
Alvaro kemudian dengan pasrah mengikuti Rania yang kegirangan setelah mendapatkan tiket konser untuk melihat artis idolanya secara langsung.
###
Malamnya setelah pulang dari menonton acara konser Ayu ting ting, senyum Rania nampak sangat sumringah.
Gadis itu bahkan sudah lupa dengan rasa perih yang siang tadi dirasakannya. Meskipun tidak sempat mengambil poto dengan artis idolanya namun Rania tetap merasakan euforia karena setidaknya impiannya yang satu itu terkabul.
"Makasih ya Alvaro, aku senang banget bisa liat idolaku secara langsung, kamu so sweet banget sih. " Ujar Rania setelah mereka berdua sudah berada di dalam kamar hotel.
"Sama-sama Rania, itu sebenarnya sudah saya pesan sejak jauh-jauh hari dan untuk mendapatkannya ternyata sangat sulit. " Balas Alvaro.
"Oh yah? Lebih sulit mana di banding mendapatkan cintaku?. " Goda Rania.
"Lebih sulit mendapatkan kamu Rania. " Balas Alvaro.
"Aaahhh meleyot aku tuh. " Ujar Rania dengan nada manja.
Alvaro tersipu melihat tingkah Rania.
"Memangnya, kamu secinta itu sama aku?. " Tanya Rania kemudian.
"Menurut kamu bagaimana?. " Alvaro bertanya balik.
"Nggak tau. " Balas Rania.
Alvaro sontak menatap wajah Rania.
"Sudah lama Rania, mungkin saat pertama kali kita bertemu, saat kamu melempar buah jambu ke dasbor mobilku. " Ujar Alvaro tersenyum mengingat kejadian itu.
__ADS_1
"Hah? Kamu masih ingat itu?. " Pekik Rania
"Tentu saja, aku masih ingat dengan jelas, waktu itu kamu terlihat sangat cantik. " Ujar Alvaro.
"Cantik apanya, rambutku saja waktu itu acak-acakkan, du tambah lagi waktu itu aku sedang kejar-kejarran dengan si pemilik jambu, tidak mungkin aku terlihat cantik, kamu pasti bohong yah. " Oceh Rania.
"Aku serius Rania, kamu terlihat sangat cantik saat berkeringat. " Ujar Alvaro.
Pipi Rania langsung merona merah.
"Dihh apaan sih nggak jelas banget. " Balas Rania tersipu malu.
"Aku serius, apalagi waktu kamu main basket, aku sering memperhatikan kamu bersama teman laki-laki mu itu. " Ujar Alvaro.
"Hah? Maksudmu Gunawan? Diki?. " Tanya Rania.
"Tapikan aku sama Gunawan hanya sebatas teman biasa, tidak ada persaan lebih dan kami hanya tidak sengaja bertemu beberapa kali setelah lulus dan..."
Alvaro memtong ucapan Rania.
"Rania, saya tidak butuh penjelasan dari kamu karena saya tahu perasaanmu hanya untuk saya. " Ujar Alvaro kemudian.
"Berarti selama ini kamu dong yang jatuh cinta duluan sama aku, terus kenapa waktu di rumah sakit itu kamu bentak-bentak aku. " Peki Rania.
"Waktu itu, saya khawatir sama kamu Rania, memangnya kamu mau kalau waktu itu kita berdua di penjara dan rumah sakit papamu benar-benar bangkrut?. " Tanya Alvaro.
Rania sontak menggeleng.
"Nggak maulah, tapi kalau di penjaranya sama kamu aku mau sih. " Balas Rania.
__ADS_1
"Rania, saya serius sebenarnya setelah saya membentak-bentak kamu perasaan saya selalu tidak tenang dan merasa bersalah, karena harusnya saya tidak usah terlalu berlebihan seperti itu, saya lahirnya sadar bahwa saya benar -benar membutuhkan kamu, setelah kamu pergi meninggalkan saya. " Tutur Alvaro.
"Saya pikir, tidak akan melihat kamu lagi Rania. " Lanjut Alvaro.
Rania yang mendengar penuturan Alvaro ikut merasa terharu sekaligus merasa bersalah juga.
"Maaf Alvaro, waktu itu sebenarnya aku mau kasih tau ke kamu soal keberangkatan ku tapi... "
"Saya tahu Rania, itu semua memang kesalahan saya yang terlalu pengecut, makanya saya memberanikan diri untuk pergi menjemput kamu, saya benar-benar tidak dapat menahan perasaan saya yang sudah terpendam selama bertahun-tahun. " Tutur Alvaro panjang lebar.
"Itu bukan salahmu, tapi salah Rania juga. " Balas Rania.
"Tidak Rania, itu salah saya. " Ujar Alvaro.
"Itu salah Rania, harusnya Rania yang ngasih kabar ke kamu duluan. " Balas Rania tidak mau kalah.
"Saya yang salah Rania. "
"Ah ya udah, itu semua memang salahmu dan aku tidak peduli yang penting kita sudah bersama. " Balas rania memeluk erat tubuh laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu.
Alvaro balas memeluk tubuh Rania dan mengecuo kening Rania dengan lembut.
"I love you, Rania. " Ujar Alvaro.
"I Love you too, Pak Alvaro ku. " Balas Rania.
Rania tidak pernah menyangka, misi mendapatkan hati Alvaro beberapa tahun yang lalu kini benar-benar bisa menjadi kenyataan. Meskipun harus menunggu selama 5 tahun lamanya.
End
__ADS_1