
Episode sebelumnya...
"Iya, saya akan membuka hati saya untuk kamu dan memperlakukan kamu lebih baik, saya akan menunggu sampai kamu lulus. " Ujar Alvaro memperjelas ucapannya.
###
Happy Reading and Enjoy Guys.
"Cinta satu malam oh indahnya, cinta satu malam buatku melayang, walau satu malam akan selalu ku kenang selama hidupkuuuuiiu. " Rania bernyanyi sambil berjoget bersama teman-teman sekelasnya.
"Ayo semua ikut bernyanyi bersama Rania, biduan ketjeh badai seksi aduhaiiiii. " Teriak Diki memeriahkan suasana kelas.
Teman sekelas Rania yang lain ikut berjoget, suasana kelas 12 IPA 2 hari ini terlihat sangat heboh kembali, setelah mati suri selama berminggu-minggu karena Rania yang biasanya membuat kelas itu hidup beberapa minggu terakhir bagaikan mayat yang tidak memiliki gairah untuk hidup.
Namun hari ini, Rania membuat seisi kelasnya tidak berhenti tertawa melihat tingkah usilnya.
"Ekhemmmm." Suara batuk seseorang membuat ruangan kelas 12 IPA 2 itu langsung hening dan kompak melihat ke arah pintu.
"Kalian ngapain?. " Tanya Alvaro, untuk kesekian kalinya ia melihat aksi Rania yang asik bernyanyi dangdut sambil berjoget ala biduan.
Alvaro mengulum senyumnya, ia tidak ingin image yang di jaganya sebagai guru yang tegas rusak karena melihat tingkah konyol Rania.
Semua murid berhamburan menuju ke kursinya, kecuali Rania yang berjalan santai sambil tersenyum-seyum kecil melirik ke arah Alvaro.
"Kalian ini bukannya tenang di tempat duduk kalian masing-masing saat lonceng tanda pembelajaran sudah di mulai malah heboh dan ribut men ganggu kelas lain yang sedang belajar!. " Omel Alvaro.
Semua murid hanya diam tidak ada yang berani bersuara.
"Hari ini guru matematika kalian tidak bisa masuk karena berhalangan, maka dari itu kalian akan belajar di perpustakaan, guru matematika tersebut sudah memberikan pesan kepada saya untuk menyampaikan tugas yang harus kalian kerjakan selama jam mata pelajarannya berlangsung!. " Tutur Alvaro.
Para murid itu kemudian di buat menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok di berikan tugas yang berbeda. Setelah para murid tersebut sudah berkumpul dengan kelompoknya masing-masing Alvaro kemudian membagikan tugas mereka dan menuntun murid-muridnya itu menuju perpustakaan.
Semua murid berjalan keluar dari kelas satu persatu, Rania sengaja berjalan paling belakang agar ia bisa berbincang-bincang bersama Alvaro dalam perjalanan menuju perpustakaan.
"Pak Alvaro, kita jalannya beriringan yah. " Pinta Rania.
"Ekhemmm." Alvaro hanya berdehem, berjalan keluar kelas meninggalkan Rania.
Rania segera mensejajarkan langkahnya dengan Alvaro, senyuman tidak pernah lepas dari wajah gadis itu seharian ini.
"Pak Alvaro, pulang sekolah nanti langsung ke rumah sakit lagi?. " Tanya Rania berbasa basi.
"Hmmmm." Alvaro hanya bergumam.
Rania tidak kehabisan akal.
"Pak Alvaro, nanti nganterin pulang kan?. " Ujar Rania penuh harap.
__ADS_1
"Rania... " Alvaro menghentikan langkahnya menatap wajah Rania.
Rania ikut berhenti.
"Iya Pak Alvaro, ada apa?. " Balas Rania dengan suara yang sengaja di imut-imutkan, ia mengingat cara Melinda ketika berbicara dengan Reno dan menirunya.
"Jangan sok imut, kita lagi di sekolah, jaga sikap kamu!. " Tegas Alvaro, berjalan meninggalkan Rania yang langsung cemberut.
"Issshhh gak asik banget!. " Sinis Rania, menatap punggung Alvaro yang berjalan tepat di depannya.
"Aw seksi banget pinggangnya. " Batin Rania, memperhatikan cara jalan Alvaro.
"RANIA." Panggil Melinda, Tiba-tiba saja membuyarkan lamunan Rania yang sedang asik menatap Alvaro dari belakang, untung saja Rania tidak menabrak sesuatu yang berada di hadapannya karena terlalu memperhatikan Alvaro.
"Apaan sih, ganggu aja. " Balas Rania, Melinda kini sudah berada di samping gadis itu.
"Ih, napa sih sensi banget jadi cewek. " Ejek Melinda.
Tidak lama kemudian mereka semua sudah sampai di perpustakaan dan duduk bersama kelompoknya masing-masing.
Di dalam perpustkaan tersebut ternyata juga ada kelas lain, kelas 12 IPS 2. Kelas Gunawan.
