
Sesampainya di sekolah, Andrea langsung menuju ke ruangan pak Bens sedang Mitha ikut bergabung bersama teman-temannya.
Tok tok tok
"Masuk" terdengar suara orang didalam menyuruhnya masuk
Ceklek
Andrea membuka pintu dan terlihat di ruangan pak Bens begitu banyak orang.
"Wow baby cute kita udah gede ya sekarang" sapa Orion salah satu personil TYPO band yang merupakan sepupu Andrea sambil merentangkan tangannya.
"Berhentilah memanggilku baby cute, gue bukan baby lagi tapi pencetak baby cute" ketus Andrea sambil memeluk kakak sepupunya
"Waw waw waw dari dulu masih belum berubah ketusnya padahal kita dengar boy yang sekarang lebih manusiawi" seru Theo
"Boy lama gak ketemu, sekarang tinggi kita malah sama" sahut Yohan dengan menyamakan tingginya dengan Andrea
"Boy apa pimen mu sudah sebesar ini?" tanya Peter dengan menjulurkan tangannya kedepan
"Diamlah kalian para jones! dari dulu sampai sekarang gak pernah berubah, selalu menyebalkan" sahut Andrea pada kakak sepupunya setelah dia memeluk satu persatu kakak sepupunya.
"Masa sih boy? kalo seperti ini apa menyebalkan?" tanya Yohan kemudian tanpa kode keempat kakak sepupu Andrea langsung menggelitiknya tanpa ampun.
Hahahhahaha mamaaaaaa
Andrea tertawa dan berteriak menggelegar memenuhi ruangan.
Hahahahaha
Seketika keempat kakak sepupunya menghentikan gelitikannya setelah mendengar Andrea memanggil mamanya.
"Kalian tuh dari dulu seneng banget usil sama adiknya" tegur mama Erika yang baru datang dari balkon ruangan pak Bens bersama pak Bens dan papa Jae Sung karena mendengar teriakan Andrea.
"Kita cuma ngetes mih, apa bener boy sekarang udah berubah." ucap Orion disela-sela tawanya.
"Mah pecat mereka jadi abang sepupuku" sahut Andrea dengan cemberut, "aku gak mau punya abang somplak kayak mereka" sambungnya
"Eh jangan donk adeku sayang, nanti kita main bola ya! atau mau abang beliin permen kapas" sahut Peter seperti merayu pada anak kecil dan otomatis mendapat bogeman dari Andrea
Awwww
Peter meringis menahan sakit di perutnya.
"Boy mereka mau manggung, jangan dibikin sakit dulu." ucap papa Jae, "kalau sudah selesai boleh kamu apakan juga," sambung papa Jae dengan menahan senyum
"Papih" kompak keempat personil TYPO
__ADS_1
"Hmm"
"Tega" lagi-lagi mereka bicara serempak seperti paduan suara.
Hahahahaha
Giliran Andrea yang menertawakan keempat sepupunya, "Sekalian pah potong fasilitas yang papa kasih sama mereka" ucap Andrea ditengah-tengah tawanya.
Mama Erika dan pak Bens hanya geleng-geleng kepala melihatnya. Ada rasa lega menyelimuti hatinya. Betapa tidak, setelah kematian kakek Arya yang merupakan ayah kandung mama Erika dan pak Bens, Andrea menjadi pribadi yang murung, cuek, dan suka menyendiri karena perasaan kehilangan dan rasa bersalah atas kematian kakek Arya yang meninggal karena menolong Andrea dari para penculik. Sehingga mama Erika dengan sengaja memboyong semua keponakan laki-lakinya untuk tinggal dirumahnya agar Andrea tidak terus menyendiri. Makanya dengan sengaja kelima sepupu Andrea selalu menjaili Andrea yang umurnya 5 tahun dibawah mereka untuk mengalihkan fokus Andrea dari kesedihannya.
Tok tok tok
"Masuk"
"Permisi tuan, 5 menit lagi TYPO band akan tampil"
"Oh oke kita kesana" sahut Orion
***
Riuh penonton menggema di lapangan saat menyambut TYPO band memasuki panggung. Dengan suara merdunya TYPO band membawakan lagu demi lagu dengan apik hingga menghipnotis penonton untuk ikut serta menyanyi begitupun dengan Mitha dan teman-temannya yang ikut menyanyi dan terkadang teriak histeris.
