
Semua orang yang ada di tempat kejadian malah menahan senyumnya dengan ucapan Mitha yang jelas-jelas tahu kedua temannya yang sedang berantem karena memperebutkannya. Sedang Andrea dan Damian hanya diam saja
"Udah sekarang kalian mending baikan" sahut Mitha yang kemudian mengambil tangan Andrea dan Damian dengan tangan kanan kirinya yang kemudian menyatukan tangan mereka untuk bersalaman.
"Gw pulang duluan" sahut Andrea segera melepaskan tangannya dan berlalu pergi yang kemudian disusul oleh Aryana dan yang lainnya.
"Tha pulang bareng gw ya!" sahut Damian melas
"Aduh sorry banget Dam! gw udah ditunggu kakek di depan gerbang, lo baik-baik ya jangan berantem lagi" sahut Mitha yang kemudian pergi dan Damian pun mengekor di belakang Mitha.
Hari pun terus berlalu tapi hubungan Mitha dan Damian tidak mengalami kemajuan. Jangankan berpegangan tangan, hanya untuk mengobrol berdua pun mereka tidak punya banyak waktu.
Mitha terus disibukkan dengan keusilan Andrea dan Damian tidak berani untuk berkunjung ke rumah Mitha meski hampir tiap hari Damian selalu sengaja lewat depan rumah Mitha padahal arah rumah mereka berlawanan.
Hingga saat dibulan ketiga Mitha dan Damian menyandang status pacaran sahabat Mitha memergoki Damian dengan kakak kelas mereka sedang bermesraan di taman komplek.
"Tha, lo masih pacaran gak sama Damian," tanya Zoya teman satu genk Mitha.
"Masih! emang kenapa?" tanya Mitha
"Beneran lo masih pacaran?" pekik Zoya memastikan pendengarannya, " tapi kho gw pernah lihat dia lagi peluk-pelukan ya sama kak salsa di taman komplek" sambungnya Zoya ya memang rumahnya dengan rumah Damian masih satu komplek
"Kak Salsa yang mana ya Zoy?" tanya Mitha yang memang merasa tidak kenal.
"Kakak kelas, beda setahun sama kita. Lebih dari sekali gw mergokin mereka," sahut Zoya
"Wah lo dikhianatin Tha, lo sih ladenin mulu si Andrea," sahut Elsa
"Ya dah gw putusin aja dah, mending jadi joker(jomblo keren) gw daripada dimadu," sahut Mitha yang masih setia dengan cemilannya
Dan akhirnya Mitha pun memutuskan sepihak hubungannya dengan Damian tanpa meminta penjelasan terlebih dahulu.
Flashback off
Sesampainya di tempat yang telah ditentukan, Andrea dan Aryana keluar dari mobil sport hitamnya, langsung disambut kedatangannya oleh Damian
__ADS_1
" Hei bro! long time no see," ucap Damian sambil bersalaman ala lelaki dan Andrea hanya tersenyum miring mendengar basa-basi Damian
"Kapan lo balik Dam? katanya lo lanjut di luar," tanya Andrea basa basi
"Awal ajaran baru gw balik, kangen gw sama cewek-cewek indo yang manis-manis senyumnya" sahut Damian sambil terkekeh, "apalagi sama mantan SMP gw," sahut Damian mulai memancing emosi Andrea.
"Lo mau taruhan apa bro?" tanya Aryana
"Selow bro, kayaknya lo buru-buru banget ingin cepat kalah" sahut Damian
" Mimpi lo!" ucap Aryana ketus dan Damian hanya tersenyum miring menanggapinya.
"Klo gw kalah lo boleh ambil mobil gw dan gw gak akan ngusik lo lagi," ucap Damian sambil menunjuk ke arah mobilnya
"Tapi kalo lo kalah, mobil lo dan Mitha jadi milik gw," sahut Damian enteng.
" Gila lo! sebrengsek-brengseknya gw, gw ga bakal jadiin Mitha jadi bahan taruhan" seru Andrea mulai emosi, "dan gw mundur dari balapan konyol ini, terserah lo mau bilang apa? gw gak P.E.D.U.L.I" sambung Andrea dengan menekankan kata-kata terakhirnya
" Lo terobsesi sama mantan SMP lo, tapi jangan pernah bermimpi lo bakal dapetin dia," seru Aryana kesal
" Cemen lo Ndre! lo takut kalah sebelum bertanding. Kalo emang lo cinta sama Mitha kenapa lo gak berjuang untuk menang" Damian terus memprovokasi Andrea sambil berteriak
"Gak bisa dibiarkan Ndre, biar gw yang balapan" sahut Aryana sambil melepas seatbell nya untuk kembali turun.
