Pak Guruku, Cintaku

Pak Guruku, Cintaku
Bagian 97 : Hari Pernikahan Alvaro dan Rania


__ADS_3

Episode sebelumnya...


Melinda sontak menganga karena shock mendengar jawab Rania yang begitu polos.


###


Happy Reading and Enjoy Guys.


Rania berjalan dengan pelan menuju ke tempat dimana acara akad nikah saat initelah dilaksanakan laksanakan. Nampak Alvaro telah menunggunya di kursi pengantin.


Alvaro mengenakan setelan berwarna putih yang senada dengan gaun pengantin yang di gunakan oleh Rania.


Saat ini, keduanya sudah resmi menjadi pasangan suami isteri. Membuat semua orang yang melihat dan pernah mendengar kisah mereka ikut senang, terharu sekaligus mewanti-wanti jangan sampai Rania membuat ulah lagi.


"Hai Rania, selamat yah. " Ujar Gunawan.


"Eh Gunawan. ", Rania sontak berdiri saat melihat laki-laki itu datang.


"Wah kamu cantik sekali,l." Puji Gunawan.


"Ekhem." Alvaro berdehem lalu ikut berdiri.


"Ah Terima kasih Gun, kamu datang g sendirian. " Tanya Rania.


"Iya Rania. " Keduanya kemudian berjabat tangan.


"Boleh aku memelukmu untuk yang terakhir kali?. " Tanya Gunawan.


Rania melemparkan senyumannya dan mengangguk.


"Eits, No.. No!. " Pekik Alvaro saat melihat keduanya akan berpelukan.


"Eh maaf, aku kirain boleh, hehehe. " Balas Gunawan.


"Nggak boleh, Rania sekarang udah dah jadi istri saya, nggak boleh ada yang meluk-meluk dia kecuali saya. " Tutur Alvaro, ketus.


"Alvaro... " Terus Rania.


"Andai saja pak Alvaro telat datang, pasti saya duluan yang bakalan menikahi Rania. "Balas Gunawan.


"Eh Gunawan, nggak boleh ngomong gitu. " Timpal Rania.

__ADS_1


"Ehehehe bercanda, jangan di anggap serius gitu dong. " Balas Gunawan. Laki-laki itu kemudian sekali lagi memberi selamat dan tidak lupa untuk berpelukan dan meminta maaf kepada Alvaro lalu berlalu pergi.


"Apa-apaan kamu mau di peluk-pelukaja sama orang lain. " Ketus Alvaro.


"Hah? Eh kan cuman temenan. " Balas Rani sedikit terkejut mendengar pertanyaan tersebut.


"Kamu nggak liat mata dia tadi masih penuh harapan sama kamu. " Cecar Alvaro.


"Hah?. " Rania kembali tersentak, melihat ke arah Gunawan yang sedang menikmati hidangan acara pernikahannya. Rania menatap nanar laki-laki itu merasa iba dan bersalah .


"Tapi, aku hanya mencintaimu... " Ujar Rania kemudian.


Alvaro tersenyum mendengarnya.


"Saya tahu. " Jawab Alvaro.


Rania mengangkat kepalanya menatap laki-laki yang kini sudah menjadi suaminya itu.


"Aku hanya cemburu dan tidak suka melihat laki-laki lain menyentuhmu. " Ujar Alvaro.


Pipi Rania sontak memerah, namun sedetik kemudian Rania kembali tersentak kaget saat Diki dan beberapa temannya yang lain datang dan berhamburan memeluknya.


"Ehh Diki. " Pekik Rania saat laki-laki itu langsung memeluknya tanpa aba-aba.


"Rania selamat yah, ya ampun aku nggak nyangka banget kalau kamu bakalan berakhir di pelaminan sama Pak Alvaro. " Ujarnya.


Laki-laki itu sekali lagi memeluk tubuh Rania.


"DIKi." Ujar Rania dan Alvaro berbarengan.


Diki yang tidak tahu apa-apa hanya melongos pergi setelah menyalami tangan Alvaro, teman-teman Rania yang lain ikut memberi selamat dan mendoakan pernikahan Alvaro dan Rania.


"Kurang ajar. " Pekik Alvaro setelah semua tamu turun dari pelaminan mereka.


Rania hany bisa meringis, ia juga tidak menyangka Diki akan langsung memeluknya tanpa aba-aba.


Setelah acapa poto-poto selesai di lakukan. Kedua penganti baru itupun keluar dari gedung tempat acara mereka di laksanakan menuju ke salah satu hotel yang telah orang tua mereka reservasi sebelumnya.


Sesampainya di dalam kamar, Rania langsung mengingat percakapannya dengan Melinda tempo hari.


Jantungnya langsung berdetak sangat kencang, apalagi saat ini Alvaro nampak membuka satu persatu kancing kemejanya.

__ADS_1


"Apa iya, mereka harus melakukannya sekarang.?. " Batin Rania.


"Rania kenapa bengong aja disitu, ayo masuk. " Tegur Alvaro, saat melihat Rania hanya berisik di dekat pintu.


"Eh, emangnya kita mau ngapain?. " Tanya Rania, polos.


"Ya istirahat lah Rania, saya mau mandi dulu, kamu juga ganti pake baju yang lebih nyaman. " Ujar Alvaro.


"Oh iya, hehe. " Rania segera mendekat ke arah Alvaro namun baru beberapa langkah, kin Alvaro nampak melepaskan baju dan celana panjangnya.


Laki-laki itu saat ini hanya mengenakan celana boxer, tidak ada sehelai benang pun yang menutupi bagian atas tubuhnya.


Rania tercengan sekaligus teroana melihat tubuh Alvaro yang kekar. Sedetik kemudian Rania tersadar ia langsung menutup matanya dan berteriak.


"Aaaaahhh Alvaro, kenapa mesti telanjangan gitu sih?. " Pekik Rania.


"Rania, kita kan udah nikah!. " Balas Alvaro berjalan ke arah gadis itu.


"Stop, jangan mendekat? . " Ujar Rania.


"Rania, saya mau bantuin kamu buka gaun itu.. " Balas Alvaro.


"Alvaro plis, udah sana mandi aja, aku bisa sendiri kok. " Ujar Rania.


Alvaro kemudian pasrah dan dengan santai masuk ke dalam kamar mandi dengan hanya mengenakan boxer untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.


"Arrrghhh bagaimana ini. " Rania merasa prustasi.


Pada awalnya Rania berpikir urusan ranjang itu akan di bicarakan setelah ia dan Alvari menikah, namun sepertinya laki-laki itu tidak akan setuju dengan pemikiran Rania.


Rania kemudian membuka gaun pengantin nya seorang diri dan dengan tergesa-gesa mengenakan baju tidur yang telah di sediakan di atas kasur.


Namun, ada yang aneh dengan baju tidur tersebut bahannya sangat tipis dan transparan.


Siapa saja pasti bisa melihat tubuh Rania yang di balut dengan baju tidur tipis tersebut.


"Oh My God!. " Pekik Rania saat melihat dirinya di dalam kaca.


Baju tidur itu tidak mampu menyembunyikan tubuh Rania.


Jlek.

__ADS_1


Terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka, Rania segera berlari ranjang pengantinnya


Bersambung...


__ADS_2