
Episode Sebelumnya...
"Abisnya keseringan bangun telat sih neng. " Ujar ini kantin itu lalu sibuk mengantarkan pesanan murid yang lain.
Rania mengernyitkan alisnya, sepertinya reputasi buruknya sudah menyebar ke segala penjuru sekolah ini. Rania tidak ingin ambil pusing dan kembali melahap makanannya.
###
Happy Reading and Enjoy Guys.
###
Mata pelajaran olahraga sebentar lagi akan segera di mulai, Rania sendiri tidak ikut olahrga dan hanya mengganti seragamnya saja lalu duduk di pinggir lapangan memperhatikan teman-temannya yang sedang asik pemanasan untuk bermain bola, sementara teman sekelasnya yang perempuan sedang sibuk cari perhatian kepada Alvaro yang saat ini sedang berbincang-bincang dengan pak Dodi.
Rania tidak ikut berolahraga karena kakinya yang belum bisa di gerakkan secara berlebihan.
"Pak Alvaro ganteng banget, yah udah gitu tinggi gitu tipe ideal aku banget. " Ujar Nurlia.
"Ih iya, aku mau lagi kalau jadi istri keduanya, gapapa deh. " Timpal Reski.
"Ih aku mah ogah mending jadi istri pertamanya aja, biar dapat perjakanya, hahaha. " Ujar Shinta sambil tertawa ngakak mendengar ucapannya sendiri barusan.
"Aku jadi madunya kamu dong, ogah banget aku issshhh. " Balas Reski.
"Udah-udah gak usah berantem lagian juga diantara kalian berdua, pak Alvaro pasti bakalan lebih milih aku. " Ujar Nurlia dengan sangat percaya diri.
Rania yang mendengar itu berdecak kesal.
"Kayak pak Alvaro mau aja iuuuuuhh. " Guman Rania yang ternyata di dengar oleh geng itu.
"Ih si gatel, ngapain disitu sama rerumputan? oh pantas aja gatal suka duduk di tempat motor ternyata. " Teriak Shinta kepada Rania.
"Emang kenapa masalah buat kalian. " Balas Rania.
"Idih dibanding kita bertiga kamu mah gak ada apa-apa nya sok-sokkan ngomong pak Alvaro gak mau sama kita-kita, emangnya kamu pikir pak Alvaro juga mau sama kamu. " Timpal Reski.
"Yang ada juga pak Alvaro nya bisa-bisa serangan jantung ngadepin tingkah laku kamu yang kayak anak setan. " Tambah Nurlia.
__ADS_1
"Mending anak seran dari pada kalian anak haram hasil di luar nikah, hahahaha. " Ejek Rania sambil tertawa puas.
"Eh mulut kamu tuh Rania emang tajam banget tau gak, emang kamu pikir ada gitu laki-laki yang bakalan mau sama kamu? kalau enggak karna harta papa kamu juga palingan kamu cuman bakalan di jadiin babu sama suami kamu nanti. " Balas Shinta.
"Apa? babu? kalian pikir aku gak bisa punya pacar? Sekelas pak Alvaro aja mah gampang dapetinnya, si Gunawan aja bisa ku dapetin dengan modal sebotol air. " Rania tidak mau kalah.
"Halah, si Gunawan mah karena emang terpaksa aja, kasian ngeliat kamu udah capek-capek bawain dia air dia nerima minuman kamu karena kasian doang lagi, sok cantik banget. " Sindir Reski.
"Oke aku bakalan buktiin kalau sekelas pak Alvaro aja pasti bisa aku dapatin. " Rania kerasa tertantang.
"Hahahaha, pake pelet aja gak bakalan mempan Rania. " Ujar Shinta.
"Gini aja kalau aku berhasil dapatin pak Alvaro kalian bakalan kasih apa ke aku?. " Tantang Rania.
Mereka bertiga kemudian terlihat saling berbisik-bisik.
"Kita bakalan sisihin dan kasih kamu duit jajan kita-kita selama 3 kedepan bulan, kalau kamu berhasil dapatin hati pak Alvaro dalam jangka waktu 2 bulan sebelum ujian semester ganjil. " Jawab Nurlia mewakili teman-temannya satu gengnya.
"Duit jajan doang? emangnya duit jajan kalian berapa? lebih besar gitu dari aku?. " Tanya Rania meremehkan.
