Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
45. Mari berteman


__ADS_3

Sesampainya di sekolah Mitha, sudah ada Juna yang menunggu Andrea di mobilnya karena tadi Andrea meminta Juna untuk menunggunya setelah dia mengantar Resha dan Lolita.


"Yang aku bareng Juna aja ke sekolahnya." sahut Andrea saat mereka sudah sampai gerbang sekolah Mitha.


"Oh ya udah hati-hati ya!" ucap Mitha lalu mencium punggung tangan Andrea dan Andrea mengecup kening Mitha. Sungguh pemandangan yang menyejukkan mata bila semua pasangan suami istri melakukan hal tersebut.


"Tumben bawa motor Tha?" tanya Zyan yang kebetulan parkir disamping motor yang Mitha bawa.


"Hehehe iya bang Zy dapet minjem," sahut Mitha.


"Ya udah yuk ke kelas bareng," sahut Zyan dan Mitha hanya menganggukkan kepalanya.


Mereka pun berjalan beriringan sambil berbincang.


"Tha setelah lulus mau lanjut kemana?" tanya Zyan


"Aku belum ada rencana pasti masih nunggu program beasiswa bang" jawab Mitha


"Kamu tungguin aku aja lulus sarjana nanti aku lamar kamu" sahut Zyan


"Bang Zy udah pinter nih PHPin anak orang, tar aku tungguin tau-taunya bang Zy dijodohin. sia-sia dong eke nungguin jodoh orang." sahut Mitha


"Gimana mau nunggu aku kan udah nikah, semoga bang Zy berjodoh dengan gadis yang baik"(batin Mitha)


"Woy pepet-pepetan aja lo berdua" seru Anton yang datang dari belakang sambil merangkul pundak Zyan


"Sirik bilang bos" seru Mitha


"Pagi mantan!" sahut Damian yang datang tiba-tiba dari belakang


"Ck! bangga banget sih lo Dam jadi mantan gw," sahut Mitha yang kesal dengan panggilan Damian.


"Gw bangga kalo jadi cowok lo lagi Tha," sahut Damian


"Jauh-jauh lo dari gw, tar cewek lo ngamuk lagi sama gw" sahut Mitha yang teringat dengan kejadian kemarin dengan Melani.


"Cewek yang mana Tha, justru gw pindah kesini karena pengen balikan lagi sama lo," ucap Damian jujur.

__ADS_1


Seketika Mitha menghentikan langkahnya dan langsung menghadap ke arah Damian.


"Gw gak bisa balikan lagi jadi pacar lo, tapi gw bisa jadi teman lo lagi atau bahkan sahabat lo kalo lo mau bukan jadi mantan lo," sahut Mitha, "dan siapapun yang jadi cowok gw, gw harap lo gak memusuhinya." sambungnya


Damian diam mematung, dia masih mencerna semuanya. Mungkinkah sudah tidak ada kesempatan untuknya meraih cinta pertamanya.


"Mari berteman!" sahut Mitha sambil menjulurkan tangan kanannya mengajak Damian bersalaman


"Tha, apa tidak ada kesempatan kedua?" tanya Damian


"Maaf Dam! hatiku telah memilih seseorang untuk kucintai, ku harap kamu ngerti kalo perasaan tidak bisa dipaksakan." ucap Mitha dengan tangan yang masih menggantung mengajak Damian bersalaman.


"Pasti Andrea!" sahut Damian dengan terkekeh kecil menertawakan kekalahannya.


Mitha hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


"Maukan jadi temanku Damian Martinez?" sahut Mitha lagi dan dengan terpaksa Damian menyambut uluran tangan Mitha pertanda mereka kembali berteman meski sebenarnya hatinya hancur seperti dulu saat Mitha memutuskannya sepihak.


"Gw harap lo bahagia bersamanya" ucap Damian tulus dengan mata yang berembun kemudian Damian pergi menuju rooftop seorang diri.


Mitha yang melihat mata Damian berembun terus memandang kepergian Damian, sungguh dia tidak pernah mengira perasaan Damian sedalam itu karena baginya itu hanya cinta monyet. "maafin aku Dam" ucap Mitha lirih.


