
Episode sebelumnya..
Bibi pun kembali berbaring dan asik menonton TV kembali, Mama dan bibi di rumahnya ini itu memang sudah seperti saudara dan kadang kalau Papa Rania sedang sibuk di rumah sakit dan pergi pagi pulang pagi, mama Rania lebih sering tidur di depan TV ini bersama bibi.
###
Happy Reading and Enjoy Guys...
###
Mid semester tengah berlangsung seluruh kelas nampaknya sangat hening dan fokus dengan kertas yang berisi soal yang ada di depannya masing-masing.
Berminggu-minggu berlalu tidak sampai satu bulan lagi ujian semester ganjil akan berlangsung.
Semuanya berlangsung dengan lancar, Rania tidak lagi mengejar-ngejar Alvaro, sementara geng Nurlia beberapa hari yang lalu menagih taruhan yang sudah disepakati, karena mereka belum melihat adanya tanda-tanda Rania dan Alvaro menunjukkan perkembangan, selain mereka terlihat saling menjauh.
###
Alvaro yang saat ini sudah berada di dalam ruang guru merasa agak asing ketika masuk ke dalam kelas Rania tadi, sudah beberapa minggu ini gadis itu tidak menyapa bahkan melirik dirinya pun tidak.
Sebenanya Alvaro sudah berusaha untuk berbicara dengan gadis itu untuk memberinya penjelasan dan pengertian kepada dirinya tidak ingin berpacaran dengan Rania sekaligus meminta maaf atas sikpa kasarnya, namun ketika akan berjalan ke arah Rania selalu saja ia di dahului oleh Gunawan yang akhir-akhir ini sangat intens menemui gadis itu di kelasnya.
Tidak ada kesempatan bagi Alvaro, walaupun itu saat mata pelajarannya berlangsung, ia seperti tidak punya alasan untuk menyuruh Rania pergi ke ruangannya karena gadis itu tidak pernah lagi membuat ulah bahkan terkesan sangat giat dan tekun belajar. Sepertinya gadis itu benar-benar sudah menjauh.
###
"Rania, kenapa kamu gak ada ngisengin pak Alvaro lagi?. " Tanya Diki yang akhir-akhir ini memang selalu memperhatikan kelakuan Rania yang berubah drastis menjadi anak yang oenurut dan lebih fokus belajar.
"Idih kapan aku ngisengin dia, enak aja. " Rania mengakal tuduhan itu.
__ADS_1
"Kamu lagi berantem yah sama pak Alvaro?. " Goda Diki.
"Emangnya kapang aku sama dia baikan?. " Rania bertanya balik yang membuat Diki hanya iya-iya saja.
"Oh iya yah. "
Melinda hanya tersenyum-senyum mendengar kedua temannya itu karena sebenarnya ini adalah taktik terakhir Rania untuk memenangkan pertaruhan antara Rania dang geng Nurlia.
Rania memang sedang berpura-pura kalah, saat ini karena setelah kejadian dirinya di bentak oleh Alvaro di rumah sakit membuatnya sangat membenci laki-laki itu dan akan membuat pembalasan.
Melinda dan Rania menyusun sebuah rencana untuk membuat laki-laki itu terus-terusan merasa bersalah kepada Rania dengan cara ketika laki-laki itu akan datang atau saat Alvaro dan Rania sedang berpapasan di manapun Rania akan langsung buang muka dan menghindari Alvaro agar terkesan Rania sedang sangat marah kepada Alvaro.
Hingga suatu hari saat Alvaro sudah tidak tahan dengan rasa bersalahnya segala cara akan Alvaro lakukan untuk segera meminta maaf kepada Rania, lalu gadis itu akan memberikan sebuah syarat kepada Alvaro untuk menjadi pacarnya selama satu minggu baru ia akan memaafkan laki-laki itu.
Lonceng tanda pulang sekolah telah berbunyi, karena hari ini pelaksanaan mid semester di adakan serentak makanya seluruh murid juga bisa pulang cepat dan serentak karena tidak ada materi pembelajaran.
"Rania, besok malam aku nginap di rumahmu lagi yah. " Ujar Melinda yang saat ini kedua gadis itu sedang nongkrong di depan gerbang sekolah sambil membeli jajanan, menunggu jemputan Melinda datang sekaligus Rania ingin menumpang sampai ke depan rumahnya.
