Pak Guruku, Cintaku

Pak Guruku, Cintaku
Bagian 49 : Double Date


__ADS_3

Episode sebelumnya..


"Suer pak, saya janji. " Ucap Rania bersungguh-sungguh.


###


Happy Reading and Enjoy Guys.


Semester ganjil berlangsung selama satu minggu. Hari ini adalah hari terakhir semester.


"Yeayyyy." Teriak Rania membuat seluruh perhatian teman kelasnya tertuju pada gadis itu.


"Kenapa Rania?. " Tanya guru yang sedang mengawas.


"Ah, hehehe enggak bu, ini saya sudah selesai. " Rania dengan percaya diri membawa kertas ujian yang sudah diisi ya ke depan kelas.


"Wah cepat banget Rania. " Puji guru itu.


"Pelajaran olahraga mah di luar kepala saya bu, hehehehe. " Rania Cengngesan.


"Ya sudah karena kamu sudah selesai, silahkan keluar dari kelas dan menunggu di luar sampai lonceng pulang sekolah berbunyi baru kamu boleh pulang yah, Rania. " Ukar Bu guru pengawas itu lagi.


"Siap laksanakan bu. " Jawab Rania, berlagak seperti prajurit yang di perintah oleh komandonya.


Bu guru pengawas itu tertawa melihat tingkah Rania.


Beberapa teman kelas Rania memberikan kode kepada gadis itu untuk di beritahu jawaban pada nomor soal yang tidak mereka ketahui jawabannya, namun Rania hanya menjulurkan lidahnya mengejek sambil berjalan santai kekuar dari kelas.


Rania berlari-lari kecil menuju ke kantin, mumpung suasana sekolah sedang sepi Rania berinisiatif untuk jajan sambil menunggu Melinda selesai melakukan Ujian semester, karena hari ini mereka sudah janjian untuk menghabiskan malam minggu bertiga, berjalan-jalan dan nonton di bioskop.


Kantin nampak sangat sepi, karena memang ujian semester serentak di lakukan, sementara waktu baru menunjukkan pukul 10.00 masih ada waktu satu jam lagi, hingga lonceng pulang sekolah berbunyi.


"Mba, pesan es teh sama gorengannya sepuluh ribu. " Teriak Rania, melihat penjaga kantin itu sedang berada di dalam dapurnya.


"Eh Rania, udah selesai ujiannya?. " Tanya mba-mba penjaga kantin itu.


"Udah mba, tinggal tunggu jam pulang. " Jawab Rania.


"Sendirian aja Rania?. "


"Iya soalnya yang lain belum pada keluar dari kelas, masih ujian. "


"Loh kamu pasti jawab soalnya ngasal yah, kok keluarnya cepat banget. " Tanya penjaga kantin itu lagi, sangat kepo.


"Iya soalnya saya jago mainnya makanya cepat keluar, hahaha. " Rania menjawabnya dengan asal ngomong malas melaseni penjaga kantin itu.


Penjaga kantin itu kemudian meletakkan pesanan Rania di depan gadis itu, Rania kemudian menikmati jajanannya, sambil memikirkan malam minggu nanti dirinya akan menjadi obat nyamuk Reno dan Melinda lagi.


Rania sebenarnya tidak ingin ikut namun karena di iming-imingi uang lima ratus ribu oleh Melinda karena Papanya akan datang dari luar negeri, Rania langsung mau tanpa ba bi bu.

__ADS_1


Satu jam berlalu, Rania kini sudah berada di dalam kelasnya kembali, memasukkan buku-bukunya ke dalam tas ransel kesayangannya.


"Rania, nanti malam awas yah kalau kamu gak ikut. " Ancam Melinda.


"Iya, iya ikut kok, lagian kalau mau kencan yah kencan aja napa mesti ngajak-ngajak orang lain sih. " Keluh Rania.


"Ya biar di izinin lah, emang kamu pikir aku mau bawa-bawa kamu jadi setan di antara aku sama Reno. " Balas Melinda.


"Ih enak aja, Setan? Dasar pasangan monyet. " Ejek Rania tidak mau kalah.


"Biarin jadi pasangan monyet dari pada kamu, gak ada pasangannya, Hahahaha. " Melinda membalas telak ucapan Rania.


"AAPAA KAMU BILANGG?. " Teriak Rania kepada Melinda.


Mendengar teriakan Rania, Melinda sontak berlari keluar kelas di ikuti oleh Rania.


"Awas yah kalau sampai dapat, kujambak rambutmu itu. " Ancam Rania kepada Melinda


"WLE, coba aja. " Melinda justru semakin mengejar Rania, membuat Rania semakin semakin kesal karena tidak bisa menggapai Melinda.


