
Episode sebelumnya...
Gadis itu kemudian mengangkat kepalanya dan menatap Alvaro dengan mata yang sembab akibat air mata. Alvaro terperanjat kaget menyadari gadis yang di tabrak nya barusan adalah seseorang yang sangat di kepalanya di masalalu.
###
Happy Reading and Enjoy Guys.
###
"Laura?. " Panggil seseorang laki-laki yang baru saja tiba.
"Kamu kenapa duduk di bawah gini, ayo berdiri. " Laki-laki itu membantu gadis bernama Laura itu untuk berdiri.
Alvaro dan gadis itu saling bertatapan untuk sesaat sebelum kemudian laki-laki tadi menuntunnya ke dalam kamar mayat.
"Laura. " Batin Alvaro menyebut nama gadis itu.
Seperti ada sesuatu yang menikam jantung Alvaro saat tiba-tiba saja setelah bertahun-tahun berlalu gadis itu akhirnya kembali ke tanah air.
Ada rasa senang tersendiri di dalam benak Alvaro karena akhirnya bisa melihat gadis itu lagi.
"Siapa laki-laki tadi?.Untuk apa gadis itu datang kesini lagi? siapa yang meninggal? " Batin Alvaro bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.
Alvaro kemudian berjalan ke arah pintu kamar mayat yang sedikit terbuka yang di dalamnya Alvaro melihat Laura dan laki-laki tadi sedang melihat jenazah seorang perempuan yang sudah terbujur kaku.
__ADS_1
"Tante Rita?. " Gumam Alvaro lirih, namun Alvaro segera beranjak dari sana karena ada sesuatu yang harus ia urus.
###
Pagi harinya Alvaro dan kedua orang tuanya menghadiri pemakaman di rumah Laura yang berada satu komplek dengan perumahan orang tua Alvaro, kebetulan mereka juga memang masih ada ikatan keluarga. Terrnyata orang yang meninggal itu benar-benar adalah tante Rita atau Ibu dari Laura.
Tante Rita atau Ibu dari Laura adalah orang yang dulunya sangat menentang hubungan antara Alvaro dan Laura karena perbedaan pendapat di antara orang tua Alvaro dan Tante Rita.
Pada saat itu kehidupan ekonomi keluarga Alvaro memang sedang tidak stabil seperti saat ini karena papa Alvaro pernah di tipu oleh orang kepercayaannya sendiri. Namun karena usaha keras Alvaro waktu itu yang memutuskan untuk tidak langsung melanjutkan study S2nya dan membantu mengurus perusahaan Papanya, sehingga perusahaan itu bisa bangkit kembali.
Malangnya, hubungan asmara Alvaro dan Laura harus berakhir karena orang tua Laura yang ingin menikahkan anaknya dengan seseorang yang lebih mapan dan pendidikan yang lebih tinggi dari pada Alvaro waktu itu, di tambah orang tua Laura yang sering menganggap remeh orang tua Alvaro membuat hubungan keduanya menjadi semakin jauh. Hingga akhirnya gadis itu melarikan diri keluar negeri tanpa mengatakan sepatah katapun kepada Alvaro.
Alvaro sempat ingin menyusulnya keluar negeri namun karena mendengar kabar bahwa gadis itu ternyata sudah memiliki pinangan dan orang tua Alvaro yang waktu itu sedang dalam kondisi terpuruk, Alvaro lebih memilih keluarganya sendiri.
Namun sepertinya itu menjadi penyesalan terbesar selama beberapa tahun ini untuk Alvaro, karena ternyata Laura, gadis itu sering mengiriminya surat tapi surat itu tidak pernah sampai ke tangan Alvaro dan selalu di sembunyikan oleh ayahnya, agar Alvaro lebih fokus untuk mengembangkan perusahaan dari pada mengejar cinta pertamanya itu, itu pula yang menjadi alasan mengapa Alvaro tidak terlalu dekat dengan papanya setelah mengetahui kejadian itu.
Alvaro menunggu waktu yang tepat untuk berbicara dengan gadis itu karena merasa canggung, setelah sekian lama dirinya tidak bertemu dengan Laura.