"Yeay asikkkkk. " Melinda nampak sangat kegirangan, hubungannya dengan Reno juga sudah ada perkembangan bahkan Rania sudah mengizinkan mereka untuk nonton bioskop berdua, beberapa minggu yang lalu.
Melinda bahkan sudah membeli dua casing couple HP yang lucu yang akan di berikan nya besok kepada Reno sebagai hadiah perayaan 2 bulan PDKTnya.
"Aku boleh ambil lima tusuk lagi gak Mel? . " Tanya Rania yang terlihat sangat menyukainya pentolan siomai itu bahkan akhir-akhir ini hampir setiap hari ia akan nongkrong di dekat mas-mas penjual pentolan menggunakan motor itu bersama Gunawan yang selalu mentraktir dirinya.
"Boleh dong, hari ini sampai minggu kamu mau makan apa aja aku bayarin semuanya. " Ucap Melinda mengeluarkan uang ratusan ribu dari dalam dompetnya untuk di pamerkan kepada Rania.
"Wuih bagi aku dong dua lembar aja. " Pinta Rania yang matanya langsung hijau ketika melihat uang.
"Enak aja, inituh jajan ku buat satu minggu ke depan, minggu depan lagi loh papaku ngirimin duit jajan. "
__ADS_1
"Enak banget kamu, di kasih duit jajan dobel, lah aku uang jajan ku mesti di tabung dulu biar bisa beli baju baru, hikss. " Rania berpura-pura sedih agar Melinda iba melihatnya padahal setiap kali ke rumah sakit untuk membantu pasien Rania selalu di beri tip oleh papanya, bahkan jika Rania mengatakan akan membeli sesuatu uangnya akan di lebihkan. Namun untuk uang jajan Rania memang di batasi oleh mamanya.
"Yaudah nih dua ratus ribu aja yah, jangan minta-minta lagi duit aku tinggal sejuta, nanti kalau habis terus papaku belum ngirimin duitkan aku gak bisa belanja online . " Melinda memberikan uangnya kepada Rania karena merasa kasihan kepada temannya itu.
"Wah kamu memang yang terbaik Mel, kalau seperti ini kamu gak perlu minta restu lagi langsung bakalan aku restuin. " Rania mengacungkan dua jempolnya kepada Melinda.
"Giliran ada imbalannya aja langsung di restuin. " Sinis Melinda.
"Mana bayaran buat pentolannya? ini aku mau nambah loh lima tusuk.?. " Rania tidak menghiraukannya ucapan Melinda dan lebih memikirkan perutnya sendiri.
"Nih." Melinda mengeluarkan uang dua puluh ribu dari dompetnya dan memberikannya kepada Rania.
Rania dengan senang hati langsung g menerima uang itu dan berjalan ke arah mas-mas siomai pentolan untuk memesan sekaligus membayar pentolan lima belas tusuk yang sudah di makannya tadi, sementara Melinda yang terbiasa hidup sehat dan rajin berolahraga tidak terlalu suka memakan makanan yang kurang sehat dan bisa membuat berat badannya naik.
Apalagi minggu ini Melinda berencana akan dating bersama Reno ke mall sekaligus menonton bioskop.
###
Rania kini sudah berbaring di atas kasurnya, gadis itu merasa sangat kekenyangan setelah menghabiskan dua puluh tusuk pentolan.
Lama Rania diam, pikirannya kemudian langsung mengingat rencananya kepada Alvaro. Kenapa laki-laki itu belum juga meminta maaf kepadanya?.
Bisa gawat jika sampai Ujian semester ganjil berlangsung kurang satu bulan lagi dan Rania belum juga mendapatkan hati Alvaro, Rania akan menjadi babu untuk geng-geng cewek narsis itu. Rania tidak boleh kalah.
Rania bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sore ini gadis itu akan pergi ke rumah sakit dan berpura-pura lewat di depan ruangan Alvaro agar laki-laki itu melihatnya.
"AKU TIDAK AKAN PERNAH KALAH, HAHAHA. " Rania berteriak sambil tertawa-tawa di dalam kamar mandinya. Sepertinya Rania memang memiliki kepribadian ganda (wkwkwk).
Bersambung...
__ADS_1
Like, komen, subscribe dan vote yah untuk membantu author berkembang menjadi lebih baik. Terima kasih yah. I love you.