
Kevin menyetujui tawaran dari pihak management Carlyn dengan terpaksa. Dengan syarat, Tidak ada kedekatan terlalu intim antara dirinya dan Carlyn saat syuting maupun pengambilan foto iklan. Hal itu juga di setujui oleh Carlyn.
"Besok kita akan syuting, dan untuk sekarang kita akan melakukan sesi photoshot." Ucap Nuky.
Mereka semua segera menuju ruangan khusus di kantor tersebut yang di khususkan dan sudah di setting untuk sesi pemotretan. Carlyn masih di rias, sedangkan Kevin tengah memakai setelan jas berwarna Navy. Warna yang senada dengan busana Carlyn.
"Ky, apa istriku tidak menelpon ?" Tanya Kevin setelah selesai memakai jasnya.
"Istri?" Nuky mengerutkan keningnya.
"Bapak sudah punya istri?" Tanya balik Nuky.
"Iya, kenapa? kau tidak tahu?" Tanya Kevin. Mereka masih duduk menunggu Carlyn yang belum selesai di rias.
"Saya tidak tahu pak, kan saya baru bekerja satu Minggu di perusahan bapak." Ujar Nuky.
"Oh iya, saya lupa. Jadi?"
"Apanya pak?"
"Istri saya menelpon apa tidak? kan ponsel ku kau bawa dari tadi."
"Oh maaf pak, tidak ada panggilan dari siapapun kecuali dari Bapak Agung tadi."
Wajah Kevin muram, ada kekecewaan di wajahnya. Ia sadar, mana mungkin Regina akan menelponnya jika ia sedang bersama Anton. Pikir Kevin seperti itu.
"Baiklah, bisa kita mulai sekarang." Ucap sang Fotographer. Kevin segera berdiri menuju ke stage, di susul Carlyn yang terlihat cantik dengan rambut Curly dan polesan make up yang membuat ia semakin cantik. Tubuh tinggi semampainya sangat serasi dengan Kevin.
Kevin di haruskan menyentuh pinggul Carlyn. Ok, Kevin setuju. Fotographer mengarahkan gaya dimana Kevin dan Carlyn saling berhadapan dengan kedua tangan Kevin berada di pinggul Carlyn, dan tangan Carlyn melingkar di leher Kevin. Mereka saling pandang dengan sedikit jarak di antara tubuh mereka, Kevin tidak setuju jika tubuhnya harus benar-benar menempel dengan Carlyn selayaknya pasangan.
"1..2...3.." Fotographer memberi aba-aba.
Next...
Foto kedua, Kevin di haruskan menyentuh bagian tubuh Carlyn antara leher dan dadanya dan ia memeluk Carlyn dari belakang, dimana ia harus memegang kalung yang menjadi iklan mereka. Ya, Carlyn akan menjadi brand ambassador untuk iklan merk perhiasan dari perusahaan Ayah Agung. Merk perhiasan yang menjadi favorit dan langganan para selebriti dan pejabat. Perusahan Ayah Agung mengepakkan sayapnya di negara XX dan menunjuk Carlyn lah yang harus menjadi modelnya.
"Tidak ! saya tidak mau pose seperti itu. Masih banyak pose yang lain." Seru Kevin.
"Tapi..."
"Jangan membantahnya atau dia akan mengamuk di sini." Bisik Nuky pada Fotographer.
Fotographer tersebut pun menuruti ucapan Nuky, ia ingin pekerjaannya segera selesai. Akhirnya di ambillah pose di mana Kevin berdiri di belakang Carlyn dengan gaya ia yang seolah ingin memasangkan kalung tersebut di leher Carlyn.
__ADS_1
Next...
Foto terakhir, Kevin duduk di kursi dan Carlyn duduk di bagian penyangga tangan kursi tersebut.
"Tuan saya mohon untuk yang ini saja, konsep foto ini kan anda dan Nona Carlyn sebagai pasangan, jadi anda harus melingkarkan satu tangan anda di pinggang Nona Carlyn." Fotographer memberi arahan.
Kevin mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras. Ia sungguh tidak menyukai jika harus menyentuh wanita secara intim seperti itu.
Intim ? mungkin untuk beberapa orang pose seperti itu sudah menjadi hal wajar, apalagi bagi seorang model seperti Carlyn. Namun bagi Kevin itu sangat intim. Ia tidak pernah menyentuh wanita lain kecuali wanita yang ia cintai.
"Pak, turuti saja apa katanya, bapak ingin cepat selesai bukan?" Bisik Nuky. Sejujurnya ia juga sudah muak melihat wajah Carlyn yang menurutnya sangat menyebalkan, berkali-kali matanya menangkap Carlyn yang tengah mencuri-curi pada Kevin.
Dengan berat hati Kevin pun menuruti arahan sang Fotographer.
