
Setelah pesta usai, Andrea langsung menemui Mitha yang sedang tertidur pulas.
"Sayang, baik-baik ya di perut mama. Papa pasti akan menjaga kalian" bisik Andrea sambil menciumi perut Mitha yang sudah terlihat mulai membuncit.
Terrr... seperti ada yang bergetar di dalam perut Mitha membuat Andrea menjadi kaget
"Sayang, kalian dengar omongan papa ya? papa sayang kalian" ucap Andrea dengan terus menciumi perut Mitha hingga si empu perut merasa terganggu.
"Sayang lagi apa?" tanya Mitha dengan suara serak khas bangun tidur.
"Keganggu ya yang? aku lagi ngajak ngobrol anak kita. Dan ternyata mereka merespon ucapanku yang" sahut Andrea dengan mata berbinar
"Apa kamu merasakan gerakan mereka" tanya Mitha
"Iya, dan itu membuatku sangat bahagia." ucap Andrea kemudian dia mengecup kening Mitha lama, "makasih ya udah menjaga anak-anak kita dengan baik" lanjutnya.
"Makasih juga sayang selalu sayang dan perhatian pada kami" sahut Mitha
Andrea langsung mengikis jarak diantara dia dan Mitha
"Sayang, apa boleh aku nengokin anak kita" bisik Andrea
Tanpa menjawab Mitha langsung menyambar bibir Andrea dan Andrea pun tak menyia-nyiakan kesempatan. Awalnya dia membiarkan Mitha yang memandu penyatuan mereka, namun kemudian Andrea yang memandu permainan hingga pelepasan demi pelepasan mereka nikmati bersama.
***
Keesokan harinya, Andrea berencana membawa Mitha ke suatu tempat yang mungkin menjadi kenangan buatnya.
Mitha sudah siap dengan dress berwarna salem, terdengar pintu depan ada yang mengetuk
Tok tok tok
Ceklek! Mitha membuka pintu penthouse, terlihat Bu Sinta, Pak Erwin dan si kembar Reyna Reyno
"Ibu" sapa Mitha lalu mengambil tangan kanan Bu Sinta dan menciumnya begitupun dengan Pak Erwin dan tak ketinggalan Reyna dan Reyno bergantian salim pada Mitha.
"Ayo masuk bu," ajak Mitha kemudian.
"Iya Tha," ucap Bu Sinta
"Kak Andrea mana teh" tanya Reyna celingukan mencari keberadaan Andrea
"Masih di kamar mandi Na" jawab Mitha
"Aku gak nyangka teh, ternyata Kak Andrea anak sultan" beo Reyna antusias. "Aku juga mau bu punya suami kayak Kak Andrea" sambungnya.
Terdengar suara teriakan dari dalam kamar, "Sayang kamu dimana?" teriak Andrea dengan terburu-buru hanya memakai jubah mandi.
Semua orang terbengong melihat penampilan Andrea, apalagi si bocah ababil Reyna yang matanya lapar kalau melihat cowok ganteng.
"Eh ada ibu dan bapak" ucap Andrea malu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "aku pakai baju dulu bu pak" pamit Andrea kemudian kembali masuk ke dalam kamar.
"Mitha ke kamar dulu ya bu" ucap Mitha pamit
Mitha pun segera menyusul Andrea ke dalam kamar.
"Sayang kenapa gak bilang kalau ada ibu" protes Andrea
__ADS_1
"Ibu baru datang pas tadi kamu teriak" terang Mitha, "lain kali kalau keluar kamar jangan hanya pakai jubah mandi" lanjutnya
"Kenapa emang" tanya Andrea heran
"Aku gak mau berbagi milikku dengan orang lain meskipun itu adikku sendiri" jelas Mitha dengan nada yang kurang bersahabat.
Andrea yang telah selesai memakai baju segera memeluk Mitha dari belakang.
"Sayang, sebanyak apapun cewek yang menggodaku, aku tidak akan pernah bisa berpaling darimu. Karena hanya kamu dan anak-anak kita yang menjadi pusat duniaku" ucap Andrea lembut sambil mengelus sayang perut Mitha.
Mitha yang mendengar ucapan Andrea tersenyum bahagia.
"Janji ya! hanya ada aku satu-satunya wanita yang ada di hatimu dan di kehidupanmu," sahut Mitha
Andrea langsung membalikkan badan Mitha, "Aku janji " ucapnya dengan menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Mitha
Andrea langsung menarik pinggang Mitha agar lebih merapat padanya.
"Aku udah berjanji dan sekarang aku minta bayarannya" ucap Andrea yang langsung meraup bibir Mitha tanpa ampun.
Andrea dan Mitha terus saling mengecap saling menyesap mengeksplor isi rongga mulut hingga suara itu terdengar.
"Tetehhhh...upsss" Reyna langsung menutup mulutnya melihat adegan di depannya.
Andrea dan Mitha yang menyadari kehadiran Reyna langsung saling melepaskan pagutannya.
