Pak Guruku, Cintaku

Pak Guruku, Cintaku
Bagian 88 : Kabar Reno Menikah.


__ADS_3

Episode sebelumnya..


Alvaro baru ingat, ia di percaya oleh Pak Herman untuk memikul tanggung jawab baru.


###


Happy READING and Enjoy Guys.


2018, London.


1 tahun berlalu. Rania terlihat masih kesulitan menyesuaikan dirinya dengan perubahan cuaca yang ekstrim di London.


Rania yang terbiasa dengan musim panas di Indonesia di paksa harus terbiasa dengan musim dingin dan musim semi yang hawanya sangat berbeda dengan Indonesia.


Rania bahkan hampir tiap bulan mengalami pilek karena perubahan cuaca yang tidak menentu.


Setelah mengikuti mata kuliah terakhirnya hari ini, Rania bersama dua orang temannya yang juga berasa dari Indonesia sedang berada di salah satu kafe dekat kampus mereka. Sembari menunggu pesanan datang, mereka bertiga mengisi waktu dengan asik mengobrol.


"Eh kalian gak bakalan pulang ke Indonesia, libur semester mi gtu depan?. " Tanya Endah.


"Pulang lah, kecuali kalau bukeku itu ngelarang yah terpaksa aku pulangnya libur semester berikutnya.. " Jawab Isabella.


"Dih, dasar gatal!. " Sinis Endah.


Mereka bertiga kemudian tertawa.


"rania? Kamu gimana? Semester lalu kamu juga gak pulang loh?. " Tanya Endah jepada Rania.


"Hmm, kayaknya enggak deh, aku mau ambil kerjaan di toko bukunya pak Ludwig, kan lumayan buat nambahin biaya sewa apartement sampai semester berikutnya. " Balas Rania. Gadis itu sudah mulai belajar mandiri dan menghasilkan uangnya sendiri.


"Hemat banget kamu, Ran. " Ujar Endah.


"Padahal aku udah mau kenalin loh dia sama si Edwar anaknya dosen Desig Grafis kita, tapi Rania nya malah kabur pas acara dansainggu lalu. " Timpal Isabella.


Rania hanya tersenyum mendengar ucapan Isabella.


"Kalau aku jadi Rania mah juga ogah, diakan playboy, ceweknya ada di mana-mana. " Ujar Endah.

__ADS_1


"Ya gak mesti di pacarin, porotin aja duitnya kan lumayan dia banyak duitnya. " Balas Isabella.


"Gak di pacarin tapi mesti di temenin bobok kan?. " Ujar Endah lagi.


"Hahaha, emang ada yang gratis di dunia ini. " Balas Isabella lagi.


Mereka bertiga pun kembali cekikikan.


Pikiran Rania pu melayang pada Edwar, Laki-laki itu sebulan terakhir ini memang mencoba mendekatinya melalui perantara Isabella, namun entah mengapa Rani merasa tidak nyambung dengan laki-laki itu.


Satu minggu kemudian.


Liburan semester tengah berlangsung hingga tiga bulan ke depan. Rania menghabiskan waktunya dengan bekerja di toko buku salah satu dosennya. Pak Ludwig. Salah satu dosen sejarah di kampusnya.


###



London.



"Halo? Rania? Kamu baru bangun nak?. " Ujar Mama Rania dari ujung telepon.


"Hmm, kenapa ma?. " Tanya Rania.


"Kamu nggak bakalan pulang lagi liburan kali ini?. " Tanya Mama Rania.


"Aku ada kerjaan ma, udah terlanjur bikin janji sama yang punya toko, gak enak kalau Rania gak nepatin. " Balas Rania.


Liburan semester tahun ketiga kali ini. Rania tidak pulang lagi. Sudah seribu satu macam alasan ia keluarkan untuk menanggapi pertanyaan orang tuanya.


Rania sudah sangat terbiasa tinggal di London, apalagi setelah Isabella dan Indah pindah ke sebelah Apartement nya.


"Adik kamu mau nikah!. " Ujar Pak Herman mengambil alih ponsel Mama Rania.


"Hah?. " Rania yang baru setengah sadar sontak terbangun dari tempat tidurnya.

__ADS_1


"Reno mau nikah minggu depan, kamu harus pulang Rania!. " Tegas Pak Herman.


"Hah? Nikah? Nikah sama siapa? Dia selingkuh? Ngamilin anak orang?. " Cecar Rania.


"Rania, kamu ngomong apa sih, Reno bakalan nikah sama Melinda minggu depan" Jelas Pak Herman.


"Hah? Kok Rania gak ada dengar berita itu sebelumnya. " Ujar Rania terkejut.


"Gimana kamu mau dengar, telepon kami aja sering gak kamun angkat, pesan Mama sama papa juga gak ada kamu balas, coba cek email kamu. " Ujar Pak Herman.


Mendengar hal itu Rania baru menyadari kesalahannya sendiri.


"Hehe iyayah, maaf pah, Rania jarang megang HP sama buka laptop karena kerjanya kan di toko buku. " Jelas Rania.


"Pokoknya kamu harus pulang mi gtu ini. " Tegas Pak Herman.


"Tapi pa... "


Pak Herman segera memotong ucapan Rania.


"Tolonglah Rania, pulanglah walaupun hanya sehari saja, Reno itu adik kamu satu-satunya, Melinda juga sahabat kamu dari kecil, kalau kamu tidak pulang mereka akan sangat kecewa. " Ujar Pak Herman membujuk Rania untuk pulang.


"Ya udah, Rania bakalan pulang, tapi cuman sehari yah. " Tawar Rania.


"Rania... "


"Kalau papa gak mau ya udah mending sekalian aja Rania gak pulang. " Balas Rania.


Pak Herman terdengar menghela nafasnya.


"Ya sudah terserah kamu saja, yang penting kamu harus pulang di hari pernikahan adik kamu, kamu harus hadir. " Ujar Pak Herman nada suaranya terdengar kecewa.


Panggilan teleponpun berakhir.


"Huhhh." Rania menghembuskan nafasnya. Berat.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2