"Rania.... " Panggil suara seseorang.


Kedua gadis itu so tak menoleh ke sumber suara.


"Gunawan?. " Gumam Rania.


"Raniaaa." Panggil Gunawan sekali lagi.


"Gak usah lari-larian gitu, Rania. " Ujar Gunawan setelah Rania sampai di hadapannya.


"Huuuhhh haaah, aduh. " Keluh Rania, mengatur nafasnya.


"Pulang bareng aku yuk. " Ajak Gunawan.


Rania melirik ke arah Melinda yang berada jauh di belakangnya. Sebuah ide kemudian terlintas dalam pikirannya.


"Hayukkk."


Gunawan langsung tersenyum senang karena untuk kesekian kalinya ia berusaha mengajak Rania untuk pulang bersama.


"Ya udah aku ambil motor aku dulu yah kanu tunggu disini. " Ujar Gunawan.


"Aku ikut kamu aja deh ke parkiran. " Rania ingin memamerkan kedekatannya dengan Gunawan kepada Melinda yang kini sudah berada persis di sampingnya.


"Ya udah kalau gitu ayok. " Gunawan berjalan diikuti Rania sambil mengejek Melinda yang hanya bengong melihat gadis itu.


Sesampainya di parkiran Gunawan mengeluarkan motornya, kemudian Rania naik ke gandengan motor Gunawan.


"Yuk lets goooo. " Teriak Rania meninggalkan Melinda pulang seorang diri.

__ADS_1


"Ihhhhh RANIAAAA. " Teriak Melinda melihat Rania yang pergi bersama Gunawan meninggalkannya seorang diri.


Sementara itu, diatas motor Rania ingin mengatakan sesuatu kepada Gunawan.


"Gunawan... " Panggil Rania.


"Apahhhh." Teriak Gunawan takut suaranya tidak kedengaran oleh Rania karena tertiup angin.


"Aku mau minta maaf soal kejadian beberapa minggu yang lalu. " Rania balas berteriak.


"Apahhhhh? Aku gak dengar. "


"A KU MA U MIN TA MA AF. " Rania mendikte kata-katanya agar Gunawan bisa mendengar ucapannya dengan jelas.


"Soal apa Rania? Perasaan kamu gak ada salah sama aku. " Balas Gunawan.


"Apaaa?. " Kini Rania yang yang tidak mendengar ucapan Gunawan karena suaranya yang terbawa angin.


Tidak lama kemudian mereka berdua sudah sampai di depan pagar Rumah Rania.


"Tadi kamu bilang apa?. " Tanya Gunawan memastikan oendengarannya saat berkendara tadi.


"Oh itu, aku mau minta maaf Gun, soal kejadian beberapa minggu lalu aku ngebentak kamu pas kamu nawarin mau nganterin aku pulang. " Ujar Rania bersungguh-sungguh.


"Hmmm gimana yah?. " Gunawan terlihat sedang pura-pura berpikir.


"Maafin dong, Gun. " Rania memelas, gadis itu benar-benar merasa bersalah padahal Gunawan sangat baik padanya.


"Iya deh, asal kamu mau jalan bareng aku malam minggu nanti. " Ujar Gunawan memberikan syarat untuk memaafkan Rania.


"Wah kebetulan banget malam nanti Melinda mau ngedate sama Reno, sekalian aja kita jalan berempat. " Rania jadi sangat antusias karena malam ini dirinya tidak akan menjadi obat nyamuk.


"Reno adik kamu itu?. " Tanya Gunawan.


Rania menganggukkan kepalanya.


"Ya udah, aku bakalan jemput kamu nanti sore. " Ujar Gunawan kemudian.


"Kamu datang kesini aja nanti sore, biar kita berangkatnya bareng-bareng pake mobil aku aja. " Ucap Rania, karena orang tuanya pasti tidak akan mengizinkan jika Rania keluar malam-makam sambil berboncengan motor padahal ada mobil yang lebih aman untuk di lalui.


"Oke deh, ya udah aku balik dulu yah. " Pamit Gunawan.


"Hati-hati yah Gun. " Rania melambaikan tangannya pada Gunawan, Rania merasa sangat kegirangan akhirnya ia punya teman jalan juga.


Rania berlari-lari kecil masuk ke dalam halaman rumahnya, Rania sangat senang memikirkan malam ini mereka akan double date.


"Ah senangnyaaaaa. " Teriak Rania, hatinya seperti sedang berbunga-bunga.


Bersambung...

__ADS_1


Klik like, vote, subscribe dan komen yah guys untuk membantu author lebih semangat lagi nulisnya. Terima kasih yah udah support.


__ADS_2