"Kalau masuk ke kamar orang itu ketuk pintu dulu, jangan asal masuk nyelonong aja" ketus Andrea
"I iya maaf kak" ucap Reyna gugup, "ikh Kak Andrea galak juga ya" batin Reyna
"Maaf bu menunggu lama," ucap Andrea saat duduk di sofa sebrang Bu Sinta
"Iya tidak apa-apa" sahut Bu Sinta dengan tersenyum.
"Sebenarnya ibu kesini mau pamit pulang, titip Mitha dan cucu ibu ya Nak Andrea," ucap Bu Sinta
"Ibu tenang saja, aku pasti menjaga putri dan cucu ibu. Karena mereka sangat berarti buatku. "sahut Andrea
"Makasih nak, ibu jadi tenang." sahut Bu Sinta
"Ya udah bu kita pulang sekarang" ucap Pak Erwin yang sedari tadi diam, "kami pulang dulu ya Ndre, Tha. Nanti main lagi ke rumah" sambungnya.
"In sya Allah pak" ucap Mitha.
Sepulangnya Bu Sinta sekeluarga, Andrea langsung mengajak Mitha ke tempat yang dituju.
"Sayang" ucap Andrea lembut yang melihat Mitha sedang bengong melihat bangunan indah di depannya.
Bukan bangunannya yang membuat Mitha bengong tapi lahan yang dipakai untuk mendirikan bangunan itu yang membuat Mitha meneteskan air matanya.
Ya Mitha melihat sebuah rumah dengan model modern minimalis berdiri megah dihalaman rumah kakeknya
Andrea yang menyadari Mitha menangis langsung angkat bicara, "sayang, gak mau lihat isinya" tegur Andrea
"Siapa yang beli rumah kakek Ndre?" tanya Mitha
"Nggak ada, ini rumah kita sayang" jelas Andrea
__ADS_1
"Maksud kamu?" tanya Miyha tidak mengerti
"Ini rumah yang ku bangun khusus untuk istri oonku" terang Andrea
"Beneran?" seru Mitha dengan wajah yang berbinar
"Tentu sayang, mau lihat kedalam?" tawar Andrea
"Mau! makasih suami onengku" ucap Mitha yang langsung menyambar bibir Andrea sekilas, namun saat akan kembali ke posisi semula Andrea langsung memperdalam ciumannya hingga terdengar ketukan di kaca jendela mobil.
Tok tok tok
"Permisi, anda tidak boleh parkir di depan rumah ini" ucqp seorang pria dengan seragam security.
Andrea yang merasa terganggu langsung keluar mobil sambil melemparkan kunci mobil pada petugas security rumahnya dan reflek petugas security langsung menangkap kunci mobil Andrea, "Bos Andrea" lirihnya
"Parkirkan di dalam," perintah Andrea
Sementara Andrea langsung membukakan pintu untuk Mitha.
"Loh Neng Mitha" ucap security rumah Andrea yang ternyata Pak Karjo tetangganya dulu saat masih tinggal bersama kakek-neneknya.
"Pak Karjo sehat?" tanya Mitha basa-basi
"Alhamdulillah Neng" jawab Pak karjo
"Udah ayo yang" Andrea langsung menarik tangan Mitha agar mengikutinya masuk ke dalam rumah.
"Rumahnya bagus banget yang, bener ini rumah kita? tapi bagaimana bisa? kan sertifikatnya sama bank?" tanya Mitha bertubi-tubi
"Nanyanya satu-satu napa yang" protes Andrea.
"Aku tebus dari bank dengan harga lebih dari jumlah pinjaman budemu, terus aku bikin rancangan sendiri dan jadilah ini" jelas Andrea, "Tadinya mau kujadikan hadiah kelulusanmu tapi kamunya kabur duluan" lanjutnya dengan muka dicemberut-cemberutin.
"Hehehe....iya deh maaf" bujuk Mitha dengan mangacungkan dua jarinya telunjuk dan jari tengah.
"Gak semudah itu Marimar" seru Andrea, "kamu harus membayarnya" lanjutnya dan langsung mengungkung Mitha di atas sofa ruang tamu.
"Sayang ikh mau ngapain?" rengek Mitha saat tangan Andrea mulai berkeliaran mencari pengait di punggung Mitha.
"Semuanya harus kita tuntaskan sayang" ucap Andrea dengan suara serak
Andrea pun langsung menyambar bibir Mitha dengan tangan nakalnya terus berkeliaran masuk kedalam baju Mitha. Untung saja pakai baju dengan kancing di depan jadi tidak perlu menyingkap dress dari bawah.
Karena asyik dengan kenikmatan duniawi sampai keduanya tidak mendengar suara pintu yang di buka dari luar.
"Astagfirullah"
...*****...
...Happy reading...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like comment vote rate dan masukin ke favorite....
Mampir juga kak ke karya terbaruku
__ADS_1