Pak Guruku, Cintaku

Pak Guruku, Cintaku
Bagian 53 : Laura Di Atas Angin


__ADS_3

Episode sebelumnya.. .


"Dari tadi kek. " Rania dengan santainya turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah sakit, meninggalkan Melinda dan Reno yang masih asik saling sindir.


###


Happy Reading and Enjoy Guys.


Rania berjalan santai menyusuri koridor rumah sakit, setelah dari ruangan ayahnya dan mendengar Melinda dan Reno yang terus-terussan bertengkar Rania merasa tidak sanggup berada dalam satu ruangan bersama remaja yang sedang di mabuk asmara itu.


Rania berniat menuju ke taman untuk melihat kolam ikan hias yang baru papanya buat atas rekomendasi Rania karena beberapa anak-anak penderita kanker yang tinggal di rumah sakit terkadang tidak memiliki kegiatan di jam-jam seperti ini, Rania berpikir jika ada kolam ikan di tempat itu anak-anak penderita kanker tersebut akan merasa senang dan mempunyai aktifitas untuk memberi makan ikan-ikan yang ada di dalam kolam.


Rania yang sedang asik memperhatikan anak-anak yang sedang bermain di taman, teralihkan oleh sebuah pemandangan yang sangat jarang terjadi. Alvaro sedang berjalan bersama seorang perempuan.


Perempuan itu menoleh ke arah Rania.


"Si mbak-mbak itu? Ngapain lagi dia datang kesini?. " Lirih Rania.


Akvaro dan perempuan itu kemudian berjalan ke arah Rania.


"Dih, ngapain mereka pake kesini segala. " Batin Rania, merasa tidak nyaman jika harus berbicara dengan dua orang itu saat ini.


"Rania yah. " Sapa Laura.


Alvaro yang berada di sampingnya terlihat kurang nyaman.


"Ah, iya, siapa yah?. " Rania pura-pura tidak mengenal perempuan tersebut sambil melirik ke raha Alvaro.


"Ah aku Laura yang tempo hari ada di ruangan dokter Alvaro, sama kamu itu. " Ujar Laura.


"Oh hehehe, maaf lupa. " Jawab Rania meringis terpaksa.


"Kamu gak usah canggung kayak gitu, aku udah tau kok kalau kamu sama dokter Alvaro cuman pura-pura pacaran, sekarang aku sama Alvaro mau mulai hubungan baru kami. " Ucap Laura penuh percaya diri.


"Laura, kayaknya aku gak ada bilang.. . "


Laura langsung memotong ucapan Alvaro.


"Udah deh Alvaro kamu gak usah malu-malu gitu di depan Rania. "


"Apaan sih nih perempuan gak jelas banget. " Batin Rania.


"Oh hahaha, iyaya kok mau sih pak Alvaro sama perempuan yang udah punya suami, pak Alvaro sekarang mau jadi pebinor yah? . " Balas Rania.


"Pebinor?. " Kini Alvaro yang terlihat kebingungan.


"Perebut Bini Orang. " Ejek Rania.


Mendengar hal itu Alvaro dan Laura sontak terkejut


"Rania? Kok gak sopan banget sih sama orang yang lebih tua?. " Terus Alvaro.


"Aku udah cerai tau. " Bela Laura.

__ADS_1


"Ooh ya maap, jadi CLBK nih ceritanya. " Balas Rania cuek, tidak peduli kepada mereka berdua.


Laura hanya terkekeh-kekeh, sementara Alvaro hanya diam membisu.


"Ya udah yah Rania, kami mau ke ruangan kerja Dokter Alvaro dulu, dah Rania. " Ucap Laura kemudian melangkah pergi menggandeng tangan Alvaro seakan-akan ingin menunjukkan kepada Rania bahwa Alvaro adalah miliknya.


Rania bergidik ngeri.


"Ihhh ngeri juga itu perempuan, kayak kuntil " Lirih Rania, melihat penampilan Laura dengan rambut panjang yang terurai dan wajahnya pucat tanpa polesan bedak atau lipstik.


Rania kemudian terpikirkan sesuatu.


"Oh pantes aja pak Alvaro gak pernah mau nerima cintaku kemarin-kemarin, ternyata tipe idealnya tuh yang pucat-pucat kaya kuntilanak gitu. " Ujar Rania berbicara dengan dirinya sendiri.


###


Sudah hampir dini hari, mata Rania masih juga belum bisa di ajak untuk bekerja sama. Gadis itu justru semakin tak bisa tidur.


Sekali-kali Rania mengecek ponselnya menonton video-video ya g berseliweran pada beranda sosial medianya.


"Arghhhhh sialan!. " Umpat Rania.


Rania bangun dari atas tempat tidurnya dan berjalan mondar mandir di depan cermin, seperti sedang menimbang-nimbang sesuatu.


"Emang dia pikir dia siapa. " Rania berbicara dengan dirinya sendiri. Ingatannya kembali ke sore tadi, saat ia dan Laura tidak sengaja berpalasan lagi di gerbang rumah sakit.


