
Juliea dengan setia menunggu Mitha yang baru siuman dari pingsannya setelah diberi minyak kayu putih di hidungnya.
"Lo ga pa pa Tha", tanya Juliea yang cemas dengan keadaan sahabatnya sedang yang lainnya sudah kembali ke lapangan setelah tadi mengantar Mitha ke uks.
"Ga pa pa Lea cuma pusing aja", sahut Mitha
"Bener-bener ya si Resha dia sengaja banget mau bikin lo celaka", gerutu Juliea kesal
Brakk
Pintu uks dibuka secara kasar dari luar, terlihat Andrea masuk dengan terburu-buru.
"Yang kamu ga pa pa", tanya Andrea cemas dengan keadaan istrinya. Tadinya dia cuma iseng meretas cctv sekolah Mitha karena ingin tahu istrinya sedang olah raga apa tapi dia malah melihat kejadian dimana Mitha dilempar sangat keras dengan bola basket hingga pingsan makanya dia ijin keluar untuk memastikan keadaan Mitha.
"Lho kho bisa disini yang, bukannya kamu lagi belajar di sekolah?", bukannya menjawab Mitha malah balik bertanya pada Andrea karena kaget kenapa suaminya bisa tahu kalo dia di uks.
"Ya tahu lah, kamu ga pa pa", tanya Andrea lagi
"Ga pa pa cuma masih pusing aja", jawab Mitha
"Udah minum obat belum"
"Ini obatnya masih gw pegang, tadinya mau gw kasih malah keburu kaget lihat lo masuk kesini", sahut Juliea yang sedari tadi diam
Setelah Mitha meminum obatnya, Juliea pun pamit kembali ke lapangan karena sudah ada Andrea yang menunggu Mitha lagian dia malas banget kalo harus jadi obat nyamuk.
Mitha pun kembali tidur karena kepalanya masih terasa pusing sedang Andrea dia menunggu Mitha sambil berselancar dengan benda pipih canggih miliknya.
Saat bel istirahat kedua Mitha pun terbangun dari tidurnya dengan kepalanya yang sudah tidak pusing lagi.
"Masih disini yang belum balik ke sekolah", tanya Mitha saat melihat Andrea masih duduk setia di kursi samping brangkar tempat tidurnya.
"Iya, masih pusing gak", tanya Andrea sambil menempelkan tangannya ke dahi Mitha yang dijawab gelengan oleh Mitha
"Udah ga pusing tapi lapar", ucap Mitha dengan wajah memelas.
"Ya udah yok kita ke kantin", ajak Andrea
"Emang ga pa pa...kamu kan seragamnya beda"
"Ga pa pa lagian kalo ada yang berani macam-macam ntar aku bilangin ke om bens"
"Maksud kamu pak Benjamin pemilik sekolah ini"
__ADS_1
"Hmm", jawab Andrea malas karena dia lupa malah manggil pak Benjamin om meskipun sebenarnya memang adik kandung mama Erika tapi Andrea tidak mau orang lain tahu kalo dia keturunan Mahardika yang akan mengingatkan pada penderitaan kakeknya pak Arya Wiratama yang dipaksa berpisah dengan istrinya oleh tuan Aprio Mahardika sehingga mama Erika dan adiknya pak Bens dalam pengasuhan yang berbeda.
Andrea dan Mitha berjalan beriringan dengan tangan kanannya merangkul pundak Mitha sedang tangan kirinya dia masukkan ke dalam saku celananya sehingga menimbulkan desas desus siswa yang berpapasan dengan mereka.
" Siapa cowok yang bareng kak Mitha, seragamnya kho beda"
"Itu kan anak SMK kenapa ada disini"
"Bukannya kak Mitha cewek kak Zyan ya"
"Cowoknya cakep sebelas dua belas sama kak Zyan"
Mitha yang merasa risih mendengar omongan orang-orang yang dilewatinya berusaha melepaskan tangan Andrea dari bahunya.
"Ndre malu ikh orang-orang pada ngomongin kita"
"Kamu malu punya suami kayak aku"
"Ga gitu maksudku"
"Ok aku turunin tanganku tapi gantinya aku cium kamu disini, gimana mau?"
