
Regina dan Kevin masih saling melempar pandangan. suara bi Tanti menyelamatkan keduanya dari situasi canggung keduanya sedari tadi.
"nyonya, nyonya sudah bangun..." bi Tanti mendekat pada Regina.
"saya pembantu di sini nyonya, nyonya bisa memanggil saya bi Tanti sama seperti tuan Kevin." lanjut bi Tanti karena Regina masih diam dan melihat dirinya.
"oh iya maaf bi.." ucap Regina kikuk. ia baru ingat semalam sudah. ketemu dengan bi Tanti.
"nyonya makan ya, biar saya siapkan.."
"iya bi.." Regina mengikuti bi Tanti ke arah meja makan karena ia belum tahu setiap ruangan di rumah itu.
"nona.." panggil Kevin yang seketika membuat Regina berhenti dan membalikan tubuhnya.
"iya?" tanya Regina.
"tadi pagi tuan Surya menelfon saya menanyakan keadaan nona, setelah makan tolong telfon tuan Surya agar beliau tidak khawatir lagi nona." jelas Kevin.
"oh iya terima kasih." ucap Regina lalu kembali mengikuti bi Tanti.
"matanya.. sepertinya dia menangis semalaman." gumam Kevin dalam hati.
Kevin pun ke taman belakang berniat memberi makan beberapa ikan koi yang terdapat di kolam taman, ia merasa bosan terus-terusan di kamar.
Regina sudah duduk di meja makan, matanya menelusuri setiap sudut rumah tersebut.
"silahkan dimakan nyonya.." bi Tanti sudah selesai mengambilkan nasi beserta lauk pauknya ke dalam piring Regina.
"bi maaf, apa ini pedas?" tanya Regina sopan.
"sedikit nyonya, apa nyonya tidak suka pedas?" tanya bi Tanti merasa bersalah karena tidak tau apa kesukaan dan apa yang tidak di sukai nyonya-nya.
__ADS_1
"iya bi, saya tidak bisa makan pedas. tapi tidak apa-apa bi, saya akan memakannya." Regina mulai menyendok makanan yang berada di depannya.
"nyonya biar saya masakan lagi saja nyonya, jangan dimakan nanti nyonya sakit." wajah bi Tanti panik melihat Regina sudah mulai menyantap makanannya.
"tidak bi, ini tidak terlalu pedas kok.." ucap Regina sopan tidak ingin merepotkan bi Tanti.
"tapi kan nyonya alergi pedas.."
"tidak bi, saya tidak alergi.. saya hanya tidak bisa makan pedas sejak kecil."
"tapi nyonya.."
"sudah bi, bibi duduk saja di sini temani saya makan." Regina menarik tangan bi Tanti agar duduk dan makan bersamanya.
karena Regina terus memaksa, akhirnya bi Tanti pun ikut makan satu meja dengan Regina.
sebenarnya Regina tidak berselera makan, tapi ia tidak ingin membuat Kevin dan bi Tanti khawatir. meskipun lidahnya terasa kelu, ia berusaha keras mengunyah dan menelan makanan itu.
"kasihan bi Tanti, dia sudah lelah memasaknya." pikir Regina.
"bi..." panggil Regina.
"iya nyonya, apa nyonya butuh sesuatu?"
"tidak bi, tapi tadi Kevin...."
"tuan sedang ada di taman belakang nyonya, memberi makan ikan-ikannya."
"ikan?" Regina mengernyitkan dahinya.
"iya nyonya, di taman belakang ada kolam ikan koi."
__ADS_1
Regina ingin sekali pergi ke taman belakang melihat ikan agar fikirannya kembali jernih agar tidak mengingat hal mengerikan yang terjadi dalam hidupnya kemarin. namun karena masih ada Kevin, Nayla mengurungkan niatnya tersebut.
"ya sudah bi saya permisi mau ke kamar." ucap Regina sopan.
Regina kembali ke kamar dan menyalakan ponselnya yang sejak tadi malam ia matikan. ada beberapa pesan masuk dari papi, mami dan juga Jessica. setelah membaca semua pesan tanpa membalasnya, Regina pun menelfon papinya.
"Regina?" sapa Surya dari seberang sana. Ira yang mendengar nama putrinya pun langsung mendekati Surya dan menyuruh Surya agar me-loud speaker panggilan itu.
"iya pi, maaf Regina baru bangun pi." ucap Regina dengan suara yang masih terdengar sedih.
"iya nak, tidak mengapa. apa kamu sudah makan?"
"sudah lama."
"papi sangat lega bisa mendengar suaramu.."
"iya.. pi, Regina matikan telfonnya ya? Regina ingin beristirahat lagi."
"iya nak, istirahatlah.." Surya dan Regina sama-sama mengakhiri panggilannya.
Ira mengatupkan kedua tangannya di dada, ia lega sudah mendengar suara putrinya. begitupun juga dengan Surya.
Kevin kembali dari kolam, ia melihat meja makan sudah bersih. ia pun memanggil bi Tanti.
"bi..."
"iya tuan.."
"nona Regina?"
"sudah kembali ke kamar tuan.."
__ADS_1
"apa dia sudah makan?"
"sudah tuan.." Kevin lega mendengar jika Regina sudah makan. ia pun memilih menonton tv dan menyandarkan sebagian tubuhnya di sofa. bi Tanti datang membawakan kopi untuk Kevin.