
Episode sebelumnya...
Alvaro dan Rania kemudian saling bertatapan, mereka tersenyum satu sama lain.
###
Happy Reading and Enjoy Guys.
Lonceng tanda pulang sekolah telah berbunyi sejak tadi, kini hanya tersisa lima orang yang berada di dalam kelas 12 IPA 2.
"Aku mau batalin taruhan. " Ujar Rania kepada Nurlia, Sinta dan Reski.
Setelah hari pertama semester selesai, Rania memang sudah membuat janji kepada ketiga gadis itu.
"Batalin taruhan? Ya gak bisalah ege. " Sinis Nurlia.
"Taruhannyakan masih tersisa beberapa hari lagi, kamu udah nyerah aja lemah banget. " Timpal Sinta.
"Kamu masih ada waktu kok Rania, buat ngejar-ngejar pak Alvaro, kayak bebek hahaha. " Ejek Nurlia
"Aku mau batalin taruhannya sekarang! " Tegas Rania.
"Ya gak bisa agitulah, taruhan ya taruhan menang dapat hadiah kalau kalah yah mesti dapat konsekuensinya dong. " Ujar Reski.
"Aku bilang juga apa, pak Alvaro mana mau sama kamu, cewek udik, kampungan. " Ejek Nurlia, mendengar hal itu membuat Rania jadi memanas.
Melinda kemudian datang dan melemparkan pboto-photo Alvaro dan Rania yang sudah di kumpulkan nya ke meja Reski dan Nurlia yang duduk satu bangku.
"Aku tau kondisi ekonomi kalian lagi gak baik-baik ajakan makanya Rania sama aku udah diskusiin buat batalin taruhan. " Ujar Melinda. Hal ini memang sudah ia kroscek terlebih dahulu.
"Hah sok tau. " Balas Sinta yang memang lebih kaya dari kedua temannya.
"Hah? Oh my goooooooood?. " Teriak Nurlia shock melihat photo-photo yang sepertinya telah di gunting dan dibetuk love dengan sengaja, photo itu menampilkan Rania dan Alvaro dalam berbagai kondisi, tempat dan suasana.
"Editan kali ini? Ngedit dimana Kamu Rania. " Ujar Sinta setelah melihat satu persatu photo-photo itu.
Rania mengeluarkan Ponselnya dan memperlihatkan postingan di media sosialnya.
Nurlia semakin Shock melihat postingan dengan caption "makan malam keluarga", di dalam gambar itu ada keluarga Alvaro dan Rania yang sedang melakukan makan malam bersama.
" Kamu masih mikir ini editan?. " Tanya Rania yang melihat ekspresi Sinta masih tidak percaya.
"Tunjukin Rania. " Ucap Melinda memberikan Ponselnya kepada Rania untuk di perlihatkan kepada geng Nurlia itu.
__ADS_1
"Gimana, masih kurang?. " Tanya Rania sambil memperlihatkan video dirinya dan Alvaro saat di pinggir pantai kemarin dalam video itu terlihat Alvaro sedang mengusap air mata Rania.
"Kalau taruhannya masih mau di lanjutin, ya udah aku mau detik ini juga uangnya udah harus ada karena aku udah bisa ngedapetin hati pak Alvaro, tapi kalau kalian mau taruhannya selesai sampai disini kita anggap aja taruhannya gak pernah terjadi." Lanjut Rania.
Hening.
"Oke, karna kamu udah menang aku bakalan ngasih kamu tiket gratis plus uang jajan selama tiga bulan dari kami bertiga sebanyak 500 ribu per bulan. " Sinta tidak mau kalah.
"Mmmm kayaknya aku gak ikutan deh. " Ujar Reski yang sedari tadi diam saja setelah melihat photo-photo yang Melinda lemparkan.
"Iya, hehehe aku juga, ya udah aku pulang duluan yah soalnya diluar kayaknya udah mau ujan. " Timpal Nurlia yang langsung kabur keluar dari kelas diikuti Reski.
"Eh heh kok pada kabur sih. " Teriak Sinta melihat sahabat-sahabatnya itu yang tidak setia kawan.
"Jadi gimana? Kamu mau bayarin teman-teman kamu itu?. " Tantang Rania.
"Hehehe, maaf ya Rania boleh nggak kalau uangnya aku cicil aja, tiket pesawatnya aku pastiin ada kok selesai semester ini. " Ujar Sinta, masih mempertahankan harga dirinya.
"Gak usah, anggap aja kita gak pernah ngelakuin teruhan ini. " Ucal Rania, membuat Sinta terlihat sangat malu.
"Gapapa kok, kamu gak usah malu Rania gak bakalan ngungkit-ngungkit masalah uang itu, tenang aja kamu udah boleh pulang, kita bakalan nganggap ini gak pernah terjadi. " Kini Melinda angkat bicara melihat Sinta yang salah tingkah membuatnya merasa iba juga kepada gadis itu.
