Pelaminan

Pelaminan
bab 32


__ADS_3

"Rio, apa aku sedang hamil?" tanya Regina yang membuat Rio mengembangkan senyumnya.


"tidak mungkin nona." sahut Kevin, Regina melirik tajam ke arahnya.


Kevin menelan salivanya dengan kasar.


"mengerikan sekali matanya, kenapa dia melihatku seperti itu." batin Kevin.


"tapi kan bisa jadi, gejala saya ini sama dengan wanita yang sedang hamil." ucap Regina yang masih melirik tajam ke arah Kevin, Kevin yang takut pun membuang mukanya ke sembarang arah.


"tapi memang bisa jadi juga Re..." sahut dokter Rio.


"apa ??!!!" terkejut Kevin mendengar penuturan dokter Rio.


"kau ini kenapa Vin, mendengar kata hamil kau sangat terkejut seperti itu. jika kau belum ingin mempunyai anak, lalu kenapa kau....."


"diam kau !!" Kevin membungkam mulut dokter Rio.


"anda ini kenapa tuan, anda tidak ingin bertanggung jawab dengan kehamilan saya ini." kata Regina.


"bukan seperti itu nona, anda tidak mungkin hamil.." seru Kevin yang masih membungkam mulut dokter Rio meskipun tangannya sudah di pukul berkali-kali.


"kenapa tidak mungkin? apa anda pikir saya ini bukan wanita sesungguhnya?? atau jangan-jangan anda berpikir jika saya wanita yang tidak sehat yang tidak bisa hamil." seru Regina tak mau kalah.


"bukan seperti itu nona..........." Kevin semakin kesal, tanpa sadar ia meremas bungkaman tangannya pada mulut dokter Rio.


dokter Rio yang kesakitan pun memilih mencubit lengan Kevin dengan keras.


"sakit Rio !! kenapa kau mencubitku." Kevin melepas bungkamannya lalu menyentuh lengannya yang memerah akibat cubitan dokter Rio.


"aku tidak bisa bernafas dan kau meremas mulutku ! kau pikir tidak sakit hah !!" seru dokter Rio.


"lagipula kalian ini kenapa saling ribut masalah kehamilan." kata dokter Rio.


"kau Regina, kenapa kau sangat yakin jika kau sedang hamil ? dan kau Kevin, kenapa kau sangat yakin jika Regina tidak hamil ?? sedangkan aku yang dokter ini belum mengatakan apapun." imbuh dokter Rio yang kesal melihat pasangan suami istri itu.


Regina dan Kevin diam saja, mereka bersitatap dengan tajam yang menyiratkan kebenaran masing-masing akan apa yang mereka katakan.

__ADS_1


"jawab !!" seru dokter Rio.


"ya karena dia sudah meniduri saya.." kata Regina sembari menunjuk Kevin dengan jarinya.


"lalu kau Vin?? kenapa kau sangat yakin jika Regina tidak hamil ?" tanya dokter Rio.


"Vin jawab !!" tanya dokter Rio karena Kevin masih diam saja.


"mana mungkin aku mengatakan pada mereka bahwa aku tidak melepaskannya di dalam." batin Kevin.


"ya tidak mungkin saja." kata Kevin gugup.


"cepat katakan saja, nona Regina sakit apa.. jangan membahas hal ini lagi." imbuh Kevin.


"Regina tidak sakit Vin, dia memang hamil." ucap dokter Rio yang membuat Kevin terkejut. Regina hanya diam, ia sudah menduga jika memang sedang hamil.


"tidak mungkin !!" kata Kevin dengan wajah marahnya.


Regina yang kesal pun langsung berdiri, tubuh yang awalnya lemas itu terlihat seperti terisi energi sepuluh kali lipat dengan mata melotot penuh amarah.


"tuan !! jika anda tidak mau bertanggung jawab, baiklah tidak masalah, saya bisa membesarkan anak saya sendiri. saya tidak butuh anda !!" Regina menarik kerah kaos Kevin dengan kedua tangannya.


dokter Rio yang berdiri tidak jauh dari mereka menahan tawanya melihat pertengkaran pasangan suami istri di depannya kini. ia seperti menonton adegan sinetron dan dialah yang menjadi sutradaranya.


"asal anda tahu tuan, hanya anda yang sudah mengambil mahkota saya !! apa anda berpikir saya hamil dengan pria lain??!! " teriak Regina yang sudah sangat kesal Kevin masih saja tidak percaya ia hamil anaknya.


"karena saya tidak melepasnya di dalam nona !!!!" bentak Kevin, seketika Regina merenggangkan tangannya dan menurunkannya dari leher Kevin.


"huahahahahaha....." dokter Rio terpingkal-pingkal mendengar ucapan Kevin.


"kenapa kau tertawa ?!" Kevin menautkan kedua alisnya.


Regina menatap dokter Rio dengan heran.


"Rio! kenapa kau tertawa? apa ada yang lucu hah!" kesal Kevin melihat Rio yang masih tertawa.


"kalian... kalian berdua sangat lucu." dokter Rio masih saja tertawa sembari memegang perutnya yang terasa sakit akibat terlalu keras tertawa.

__ADS_1


"Rio !!" Kevin hendak memukul dokter Rio namun ditangkisnya.


"ok ok.. maafkan aku, baiklah akan ku katakan yang sebenarnya, Regina memang tidak hamil Vin..." kata dokter Rio.


"apa ??!!!!" kali ini Regina yang berteriak.


"lalu kenapa tadi kau mengatakan jika aku hamil ?" tanya Regina.


"maafkan aku Re, aku ingin mendengar alasan apa yang membuat Kevin sangat yakin kalau kau tidak hamil." jawab dokter Rio.


"Rio !!!" seru Kevin dan Regina bersamaan.


"maaf Vin..Re..asam lambung mu sedang tinggi Re, maka dari itu kau mengalami gejala seperti itu. mual dan pusing." ucap dokter Rio.


"dasar dokter sialan !!" geram Kevin.


"maaf Vin... maaf.. ini obatnya, aku permisi pulang dulu..." dokter Rio segera berlari setelah menaruh beberapa strip obat di meja nakas Regina.


kini tinggal Kevin dan Regina di dalam kamar, tanpa sengaja mereka bersitatap dan mereka pun secepatnya membuang muka melihat ke arah lain karena rasa malunya.


"permisi nona..." Kevin keluar kamar Regina.


"kau bodoh sekali Regina ! bisa-bisanya kau menarik kerah tuan Kevin dan berteriak di depan wajahnya seperti tadi.. bodoh bodoh !!" maki Regina pada dirinya sendiri.


"dasar dokter bar-bar !! gara-gara dia aku keceplosan hal sensitif itu. sialan !!!" gerutu Kevin.


.


.


.


.


.


jangan lupa di like,

__ADS_1


terima kasih 🤗❤️


@ummy_wachida_


__ADS_2