Namun ada yang beda saat mereka menyanyikan lagu 'Janji Suci' nya Kahitna karena ada suara lain yang ikut menyanyi hingga muncullah Andrea dari balik panggung dengan mic ditangan kanannya dan sebuket bunga Juliet Rose ditangan kirinya.
"Paramitha Putri bisakah naik ke atas panggung?" ucap Andrea setelah selesai menyanyikan lagu Janji Suci.
Mitha yang ada dibawah langsung gugup dan jangan lupakan wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus. "Kenapa gue gugup? biasanya juga cuek meski banyak yang nyorakin" gumam Mitha pelan.
Brukk
"Eh kenapa gak sakit ya?"
"Yang bangun, nanti kita lanjut dirumah aja" ucap Andrea yang tepat ada dibawah tubuh Mitha karena tadi saat terlihat Mitha oleng Andrea langsung menahannya namun karena dia pun gak siap jadi keduanya malah terjatuh.
Mitha hanya cengengesan untuk mengusir rasa malunya sedang Andrea memasang muka masa bodoh saat tawa penonton pecah menyaksikan kejadian diatas panggung. Sedang keempat personil TYPO band malah terpingkal pingkal.
"Awas lo" ancam Andrea dengan tatapan matanya pada keempat sepupunya.
"Oke bisa minta perhatiannya sebentar" ucap Theo untuk meredam kegaduhan penonton.
"Bisaaaa"
"Masih mau lanjut nyanyinya?"
"Mauuu"
"Oke ini lagu special sebagai ungkapan hati brother Andrea pada kekasihnya Paramitha Putri," ucap Theo menjeda sejenak ucapannya, "Teman hidup dari Tulus" sambungnya.
__ADS_1
"Untukmu" ucap Andrea saat memberikan sebuket bunga Juliet Rose pada Mitha.
Andrea mulai menyanyi dengan suara merdunya membuat semua penonton lupa dengan kejadian tadi dan terhipnotis untuk ikut menyanyi. Semua orang tidak ada yang menyangka Andrea memiliki suara semerdu itu hingga pas terakhir lagu di bait
Bila di depan nanti
Banyak cobaan untuk kisah cinta kita
Jangan cepat menyerah
Kau punya aku ku punya kamu selamanya kan begitu
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku ku milikmu
Kau jiwa yang selalu aku puja
Andrea berjongkok didepan Mitha dengan mengeluarkan kotak persegi dari dalam jasnya.
"Paramitha Putri maukah menikah denganku, menjadi teman hidupku dan menghabiskan sisa hidupmu bersamaku" tanya Andrea dengan suara lembut dan Mitha langsung mengangguk menyetujui.
"Aku mau, aku mau menjadi teman hidupmu dan menghabiskan sisa hidupku bersamamu" ucap Mitha pelan setelah Andrea berdiri sejajar dengannya.
Andrea langsung memasangkan cincin berlian yang sangat indah dengan inisial AP didalamnya di jari manis Mitha lalu mencium kedua tangan Mitha yang digenggamnya.
"Terima kasih" bisik Andrea saat Mitha dibawa dalam pelukannya.
Sorak sorai penonton yang ikut bahagia dengan pasangan yang baru melaksanakan lamaran seolah tak terdengar oleh pasangan yang sedang diliputi kebahagian yang membuncah didadanya hingga tepukan dibahu Andrea menyadarkan Andrea untuk kembali ke dunia nyata.
"Lanjut di rumah bro, acaranya mau ditutup," bisik Yohan pada Andrea
Andrea dan Mitha pun turun dari panggung, begitupun dengan TYPO band karena MC akan menutup acaranya .
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata penuh dendam melihat kemesraan Andrea dan Mitha di panggung.
"Wah jadi ini adik ipar kita, cantik imut gemesin jadi pengen cium," ucap Peter saat mereka sudah kembali ke ruangan pak Bens.
"Adik ipar? memang kalian saling kenal" tanya Mitha heran
...*****...
__ADS_1
...Happy reading...
...Jangan lupa ya like comment vote rate dan di favorite!...