"Gw bilang lo jangan kepancing sama omongan dia, gw rasa dia punya rencana lain bukan sekedar balapan." sahut Andrea yang kemudian segera melajukan mobilnya.
"****! gimana tadi lo berhasil gak" tanya Damian pada temannya.
" Tenang aja semua berjalan sesuai rencana, lo tinggal tunggu aja beritanya." sahut teman Damian
" Bagus, nih bayarannya sisanya nanti kalo berhasil" sahut Damian dengan tersenyum miring
Sementara itu Andrea dan Aryana panik karena mobilnya tidak bisa dihentikan, bahkan saat melewati lampu merahpun mobilnya terus saja melesat.
"Sial, rem nya blong Ar. lo siap-siap" sahut Andrea yang mulai panik
__ADS_1
"Siap-siap gimana Ndre? gw belum mau mati, gw belum ngerasain kawin" sahut Aryana yang sempat-sempatnya mikirin kawin disaat kondisi genting.
"Gw juga belum ogeb, istri gw masih perawan" sahut Andrea
" Lo yang ogeb udah nikah tapi istrinya dianggurin, bisa mati penasan lo" sahut Aryana ditengah-tengah rasa paniknya.
"Udah stop! kita cari cara bikin nih mobil berhenti, lo pilih pohon tiang listrik apa terjun ke sungai" tanya Andrea
"Kalo pohon nanti malah tumbang gimana? kalo tiang listrik nanti kita kesetrum. Trus kalo terjun ke sungai dingin Ndre malam-malam gini." sahut Aryana
"Akhhh..... lo mah ga kasih solusi, gw pilih yang terdekat aja." sahut Andrea sambil membanting stirnya ke bahu jalan
Brakkkkk
Benturan keras itu terjadi hingga pohon yang ditabraknya pun roboh karena laju mobil yang cepat dan pohonnya sudah berumur.
Pengawal yang sedari tadi mengikuti mereka langsung panik melihat mobil tuannya menabrak pohon tapi untungnya mobil tersebut dilengkapi pelindung anti benturan sehingga pengemudi tidak mengalami luka serius.
Dengan segera Andrea dan Aryana dilarikan ke rumah sakit karena keduanya pingsan.
*****
Sementara di apartemen Mitha masih belum bisa memejamkan matanya. Entah kenapa dari Andrea berangkat hatinya terus gelisah, hingga saat jam menunjukkan angka satu barulah Mitha bisa tertidur.
Ceklek
Andrea dan Aryana tiba di apartemen pukul tiga pagi, itupun karena mereka memaksa untuk pulang karena merasa baik-baik saja hanya beberapa luka kecil akibat pecahan kaca.
Andrea langsung menuju kamarnya, sementara Aryana di kamar sebelah yang biasa dia tempati saat menginap di apart Andrea.
Setelah membersihkan diri, Andrea langsung menuju tempat tidurnya. Dilihatnya Mitha yang sedang tertidur pulas, disingkapnya anak rambut yang menutupi wajah Mitha.
"Gw memang brengsek, tapi gw gak akan ngorbanin lo buat kebrengsekan gw," ucap Andrea dalam hati sambil mengecup kening Mitha lama. Lalu Andrea pun ikut terlelap sambil memeluk istrinya.
*****
Pagi pun menjelang, Mitha yang kaget karena ada tangan kekar yang melingkar di perutnya seketika tersenyum merasa senang karena suaminya pulang dengan selamat.
__ADS_1
Ditatapnya wajah lelah itu yang terlihat sedikit pucat, bibir sexy alis yang tebal hidung mancung. Bahagia, kata itulah yang menggambarkan perasaan Mitha saat ini. Seseorang yang selalu dia rindukan kini setiap hari selalu memeluk dirinya dalam tidurnya. Seseorang yang menurutnya mustahil untuk dimiliki kini dialah sang pemilik hatinya.
Syukur, tak henti Mitha bersyukur untuk kabahagian yang dimilikinya sekarang dan berharap Tuhan merestui cintanya dengan Andrea.