Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
68. Hari terakhir ujian


__ADS_3

"Baiklah tuan, terima kasih atas waktu yang tuan berikan" ucap Mitha kemudian turun dari mobil.


Mitha berjalan dengan senyum mengembang dibibirnya menyapa setiap orang yang dikenalnya.


"Pada akhirnya orang baikpun meminta balasan untuk kebaikannya" gumam Mitha pelan dengan tersenyum miring


"Pagi neng Mitha" sapa pak Kumis yang kebetulan jaga gerbang hari ini.


"Pagi juga pak kumis" jawab Mitha dengan tersenyum, "eh tapi kho sekarang pak kumis ada janggutnya, ganti akh panggilnya jadi pak bewok" sambung Mitha dengan terkekeh


"Neng Mitha bisa aja. Sejak neng Mitha suka diantar jemput si mas ganteng, neng Mitha jadi gak pernah kesiangan lagi." sahut pak Kumis


"Iya dong pak kan semangat sekolahnya kalo diantar sama suami dunia akherat" sahut Mitha terkekeh, "Aamiin"(batin Mitha)


"Iya deh bapak do'ain biar jadi suami dunia akherat"


"Aamiin, ya udah pak aku ke kelas dulu" sahut Mitha kemudian berlalu meninggalkan pak kumis.


Mitha terus berjalan melewati kelasnya, tujuannya adalah rooftop sekolah


Hahahahaha


"Takdir senang banget mempermainkan hidupku, belum cukup lo ngambil orang-orang yang gue sayang" teriak Mitha di sela-sela tawanya.


Bukan tawa bahagia yang terdengar oleh telinga tapi tawa yang sangat miris


"Berisik lo Tha pagi-pagi udah teriak-teriak" sahut Darwin sang badboy SMA Garuda yang pernah sekelas dengan Mitha saat kelas x.


"Lo ngeroko Win?"


"Kenapa lo mau? daripada lo teriak-teriak gak jelas mending lo tenangin pikiran lo sama ini" sahut Darwin sambil menyodorkan sebungkus benda bernikotin itu pada Mitha.


"Gak akh gue gak suka bau asap"


"Lagian lo kenapa sih pagi-pagi ketawa teriak-teriak gak jelas kaya orgil aja"


"Sialan lo! gue tuh lagi seneng tahu"


"Iya lo seneng banget nikmatin penderitaan lo" sahut Darwin cuek


"Ck! sotoy lo Win, udah akh mending gue ke kelas" sahut Mitha kemudian pergi menuju kelasnya.


"Kalo lo butuh bantuan bilang aja ma gue" teriak Darwin saat Mitha sudah ada diambang pintu. Dan Mitha hanya menautkan telunjuk dan jempolnya membentuk huruf ok.


"Udah tahu rapuh tapi masih sok kuat" gumam Darwin pelan kemudian dia pun beranjak pergi menuju kelasnya.


***


Hari pun terus berganti, kini Mahardika grup sudah stabil kondisinya sehingga Andrea sudah tidak datang lagi ke perusahaan.


Setiap hari Mitha dan Andrea selalu belajar bersama untuk mengejar ketinggalan karena kesibukan Andrea di minggu-minggu kebelakang



Hari ini adalah terakhir ujian nasional dilaksanakan


"Yang nanti pulang sekolah aku tunggu di cafe Mizy ya!" ucap Andrea saat sudah sampai didepan gerbang sekolah Mitha keluar

__ADS_1


"Iya sayangkuh" jawab Mitha hendak membuka pintu mobil.


"Yang pasti lupa ya!" sahut Andrea merengut


Cup Mitha langsung menyambar bibir Andrea sekilas lalu segera mencium punggung tangan Andrea.


"Aku turun ya!"


"Sebentar!"


Andrea langsung memeluk Mitha erat sambil mencium pucuk kepala Mitha.


"I wanna be with you"


Tes


Tak terasa setetes air mata jatuh di pipi mulus Mitha, dengan segera dia menghapusnya sebelum Andrea menyadarinya.


"Me too" dengan mengulas senyum manisnya setelah Andrea melepaskan pelukannya.


"Ok amunisiku untuk hari ini sudah full sayang, semangat ya ujiannya!"


"Semangat juga pak suami, udah akh aku turun, bye" ucap Mitha sambil membuka pintu


Andrea langsung melajukan mobilnya setelah berdadah ria dengan Mitha.


"Lama bener dalam mobil, ngapain aja Tha" tanya Shiren yang melihat mobil Andrea kemudian memutuskan untuk menunggu Mitha di depan gerbang.


"Biasalah Shi sebelum pisah kita isi amunisi dulu biar gak LETOY" sahut Mitha dengan menekankan kata letoy, "tadi dianter dokter Rey ya?" sambungnya.