"500 ribu tiap bulan dan per orang gimana?. " Jawab Shinta.
"Wah bisa buat beli baju baru tanpa harus ngorek celengan. " Batin Rania.
"Gimana, sok-sokan nantangin kamu." Desak Nurlia.
"Jadi 4.500.000 doang?" Tanya Rania.
"Plus tiket staycation dimanapun yang kamu mau asal masih di Indonesia, selama liburan terserah mau ajak siapa aja free makan, minum, jajan dan jalan kecuali belanja. Tapi cuman boleh bawa 1 orang buat temanin kamu. " Ujar Shinta yang keluarganya jauh lebih berada di antara ke dua temannya yang lain, orang tuanya punya usaha travel. Mendengar hal itu membuat mata Rania berbinnar-binar. ll dan tanpa pikir panjang Rania menyanggupinya.
"Oke deal. " Rania mengulrkan tangannya.
"Deal." Shinta kemudian menyambut uluran tangan Rania.
"Tapi kalau kamu gagal, kamu cuman harus jadi kacung ku selama 1 minggu. " Lanjut Shinta.
Tidak lama kemudian Melinda datang menghampiri mereka karena melihat Rania seperti sedang di keroyok oleh 3 orang itu.
__ADS_1
"Rania." Teriak Melinda.
"Gak usah teriak-teriak Mel,. "
"Yaudah ingat yah Rania, sampai bulan depan. " Ujar Nurlia lalu mengajak kedua temannya itu beranjak ke sisi lapangan yang lain.
"Kamu kenapa Ran? kamu di buly? di ajak ketemuan di luar sekolah? di suruh beliin mereka makanan? ya ampun Rania, jangan yah jangan aku bakalan telpon papa aku biar kirimin polisi buat usut mereka. " Melinda terlihat panik karena mengira sahabatnya itu sedang di rundung.
"Mel, Melinda? stopppp. " Teriak Rania.
"Aku gak bakalan mungkin di buly sama mereka, sepuluh orang kaya mereka pun masih sanggup buat aku lawan. " Lanjut Rania.
"Ya terus kenapa mereka ngomong kayak gitu. "
"Udahlah nanti aja aku ceritain, tuh pak Dodi ngeliatin kamu. Sana gih olahrga. " Usir Rania.
"Yaudah deh aku balik lapangan dulu, bilang sama aku kalau mereka ada macam-macam. "
"Melinda, kamu kayak gak kenal aku aja deh, udah sana. " Usir Rania sekali lagi.
Melinda kemudian berlari masuk kembali ke lapangan, meninggalkan Rania seorang diri. Pikiran Rania kemudian di penuhi dengan pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana cara mendapatkan hati Alvaro. Apalagi sampai harus menjadikan Alvaro pacarnya?
"Aduh Raniaaaaaaaa. " Batin Rania.
###
Sudah lewat tengah malam, namun Alvaro telihat masih sibuk di meja kerja yang berada di dalam kamarnya. Alvaro baru sempat mememeriksa soal ulangan para muridnya karena malam ini ia pulang lewat jam sepuluh malam dari rumah sakit.
Rasa kantuk kemudian membuatnya menyerah dan berjalan sempoyongan ke pembaringannya, matanya tanpa sengaja menatap sebuah gambar yang telah dibingkai, menunjukkan dirinya dengan seorang gadis, senyum gadis itu terlihat sangat manis dengan bulu mata yang lentik membuatnya terlihat semakin cantik.
"Apa kabar, Laura? . " Tanya Alvaro sambil memandangi gambar perempuan yang berada di atas meja samping kasurnya itu. Beberapa bulan yang lalu hal ini hampir tiap malam ia lakukan, entah mengapa hari-harinya seperti ada yang kurang setiap kali dirinya tidak melakukan hal itu. Namun, karena belakangan ini kesibukannya bertambah Alvaro jadi sering tinggal di rumah sakit dari pada di kamarnya sendiri membuatnya sedikit merasa bersalah kepada gadis di balik gambar itu.
Bersambung...
Note : Terima kasih sudah membaca, klik like, subscribe dan tinggalkan komentar kalian yah.
saran dan masukan yang membangun akan lebih berguna untuk penulis menjadi lebih baik lagi ke depannya.
__ADS_1
Author.
#kimel#