Pak Guruku, Cintaku

Pak Guruku, Cintaku
Bagian 79 : Ujian dan Pengumuman Kelulusan.


__ADS_3

Episode sebelumnya...


Alvaro tersenyum kecil melihat tingkah gadis itu. Sementara Rania tetap mempertahankan ekspresi juteknya.


###


Happy Reading and Enjoy Guys.


Waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa sudah tiga tahun berlalu hari yang di nanti-nantikan oleh seluruh murid kelas 12 SMA 1 JAYA akhirnya datang. Ujian Nasional.


Rania sekali lagi menatap dirinya di dalam cermin, memperhatikan penampilannya.


"Sempurna." Lirih Rania.


Penutup sebelum Rania berangkat ke sekolah adalah menggunakan lipglos pada bibirnya. Rania tidak menyangka banyak hal yang berubah dari dirinya dalam waktu beberapa bukan terakhir.


"Muah." Rania memberikan kiss untuk dirinya di dalam kaca lalu berlari ke arah pintu kamarnya yang terbuka.


Keluarga Rania sudah menunggu di meja makan untuk memberikan semangat kepada gadis itu.


"Pagi Mama, papa, Reno... " Sapa Rania, ceria.


"Pagi sayang. " Balas Pak Herman.


"Ayo makan dulu, Mama udah nyiapin makanan kesukaan kamu. " Timpal Mama Rania.


Rania kemudian duduk di kursinya, aroma nasi goreng langsung memenuhi indera penciuman, seketika Rania menelan air liurnya.


"Wah kayaknya enak banget ini. " Ujar Rania.


"Ya udah makan yang banyak biar hari ini kamu semangat ngejalanin Ujiannya. " Tutur Mama Rania.


Rania hanya mengangguk karena mulutnya sudah penuh dengan nasi goreng masakan mamanya.


"Semangat ya Rania, semoga hari ini lancar ujian terakhirnya. " Ujar Reno memberikan semangat untuk kakaknya.


"Hmmhhhmm." Rania bergumam.


"Habis Ujian jangan awur-awurran, boleh pergi sama temen-temen tapi jangan pergi kalau ada yang ngajak konvoi-konvoi gitu, bahaya. " Oceh pak Herman, memberikan wejangan.


"Itu gak bakalan terjadi kok Pada, nanti Reno bakalan ke sekolah Rania kalau mereka udah selesai Ujian, Jadi Mama sama papa gak perlu khawatir, iyakan Rania? " Reno menimpali


"Ingat bajunya jangan di coret-coret mana tau ada orang lain yang butuh sumbangan seragam sekolah, lagian seragam kamu itukan masih baru karena baru dua bulan kamu pake. " Tambah Mama Rania, memperingati anak gadisnya untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak ada gunanya.


"Iya iya, ya ampun pada bawel banget sih gak bisa biarin Rania nikmatin makanan dulu apa baru di ajak ngobrol. " Pekik Rania, kesal.


Gadis itu kemudian menghabiskan susunya dalam satu kali tegukan.


"Ya udah Rania berangkat dulu, dahhh Mama, papa, dah anak monyet. " Rania berlari kearah pintu utaman dan masih sempat-sempatnya mengatai Reno.


"Hati-hati Rania, jangan lari-larian mulu, entar kamu jatuh loh. " Pesan Mama Rania kepada anak gadisnya.


"Dasar anak Setan!. " Teriak Reno tidak Terima terus-terussan di katai anak monyet.


"Reno?!. " Tegur Pak Herman.

__ADS_1


"Reno, gak boleh ngomong gitu. "


"Iya, iya maaf ma, pa hehehe. " Balas Reno, cengengesan.


###


Pengumuman kelulusan akhirnya tiba.


"Raniaaaaa." Teriak Melinda melambaikan tangannya kepada Rania yang berdiri di antara puluhan murid lainnya yang sedang mencari-cari namanya di papan pengumuman sekolah.


"Mel, sini. " Balas Rania.


"Udah dapet nama kamu?. " Tanya Melinda setelah akhirnya mereka bisa berbicara dalam jarak dekat.


"Gimana mau liat, tuh pada rame banget. " Tunjuk Rania ke arah murid-murid yang berdiri mengerumuni papan pengumuman untuk mencari namanya pada kertas yang di tempelkan.


"Ya udah kita terobos aja hayuuui. " Ajak Melinda menarik tangan Rania dan menerobos orang-orang yang berkerumun di depannya.


"Aduh malas banget. " Keluh Rania, namun ia tetap pasrah membiarkan Melinda menarik tangannya.


"PERMISI, PERMISI, AIR PANAS, AIR PANAS, AWAS AIR PANAS. " Teriak Melinda.


Mereka berusaha kemudian sudah sampai tepat di depan papan pengumuman.


"Kalau nanti kamu liat namaku duluan, kamu bilangin ke aku yah Mel. " Ujar Rania.


"Kamu juga, kalau kamu ada liat namaku kasih tau aku. " Balas Rania.


Mereka berdua berkata seperti itu karena pada saat Ujian Nasional kemarin berlangsung selama 3 hari, semua kelas di acak jadi wajar saja jika Rania dan Melinda tidak mendapatkan kelas yang sama.


Pengumuman kelulusan kali ini , di umumkan berdasarkan kelas yang mereka tempati pada saat ujian.