"Udah ga pa pa jangan diturunin" sahut Mitha pasrah daripada dia harus malu karena dicium di depan umum
"Ck suka-suka gw lah", sahut Andrea sewot
"Lagian ngapain lo ada disini", sahut Anton
"Jagain cewek gw lah, lo sebagai ketos ga bisa tegas sama yang berbuat salah", sahut Andrea asal
"Maksud lo apa hah?", seru Anton yang mulai terpancing.
" Lo lihat aja di forum sekolah, udah gw upload rekaman cctv nya"
"Lo retas cctv sekolah hah?", seru Anton sambil mencengkram kerah baju Andrea.
"Gw kesini mau makan bukan mau ribut sama lo, sana minggir lo! cewek gw udah kelaperan", sahut Andrea dingin dengan menghempaskan tangan Anton dari kerah bajunya.
"Udah Ton malu noh jadi tontonan", ucap Mitha berusaha melerai
Anton yang penasaran dengan apa yang dikatakan Andrea bergegas ke ruang osis karena hp nya sedang dicarger disana.
Mitha langsung menuju meja teman-temannya yang sudah lebih dulu sampai di kantin sedang Andrea memesan makanan.
__ADS_1
"Kenapa tadi sama Anton Tha?", tanya Shiren
"Tau akh mereka cuma hal sepele aja ribut", sahut Mitha, "kalian lagi pada ngapain serius amat", sambungnya saat melihat teman-teman cowoknya sedang fokus dengan benda pipih canggihnya
"Ternyata beneran Resha sengaja lempar lo pake bola Tha", sahut Doni yang masih asyik nonton rekaman cctv di hp nya
"Lo tahu darimana Don", tanya Juliea penasaran
"Makanya buka hp lo, noh ada di forum sekolah", sahut Doni
"Nih yang mie ayam baso special sama es jeruknya", sahut Andrea yang baru datang membawa pesanan Mitha
"Makasih sayang...", ucap Mitha manja
Seketika teman-temannya yang sedang fokus dengan hp nya menghentikan aktifitas mereka dan melihat ke arah Mitha.
"Lebay lo!", seru mereka kompak
"Biarin wle", sahut Mitha dengan menjulurkan lidahnya. Andrea yang gemas dengan tingkah istrinya hanya mengusak pucuk kepala Mitha sebelum akhirnya dia menikmati makan siangnya.
"Siapa yang kirim rekaman cctv ke forum sekolah, no nya ga dikenal ga bisa dihubungi lagi", sahut Shiren penasaran
"Lo siapa Ndre, kenapa bisa kirim rekaman cctv ke forum sekolah", tanya Akas yang sedari tadi diam disamping Juliea karena tadi dia dapat pesan dari Anton untuk menahan Andrea perihal rekaman cctv
"Lo tanya siapa gw?, oh iya kita belum kenalan secara resmi. Kenalin gw Andrea Nata Wiratama calon ayah dari anak-anaknya Paramitha Putri", sahut Andrea setelah menghentikan makannya sejenak lalu mengulurkan tangan pada Akas dan Akas pun menyambut uluran tangan Andrea
"Gw Angkasa Dewantara", sahut Akas
"Gw udah tahu siapa lo", sahut Andrea enteng, "Udahlah jangan ganggu gw makan", sambungnya sambil melanjutkan kembali makannya. Dan Akas hanya memutar bola matanya malas.
Setelah menghabiskan makannya, Andrea pamit karena ada urusan.
"Yang, aku tinggal ga pa pa ya!", tanya Andrea, "Aku ada urusan, udah ditungguin sama orangnya", sambungnya
"Iya ga pa pa, kamu hati-hati ya!", sahut Mitha
Andrea pun bergegas pergi yang sebelumnya mengecup pucuk kepala Mitha sekilas dan semua itu tak lepas dari pandangan Zyan yang sedari tadi fokus dengan benda pipih canggihnya.
...*****...
...Happy reading...
Jangan lupa like comment vote dan favorite ya!
__ADS_1