
"Cuma sun aja kan, yang ga boleh di sekolah?" tanya Andrea yang dijawab anggukan oleh Mitha, "berarti kalo meluk kamu masih boleh ya" sambungnya dengan mata berbinar.
Akh Mitha dibuat pusing dengan tingkah suaminya yang selalu pengen peluk cium tanpa perduli dimana mereka berada. Meski sebenarnya dia juga senang mendapat perlakuan seperti itu tapi rasa malunya masih besar kalau itu ditempat umum terlebih dilingkungan sekolahnya.
"Ayo yang cepet abisin sarapannya, bukannya kamu mau main," sahut Mitha mencoba mengalihkan pebicaraan.
Dan mereka pun kembali menikmati sarapannya.
"Yang itu yang ijo-ijo apaan?" tanya Andrea yang penasaran karena dipiringnya gak ada.
"Oh ini pare yang, mau nyicip?" tanya Mitha menawarkan dan Andrea hanya mengguggakan kepalanya.
Belum juga habis sepotong Andra langsung memuntahkannya.
"Yang pahit kho kamu dimakan aja," sahut Andrea setelah menghabiskan minumnya.
"Sedikit yang, lagian banyak manfaatnya lho pare ini." sahut Mitha
Setelah menghabiskan sarapannya kemudian Andrea pun bergegas ke lapangan karena tadi Aryana sudah mengabari kalo timnya sudah berkumpul di lapangan. Sedang Mitha, dia ke ruang OSIS.
Mitha berjalan sendiri menuju tempat pertandingan berlangsung karena yang lain sudah terlebih dulu menuju kesana.
Srett
Saat akan masuk ke gedung olahraga, ada tangan kekar yang menariknya hingga ke samping gedung.
"Damian" gumam Mitha pelan saat dia melihat punggung seseorang yang menarik tangannya.
"Tha minta waktunya sebentar" ucap Damian lembut
"Ada apa Dam?" tanya Mitha heran
"Gue eh aku minta maaf dengan semua yang terjadi" ucap Damian dengan menghela nafas sebentar, "minggu depan aku menikah dengan Melani," sambungnya sambil menundukkan kepala. Ada rasa sesal dan sedih bercampur jadi satu.
Damian menyesal telah mengikuti bisikan setan saat dia sedang kacau sehingga Melani yang datang menawarkan dirinya menjadi pelampiasannya. Dia juga kasian dan merasa bersalah saat melihat Melani yang hampir meregang nyawanya karena ulahnya. Tapi Damian juga sedih saat harus benar-benar melepaskan cinta pertamanya meski dia tahu sudah tidak ada kesempatan untuknya.
"Kamu tahu Tha, meski aku menikah dengannya tapi perasaanku tidak akan berubah sama kamu"
"Aku senang mendengarnya Dam, aku senang karena temanku eh mantanku tepatnya menjadi laki-laki yang bertanggung jawab"
"Aku tahu cara Melani mendapatkanmu memang salah tapi percayalah dia benar-benar mencintaimu"
__ADS_1
"Berdamailah dengan hatimu karena kita memang ditakdiran Tuhan tidak berjodoh" ucap Mitha, "aku masuk dulu" sambungnya kemudian Mitha pun berlalu pergi.
Saat memasuki gedung olahraga tempat dimana berlangsungnya pertandingam basket, Mitha langsung menuju tempat panitia berkumpul.
"Darimana aja Tha kho baru nyampe, Andrea celingukan terus nyariin kamu" ucap Akas yang disampingnya sudah ada Juliea sedang duduk manis.
"Hehehe...tadi ada sedikit urusan bang, udah lama mainnya?" sahut Mitha
"Lumayan" jawab Akas singkat dengan mata fokus melihat jalannya pertandingan.