(Flashback on)


Rania yang keluar untuk mengambil paket makanannya yang di antar kurir sementara Laura yang berjalan keluar dari dalam gedung rumah sakit.


"Rania." Panggil Laura.


Rania menghentikan langkahnya dan menengok ke arah Laura. Rania mengernyitkan wajahnya melihat Laura yang menatapnya dengan tatapan tidak suka.


Rania tidak menghiraukan nya dan berjalan kembali masuk ke gedung rumah sakit, namun baru beberapa langkah Laura tiba-tiba menariknya.


"Rania? Gak sopan banget sih di panggil sama orang yang lebih tua!. " Bentak Laura.


Rania yang mendengar hal itu sontak menatap Laura dengan tatapan menantang.


"Apaan sih main pegang-pegang orang lain aja, orang tua kok gak tau sopan santun. " Balas Rania, tidak mau kalah.


"Aku mau ngomong sama kamu. " Ujar Laura.


"Ya udah bicara aja bu. " Ejek Rania.


"Gak sopan banget sih nih bocil. " Sinis Laura.


Rania mencoba menahan emosinya.


"Iya bu Laura, ada apa bu Laurahhhh?."


"Bu bu bu, emang saya ibu kamu, panggil Laura aja. "

__ADS_1


"Iya LAURAHHHH ADAH APAH. " Ejek Rania.


"Kamu tuh yah, emang benar kata Alvaro, cewek gila! Aku cuman mau kasih tau yah ke kamu jangan deketin Alvaro lagi, Alvaro itu punya ku, aku balik kesini bela-belain buat ketemu sama dia tapi karena ada kamu hubunganku sama Alvaro jadi gak berjalan mulus. " Omel Laura.


Mendengar Hal itu Rania mendengus kesal, ia merasa tidak melakukan sesuatu yang salah apalagi menghalang-halangi hubungan Alvaro dan perempuan ini?


"Cih."


"Aku cuman mau bilang sama kamu, jauhin Alvaro, bocil kayak kamu itu gak pantas sama dia. " Cecar Laura.


"Terus emang kamu pantas gitu buat dia? hah?. " Balas Rania melototi Laura.


"Maksud kamu apa?. " Tantang Laura.


"Kamu yang maksudnya apa? datang-datang nyuruh orang buat menjauh. " Balas Rania.


"Aku peringatkan sekali lagi sama kamu, jangan deket-deket dan kegatelan sama Alvaro. " Ancam Laura.


Rania yang tidak takut balas mengancam Laura.


"Emangnya kenapa kalau aku deketin Alvaro? Kamu cemburu? Gak bisa move on yah karena Alvaro nya udah sukses?karirnua udah bagus, makanya kamu datang lagi deketin dia? Duh kasian udah gak punya siapa-siapa yah di dunia ini? Makanya sekarang baru nyari-nyari Alvaro karena Alvaro nya udah sukses, kasian banget hidupmu Laura.... "


"RANIAAA!. " Teriak Seseorang.


Rania dan Laura sontak terkejut melihat seseorang yang tiba-tiba saja berteriak itu.


"Alvaro.... " Teriak Laura dengan nada memelaa, seperti orang yang baru saja habis di tindas.


Rania memutar bola matanya.


"Mulai lagi deh drama baru, capek deh. " Lirih Rania.


"Rania, kok kamu ngomongnya gitu sih? Dia itu lebih tua loh dari kamu? Cukup saya aja yang kamu perlakuin kayak gitu, kamu tuh gak di sekolah, gak di rumah sakit ada aja kerjaannya ngusilin orang lain. " Bentak Alvaro.


"Emangnya saya ngapain pak?. " Tanya Rania tidak mengerti.


"Kamu nanya? Jelas-jelas tadi kamu ngatain Laura, Rania. " Alvaro sudah sangat jelas membela Laura.


"Saya ngatain Laura? Jelas-jelas si Laura itu yang ngancam saya, makanya saya balas. " Balas Rania.


"Laura? Dia itu orang yang lebih tua dari kamu Rania, jangan panggil dia kayak gitu gak soapan, ya ampun Rania kamu tuh gak tobat-tobat yah ternyata. " Alvaro terus menyudutkan Rania.


"Saya gak ada ngatain IBUK Laura yah BAPAK Alvaro, dia duluan yang ngancam saya makanya saya balas, emangnya pak Alvaro udah disakitin tapi cuman diam aja. " Balas Rania telak.


"RANIA." bentak Alvaro.


"Udahlah pak, percuma juga saya ngejelasin, bapak nggak bakalan percayakan? Udah keliatan dari wajah bapak udah ngejudge saya duluan. " Ujar Rania merasa kecewa, lalu berjalan pergi meninggalkan Akvaro bersama Laura.


Laura tersenyum senang, dirinya merasa di atas angin. Merasa puas karena Rania baru saja di marahi oleh Alvaro.


(Flashback off)


Bersambung...

__ADS_1


Klik like, vote, subscribe dan berikan komentar kalian untuk membantu perkembangan author. Terima kasih. I love you guys...


__ADS_2