoceh, "makin cute aja jadi gemesin pengen gue pelukin terus" sambung Lusi
"Bukannya kalo yang pake bando itu yang suka antar jemput kak Mitha ya!" ucap Cintya yang sudah beberapa kali melihat Andrea pulang pergi ke sekolah bersama Mitha.
"Emang iya kak, emang punya hubungan apa kakak sama kak Andrea?" sahut Lusi dengan nada yang kurang bersahabat dan Mitha hanya mengendikkan bahunya.
__ADS_1
Terlihat Andrea beberapa kali memasukan bola kedalam keranjang lawan dan setelahnya dia menjentikan jempol dan jari telunjuknya membentuk simbol love ke arah Mitha tapi lagi-lagi Lusi yang malah kegeeran sedang Mitha hanya membalasnya dengan isyarat bibirnya mengucapkan 'love u too'
Peluit panjang pun berakhir tanda babak pertama telah berakhir, Andrea dengan segera menghampiri Mitha dengan lap dan air mineral ditangannya.
"Yang lapin keringatku" sahut Andrea dan Mitha hanya menuruti permintaan Andrea tanpa banyak bicara
"Yang aku minta hadiah karena aku paling banyak cetak poin" sahut Andrea lagi setelah dia selesai minum
"Mau hadiah apa? tapi jangan yang mahal-mahal nanti suamiku marah" sahut Mitha.
Cup
Andrea langsung mencium pipi Mitha sekilas hingga membuat Lusi menutup mulutnya merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya
"Aku udah ambil hadiahku, makasih wife" ucap Andrea dengan berbisik di telinga Mitha hingga membuat wajah Mitha merona.
"Yang ikh malu! banyak yang lihatin" ucap Mitha dengan memukul tangan Andrea pelan namun bibirnya tersenyum malu-malu kucing.
"Idih merona shy shy cat lagi," sahut Andrea terkekeh kemudian mengusak kepala Mitha gemas.
"Kak Andrea dan kak Mitha pacaran?" tanya Lusi yang sudah gatal dari tadi ingin bertanya.
"Yang aku gabung dulu ya!" pamit Andrea kemudian.
***
Sepulang dari sekolah, Mitha dan teman-temannya menjenguk Melani yang kata Damian, Melani keguguran dan kehilangan banyak darah sehingga membutuhkan pendonor karena di rumah sakit hanya tersisa 1 kantong darah.
Mitha yang kebetulan memiliki darah yang sama dengan Melani bersedia untuk mendonorkan darahnya.
Sari pun ikut ke rumah sakit dan meminta maaf pada Melani, meski awalnya Melani menolak permintaan maaf Sari tapi akhirnya mereka saling memaafkan dan berjanji untuk memperbaiki hubungan mereka.
Saat yang lain berada di ruangan Melani, Shiren menyelinap ke luar untuk ke ruangan dr. Arumi karena dia tidak tahan ingin membuang hajat namun saat akan berbelok ke ruangan mamanya, entah dari mana datangnya Shiren tabrakan dengan seorang cowok yang sedang membawa cofee cup ditangannya hingga sebagian isinya tumpah ke dada Shiren.
"Ishhhh...kalo jalan tuh pake mata, liat coffenya tumpah ke bajuku," dengus Shiren kesal.
"Akh iya maaf maaf," kata si penabrak sambil membersihkan kotoran yang ada di dada Shiren
__ADS_1
Deg deg deg
Jantung keduanya tiba-tiba berdegup dengan kencang saat tak sengaja tangan si penabrak menyentuh bukit kembar milik Shiren.
"Dasar dokter mesum, cari-cari kesempatan." pekik Shiren dengan memukuli Dokter mesum yang memumpahkan coffe di dadanya.
"Ada apa ini ribut-ribut" seru dr. Arumi mamanya Shiren yang mendengar suara keributan langsung keluar untuk melihatnya langsung.
"Shiren, kenapa dr. Reyhan dipukulin," tanya dr. Arumi pada Shiren putrinya.
"Dia mesum mah pegang-pegang dada aku," adu Shiren yang langsung mendapat pelototan dari dr.Reyhan sedang dr. Arumi diam mencerna apa yang dikatakan oleh putrinya.
"Ayo Shi, dr Reyhan kita bicarakan di dalam" ucap dr. Arumi dan Shiren langsung menerobos masuk karena panggilan alamnya semakin mendesak.
"bu dokter saya minta maaf atas kelancangan saya pada putri anda, sungguh saya tidak sengaja ataupun bermaksud tidak senonoh pada putri anda," ucap dr. Reyhan dengan tulus.
"Apa dokter akan bertanggung jawab dengan apa yang telah dokter lalukan," tanya dr. Arumi memastikan seberapa seriusnya ucapan dr. Reyhan.
"Tentu saja dok"sahut dr. Reyhan
"Apa itu artinya dokter akan menikahi putri saya?" tanya dr.Arumi
"Apa maksud mama? siapa yang mau menikah dengan dokter mesum" ucap Shiren langsung menyambar pertanyaan mamanya
"Saya bersedia dok, untuk menikahi putri dokter" ucap dr.Reyhan yang langsung mendapat pelototan tajam dari Shiren.
"Aku gak bersedia mah menikah dengan dr. Mesum, enak aja aku masih tingting harus- menikah dengan laki-laki tua," seru Shiren berapi-api
"Saya belum tua dan umur saya baru 27 tahun," sahut dr. Reyhan yang tidak terima kalau dirinya dikatakan tua.
"Ck! udah tua tapi pengennya sibilang muda," ucap Shiren mencibir dr. Reyhan
"Udah stop! nanti kita bicarakan lagi di rumah" ucap dr. Arumi menengahi perdebatan Shiren dan dr.Reyhan.
...*****...
...Happy reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like comment dan masuk daftar favorite ya!...