.
.
.
.
.
"Baiklah Re, sekarang ceritakan padaku apa alasan mu sampai kau meninggalkan rumah mu seperti ini." Regina sudah berada di apartemen Jessica, ia terlaku takut jika harus pulang ke rumah orang tuanya. Regina tahu papinya pasti akan memarahinya.
"Apa !!" Mata Jessica membulat dengan sempurna. Penuturan Regina sangat berbanding terbalik dengan apa yang ia lihat di mata Kevin. Sangat jelas ia bisa melihat cinta Kevin untuk Regina dari sorot mata pria itu.
Regina pun menceritakan pada sahabatnya itu bagaimana keadaan rumah tangganya yang sebenarnya. Juga saat di mana hati dan harga dirinya terinjak-injak saat Kevin memberinya pil kontrasepsi yang ia yakini bahwa Kevin hanya memberinya vitamin.
"Dasar brengs** ! Aku tidak mengira Tuan Kevin akan berbuat hal memalukan seperti itu, aku kira dia pria baik yang tidak sama dengan adiknya. Tapi nyatanya sama saja." Geram Jessica. Ia mengumpat dan memaki Kevin. Mulutnya tak henti berceloteh dengan tangan yang mengepal ke udara.
"Kalau begitu kau tinggal di sini saja Re, jangan kembali padanya." Sungut Jessica.
Sementara Kevin dan Nuky tengah sibuk menghadiri peresmian serta konverensi pers di negara XX, Regina tengah duduk termenung di atas tempat tidur Jessica.
Matanya membulat, jantungnya seakan ingin loncat begitu ia melihat foto Kevin bersama Carlyn yang bertebaran di media sosial. Tanpa membaca caption yang tertera, Regina sudah menitihkan air matanya terlebih dulu.
"Jadi karena wanita itu dia sangat ingin berpisah denganku?" Gumam Regina, ia masih saja memandangi foto tersebut dengan air mata yang terus membasahi pipinya.
"Dia bahkan menyentuh pinggang wanita itu, pakaiannya juga sangat sexy." Gumamnya lagi. Tangisnya semakin pecah, Jessica yang di dapur dapat mendengar suara tangisan sahabatnya itu. Segera ia berlari masuk ke kamar.
"Re, ada apa ? Kenapa kau menangis?" Panik Jessica, ia memberi sentuhan lembut di bahu Regina.
__ADS_1
Regina menunjukkan foto Kevin dan Carlyn, Jessica ikut bodohnya dengan Regina. Ia tidak membaca caption yang jelas-jelas tertulis jika Kevin Atmaja dan Carlyn Cabel mengambil sesi pemotretan untuk iklan AK Jewelry.
Regina menangis tersedu-sedu, sedangkan Jessica bukannya menenangkan, tapi mulutnya justru tak henti memaki Kevin. Menambah rasa sakit di hati Regina.
Lagi, kesalahpahaman mereka semakin rumit. Kevin dengan pemikirannya bahwa Regina sudah kembali bersama Anton, dan Regina dengan pemikirannya bahwa Kevin juga sudah mempunyai wanita lain di hatinya.
.
.
.
.
.
Acara konferensi pers dan peresmian cabang penjualan merk perhiasan perusahaan Kevin sudah selesai. Nuky membukakan pintu mobil untuk bosnya itu. Kevin sudah cukup lelah untuk hari ini, ia ingin segera menyegarkan dan mengistirahatkan tubuhnya di hotel.
"Tuan tunggu." Seorang wanita menghampiri Kevin dan Nuky.
"Apa kita bisa menjadi teman?" Carlyn memberi tawaran, membuat Nuky dan Kevin sama-sama mengernyitkan keningnya.
"Bagaimana?" Tanyanya lagi sembari mengulurkan tangannya.
Agak lama, Kevin akhirnya menjabat tangan itu. Dengan senyum yang ia paksakan di bibirnya.
"Apa kita bisa pergi makan malam untuk memulai pertemanan kita hari ini?" Lagi, Carlyn dengan agresifnya mencoba berbagai cara agar bisa mendekati Kevin.
"Maaf Nona, Tuan saya sudah lelah." Sela Nuky. Kevin segera masuk ke mobil, mengacuhkan Carlyn yang menatap tajam pada Nuky.
"Permisi nona." Nuky menunduk hormat. Carlyn melihat dengan geram mobil yang membawa Kevin yang semakin jauh dari jangkauan matanya.
.
.
.
.
.
Holla...
__ADS_1
Maaf, konfliknya belum selesai. Kevin dan Regina akan lebih mengerti arti kehadiran mereka atau sama lain setelah perselisihan ini.
Jangan bosan dan dukung terus cinta Kevin dan Regina, terima kasih ❤️