"Kok nama aku gak ada yah. " Ujar Rania sedikit was-was , Jangan-jangan dirinya tidak lulus.


"Kamunya aja kali yang kurang teliti. " Balas Melinda.


Melinda kemudian membantu mencari nama Rania dan menelusuri tiap kelas yang di tempelkan di papan pengumuman.


"Emangnya kemarin kamu di kelas apaan sih?. " Tanya Melinda.


"Di kelas 12 IPS C kayaknya, tapi kok aku nggak ada ngeliat kelas C yah dari tadi. " Balas Rania.


"Huhhh." Melinda menghembusian nafasnya dengan kasar.


"Dasar bego, ya iyalah kan di papan pengumuman yang ini untuk kelas IPA, yang IPAdi papan samping Rania. " Lanjut Melinda.


"Masak sih, sok tau kamu Mel?. " Rania terlihat tidak percaya, Melinda kemudian menunjuk tulisan besar yang berada di paling atas yang tertempel di papan membuat Rania mendongakkan kepalanya dan membaca tulisan besar tersebut.


PAPAN PENGUMUMAN UJIAN DI KELAS IPA


"Ahahahaha, maaf Mel aku tadi kayaknya gak fokus deh, aku kayaknya butuh asupan makanan yang lebih bergizi biar mataku lebih fokus. " Ujar Rania ngalor ngidul, menyadari kesalahannya.


"Hmmm, kebiasaan makanya fokus!. " Omel Melinda.


Melinda kemudian menarik Rania ke papan pengumuman yang lain dan benar saja ada nama Rania disana yang di nyatakan lulus Ujian Nasional.

__ADS_1


"Wuahhhh aku lulus, wuah gila kok bisa. " Rania takjub melihat namanya berada di deretan nama-nama orang yang lulus.


Melinda menatap sinis ke arah Rania.


"Lebai banget sih. " Sindir Melinda.


"Biarin Wlee, ini harus aku abadikan terus aku posting di media sosial ku, hihihi. " Rania sangat antusias mengambil ponselnya dan membuka kamera.


Gadis itu asik berselfie ria di depan papan pengumuman kelulusan, padahal namanya pada kertas pengumuman itu sangat kecil tidak akan mungkin bisa terlihat di dalam kameranya nanti.


Melinda hanya menggeleng pasrah melihat tingkah sahabatnya itu.


Beberapa waktu kemudian kedua gadis itu sudah bergabung bersama teman-teman kelas mereka yang lain, saling berpelukan dan meminta maaf untuk kesalahan-kesalahn yang pernah terjadi.


"Aku minta maaf yah Rania kalau aku ada salah sama kamu. " Ujar Sinta, gadis itu sepertinya telah mendapatkan hidayah.


"Aku juga yah, semoga suatu hari nanti kita bisa ketemu lagi. " Timpal Reski yang selalu mengikuti di belakang Sinta.


"Aku juga, maafin yah soal taruhan kemarin, itu kekanak-kanakan banget. " Kali ini Nurlia yang meminta maaf.


"Ah gapapa kok, aku malah udah lupa sama kejadian itu, lebih baik kita menatap ke arah masa depan yang lebih baik dan melupakan kejadian-kejadian di masa lalu yang buruk. " Balas Rania, kali ini gadis tu terlihat lebih dewasa.


Mereka berempat pun saling berpelukan.


"Jangan lupa kalian masih ada utang taruhan sama aku. " Bisik Rania.


Ketiga orang yang mendengar itu langsung melepaskan pelukannya dan mencari-cari alasan untuk segera pergi dari hadapan Rania.


"Ahahahaha, keluarga aku kayaknya datang deh buat bawain bunga aku kesana dulu yah Rania. " Ujar Nurlia mencari-cari alasan untuk segera kabur.


"Oh iya Nur, keluarga kamu itu udah datang ya udah yuk kita sapa mereka juga sekalian poto-poto. " Tambah Sinta.


Geng Nurlia itupun berlalu pergi dengan tergesa-gesa karena mendengar tagihan Rania.


"Rania, selamat yah Kak untuk kekulusan kamu. " Ujar Reno yang tiba-tiba saja muncul di hadapan Rania.


"Ah elah, nih anak bikin kaget aja. " Balas Rania.


"Eh Reno sayang, kamu udah datang. " Sapa Melinda.


"Iya ayang, ini bunga buat kamu. " Reno memberikan buket bunga berukuran besar kepada Melinda.


"Buat aku mana?. " Ujar Rania.


"Itu ada di bawain sama papa. " Balas Reno sambil menunjuk ke arah pak Herman dan istrinya yang baru saja tiba.


"Idih, dasar anak monyet, giliran Melinda aja. " Sindir Rania.


"Yeee sirik aja kamu. " Balas Melinda.


"Idih siapa juga yang sirik. " Ujar Rania.


"Ya kamu lah, kamukan jomblo hahahah. " Ejek Reno, sambil tertawa jahat.


Rania memutar bola matanya, sebal mendapatkan ejekan dari dua orang tersebut.

__ADS_1


"Hmm kayaknya kamu salah deh Ren, itu pak guru kesayangannya Rania udah datang. "Ujar Melinda, melihat ke arah gerbang, mobil Honda Jazz Alvaro memasuki halaman sekolah.


Bersambung...


__ADS_2