Rania yang tanpa sengaja bertatapan dan duduk berhadapan dengan Gunawan langsung mengalihkan pandangannya.
"Anak-ank, tolong fokus dan dengarkan arahany saya terlebih dahulu sebelum kalian mengerjakan tugas kelompok kalian. " Tutur Alvaro, semua murid kemudian menatap ke arah laki-laki itu.
"Jadi, kelas IPA dan kelas IPS hari ini akan di gabung jadi kalian sesuaikan saja nomor kelompok dari masing-masing kelas dan duduk sesuai nomor kelompok yang sudah saya letakkan di atas meja. " Lanjut Alvaro.
Setelah menjelaskan mekanisme pembelajaran, Alvaro kemudian duduk di dekat pintu sambil memperhatikan seluruh murid-muridnya tersebut.
Disisi lain, Rania dan Gunawan duduk berhadapan karena ternyata nomor kelompok mereka sama.
Rania terus menunduk, tidak berani menatap Gunawan, sementara teman s-ekelasnya yang lain sibuk mencari jawaban dari tugas kelompok yang di berikan Alvaro.
"Rania." Panggil Gunawan.
Rania melirik ke arah Gunawan sedikit.
"Hmm." Balas Rania.
"Kamu, Apa kabar?. " Tanya Gunawan.
"Baik, Gunawan kamu bagaimana?. " Ujar Rania, menatap wajah Gunawan. Laki-laki itu terlihat sama gugupnya.
"Baik juga, Rania. " Jawab Gunawan.
"Eh eh eh, gak dengar yah tadi Pak Alvaro bilang apa? Jangan bersuara! Jangan berisik! Apalagi pacaran!. " Celetuk Diki, menimpali percakapan Rania dan Gunawan.
__ADS_1
Orang-orang yang berada di perpustakaan itu sontak menatap ke arah kelompok Rania.
"Siapa tuh yang pacaran?. " Seorang teman sekelas Gunawan tiba-tiba saja bertanya.
"Ini si Rania sama Gunawan. " Jawa Diki sambil menunjuk ke arah Rania dan Gunawan, mereka berdua langsung menyembunyikan wajah mereka yang memerah menahan malu.
"Cie cie cie. " Goda salah satu teman sekelas Rania.
"Wah udah pacaran toh? Pj dong pj. " Timpal yang lainnya.
"Apaan tuh pj?. "
"Pajak Jadian dong. "
"Sit suittt, bakalan jadi malam puncak pelulusan paling romantis nih abis ujian. " Tambah Diki, membuat ruangan perpustakaan itu semakin heboh karena soraka dari teman-teman sekelas Rania dan Gunawan.
"Wah kalian emang serasi banget sih. " Timpal salah satu teman sekelas Gunawan lagi.
"Iya dong, Ragu gitu loh. " Jawab Diki.
"Ragu? Apaan tuh Ragu? " Tanya salah satu murid yang lainnya.
"RANIA LOVE GUNAWAN LAH. " Teriak Diki , membuat semua orang semakin heboh, memberikan selamat kepada Rania dan Gunawan.
Rania dan Gunawan tidak dapadapat mengelak ataupun berkata-kata karena percuma saja suara mereka tidak akan di dengarkan yang ada mereka berdua bakan semakin di ejek.
Alvaro yang sedari tadi hanya diam saja mendengarkan para muridnya itu saling berbicara sontak berdiri, setelah mendengar Rania dan Gunawan di jodoh-jodohkan.
"Apa-apaan kalian ini. " Teriak Alvaro.
Seluruh murid langsung terdiam. Alvaro menatap tajam ke seluruh ruangan perpustakaan.
"Fokus, kerjakan tugas kelompok kalian, kalau masih ada dari kalian yang memicu keributan akan saya keluarkan dan saya anggap bolos dari mata pelajaran ini. " Ancam Alvaro.
Semua murid kembali fokus ke tugas kelompok mereka, kecuali Rania yang mentap Alvaro dengan tatapan cinta.
Alvaro yang merasa di perhatikan oleh seseorang medaoati Rania yang sedang menatapnya. Alvaro segera membuang muka, tidak ingin orang lain memperhatikan.
"Pak Alvaro pasti cemburu tuh. " Bisik Deni yang duduk tepat di samping Rania.
"Sssstttt kamu mau di keluarin dari kelas. " Tegur Melinda ikut berbisik-bisik.
"Pak Alvaro nya jealous, gak mau Rania dimilikin orang lain, hhhh. " Balas DikiDiki ssbol berbisik juga.
Rania yang mendengar teman-temannya berkata seperti itu langsung tersenyum kecil, wajahnya memerah. Rania tidak menyangka Alvaro bisa cemburu juga.
Bersambung.. .
__ADS_1
Hayolohhh apakah bunga-bunga cinta akhirnya akan tumbuh di dalam hati Alvaro? Ataukah Rania justru akan berjodoh dengan Gunawan. Wkwkwk
Klik like, vote, subscribe dan berikan komentar kalian untuk membantu perkembangan author. Terima kasih.