"Laura?. " Panggil Alvaro kepada gadis yang sedang duduk melamun di teras rumahnya itu. Beberapa orang yang datang untuk membantu proses pemakaman juga sudah kembali ke rumahnya masing-masing, hanya ada beberapa orang keluarga terdekat Laura yang masih berada di tempat itu.
"Laura?. " Panggil Alvaro lagi kali ini laki-laki itu menambah volume suaranya.
"Al?. " Laura sedikit terkejut melihat Alvaro yang ternyata sudah duduk di dekatnya.
"Iya ini aku Laura. " Ucap Alvaro, Laura hanya tersenyum kepada Alvaro.
__ADS_1
Alvaro merasa iba kepada gadis itu, tubuhnya terlihat lebih kurus dan pipinya jauh lebih tirus di banding beberapa tahun yang lalu, kehidupan seperti apa yang telah di alaminya hingga membuatnya terlihat sangat menyedihkan seperti itu.
Alvaro mengingat dengan jelas, Laura adalah gadis anggun, baik hati dan lembut namun sifatnya sangat ceria dan senang berlari kesana kemari sambil tertawa saat bersamanya dulu.
"Laura? kamu ngapain disitu sayang?. " Tegur seorang laki-laki yang sontak membuat Alvaro tertegun setelah melihatnya, laki-laki itu adalah orang yang semalam Alvaro lihat bersama Laura di rumah sakit.
Deg
Seperti ada sesuatu yang menusuuk-nusuk jantung Alvaro. Sakit. Ternyata benar kabar itu bahwa selama ini Laura sudah menikah pada saat gadis itu melarikan diri ke luar negeri.
"Apakah orang ni suaminya?. "Batin Alvaro.
Laki-laki tadi kemudian memberikan selimut ke tubuh Laura dan menuntun gadis yang terlihat sangat lemah itu masuk ke dalam rumah tanpa menghirauoan kehadiran Alvaro.
Sakit sekali rasanya ketika orang yang telah kamu tunggu-tunggu selama ini dan telah berjanji untuk tetap setia kepadamu namun ternyata orang itu sudah lebih dulu menemukan penggantimu, padahal orang itu yang pertama kali membuat janji kepadamu.
Alvaro bukannya tidak pernah mendengar kabar burung tentang Laura yang akan di nikahkan hanya saja Laki-laki itu menolak untuk mempercayainya karena telah membaca surat-surat dari Laura, yang meminta Alvaro untuk tetap setia menunggunya. Namun, ternyata gadis itu sudah lebih dahulu mengingkari janjinya.
Alvaro pulang ke rumahnya dengan wajah yang murung, sementara orang tua Alvaro sedang di ruang tamu menunggu anak satu-satunya itu, sebenarnya orang tua Alvaro sudah lama mengetahui tentang pernikahan Laura namun mereka pikir Alvaro juga sudah mengetahuinya, namun melihat anaknya itu selama beberapa tahun ini tidak menjalin hubungan asmara dengan perempuan manapun membuat mereka berpikir mungkin saja Alvaro masih menunggu Laura.
Papa Alvaro juga beberapa kali mencoba untuk menyadarkan Alvaro bahwa gadis yang di tunggunua itu telah menjadi milik orang lain, namun ketika pak Subroto memulai pembicaraan dengan Alvaro, anak laki-laminya itu akan langsung meninggalkannya. Semantara, Mama Alvaro sendiri tidak pernah mendapatkan timing yang tepat untuk memberi tahu anaknya itu dan hanya bisa berharap, semoga Alvaro suatu hari bisa membuka hatinya ke orang baru dan memulai hubungan yang baru juga.
"Alvaro..... " Panggil Mamanya dengan suara lirih.
Alvaro hanya menatap kedua orang tuanya itu untuk sesaat lalu melangkahkan kakinya masuk ke kamar dan membanting pintu kamarnya dengan keras.
__ADS_1
Entah mengapa Alvaro merasa aliran darah di dalam tubuhnya terasa sangat panas ada rasa sakit sekaligus amarah di dalam dadanya. Alvaro menatap sebuah photo yang selalu bertengger di dekat kasurnya selama bertahun-tahun, mata laki-laki itu berkaca-kaca, Alvaro menangis.
Bersambung...