Sinta kemudian berlari keluar kelas tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Huhhhhh." Rania mengembuskan nafasnya dengan kasar.
"Yah hangus deh tiket liburan kita. " Keluh Rania.
"Hahahaha, makanya jangan bandel, jangan usil. " Ejek Melinda.
"Hmmm." Rania menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Yaudah yuk kita pulang. " Ajak Melinda, merangkul sahabatnya itu berjalan lalu berjalan beriringan menuju keluar kelas.
###
Rania mengambil keputusan untuk membatalkan taruhannya bukan tanpa alasan, kemarin gadis itu sudah mengakui semuanya kepada Alvaro, bahwa ia dan geng Nurlia melakukan taruhan untuk mendapatkan hati Alvaro, Rania menjelaskan aturan taruhannya sementara Alvaro yang mendengarnya hanya bisa menganga di tempatnya.
(Flashback on)
"Jadi kamu yang ngelakuin dan ngerencain semua itu hanya demi menang taruhan?. " Tanya Alvaro memastikan apa yang di dengarnya barusan.
"Sebenarnya gak semuanya sih pak, beberapa di antaranya memang karena kebetulan aja. " Rania meringis memperlihatkan ekspresi penyesalan kepada Alvaro.
__ADS_1
"Pantas aja feeling saya selama ini gak pernah enak, ternyata benar dugaan saya kamu ngerjain saya lagi. " Omel Alvaro menyadari drinya benar-benar masuk ke dalam perangkap gadis nakal di depannya ini.
"Hehehe, maaf Pak. " Rania memperlihatkan ekspresi penyesalan.
"Ya udah untuk kali saya akan maafin kamu, tapi ingat taruhannya harus di batalin gak baik Rania jadiin perasaan orang lain sebagai taruhan, perasaan itu gak bisa di beli pake uang juga. " Ujar Alvaro memberikan nasihat kepada Rania.
"Iya, pak saya bakalan batalin taruhannya tapi boleh nggak pak saya minta sesuatu sama bapak. " Ujar Rania memelas.
"Apa itu? . "
" Boleh gak saya pamerin, kalau saya sama pak Alvaro udah pacaran sama si tiga orang itu, sekali aja pak, abis itu saya gak bakalan maksa-maksa bapak lagi buat jadi pacar saya, yah pak, sekali ini aja pak. " Pinta Rania memelas kepada Alvaro.
"Hah? Rania, taruhan itu gak baik dan..... " Alvaro akan memulai ceramahnya lagi.
"Saya gak bakalan ngambil hadiah taruhannya pak Alvaro, saya cuman mau ngasih liat ke mereka hasil usaha saya aja. " Rania memotong ucapan Alvaro.
"Hasil usaha?. " Alvaro terlihat kebingungan.
Rania kemudian menunjuk ke arah Melinda yang terlihat sedang mengambil gambar, memotret Alvaro dan Rania.
"Saya sama Melinda udah ngumpulin photo-photo buat di jadiin barang bukti kalau saya sama bapak udah jadian, rencananya mau saya sebarin ke satu sekolah hari senin, tapi karena saya merasa bersalah sama pak Alvaro karena kejadian dua hari yang laku, ya udah mending saya sekalian ngomong langsung dan jujur aja ke bapak sekarang." Jelas Rania.
Alvaro kembali menganga, shock mendengar ucapan Rania tidak menyangka gadis itu sungguh memiliki banyak ide gila.
"Jadi, gimana pak Alvaro boleh nggak?. " Ujar Rania.
"Rania, bukannya saya gak ngebolehin tapi..... "
"Plissssss pak Alvaro, sekali ini aja, tolong. " Ointa Rania.
"Huhhhhh." Alvaro membuang nafasnya dengan kasar.
"Sekali ini aja pak. " Pinta Rania, terus memelas kepada Alvaro.
"Yaudah, boleh saja asal taruhannya di batalkan dan hanya untuk di perlihatkan ke ketiga orang itu saja. " Tegas Alvaro.
Dengan berat hati Alvaro membiarkan gadis itu untuk memperlihatkan photo-photo yang sudah di kumpulkan nya hanya untuk ketiga orang itu saja.
Bisa gawat jika Rania nekat menyebarkan photo-photo itu ke seluruh penjuru sekolah, apa yang akan di katakan oleh guru-guru lain jika Alvaro memacari muridnya sendiri?.
"Suer pak, saya janji. " Ucap Rania bersungguh-sungguh.
(Flashback off)
__ADS_1
Bersambung...
Klik like, vote, subscribe dan berikan komentar postif kalian.... Terima kasih.