
Saat Mitha akan masuk ke rumah mama Erika terdengar suara terompet yang ditiup bersamaan ditambah lagi saweran kembang tujuh rupa dan uang gambar soekarno-hatta menyambut kedatangan Mitha sekaligus menyambut kedatangan calon keluarga baru.
Mama Erika saat antusias ketika dia melihat postingan Andrea di sosmednya sehingga dia langsung menyiapkan pesta kejutan untuk Mitha dan Andrea yang baru saja pulang dari bukit.
"Selamat ya sayang! semoga kalian jadi orang tua yang baik untuk anak-anak kalian" ucap mama Erika tulus setelah acara saweran ala mama Erika.
"Makasih mah" ucap Andrea dan Mitha kompak langsung menghambur ke pelukan mama Erika.
"Jaga baik-baik cucu mama ya Tha, dan kamu De jaga baik-baik menantu juga cucu mama ya!" sahut mama Erika
"Iya mah" jawab Mitha
"Pasti mah, Ade akan jadi suami siaga. Iya kan yang" sahut Andrea sambil menaik turunkan alisnya.
Mitha hanya tersipu malu digoda Andrea didepan mama Erika dan yang lainnya.
"Tha, nanti dokter Arumi akan datang untuk periksa kandungannya. Siap-siap aja dulu" ucap mama Erika
"Iya mah, Mitha mau keatas dulu ganti baju" pamit Mitha yang kemudian disusul oleh Andrea.
Setelah membersihkan diri dan berganti baju, Mitha dan Andrea pun kembali turun kebawah karena sudah waktunya makan siang.
Terlihat mama Erika sedang berbincang dengan seorang tamu yang duduknya membelakangi tangga.
"Akh itu putra dan menantuku baru turun Rum" ucap mama Erika pada tamunya yang ternyata adalah dr. Arumi.
"Loh Mitha"
"Tante"
Dr. Arumi dan Mitha bicara bersamaan.
"Jadi menantumu itu Mitha Er? diakan sahabat putriku. Dan itu.."ucap dr. Arumi terpotong saat menunjuk Andrea, "bukannya dia yang dulu tante periksa waktu kamu minta datang ke apartement Tha" tanya dr. Arumi memastikan ingatannya.
"Iya tan" jawab Mitha membenarkan ingatan dr. Arumi
"Owalah aku kira dia itu bukan putramu Er." ucap dr. Arumi, "Kalo tahu dia putranya Erika, mungkin udah aku jodohin sama putriku"(batin dr. Arumi)
"Dia putra semata wayangku Rum sebelum adiknya lahir...heheehe" ucap mama Erika
"Trus sekarang siapa yang mau kuperiksa duluan" tanya dr. Arumi
"Tentu saja menantuku, kalau aku kan udah kemaren" jawab mama Erika
"Tapi kho udah hamil saja, kapan nikahnya nih?" tanya dr. Arumi
"Udah lama Rum cuma kita belum ngadain resepsi, mungkin bulan depan kalau gak ada halangan" ucap mama Erika
Dr. Arumi pun memeriksa Mitha di kamar tamu agar tidak naik turun lagi ke atas.
Setelahnya dr. Arumi pun bergabung lagi bersama mama Erika dan Andrea.
__ADS_1
"Kandungannya sehat, kalau dihitung dari terakhir Mitha haid usia kandungannya sudah memasuki minggu ke 8" ucap dr. Arumi, "untuk bulan depan datang ke rumah sakit aja ya biar kita usg. Dan ini resep untuk vitaminnya" sambung dr. Arumi
"Makasih dok" ucap Andrea dan Mitha berbarengan.
"Iya sama-sama,nanti sering-sering main ke rumah Shiren ya Tha, biar dia gak bosen" ucap dr. Arumi
"Iya tan pasti" sahut Mitha
"Mah, Yana kemana kho gak kelihatan. Tadi katanya ngajak ke butik" tanya Andrea pada mama Erika
"Tadi sih dibelakang, mungkin lagi ngadem di gazebo" sahut mama Erika.
"Ya udah kita kesana dulu ya mah, tan" pamit Andrea sambil menarik tangan Mitha
Entahlah kenapa, Andrea merasa kurang nyaman dengan dr. Arumi yang sedari tadi terus-terus curi pandang pada Andrea
Andrea terus menarik Mitha menuju gazebo dibelakang rumahnya. Terlihat Aryana sedang tiduran sambil memainkan benda pipih canggih miliknya.
Dorrrr
"Eh kutu loncat" Aryana kaget hingga langsung bangun dari tidurannya. Untung saja dia tidak lupa melemparkan handphone barunya ke dalam kolam, bisa jadi santapan ikan.
