
Kantin sudah mulai ramai karena sudah memasuki waktu istirahat karyawan tetapi Andrea, Mitha dan Aryana masih asyik duduk di bangkunya
Andrea yang kaget mendengar keinginan Mitha dia diam saja pura-pura tidak mendengarnya.
"Sayang aku mau kerja disini, boleh ya?" rengek Mitha sambil mengguncang-guncang tangan Andrea
"Sayang nyari uang kan tugas suami, kamu di rumah aja jagain anak kita ya!" sahut Andrea sambil mengelus perut Mitha lembut
"Tapi aku gak mau jauh-jauh dari kamu, ntar kamu tepe-tepe sama cewek-cewek disini yang bohay-bohay itu" sahut Mitha dengan mata berkaca-kaca.
Entahlah kenapa Mitha jadi cengeng padahal dulu dia paling anti nangis depan orang banyak.
"Sayang percaya sama aku! gak ada cewek yang lebih cantik dan menggemaskan selain kamu" rayu Andrea membuat Aryana yang mendengarnya memalingkan muka merasa jengah .
Sedangkan mbak-mbak yang mendengar pembicaraan Andrea menjadi sebal dibuatnya.
"Cih cewek model gitu aja dibela-bela, mending kita kemana-mana ya gak gaes" sahut si mbak yang mejanya disamping meja Andrea pada temannya
"Bener banget lu kalo ngomong, kayaknya asyik kalo kita main sama brondong modelan mereka" sahut si mbak yang dadanya menonjol pake banget sambil mengkode dengan lirikan matanya.
Mitha yang mendengarnya dibuat kesal sekesal kesalnya.
"Awas aja kalo kalian ada yang suka sama mereka! aku gak mau kenal sama kalian lagi" Mitha mengancam dengan ketusnya sambil bersedekap dada
"Gak bakalan yang, sumpah deh" sahut Andrea dengan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya.
"Iya Tha aku juga gak mau" sahut Aryana kemudian.
Tap tap tap
Terdengar suara derap langkah bersahutan memasuki area kantin. Semua karyawan yang tadinya berisik mendadak sunyi.
Terdengar karyawan saling berbisik "infeksi mendadak presdir"
Terlihat papa Jae Sung dan asisten pribadinya memasuki area kantin diikuti beberapa orang berpakaian rapi seperti yang dipakai papa Jae Sung.
Papa Jae Sung terus mengedarkan pandangan matanya mencari anak dan menantunya yang kata mama Erika istrinya tadi Mitha ke kantor untuk bertemu Andrea sehingga Andrea mengirim pesan agar menyuruh Mitha segera pulang karena takut penyamarannya terbongkar.
Saat papa Jae Sung melihat Andrea seperti membujuk Mitha, diapun pura-pura berkeliling kantin dan menuju ke meja Andrea.
Ekhm
Papa Jae Sung berdehem saat sudah sampai di meja Andrea.
Tuan
Pah
Andrea, Mitha dan Aryana bicara bersamaan saat melihat papa Jae Sung ada di depannya lalu berdiri bersamaan.
"Kalian karyawan sini?" tanya papa Jae Sung, "mana id card kalian" sambungnya.
Andrea yang mengerti maksud yang sebenarnya papanya langsung memperlihatkan id card nya.
__ADS_1
"Saya karyawan sini tuan, dan ini teman saya" jawab Andrea.
"Kamu tahu tata tertib disini? tamu boleh masuk ke perusahaan kalau dia memakai tanda pengenal tamu. Kenapa temanmu tidak memakainya" tanya papa Jae Sung
"Maaf tuan!" Andrea menundukkan kepalanya dan diikuti Mitha juga Aryana
"Sekarang kedua temanmu ikut dengan saya!" seru papa Jae Sung langsung berlalu dari sana
"Ndre aku takut dimarahin papa" ucap Mitha pelan sambil saling menautkan tangannya karena cemas
"Kamu tenang aja yang, dia tidak akan marahin kamu asal kamu panggil dia tuan bukan papa" bisik Andrea pada Mitha dan Mitha hanya mengangguk tanda mengerti.
"Ayo nona, tuan sudah menunggu di ruangannya" ucap asisten pribadi papa Jae Sung.
Mitha dan Aryana pun langsung mengikuti asisten pribadi papa Jae Sung.
Andrea hanya menghela nafas lega kemudian dia pun langsung beranjak pergi ke ruangan khusus OB.
***
"Gila bang Ar, tahu gak? tadi aku tuh sampai spot jantung, kirain mau dimarahin papa eh tahunya malah dikasih ini" seru Mitha saat dalam perjalanan pulang ke rumah mama Erika sambil menunjukkan kartu sakti pemberian papa Jae Sung
Aryana hanya tersenyum menanggapi celotehan Mitha.