Terlihat Andrea sedang berebut bola dengan Zyan namun Andrea lebih bisa melihat arah pergerakan lawan sehingga bola bisa direbutnya dan langsung melemparkan bola ke dalam keranjang hingga tercetak three point shoot
Sorak sorai memenuhi tribun, ada rasa bangga mememuhi hati Mitha, hingga dengan reflek berteriak
"Andrea I love u" seru Mitha dengan suara kencang hingga membuat Andrea yang sedang mengedarkan pandangannya langsung terfokus pada suara Mitha
"I love u more Paramitha Putri," seru Andrea tak kalah kencang dengan suara Mitha hingga membuat para guru yang sedang menyaksikan jalannya pertandingan geleng-geleng kepala sedangkan teman-temannya tertawa dengan kekonyolan mereka. Bisa-bisanya final basket dijadikam ajang ungkapan perasaan oleh Andrea dan Mitha.
Sorak sorai penonton memenuhi tribun setiap kali ada pemain yang mencetak poin, mereka begitu antusias membuat semangat pemain semakin bergelora.
Apalagi para pemain basket para cogan dengan wajah tampan dan berbadan tegap atletis membuat para kaum hawa semakin histeris hingga diujung permainan SMA Garuda harus puas dengan gelar juara kedua karena SMK Negeri 1 lagi-lagi mengalahkan tim basket SMA Garuda hanya dengan selisih poin yang sangat tipis.
Tanpa ba bi bu Andrea langsung membopong Mitha seperti kanguru dengan berlari mengelilingi teman satu timnya yang sedang berkumpul.
"Ndre turunin malu banyak yang lihatin" ucap Mitha
"Aku seneng banget istriku berani ungkapin perasaannya di depan umum," sahut Andrea dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya.
"Akh yang, aku pengen cium boleh ya?," sahut Andrea yang gemas ingin mencium pipi Mitha tapi dia masih ingat tadi pagi Mitha minta untuk tidak menciumnya di lingkungan sekolah
"Tidak disini" jawab Mitha dengan malu-malu.
"Ya udah nanti di rumah aku minta hadiahnya double ya!" sahut Andrea dengan menaik turunkan alisnya. Dan Mitha hanya menganggukkan kepalanya.
***
Saat sedang makan bersama semua panitia, banyak pasang mata yang menatap sinis Mitha karena kejadian tadi di lapangan.
"Tha mau udangnya gak," tanya Zyan yang tahu kalau Mitha sangat menyukai udang.
"Boleh bang Zy, kalo gak suka buat aku aja" sahut Mitha
__ADS_1
"Ck! bisa-bisanya lo Zy masih baik sama penghianat," seru Doni yang duduk dekat dengan Zyan.
"Udahlah Don, ini hanya permainan." ucap Zyan, "oke gue minta maaf karena permainanku kurang maksimal," sambungnya.
"Bukan gitu maksud gue Zy, cuma gue gak suka aja kalo..."
"Iya gue memang salah Don, gue minta maaf." ucap Mitha kemudian pergi keluar.
Dengan segera Zyan menghentikan makannya dan menyusul Mitha.
"Tha tungguin" sahut Zyan sambil mencekal tangan Mitha.
"Ada apa Zy?" tanya Mitha
"Aku minta maaf"
"Buat?"
"Sikap anak-anak sama kamu"
"Aku ga papa kho bang Zy, aku memang salah. Aku pantas dibenci sama mereka ataupun bang Zy"
"Aku gak pernah berpikir untuk benci kamu Tha, aku bahkan aku..." ucapan Zyan seketika terpotong saat Andrea datang tiba-tiba langsung menarik tangan Mitha.
"Yang ayo pulang!" seru Andrea langsung menarik tangan Mitha tanpa peduli pada Zyan yang diam mematung.
"Bang Zy pulang duluan" seru Mitha dengan terus mengikuti langkah besar Andrea dan Zyan hanya menggukkan kepalanya.
"Kenapa sulit sekali merebut hatimu Tha? duniamu terus saja dikelilingi oleh Andrea. Mungkinkan masih ada kesempatan untukku" gumam Zyan pelan dengan mata terus menatap kepergian Mitha.
"Udah yuk Zy kita pulang," ajak Bams yang baru datang dengan yang lainnya.
"Ngapain sih Zy masih ngarepin dia, mending juga Felly yang kelihatan banget suka sama lo" sahut Doni
"Perasaan gak bisa dipaksa Don," sahut Zyan
...*****...
...Happy reading...
...jangan lupa like comment vote dan di favorite ya!...
__ADS_1