Sementara di rooftop saat semua siswa belajar, Damian termenung dengan sebatang benda bernikoton di tangannya. Dia menyesal kenapa dulu malah melampiaskan kekesalannya saat melihat Mitha dan Andrea selalu bersenda gurau dengan menduakannya. Dan saat Mitha memutuskannya, hatinya hancur hingga dia menyalahkan Andrea atas kandasnya hubungan dia dengan Mitha.


"Ck! gw cariin ternyata lo ada disini," sahut Melani yang baru datang ke rooftop.


"Ngapain lo nyariin gw? kurang kerjaan banget lo" ucap Damian ketus dan merasa terganggu dengan kedatangan Melani.


" Lo jangan judes-judes ma gw, gw kesini bawa penawar luka hati lo" sahut Melani


"Maksud lo apa?"


"Gw tahu kalo lo lagi patah hati, dan gw bawa cinta gw buat ngobatin hati lo yang terluka," sahut Melani sambil mendekat ke arah Damian.


"Gw ga butuh, mending lo pergi dari sini!" seru Damian.


Bukannya pergi Melani malah semakin mendekat ke arah Damian dan langsung duduk dipangkuan Damian yang sedang duduk menyender pada pagar pembatas rooftop dengan satu kakinya ditekuk dan kaki satunya selonjoran. Tanpa babibu Melani langsung menempelkan benda kenyal miliknya pada milik Damian hingga dia mulai menyesapnya.

__ADS_1


Damian awalnya hanya mematung membiarkan Melani mengeksplor bibirnya namun jiwa lelakinya terpanggil hingga Damianpun mengikuti permainan Melani. Setelah cukup lama mereka saling mengecap rasa Damian pun melepaskan pagutannya.


"Gw bisa kasih cinta yang besar ke lo dan penuhi hasrat lo, asal lo jadi pacar gw" ucap Melani yang sudah terobsesi untuk mendapatkan Damian hingga dia akan melakukan apapun asal bisa bersama Damian tanpa memikirkan akibatnya.


"Yakin?" tanya Damian dengan tersenyum smirk dan Melani hanya menganggukkan kepalanya, "pulang sekolah datang ke apart gw, dan lo harus penuhi hasrat gw" ucap Damian kemudian.


Seperti kucing yang diberi ikan, rejeki nomplok ya Dam!


*****


Sepulang sekolah Mitha langsung menuju cafe Mizy bersama teman-temannya karena Andrea menunggu disana hingga dia selesai les.


Sesampainya di cafe terlihat Andrea bersama teman-temannya berada di pojokan cafe.


"Tha, lo mau ikut kita keatas apa gabung sama mereka?" tanya Shiren


"Gw bilang dulu sama Andrea ya! ntar gw nyusul," sahut Mitha dan Mitha pun langsung menghampiri Andrea.


"Ndre kenapa lo jadi bucin banget sama si Mitha padahal sama cewek yang lebih aduhai lo biasa aja," tanya Dewa yang tahu kedatangan Mitha.


"Sembarangan lo bilang gw bucin, gw tuh bukan bucin tapi cinta gw udah mentok sama dia" sahut Andrea, "awas lo bilang gw bucin, kagak gw bayarin nih makanan" sambung Andrea mengancam Dewa.


"Eits ga bisa gitu dong Ndre, tadi kan gw nanya. lagian cinta lo udah mentok trus kalo cintanya Mitha masih berbelok-belok gimana?" tanya Dewa lagi memancing Andrea


"Gw lurusin lah ngapain belok-belok segala," sahut Andrea


"Kayak lo ga tahu aja Wa, berapa kali dia ngajak gelud sama cowok yang deketin Mitha, padahal statusnya sahabatan," sahut Aryana


"Ya salah mereka sendiri, gw bilangin ga mau denger, ya udah gw ajak gelud aja sekalian," sahut Andrea, "Eh yang sejak kapan disini?" tanya Andrea kaget saat melihat Mitha sudah ada dibelakangnya.


Mitha langsung menyalami Andrea, "Aku makan diatas sama anak-anak" sahut Mitha


"Yang ga bisa gitu dong! trus aku makan gimana? dari tadi aku nungguin kamu, aku lapar" sahut Andrea melas sambil mengelus-elus perutnya.


...*****...


...Happy reading...

__ADS_1


...Ditunggu ya like comment vote gift dan favoritenya!...


__ADS_2