"Papa kho baik banget ya, aku minta kerja disitu tapi malah disuruh shopping kalau jenuh di rumah"
"Aku beneran gak nyangka bang Ar, papa yang biasanya suka dingin gitu bisa sehangat dan perhatian gitu. Pantesan Andrea juga hangat dan perhatian banget sama aku, ternyata nurun dari papa sama mama.
"Aku kurang hangat dan kurang perhatian berarti ya Tha?" tanya Aryana
"Bang Ar cepetan cari kakak ipar biar nanti kita bisa double date, kan seru!"
"Bagaimana bisa aku cari cewek lain sementara kamu masih memenuhi hati dan pikiranku"(batin Aryana)
"Cariin dong Tha yang mirip banget sama kamu tapi" sahut Aryana
"Nanti aku cari ayam kampus deh bang"
"Aku gak suka barang second Tha, pengen yang ori kaya kamu"
"Hmm kenapa bang Ar gak nyoba deketin yang namanya bela bela itu lho! yang katanya teman kecil bang Ar"
"Aku gak suka! dia terlalu nempelin aku"
"Ck! bang Ar mah rewel cari pasangannya, cari sendiri deh" cebik Mitha malah jadi sewot
Aryana yang melihatnya hanya mengulas senyum
"Untuk saat ini, aku hanya ingin menjaga kalian berdua, kamu cinta pertamaku dan Andrea sahabat terbaikku" lagi-lagi Aryana bermonolog dalam hati dengan tangan terus memegang kemudi.
***
Hari pun terus berlalu, kini Zyan telah sembuh total. Dan untuk berbagi kebahagian, keluarga Zyan mengundang makan malam pada mama Erika dan keluarga.
__ADS_1
Sebenarnya bukan hanya itu tujuan keluarga Malik Pratama mengundang makan malam tapi untuk mendekatkan kedua keluarga yang hubungannya renggang karena hal yang terjadi di masa lalu.
Dengan sangat terpaksa Andrea ikut mama Erika menghadiri undangan makan malam keluarga dan tentu saja dengan membawa Mitha. Sedangkan papa Jae Sung tidak bisa ikut karena ada urusan di negaranya.
"Sayang senyum dong, jangan cemberut terus" goda Mitha yang melihat Andrea seperti ogah-ogahan berangkat.
Andrea pun dengan terpaksa manarik bibirnya ke atas ke atas dengan terpaksa.
"Sayang nanti aku kasih bonus kalau kamu gak cemberut lagi." bisik Mitha pelan
"Apa?" tanya Andrea pelan
"Pokoknya yang bikin kamu seneng" bisik Mitha lagi
" Oke, aku mau main 5 ronde. Sanggup?"
Mitha hanya mengetuk-ngetuk dagunya sebelum menjawab pertanyaan Andrea
"Hmm boleh deh!" jawab Mitha
"Nah ini baru istriku" Andrea mencubit pipi Mitha gemas dengan tersenyum lebar. Dan Mitha hanya cengengesan.
"Padahal aku cuma mau ngajak dia main ludo sepulang makan malam, tapi kho dia seneng banget ya?"(batin Mitha).
Sesampainya di rumah keluarga Pratama, mama Erika, Andrea dan Mitha disambut hangat oleh tuan Zein dan nyonya Anisa serta tuan Malik dan ada seorang wanita cantik meski sudah berumur lebih dari setengah abad namun kecantikannya masih terlihat jelas, dialah nyonya Tyas istri tuan Malik Pratama yang merupakan nenek kandung Andrea.
Andrea tertegun saat melihat neneknya yang duduk di kursi roda. Seingatnya dulu saat terakhir dia melihat neneknya, dia masih terlihat bugar dan sangat cantik mirip seperti mamanya.
"Boy kemarilah" ajak Nyonya Tyas membuyarkan lamunan Andrea.
"Sayang ayo" sahut Mitha sambil menarik tangan Andrea agar mendekat pada nyonya Tyas.
Andrea melihat ke arah Mitha sejenak kemudian mengikuti arah langkah kaki Mitha.
Mitha dan Andrea pun menyalami Nyonya Tyas.
"Hai Tha" sapa Zyan yang baru datang bergabung.
"Bang Zy apa kabar? maaf aku gak nengokin lagi soalnya suka mual kalo pagi" sahut Mitha
"Mual? pagi? emangnya kamu lagi hamil Tha?" tanya Zyan kaget
"Iya, sekarang udah jalan 10 minggu" jawab Mitha sedang Andrea masih diam dari tadi tidak mengeluarkan suaranya.
"Ka ka kamu becanda kan Tha? apa itu anak Andrea?" tanya Zyan syok
"Tentu saja anak gue, orang gue suaminya"
...*****...
...Happy reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like comment vote dan favorite ya!...