"Ngapain sih ngaget-ngagetin orang aja" sungut Aryana
"Bang Ar marah sama aku ya?" tanya Mitha dengan sendu
"Nggak kho Tha, mana bisa aku marah sama kamu" sahut Aryana menenangkan Mitha.
"Buktiin donk bang kalo udah gak marah sama aku"
"Lah harus dibuktiin pake apa Tha" Aryana jadi bingung dengan sahabatnya sekaligus cinta pertamanya yang tak berbalas.
"Ya bang Ar harus buktiin kalo bang Ar gak marah dengan bikinin aku gado-gado. Tapi harus beneran bikinan bang Ar, gak boleh nyuruh bi Sum" sahut Mitha
"Tapi aku gak bisa bikinnya Tha" sahut Aryana melas
"Udah Ar tinggal minta diajarin sama bi Sum, yang pedes ya bang Ar" sahut Andrea niru omongan Mitha
"Ck! kalian tuh suami istri seneng banget repotin" gumam Aryana pelan sambil beranjak pergi ke dapur untuk membuat gado-gado.
Sesampainya didapur terlihat dapur begitu sunyi tak berpenghuni, Aryana mulai membersihkan sayurannya kemudian menyiapkan bumbu kacang.
"Mas mau bikin apa, biar Tini yang bikinin" ucap Tini yang baru datang ke dapur.
Aryana menoleh ke arah sumber suara, terlihat Tini dengan baju seksi bercucuran keringat entah habis ngapain, "Gak usah Tin, kamu tolong panggilkan bi Sumi saja"
"Kalo masak memasak Tini juga bisa kho mas" ucap Tini sambil mendekat ke arah Aryana.
"Stop Tin, kamu bau keringat" ucap Aryana yang tidak mau menodai penglihatannya dengan penampilan Tini.
Tini pun langsung berbalik pergi sambil cemberut dengan menggerutu, "Susah banget deketin cowok-cowok kaya itu" .
__ADS_1
Setelah gado-gado ala chef Aryana dengan bantuan bi Sumi, Mitha dan Andrea dengan lahap memakan gado-gado itu. Padahal menurut Aryana kepedesan.
***
Andrea dan Aryana sedang duduk menunggu bumil muda Mitha sedang mencoba gaun yang sudah disiapkan oleh mama Erika dan mama Winda.
Andrea, Aryana dan Zyan dibuat terpana dengan penampilan Mitha. Ya Zyan baru saja datang saat Mitha keluar dari ruang ganti
Ekhmm ekhmm
Mama Winda mamanya Aryana berdehem untuk menyadarkan ketiga pemuda tampan yang sedang terpana melihat penampilan gadis di depannya
"Cantik" gumam ketiga pemuda tampan itu bersamaan
"Dia memang cantik tapi kalian harus kembali ke dunia nyata" sahut mama Winda hingga membuat wajah ketiga pemuda itu bersemu merah.
"Loh bang Zy ada disini juga" tanya Mitha saat menyadari Zyan duduk disofa yang sama dengan Andrea dan Aryana.
"Iya lagi anterin mama fitting baju" jawab Zyan, "kamu tambah cantik aja Tha" sambungnya.
Andrea yang mendengar ucapan Zyan langsung melotot dan dia langsung membawa Mitha masuk ke kamar ganti lagi untuk mengganti gaun yang Mitha pakai.
"Kenapa sih yang?" tanya Mitha heran
"Senengnya kamu dipuji cowok lain" sahut Andrea kesal
"Ishhh posesifnya suamiku"
"Aku gak posesif, aku cuma gak suka cowok lain menikmati kecantikanmu"
"Terus aku harus ngumpet di lobang cacing gitu" cebik Mitha kesal.
"Udah ayo cepetan ganti bajunya yang, kita langsung pulang" sahut Andrea.
Setelah berganti baju Mitha dan Andrea pun pamit pada mama Winda dan Zyan.
"Bang Zy kenapa belum berangkat ke LA? bukannya dari minggu-minggu kemaren" tanya Mitha saat akan pergi.
"Iya, aku ingin jagain kamu disini" jawab Zyan dengan tersenyum.
Andrea dan Mitha pun langsung bergegas keluar, namun saat sampai parkiran Andrea lupa kalau kunci mobilnya sama Aryana sehingga dia balik lagi ke dalam dan Mitha memutuskan untuk menunggu diparkiran.
Melihat Andrea masuk lagi kedalam butik, Zyan pun keluar karena ingin menanyakan sesuatu pada Mitha. Namun dari dia melihat mobil dengan kecepatan tinggi mengarah ke Mitha sehingga diapun berlari untuk menyelamatkan Mitha
"Tha awass" teriak Zyan
...*****...
...Happy reading...
...Jangan lupa like comment vote dan di favorite ya!-----...
__ADS_1