
siang itu ketika Regina sendirian di rumah, ia mendapat telpon dari maminya dan menyuruhnya untuk berkunjung. karena mami Ira sudah sangat merindukan putrinya tersebut. Regina segera mengganti bajunya dengan dress selutut, setelah itu ia pun melajukan mobilnya menuju kediaman kedua orang tuanya.
"mami..." Regina berhambur ke pelukan mami Ira.
"Regina sangat merindukan mami.." ucap Regina.
"mami juga sayang, bagaimana kabarmu?" mami Ira menuntun Regina duduk di kursi ruang tamu.
"baik mami, dimana papi??" tanya Regina.
"papi di sini sayang.." papi Surya menuruni anak tangga, Regina beranjak berdiri dan memeluk papinya.
"kenapa kamu datang sendirian, dimana suami mu?" tanya papi Surya, ia mengedarkan pandangannya ke arah pintu utama.
"suami??" batin Regina, ia merasa aneh papinya bertanya tentang suaminya. iyaa, ia paham bahwa tuan Kevin lah yang di maksud papinya.
"tuan Kevin sedang ada pekerjaan pi, tadi pagi-pagi sekali dia sudah berangkat bekerja.." jawab Regina.
sejak siang hingga sore hari, Regina masih berada di rumah orang tuanya. ia masih setia menungggu telpon dari seseorang, bukan Kevin melainkan dari Anton.
hingga sinar matahari di gantikan oleh sinar rembulan, belum ada panggilan masuk dari Anton untuk Regina.
"Regina, makan malam dulu sayang. setelah itu kau bisa pulang." tutur mami Ira. Regina segera beranjak dan duduk di kursi meja makan.
setelah beberapa saat mereka selesai dengan makan malam, papi Surya mengatakan pada Regina bahwa ia ingin mengatakan sesuatu.
"apa yang ingin papi bicarakan?" tanya Regina yang kini tengah duduk di sofa ruang tv.
"Regina, kamu sudah menikah dengan tuan Kevin.. papi harap kamu bisa jadi istri yang baik."
"tuan Kevin sangat baik nak, papi yakin dia bisa memberimu kebahagiaan.." lanjut papi Surya.
"Pi, pernikahan Regina dan tuan Kevin hanya sebulan pi, setelah itu kita akan bercerai dan aku akan kembali dengan Anton." seru Regina yang membuat papi dan maminya terkejut.
"Regina, kau bicara apa?" sahut mami Ira.
papi Surya menghela nafasnya dengan kasar.
"kamu masih berharap pada pria brengsek itu!! papi heran denganmu Re, kenapa kau begitu termakan oleh cinta mu yang bertepuk sebelah tangan itu." ucap papi Surya.
"tapi kau sekarang sudah dewasa Re, kau berhak memilih jalan hidupmu. silahkan jika kau ingin kembali bersama Anton. tapi jangan harap papi akan menerima pria itu sebagai menantu di rumah ini." papi Surya pergi meninggalkan Regina dan mami Ira.
"Regina pulang mi..." Regina mengambil tas selempangnya.
"Regina tunggu sayang, menginaplah di sini ini sudah malam." pinta mami Ira.
__ADS_1
Regina tetap kekeh memaksa pulang, ia merasa sangat kesal dengan papinya. dan lagi-lagi mami Ira harus melihat perdebatan antara papi dan putrinya tersebut.
.
.
.
.
.
"kapan kau bertemu Anton? dimana? lalu?" cerca Jessica setelah mendengar cerita Regina jika ia bertemu dengan Anton.
"aku bertemu di restoran semalam.." jawab Regina seraya menyandarkan separuh tubuhnya di sofa.
"apa kau sedang bersama suamimu?" tanya Regina.
"suami?? maksudmu tuan Kevin?" Regina menoleh pada Jessica yang duduk di sampingnya.
"memangnya kau punya berapa suami? apa kau sudah hilang ingatan siapa nama suami mu.." jengkel Jessica.
"iya aku bersamanya.." jawab Regina dengan santainya.
"kau jahat sekali Re, kau tidak memikirkan perasaan suami mu. tuan Kevin pasti sangat terluka melihatmu bersama Anton. dan ya... kau sangat bodoh masih berharap pada Anton yang tidak mencintaimu." seru Jessica.
"aku tidak berada di pihak siapapun Re, aku hanya ingin membuka hati dan matamu bahwa Anton itu tidak mencintaimu, tapi tuan Kevin yang mencintaimu. pikirkan, dia sangat menghormatimu, bahkan dia rela keluar rumahnya saat ibunya sendiri tidak setuju ia menikahimu." tutur Jessica.
"kata siapa tuan Kevin mencintaiku? dia saja tidak pernah mengatakan padaku, lagipula kita baru mengenal Jes.. kata cinta sangat tabu untuk kami."
"lihat mata tuan Kevin, kau akan melihat cintanya untukmu." ucap Jessica penuh harap jika Regina bisa melupakan Anton dan akan memulai lembaran hidup baru bersama tuan Kevin.
"it's bullshit !!! lebih baik aku pulang saja, kau sama saja dengan papi." seru Regina. ia beranjak pergi dari apartemen Jessica dengan keadaan marah.
.
.
.
.
.
"astaga !! sudah jam satu pagi. kenapa aku bisa ketiduran di mobil !" gerutu Regina pada dirinya sendiri. setelah keluar dari apartemen Jessica, Regina masih berdiam di dalam mobilnya. ia memikirkan apa yang diucapkan Jessica tentang Anton dan Kevin.
__ADS_1
Regina melajukan mobilnya pulang ke rumah tuan Kevin, begitu sampai dirumah ia sudah mendapati lampu menyala dan mobil Kevin sudah terparkir di garasi. ia pun segera masuk tanpa menimbulkan suara agar tidak mengganggu tidur Kevin.
pagi harinya hujan turun dengan lebat, pukul lima pagi Regina terbangun mendengar suara hujan. ia pun menggigil ketakutan jika akan terjadi angin seperti beberapa waktu lalu.
ia berlari menuju kamar Kevin,
"tuan... tuan di luar hujan lebat tuan.." Regina berkali-kali mengetuk pintu kamar Kevin, namun sialnya sama seperti kemarin, tidak ada sahutan dari sang pemilik kamar.
"dia sudah pergi???" Regina membuka pintu kamar Kevin dan tidak mendapati pria itu di sana.
ia pun kembali berlari ke kamarnya. dengan sigap ia mengambil baju kerja dan peralatan make up serta mandinya. ia melajukan mobilnya menuju kantor.
"nona, kenapa anda datang sepagi ini?" tanya security kantor.
"di rumah tidak ada orang pak, saya takut jika terjadi hujan angin." ucap Regina, ia segera berlalu menuju ruangannya dan mandi di kamar mandi yang terdapat di dalamnya.
.
.
.
.
.
pukul lima sore Regina keluar kantor hendak pulang, hujan pun sudah berhenti sejak pukul sembilan pagi tadi.
sampai di rumah, Regina masih tidak mendapati Kevin. bahkan sampai jam sembilan malam Kevin juga tak kunjung pulang.
"dia kan punya nomer ponselku, kenapa dia tidak menghubungi ku..." Regina melihat kontak nama tuan Kevin di ponselnya.
ia berjalan mondar-mandir di ruang tamu, menunggu bel pintu berbunyi jika Kevin sudah pulang. ia beralih ke sofa, ia membaringkan tubuhnya di sana sembari menunggu Kevin.
.
.
.
.
.
budayakan meninggalkan like setelah membaca,
__ADS_1
terima kasih ❤️🤗