"Ya begitulah" ucap Shiren sambil mengendikkan bahunya, "bener kata lo Tha, dia orangnya baik. Sabar banget dia ngadepin gue yang suka mood swing" sambung Shiren dengan mata berbinar


"Syukurlah akhirnya lo bisa buka hati lo buat cowok sebaik pak dokter"


"Siapa yang pacaran ma dokter?" Juliea langsung menyambar omongan yang didengarnya cuma separo sambil merangkulkan kedua tangannnya pada Shiren dan Mitha sehingga dia berada ditengah.


"Gak ada Lea, gue cuma bilang ma Mitha kalo gue mau ambil kedokteran biar dapet dokter" sahut Shiren yang masih enggan untuk terus terang


"Kalo lo Tha mau lanjut kemana?" tanya Juliea


"Belum tahu gue masih bingung" jawab Mitha, "Kalo lo Lea jadi mau lanjut sekolah mode" sambungnya.


"Hmm tapi Akas gak setuju, dia pengennya gue lanjut disini" jawab Lea muram, "harusnya kan dia dukung cita-cita gue bukan malah ngehambat" lanjutnya.


"Bukannya dia ngehambat cantik tapi dia tuh gak mau jauh dari lo" sahut Mitha


"Tahu akh gue pusing"


"Udah mending kita fokus ujian dulu, sekarang kan hari terakhir" sahut Shiren mengingatkan.


***


"Waktunya tinggal 5 menit lagi, yang sudah periksa kembali sebelum dikumpulkan dan yang belum segera selesaikan." ucap guru pengawas di ruangan Mitha.


Mitha yang merasa semuanya sudah dikerjakan langsung kedepan untuk menyerahkan lembar hasil ujiannya.


"Kamu sudah?" tanya guru pengawas

__ADS_1


"Sudah bu"


"Kamu boleh keluar dan jangan memberi contekan pada temannya"


"Baik bu"


Mitha pun segera meninggalkan ruangan karena sebenarnya dia sudah tidak tahan menahan ingin ke toilet.


Setelah menuntaskan hajatnya dan mencuci tangannya, Mitha langsung bergegas keluar karena toilet sepi hanya dia sendiri.


Tap


Ada tangan kekar yang menarik Mitha untuk mengikutinya saat Mitha baru keluar dari toilet.


"Zyan" gumam Mitha lirih


Setelah sampai ditaman belakang sekolah, Zyan pun melepaskan tangannya.


"Tha duduk dulu yuk, ada sesuatu yang mau aku omongin" Zyan mengajak Mitha duduk dibelakang pohon besar yang menghadap kolam ikan.


Mitha hanya mengikuti ajakan Zyan dengan wajah heran yang terlihat jelas diraut mukanya.


"Ada apa bang Zy narik kesini? udah kaya embe aja ditarik-tarik" sungut Mitha dengan cemberut


"Jangan gitu Tha, aku gak kuat melihatnya"


Mitha hanya mengeryitkan dahinya malah tambah gak ngerti dengan maksud Zyan.


Cup


Zyan mencuri ciuman di pipi Mitha hingga Mitha kaget dengan reflek memegang pipinya.


"Bang Zy gak boleh gitu! ini milik orang!" seru Mitha kaget


"Iya maaf Tha, gak lagi" sahut Zyan dengan mangacungkan jari tengah dan jari telunjuknya dengan isyarat peace.


"Kalo sama aku kamu sampai segitunya Tha tapi kalo sama Andrea..." monolog Zyan dalam hati


"Malah bengong lagi bang"


Zyan menghela nafas dalam sebelum mengatakan apa yang ingin dikatakannya.


"Tha, bulan depan mungkin aku sudah terbang." ucap Zyan menjeda ucapannya, "Sebelum aku pergi aku hanya ingin kamu tahu kalo sebenarnya aku aku aku suka sama kamu" sambung Zyan dengan memejamkan matanya.


Plong itulah yang Zyan rasakan saat ini, meski dia tahu jawaban Mitha mungkin tidak sesuai dengan yang diharapkannya.


Mitha mengulas senyum manisnya membuat Zyan mematung ditempatnya.


"Aku suka bang Zy, sangat suka malah." sahut Mitha, "aku suka bang Zy jadi sahabatku, aku juga suka bang Zy selalu baik ma aku. Aku akan sangat suka kalo bang Zy bisa jadi sodaraku" sambung Mitha


"Maksud aku aku aku suka karena aku mencintaimu"


...*****...


...Happy reading...


...Jangan lupa like comment vote dan di favorite ya!...

__ADS_1


__ADS_2