
Episode sebelumnya....
Mendengar hal itu Rania langsung menganga karena shock.
###
Happy Reading and Enjoy Guys.
"Godaan menjelang pernikahan. " Batin Rania.
"Aduh sekali lagi maaf yah Gunawan, untuk yang satu itu kayaknya kita gak bisa deh, soalnya aku... " Ujar Rania panik
Gunawan segera memotong ucapan Rania sambil terkekeh pelan.
"Hahaha, heeh kamu kenapa panik gitu? Aku bercanda tau. " Ujar Gunawan kemudian.
"Hah? Ada-ada aja kamu Gunawan, jangan bikin aku kena serangan panik dong. " Balas Rania.
"Hahahaah, lagian ekspresi kamu lucu banget sih. " Balas Gunawan.
"Ih gak lucu tau. " Balas Rania.
"Maaf Rania, kan cuma bercanda tadi. " Ujar Gunawan.
"Untuk kali ini aku maafin. " Balas Rania ketus.
"Ih jangan ketus-ketus gitu, mau cepat tua?. " Goda Gunawan.
"Ya enggak lah. " Balas Rania.
"Senyum dong. " Ujar Gunawan.
Rania kemudian meringis memperlihatkan deretan giginya.
"Nih udah? Puas?. " Ujar Rania sambil tetap meringis.
Gunawan mengulum senyumnya.
"Gunawan? Oi Gunawan. " Panggil seseorang memanggik Gunawan.
Rania dan Gunawan sontak melihat ke arah orang tersebut.
"Eh, Boy tunggu yah aku ngobrol sama temanku bentar. " Balas Gunawan kepada orang tersebut.
Seseorang dengan pakaian loreng lengkap itupun mengangguk dan kembali berjalan. Rania mengernyitkan wajahnya.
__ADS_1
"Kamu udah lolos jadi Anggota TNI Gun? . " Tanya Rania penasaran setelah melihat orang yang memanggil Gunawan barusan.
Gunawan kembali memperlihatkan senyum manisnya.
"Iya Rania. " Balas Gunawan.
"Wuah, emang gak bakalan di ragukan lagi sih Gun, pantes aja makin berotot aja nih badan kamu. " Puji Rania merasa takjub dengan pencapaian Gunawan.
"Aku juga lagi kuliah sekarang. " Ujar Gunawan.
"Wuah beneran?. " Tanya Rania, semakin takjub.
"Iya, aku ngambil jurusan hukum baru semester 5, Ran. " Jawab Gunawan.
"Selamat yah, semoga kuliahnya lancar, aku spechhles banget ngeliat kamu sekarang. " Ujar Rania.
"Aku makin cakep kan?. " Balas Gunawan penuh percaya diri.
Rania berdecak kesal.
"Dih baru di puji gitu aja udah sombong. " Ujar Rania.
"Hahahaha, gak berubah-berubah yah kamu Ran masih suka ngedumel. " Ujar Gunawan.
Rania dan Gunawan terus berbincang-bincang hinggal setengah jam kemudian mereka pun berpisah.
"Iya Ran, kamu beneran gak mau aku anter pulang aja sekalian?." Balas Gunawan.
"Hehe,nggak usah Gun aku ada jemputan kok. " Balas Rania.
"Ya udah kamu juga hati-hati nanti pulangnya. " Ujar Gunawan lagi.
"Bye Gun. " Rania melambaikan tangannya.
Gunawan sudah berlalu pergi mengulang dari pandangan Rania, sementara gadis itu masih asik duduk di kursi taman menikmati semilir angin yang meneroa wajahnya.
Disisi lain, Gunawan yang baru saja masuk ke dalam mobilnya tersenyum simpul memandangi poto Rania yang di gantung dekat kaca di dalam mobilnya.
"Aku harap kamu bahagia, meskipun akhirnya kamu bukan sama aku Rania. " Ujar Gunawan pelan.
"Perempuan tadi bukannya yang di poto itu Gun?. " Ta ya temannya yang bernama Boy tadi.
"Iya, itu dia. " Balas Gunawan.
###
__ADS_1
Malamnya setelah memilih pakaian pengantin yang akan di kenakannya beberapa hari lagi, Rania merasa sangat kelelahan. Ternyata menikah tidak semudah membalikkan telapak tangan.
"Aduh ya ampun capek banget. " Keluh Rania.
"Ya emang mesti gitu Rania, namanya kamu yang mau nikah, masak iya kamu yang nikah aku yang mesti nyobain baju pengantin kamu kan nggak mungkin. " Balas Melinda. Perempuan itu terlihat sibuk memasang pakaian pengantin pilihan Rania ke sebuah manekin.
"Tau gini mending aku gak usah nikah aja Mel. " Pekik Rania.
"Ih awas loh, ucapan itu adalah doa, jangan ngomong sembarangan. " Balas Melinda.
Rania membangunkan bibirnya mendengar ucapan Melinda. Lalu memandangi pakaian pengantinnya yang sudah terpasang pada sebuah manekin tadi.
"Kayaknya masih ada yang pengen aku rombak lagi deh Mel. " Ujar Rania merasa tidak puas melihat baju pengantin yang beras itu.
"Apanya lagi Rania? Ini udah oke banget tau, pas kamu pake pasti Pak Alvaro bakalan tambahklepek-klepek deh, terus kalau acara udah selesai nyopot ganuunya juga gampang, jadi kalau udah balik ke kamar penganrin tinggal buka resinya terus emhem-ehem deh. " Oceh Melinda.
"Idihhh najis. " Balas Rania merasa geli.
"Idih Rania, orang mau nikah mah emang mesti gituan tau,. " Balas Melinda.
"Emangnya harus gitu?. " Tanya Rania polos.
Rania merasa pernikahan tanpa hubungan intim sah-sah saja asal komunikasi di antara keduanya baik, maka hubungan pernikahan itu akan langgeng.
"Heh gila kamu yah, emangnya kamu pikir bisa punya anak tanpa gituan?. " Ujar Melinda.
"Ya bisalah sekarangkan udah banyak alternatifnya tinggal suntikin ****** aja di dokter spesialis kandungan. " Balas Rania.
"Hah? Jadi ngapain kamu nikah kalau mau punya anaknya mesti pake cara begituan?. " Tanya Melinda merasa heran mendengar ucapan Rania.
"Ya karena cintalah. " Balas Rania.
"Hah?. " Melinda semakin heran mendengar jawaban Rania.
"Kenapa sih Mel? Kan yang penting komunikasi kita baik, gak mesti berhubungan intim juga gak bakalan ada masalah kok yang penting rasa cinta kita tetap utuh sampai tua. " Ujar Rania.
"Itu menurut kamu, tapi menurut pak Alvaro nya gimana? Emangnya dia sanggup hidup sampai tua sama kamu tapi gak di bolehin gituan? Sekalian aja nggak usah tidur bareng. " Oceh Melinda tidak habis pikir dengan pemikiran Rania.
"Hmm itu belum aku diskusiin sih sama Alvaro, nanti kalau aku ketemu aku bakal tanyain ke dia. " Balas Rania santai.
Melinda semakin melongo.
"Diskusiin? Aku rasa pak Alvaro gak bakal setuju sama pemikiran absurd kamu itu, mana ada laki-laki yang mau nikah tanpa berhubungan intim Rania?. " Omel Melinda.
"Emang iya?. " Tanya Rania polos.
__ADS_1
Melinda sontak menganga karena shock mendengar jawab Rania yang begitu polos.
Bersambung...